04 Oktober, 2010

FOKUS

"It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it.
If you think about that, you'll do things differently" ~~ Warren Buffet



Kutipan Warren Buffet diatas, sungguh menjadi pengingat dan penyemangat bagiku. Apalagi dalam bisnis. Reputasi sangatlah penting. Bagaimana menjaga kepercayaan konsumen kepada produk kita.Aku bergelut di dunia bisnis, khususnya produksi genteng mulai tahun 1998. Waktu itu, Orangtuaku memberi / mewariskan pabrik padaku untuk dikelola. Sistemnya hasil produksiku disetorkan ke ibu. Karena hasil produksiku sudah pasti ada yang membelinya, yaitu orangtuaku, hal tersebut ternyata menimbulkan aku menjadi sosok yang manja. Sama sekali tidak berfikir. Karena sudah pasti dapat uang.Jarang sekali aku menengok pabrik. Aku sama sekali tidak punya perasaan memiliki pabrik tersebut. Lumayan jumlahnya ada 3 unit, semua mengerjakan satu jenis genteng yaitu jenis plentong.
Karena Krisis moneter, Perusahaan orangtua mengambil kebijakan agar mengurangi jumlah cabang genteng matang, termasuk perusahaanku.
Akhirnya setelah beberapa tahun kami mengikuti orangtua, mulailah kami mengelola pabrik sendiri. Hasil produksi kami tidak semuanya dibeli oleh Perusahaan orangtua.Kami harus berpikir dan bekerja keras, kemana menjual produk kami, jika perusahaan orangtua tidak membelinya.
Kami berpikir keras, bagaimana menggaji karyawan, padahal belum ada pemasukan dari penjualan genteng. Dulu, ketika masih dibawah perusahaan Orangtua, kami mau bon kayu, gaji karyawanam, bahkan bon pribadi bisa. tai sekarang? kemana lagi?
Sepertinya kami mulai dari nol lagi. kami mulai peduli, kenapa Hasil produksi kami kadang-kadang muda, bahkan rusak. Yah,kadang kami menyalahkan tukang bakarnya, atau salah dalam waktu proses pengeringan, atau kayu yang dipakai waktu pembakaran kurang kering.
Itupun berlangsung cukup lama, kami tidak meimilki jawaban untuk semua pertanyaan diatas.
Dan karena keputus asaan kami, kami mulai mengganti tukang garang proses penghangatan genteng). Tukang Bakarnya pun kita ganti. Hasilnya cukup memuaskan, genteng kami hasilnya semakin baik, warna cukup cerah.Jadi inti jawaban di atas, karena tukang bakarnya kurang profesional. yang pertama tukang garang memang sudah sangat tua, kadang dalam proses produksi ditinggal tidur, dan tukang bakarnya, meski masih belum begitu muda,entah kenapa sepertinya tidak memahami tobong tersebut. masa berkali-kali membakar tdk bisa mengerti, mungkin bukan soulmate kali yaaaaaaaaaa...:p
Itulah lika-liku perjalanan bisnis kami, belum tentu, karena kami keturunan ebisnis yang sudah malang melintang di dunia genteng, kami bisa menjalaninya dengan mudah. halangan dan rintangan luar biasa banyaknya. Pernah suatu hari, kami harus menggaji karyawan padahal kami tidak ada uang. Belum ada pemasukan, sementara pengeluaran untuk operasioanal segudang. kami harus menjual perhiasan kenang2 an...hiks. Gak papalah, demi karyawan, kami rela. Dalam hadist nabi, bayarlah segara sebelum keringat mmereka kering. Mereka sudah bekerja.Dan kami harus bertanggung jawab membayarnya. bagaimanapun caranya akan kami tempuh.
12 Tahun perjalanan kami di dunia bisnis usaha genteng, belumlah seberapa. Saat saat inipun, kami masih sering goyah. Ditengah persaingan yang begitu gila, kami sering lemah.Banyaknya genteng logam, menurunnya daya beli masyarakat, ditambah lagi di musim penghujan seperti ini, Biaya produksi besar, dan pembangunan rumah pun seakan mandeg menunggu musim kering. beberapa saudara kami yang dulu fokus di genteng banyak yang berpindah haluan. Bisnis Genteng tidak seperti dulu, sekarang biaya tenaga dan bahan baku sanagat tingggi, keluh mereka. Mereka lebih menyarankan kami utuk membeli genteng saja di pengrajin, dan menjualnya. Dari pada pusing2 memikirkan bahan baku, kayu bakar, belum karyawan.Aku mengamati, memang pabrik-pabrik genteng muali sedikit tidak seprti 20 tahun lalu ketika jaya-jayanya. Bahkan, tanteku pernah bercerita, ketika beliau ikut perusahaan orangtuaku dulu, hanya memerlukan 3 kali setoran genteng, sekitar 40.000 genteng, sudah bisa naik haji. jaman dulu pengusaha genteng banyak sekali yang pergi naik haji karena usaha genteng ini. Bandingkan dengan sekarang..Jauh..."katanya.Tapi kami saling mengingatkan aku dan suami -red), suamiku sering lebih kuat dibanding aku, dia cukup yakin usaha ini masih bisa eksis. Dia selalu mengingatkanku, jangan mudah goyah dengan pengaruh rang lain. Kita sudah yakin dan punya niat baik,kenapa harus mundur.
Benar juga kata suamiku, aku jadi teringat lagi kutipan Wanner buffet diatas. butuh 20 tahun untukmembangun reputasi/kepercayaan. Kami baru mulai...dan sudah putus sa, bagaimana ini...?
Kalo aku menutup usaha ini, akan ada 50 kepala keluarga yang kehilangan pekerjaan. Jika setiap keluarga memiliki 3 anggota keluarga,maka akan ada 150 orang yang tidak pasti kehidupannya,kata suamiku.
Hemmm, aku kembali merenung, mencerna kembali kata-katanya.
Benar, setiap hambatan dan godaan pasti akan ada dalam setiap usaha. Aku harus kuat. Apa jadinya aku tanpa dirimu ya...;)
Aku ini orangnya mudah terpengaruh. Mudah goyah.
Mudah-mudahanan, seiring waktu berlalu, aku bisa lebih tahan banting menghadapi kerasnya dunia ini. Menghadapi betapa banyaknya hambatan di dunia usaha. Bagi Warren Buffet perlu 20 tahun membangun sebuah kepercayaan. dan aku akan mencamkan kata-katanya, dan melakukannya.Tunggu aku Warren Buffet...aku akan menyalip dirimu....:))

24 September, 2010

Alhamdulilah...sudah sembuh..:)

Beberapa hari yang lalu aku terbaring sakit di tempat tidur.
Gak tahu sebabnya, sepertinya aku makan makanan yang normal-normal saja.
Namanya juga lebaran, selain makanan begitu banyak macamnya, kita harus silaturahmi kepada tetangga dan saudara. Kecapean? kurang fit, mungkin salah satu penyebabnya, yang kutahu beberapa kali aku diajak suamiku silaturahmi ke temannya, kondisiku sudah kurang enak saja, tapi tetap aku paksakan. Ada beberapa teman yang suamiku hampir jarang bertemu dan harus menemuinya. dan aku ingin juga menemaninya.

Finally, Mulai Minggu malam badanku panas tinggi, berlanjut senin, dan selasa. Akhirnya Aku minta obat ke adikku. kebetulan dia dokter. Dan diberikan
- antibiotik
-In pepsa
-Fredo
-Pracetamol

Sebelumnya keluhanku batuk, cuma tidak begitu parah, tapi kemudian, pusing dan panas tinggi serta perut mulai perih. Aku bingung ini penyakit double2. takutnya dokter salah menganalisa. jadi ketika aku mengatakan apa yang aku katakan, aku katakan saja panas, pusing dan mual.
Obat diatas biasanya diberikan pada pasien yang terkena THypus.
Apa mungkin aku kena gejala thypus ya...
By the way, sekarng, aku sudah mulai baikan. Ah tidak enak banget kalo sakit...
Tidak bisa keman-mana, tidak bisa mikir yang berat2.
MUlai sekarng mungkin aku harus bisa mulai disiplin diri. makan yang pedas dikurangi. Ahhh...berat juga ya....
Thanks God ...udah buat aku sembuh...:)))

22 September, 2010

Hak Wanita Hak Asasi Manusia Pidato Terkenal oleh Hillary Clinton

Hak Wanita Hak Asasi Manusia

Pidato Terkenal oleh Hillary Clinton
Beijing, Cina: 5 September 1995

Mrs Mongella, Wakil Menteri Kittani, delegasi dibedakan dan tamu:

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa
untuk mengundang saya untuk menjadi bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa Dunia Keempat
tentang Perempuan Konferensi. Ini benar-benar perayaan - perayaan dari
kontribusi membuat perempuan dalam setiap aspek kehidupan: di rumah, di tempat kerja,
dalam komunitas mereka, seperti ibu, istri, saudara perempuan, anak perempuan,
pelajar, pekerja, warga negara dan pemimpin.

Hal ini juga datang bersama-sama, banyak para wanita cara datang bersama
setiap hari di setiap negara.

Kami datang bersama-sama di ladang dan di pabrik-pabrik.
Di pasar desa dan pasar swalayan. Di ruang keluarga dan ruang dewan.

Apakah itu sambil bermain dengan anak-anak kami di taman, atau mencuci pakaian di sungai,
atau mengambil istirahat di kantor pendingin air, kita berkumpul dan berbicara tentang aspirasi dan keprihatinan. Dan waktu dan lagi, pembicaraan kami berubah menjadi anak-anak kita
dan keluarga kita. Namun kita mungkin berbeda, ada yang jauh lebih menyatukan kita
daripada membagi kami. Kami berbagi masa depan bersama.
Dan kita di sini untuk menemukan landasan bersama agar kita dapat membantu membawa
martabat baru dan hormat untuk perempuan dan gadis di seluruh dunia - dan dengan demikian,
membawa kekuatan baru dan stabilitas untuk keluarga juga.

Dengan mengumpulkan di Beijing, kami memfokuskan perhatian dunia pada isu-isu yang
paling penting dalam kehidupan perempuan dan keluarga mereka: akses ke pendidikan,
kesehatan, pekerjaan dan kredit, kesempatan untuk menikmati hak hukum dan hak asasi manusia
dan berpartisipasi penuh dalam politik kehidupan negara mereka.

Ada beberapa yang mempertanyakan alasan konferensi ini.

Biarkan mereka mendengarkan suara-suara perempuan dalam rumah mereka, lingkungan,
dan tempat kerja.

Ada beberapa orang yang bertanya-tanya apakah kehidupan perempuan dan anak perempuan
penting bagi kemajuan ekonomi dan politik di seluruh dunia.

Biarkan mereka melihat wanita berkumpul di sini dan di Huairou - para ibu rumah tangga,
perawat, guru, pengacara, pembuat kebijakan, dan wanita yang menjalankan bisnis mereka sendiri.

Ini adalah konferensi seperti ini yang memaksa pemerintah dan rakyat di mana-mana
mendengarkan, melihat dan menghadapi dunia yang paling mendesak masalah itu.

Bukankah itu setelah konferensi perempuan di Nairobi sepuluh tahun yang lalu
bahwa dunia terfokus untuk pertama kalinya pada krisis kekerasan domestik?

Sebelumnya hari ini, aku berpartisipasi dalam forum Organisasi Kesehatan Dunia, di mana pejabat pemerintah, LSM, dan warga negara individu yang bekerja pada cara untuk mengatasi
masalah kesehatan perempuan dan anak perempuan.

Besok, aku akan menghadiri pertemuan United Nations Development Fund for Women.
Di sana, diskusi akan berfokus pada lokal - dan sangat sukses - program yang memberikan akses
perempuan bekerja keras untuk kredit sehingga mereka dapat meningkatkan kehidupan mereka
sendiri dan kehidupan keluarga mereka.

Apa yang kita belajar di seluruh dunia adalah bahwa jika wanita sehat dan berpendidikan,
keluarga mereka akan berkembang. Jika perempuan bebas dari kekerasan, keluarga mereka akan berkembang. Jika perempuan memiliki kesempatan untuk kerja dan peroleh
sebagai mitra yang setara dan penuh dalam masyarakat, keluarga mereka akan berkembang.

Dan ketika keluarga berkembang, masyarakat dan bangsa akan berkembang.

Itu sebabnya setiap wanita, setiap orang, setiap anak, setiap keluarga,
dan setiap bangsa di planet kita memiliki saham dalam diskusi yang berlangsung di sini.

Selama 25 tahun terakhir, saya telah bekerja terus-menerus pada masalah yang berhubungan
dengan perempuan, anak-anak dan keluarga. Selama masa lalu dan-dua-setengah tahun,
saya memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang tantangan yang dihadapi
perempuan di negara saya sendiri dan di seluruh dunia.

Saya telah bertemu ibu baru di Jojakarta, Indonesia, yang datang bersama secara teratur
di desa mereka untuk mendiskusikan gizi, keluarga berencana, dan perawatan bayi.

Saya telah bertemu dengan bekerja orangtua di Denmark, yang berbicara tentang
kenyamanan mereka merasa di mengetahui bahwa anak-anak mereka dapat dirawat di kreatif,
aman, dan pengasuhan-sekolah pusat setelah.

Saya telah bertemu dengan wanita di Afrika Selatan yang ikut memimpin perjuangan untuk
mengakhiri apartheid dan sekarang membantu membangun demokrasi baru.

Saya telah bertemu dengan wanita terkemuka Belahan Barat yang bekerja
setiap hari untuk mempromosikan keaksaraan dan perawatan kesehatan yang lebih baik
untuk anak-anak dari negara-negara mereka.

Saya telah bertemu dengan wanita di India dan Bangladesh yang mengambil pinjaman kecil
untuk membeli susu sapi, becak, benang dan bahan lain untuk menciptakan mata pencaharian
bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka.

Saya telah bertemu dengan dokter dan perawat di Belarus dan Ukraina yang berusaha untuk
menjaga anak-anak hidup dalam dampak Chernobyl.

Tantangan besar dari Konferensi ini adalah untuk memberikan suara untuk wanita
di mana pengalaman yang tidak diketahui, yang kata-kata pergi keterlaluan.

Perempuan terdiri lebih dari setengah populasi dunia. Wanita 70% persen dari dunia miskin,
dan dua-pertiga dari mereka yang tidak diajar untuk membaca dan menulis.

Perempuan adalah pengasuh utama bagi sebagian besar dunia anak-anak dan orang tua.
Namun, banyak pekerjaan yang kita lakukan tidak dihargai - bukan oleh ekonom,
bukan oleh sejarawan, bukan oleh budaya populer, tidak oleh para pemimpin pemerintah.

Pada saat ini, saat kami duduk di sini, wanita di seluruh dunia yang melahirkan,
membesarkan anak-anak, memasak makanan, mencuci pakaian, membersihkan rumah,
menanam tanaman, bekerja pada jalur perakitan, menjalankan perusahaan, dan negara berjalan.

Perempuan juga sedang sekarat dari penyakit yang seharusnya dicegah atau diobati,
mereka mengawasi anak mereka mengalah untuk kekurangan gizi yang disebabkan
oleh kemiskinan dan kekurangan ekonomi; mereka sedang ditolak haknya untuk pergi ke sekolah
oleh ayah dan saudara mereka sendiri, mereka dipaksa ke dalam prostitusi, dan mereka
sedang dilarang dari kantor pinjaman bank dan melarang dari kotak suara.

Kita yang memiliki kesempatan untuk berada di sini memiliki tanggung jawab
untuk berbicara bagi mereka yang tidak bisa.

Sebagai seorang Amerika, saya ingin berbicara untuk perempuan di negara saya sendiri
- ibu yang membesarkan anak-anak pada upah minimum, wanita yang tidak bisa mendapatkan
perawatan kesehatan atau penitipan anak, perempuan yang hidupnya terancam oleh kekerasan,
termasuk tindak kekerasan di mereka rumah sendiri.

Aku ingin berbicara untuk ibu yang berjuang untuk sekolah yang bagus, lingkungan aman,
udara bersih dan gelombang udara bersih; bagi perempuan yang lebih tua,
beberapa dari mereka janda, yang telah mengangkat keluarga mereka dan
sekarang menemukan bahwa keahlian dan pengalaman hidup tidak dihargai
dalam tempat kerja, karena wanita yang bekerja sepanjang malam sebagai
perawat, petugas hotel, dan memasak makanan cepat sehingga mereka dapat
di rumah sepanjang hari dengan anak-anak mereka, dan bagi perempuan
di mana-mana yang tidak punya waktu untuk melakukan segalanya mereka dipanggil
untuk lakukan setiap hari.

Berbicara kepada Anda hari ini, saya berbicara bagi mereka, sama seperti masing-masing
kita berbicara untuk wanita di seluruh dunia yang menolak kesempatan untuk pergi ke sekolah,
atau melihat seorang dokter, atau, memiliki harta atau memiliki katakan tentang arah
hidup mereka , hanya karena mereka adalah perempuan.Yang benar adalah bahwa
kebanyakan wanita di dunia kerja baik di dalam dan di luar rumah, biasanya dengan kebutuhan.

Kita perlu memahami bahwa tidak ada rumus untuk bagaimana perempuan
harus menjalani kehidupan mereka.Itulah sebabnya mengapa kita harus
menghormati pilihan setiap wanita membuat untuk dirinya sendiri dan keluarganya.
Setiap wanita pantas mendapatkan kesempatan untuk menyadari dirinya
potensi yang diberikan Tuhan.

Kita juga harus mengakui bahwa perempuan tidak akan pernah
mendapatkan martabat penuh sampai hak asasi manusia mereka dihormati dan dilindungi.

Tujuan kami untuk Konferensi ini, untuk memperkuat keluarga dan masyarakat dengan
memberdayakan perempuan untuk mengambil kendali lebih besar atas nasib mereka sendiri,
tidak dapat sepenuhnya tercapai kecuali semua pemerintah - di sini dan di seluruh dunia -
menerima tanggung jawab mereka untuk melindungi dan memajukan hak asasi manusia
diakui secara internasional.

Masyarakat internasional telah lama mengakui - dan baru-baru ini menegaskan di Wina -
bahwa baik perempuan dan laki-laki berhak untuk berbagai macam perlindungan
dan kebebasan pribadi, dari kanan keamanan pribadi ke kanan untuk bebas
menentukan jumlah dan jarak anak-anak mereka menanggung .

Tidak seorang pun harus dipaksa untuk diam karena takut penganiayaan agama atau politik,
penangkapan, penganiayaan atau penyiksaan.

Tragisnya, perempuan yang paling sering hak asasi manusia yang dilanggar.

Bahkan di akhir abad ke-20, pemerkosaan terhadap perempuan masih digunakan
sebagai alat konflik bersenjata. Perempuan dan anak-anak membuat sebagian besar
pengungsi. Ketika perempuan tidak termasuk dalam proses politik, mereka menjadi
lebih rentan terhadap penyalahgunaan.

Saya percaya bahwa, pada malam milenium baru, sekarang saatnya untuk memecah
kesunyian kami. Sudah saatnya bagi kita untuk mengatakan di sini di Beijing,
dan dunia mendengar, bahwa itu tidak lagi diterima untuk membahas hak-hak
perempuan sebagai terpisah dari hak asasi manusia.

Ini pelanggaran terus karena terlalu lama, sejarah perempuan telah menjadi
diam. Bahkan saat ini, ada orang-orang yang berusaha untuk diam kata-kata kita.

Suara-suara dari konferensi dan para wanita di Huairou harus didengar keras dan jelas:
Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia ketika bayi tidak mendapatkan makanan,
atau tenggelam, atau tercekik, atau duri mereka rusak, hanya karena mereka lahir anak perempuan.

Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia ketika perempuan dan gadis-gadis
dijual ke prostitusi perbudakan.

Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia ketika wanita disiram dengan bensin,
dibakar dan dibakar sampai mati karena mahar perkawinan mereka dianggap terlalu kecil.

Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia ketika perempuan diperkosa
individu dalam komunitas mereka sendiri dan ketika ribuan perempuan
mengalami perkosaan sebagai taktik perang atau hadiah.

Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia ketika penyebab utama kematian di
seluruh dunia di antara perempuan usia 14-44 adalah kekerasan mereka
dikenakan di rumah mereka sendiri.

Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia ketika gadis-gadis muda yang
disiksa oleh menyakitkan dan merendahkan praktek mutilasi genital.

Ini adalah pelanggaran HAM ketika wanita ditolak haknya untuk
merencanakan keluarga mereka sendiri, dan itu termasuk dipaksa
untuk melakukan aborsi atau sedang disterilkan melawan akan mereka.

Jika ada satu pesan yang gema keluar dari konferensi ini, adalah bahwa
hak asasi manusia yang hak-hak perempuan - dan hak-hak perempuan adalah hak asasi manusia
Janganlah kita lupa bahwa di antara hak-hak tersebut hak untuk berbicara secara bebas -
dan hak untuk didengar.

Perempuan harus menikmati hak untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan sosial
dan politik negara mereka jika kita menginginkan kebebasan dan demokrasi untuk
berkembang dan bertahan.

Hal ini dipertahankan bahwa banyak perempuan di organisasi nonpemerintah
yang ingin untuk berpartisipasi dalam konferensi ini belum bisa menghadiri -
atau telah dilarang dari sepenuhnya mengambil bagian.

Biar jelas. Kebebasan berarti hak orang untuk merakit, mengatur, dan debat terbuka.
Ini berarti menghormati pandangan orang-orang yang mungkin tidak setuju dengan
pandangan pemerintah mereka. Ini berarti tidak mengambil warga negara dari orang-orang terkasih
mereka dan memenjarakan mereka, memperlakukan mereka, atau menolak mereka kebebasan
mereka atau martabat karena damai ekspresi ide dan pendapat mereka.

Di negara saya, kami baru-baru ini merayakan ulang tahun ke 75 Hak suara perempuan.
Butuh waktu 150 tahun setelah penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan kami bagi perempuan
untuk memenangkan hak untuk memilih.

Butuh waktu 72 tahun perjuangan yang diselenggarakan pada bagian
dari banyak perempuan dan laki-laki pemberani. Itu adalah salah satu filsafat yang paling
memecah belah perang perang Amerika. Tapi itu juga berdarah seorang.
Hak pilih ini dicapai tanpa ada peluru.

Kami juga telah mengingatkan, dalam V-1 peringatan Hari akhir pekan lalu,
dari kebaikan yang muncul ketika pria dan wanita bergabung bersama-sama untuk melawan
tirani dan membangun dunia yang lebih baik.

Kita telah melihat perdamaian berlaku di tempat-tempat yang paling selama setengah abad.
Kami menghindari perang dunia lain.

Tapi kami belum dipecahkan lebih tua,-berakar mendalam permasalahan yang terus
mengurangi potensi dari setengah populasi dunia.

Sekarang saatnya untuk bertindak atas nama wanita di mana saja. Jika kita mengambil
langkah-langkah berani untuk lebih kehidupan perempuan, kami akan mengambil
-langkah berani untuk lebih kehidupan anak-anak dan keluarga juga.

Keluarga bergantung pada ibu dan istri untuk dukungan emosional dan peduli;
keluarga mengandalkan tenaga kerja perempuan dalam rumah tangga;
dan semakin, keluarga bergantung pada penghasilan perempuan diperlukan
untuk membesarkan anak-anak yang sehat dan perawatan untuk kerabat lainnya.

Selama diskriminasi dan ketidakadilan tetap begitu biasa di seluruh dunia - asalkan gadis dan
perempuan kurang dihargai, kurang makan, makan terakhir,
banyak bekerja, bergaji rendah, tidak dididik dan sasaran kekerasan dalam
dan keluar dari rumah mereka - potensi keluarga manusia untuk
menciptakan makmur, dunia yang damai tidak akan terwujud.

Konferensi ini akan membiarkan kami - dan itu - sebut dunia untuk bertindak.

Dan marilah kita memperhatikan panggilan sehingga kami dapat menciptakan
sebuah dunia di mana setiap perempuan diperlakukan dengan hormat dan martabat,
setiap anak laki-laki dan perempuan adalah dicintai dan peduli untuk sama-sama,
dan setiap keluarga memiliki harapan dan masa depan yang kuat stabil.

Terima kasih banyak.

itu berkat Tuhan pada Anda, pekerjaan Anda dan semua orang yang akan
keuntungan dari itu.

Wanita Terkenal Speeches

Sebuah kutipan singkat atau kutipan dari bagian Perempuan

Hak Asasi Manusia Apakah Hak pidato terkenal memberi gambaran

, atau acuan kepada, peristiwa yang terkenal hari selama era sejarah dari Hillary Clinton.

Gunakan Hak Perempuan bebas dari Apakah Manusia

Hak Asasi pidato terkenal dengan bagian-bagian dan teks diambil sebagai

kutipan langsung dari pidato ini terkenal dengan menggunakan bahasa yang digunakan

oleh Hillary Clinton dalam bahasa mereka sendiri dalam isi pidato.

Pidato ini dikenal baik oleh Hillary Clinton, terkenal karena kekuatannya

dari komunikasi verbal dan lisan, membuat penggunaan yang sangat baik

dari kata, teks dan bahasa. Penggunaan bahasa ibu dari Hillary Clinton

di dalam pidato ini terkenal membuatnya kuat dan relevan untuk acara-acara bersejarah.

Sebuah motivasi persuasif dan inspirasi pidato, oleh Hillary Clinton.

The Hillary Clinton dirayakan memiliki kekuatan yang sangat baik dari

yang disorot selamanya dalam Sejarah menurut Perempuan Hak Asasi Manusia

Apakah Hak pidatonya yang terkenal.

Hak Wanita Hak Asasi Manusia Pidato Terkenal oleh Hillary Clinton

  • Terkenal Pidato Hillary Clinton

  • Nikmati pidato terkenal dan kata-kata besar dari Hillary Clinton

  • Gunakan kutipan singkat atau kutipan dari bagian Perempuan Manusia Apakah teks pidato terkenal Hak Hak

  • peristiwa sejarah Terkenal tercermin dalam teks pidato terkenal

  • Sebuah motivasi persuasif dan inspirasi pidato, oleh Hillary Clinton

  • Bebas, Hak Perempuan dicetak Apakah Hak Asasi Manusia pidato

18 September, 2010

Sang Pencerah


Wow, filem sang pencerah seprtinya cukup sukses, terbukti, pemutaran hari ke 9 masih diiringi antrean panjang. Aku dan keluargaku pesan tiket di Empire XXI pukul 16.00 wib, dapat tiket jam 18.30 wib, karena aku membawa teman dan temanku itu mau menonton kalo masih sore, aku berniat ke twenty one ambarukmo plaza, siapa tahu ada yang jam setengah enam, ketika kesana...walah...malah lebih parah, tiket sang pencerah habis, tinggal yang jam 21. 40. ya sudah, akhirnya balik lagi deh ke XXI. eeeh...ketika balik, disana tinggal pemutaran terakhir pukul 20.40. Lumayan lah, lebih sore dibanding dengan yang di amplaz. Soalnya aku bawa anak2. Kalo nonton kemalaman, ntar ngantuk...gak jadi nonton deh.
wal hasil, dengan semangat pantang menyerah, akhirnya kita berhasil menonton sang pencerah pukul 20.40. Yuhuuuuuuuuuui...
kenapa sebegitu hebohnya sih, pingin menonton sang pencerah?
Alasannya sangat jelas : aku warga Muhammadiyah, dan aku ingin mengenal pendiri Muhammadiyah lebih dekat lagi melalui filem.membaca novel dan menikmati filem sangat berbeda. Dalam filem ada adegan/ackting pemerannya.
menurutku Filem Sang Pencerah ini cukup bagus , yah penyulapan kawasan Jogja seperti tahun 1912...cukup meyakinkan. pemain-pemainnya juga cukup oke. Idris Sardi memang cukup baik memerankan Ahmad dahlan, Dan beberapa aktor lain cukup membuat daku terpingkal2 seperti ackting denis adeswara, pak RW, dan pak tua yang aku gak kenal.
Waktu perobohan langgar ahmad dahlan, sebenarnya masih bisa di dramatisir agar lebih mengenaskan, menurutku hanung masih kurang bisa mewujudkan situasi yang lebih membuat bulu kuduk berdiri.
Aku kurang greget.
tapi secara umu, baguslah...cukup menghibur, apalagi untuk tontonan keluarga, sangat pas.
Pemeran Nyai ahmad dahlan, Sazkia menurutku masih kurang tua. Harus dituakan lagi. Itu sih menurutku.
Pesan dari filem ini diantaranya adalah, bahwa dam berjuang Ahmad dahlan tidak luput dari hambatan, baik dari keluarga atau orang diluar.
Bahkan Ahmad dahlan sampai dibilang "KAFIR", hanya karena mengajarkan anak2 sekolah dengan memakai meja dan kursi yang lazimnya waktu itu hanya dipakai orang belanda.
Toh sekarang semua orang belajar pakai meja dan kursi.
Adegan yang lucu diantaranya, ketika ada seorang kakek dari magelang memprotes Dahlan dengan sebutan kafir, dan dahlan menjawabnya dengan lelucon, kalo pake meja dan kusri kafir, panjenengan naik kesini kan naik kereta?. kerata kan bikinan orang kafir. hehehe..
Akting pak tua asyik juga.Sepertinya hanung selera humornya gede juga. banyak diantara filem-filemnya diselipin humor , meski filem serius.seperti ayat2 cinta.
Masukan lagi buat filem ini, dalam membuat filem hanung masih terasa banyak hal yang verbal, mestinya banyak hal yang tdk perlu diungkapkan dengan kata2 hanya dengan adegan gambar.
Tap dari semuanya, kalo Amien rais kasih 8,9 aku kasih 9 deh...
Selamat, semoga filem ini bisa menambah wawasan kita semua tentang sepak terjang Ahmad dahlan, yang punya pendirian teguh, tidak mudah putus asa, untuk memperjuangkan sesuatu yang dia anggap benar.



27 Agustus, 2010

rindu Bapak IV


Jaman ketika aku sd, belum ada yang namanya CD. adanya video.
Bapak membeli alat pemutar video, dan setiap dua minggu sekali tukang penyewa kaset datang, membawakan berbagai macam kaset video, baik filem anak-anak maupun dewasa. kalia tahu kan?Kaset video seukuran batu bata, hanya tidak berat.

setiap tukang sewa kaset datang, dengan membawa tas ukuran agak besar, seprti tas baju, semua anak-anak berkumpul di depan, mimilih
milih kaset yang menarik. Ada filem barat, china, jepang, dan indonesia.

#Filem barat biasanya orangtuaku yang menonton, pernah, ketika bapak dan ibu menonton film dewasa, aku pura2 tertidur, dan mengintip.
tapi sepertinya mereka tidak tahu. tapi waktu itu, aku hanya melihat adegan seorang wanita di tepi pantai sedang memakai bikini, kemudian akupun tertidur...
Aku heran juga, bapak ku adalah seorang yang kaku, meski kaku beliau masih suka menonton filem dengan menyewa beberapa kaset video untuk ditonton.

#Filem China
yah, maksudku disini film yang diperankan oleh orang yang sipit, filem ini biasanya episodenya cukup banyak, sampai 30, jadi luarbiasa tuh penghasilan sang tukang penyewa, kita selalu dibuat penasaran oleh film tersebut.
ada juga filem hongkong, tentang hantu yang lucu, juga filem anak2 tentang komplotan anak2 melawan musuh, disana ada lagunya"I just call to say i love you"
hanya lagu itu yang melekat, filemnya sudah kulupakan...:)

#Film Jepang

nah, film jepang disini, yang dimaksud adalah film robot untuk anak-anak, dari gaban, Google five, sampai sharifan dan masih banyak lagi. menarik sekali rasanya aksi para pejuang kebenaran itu.Semua berseri, dan kami meminjam kaset video sampai serinya selesai, sampai si monster jahat hancur berkeping2 dan melatus, dan kamipun puas...

Aku sering menirukan gaya gaban, sharifan diatas taumpukan tanah liat di pabrik genteng bapaakku, dan aku merasa sebagai pahlawan kesiangan....:)

#Film kartun

film kartun yang sering dipinjam oleh kami diantarnya mickey mouse, disney, tom and jerry, mereka lucu2 sekali.

#Film Indonesia

nah film indnesia, sejauh yang aku ingat, ada beberapa yang kami pinjam, tapi tidak banyak. salah satu yang kami pinjam film dono kasino indro, dan film ateng dan iskak. lainnya tidak ada. Mungkin dulu ada beberapa filem nyi blorong yang diperankan suzanna, tapi bapak tidak meminjamnya, mungkin banyak adegan tidak senonoh dan mistis.

yang sering kami pinjam diantarnya adalah filem Kungfu sampai 30 episode.aku sangat menyukainya, apalagi dengan pemeran pria yang bernama Chung dan fung, ohhh ganteng sekali.

dulu aku bingung namanya Chung dan fung, itu dua orang atau hanya satu orang tapi namanya ada kata dan nya. hehe. waktu aku kecil itu cukup membingungkan lo.

Ada satu filem di video milik bapakku yang berjudul "ben". Rupanya filem itu masih terkenang olehku sampai sekarang. Yah, setelah aku agak besar baru aku sadar ternyata yang menyanyi di soundtrack filem itu adalah penyanyi besar Michael Jackson.lagu itu sangat melekat di otakku. Filemnya juga masih.

Terima kasih Bapak, telah menyewakan aku video film ben....
lagu itu ternyata cukup terkenal...sangat malah...dan aku bangga bisa melihatnya waktu kecil, dan merasakan bahwa lagu itu memang bagus...


rindu bapak III

Putra bapak Ibu :
1.barli Halim
2. navi Agustina
3.farida rimawati
4. fajar fihelmina
5. hamid fuadi
6. hasan Bayuni
7. Fahmi Syarief

Ketika itu, usia ku sekitar 8 tahun. Setiap sore, bapak selalu meyurh kami untuk melakukan puji-pujian. yaitu melafalkan doa kepada orangtua dengan dinyanyikan. kami berempat, kakakku dan kedua adikku, selepas ashar sudah bersiap2 di lantai dua, dan menyanyiak lagu tersebut dengan keras. selepas itu, kami di beri pelajaran mengaji al qur'an. bapak memanggil guru ngaji untu kami, Ada Bapak jadu, dan mas Muhdi. pak jadun sudah agak tua, berjenggot, jadi sangat ustad. kalo mas muhdi, masih muda, kebetulan belaiu, masih family ibu.
Sekarng pak jadun sudah almarhum, dan mas muhdi ada disemarang, menjadi rektor salah satu perguruan tinggi negri di semarang.

Sebelum memanggil guru guru nagji tersebut, bapak mengajari kami sendiri.
Pernah, aku di ajari bapak mengaji al qur'an sampai qur'an tersebut basah kuyup karena linangan air mataku. basah kuyup. rupanya bapak tidak sabar mengajariku membaca al qur'an.
dan mungkin itulah yang menyebabkan bapak memanggil guru nagji tersebut, agar beliau tidak marah2 lagi

tapi aku senang dengan begitu aku bisa membaca al qur'an dengan baik. terimakasih bapak.










Rindu bapak II

Bapakku rupanya sudah cukup aktif di organisasi muhammadiyah, ketika bapak ikut muktamar di ums solo, bapak tertarik dengan gedung indah di sekitar gedung ums, dan gedung itulah pondok assalam solo.
Mungkin bapak mendengar dari beberapa teman, dan kebetulan pondok assalam tersebut, masih ada hubungannya dengan pondok gontor. hampir semua pengajar di assalam adalah alumni gontor.

Dan setelah melalui berbagai referansi, akhirnya bapakku memutuskan untuk menyekolahkan kakak lelakiku ku di pondok tersebut. dan setahun kemu dian, aku menyusul kakakku sekolah disana.

rupanya, sekolah di assalam harus memakai "test masuk", dan itu cukup menhkhawatirkan bapakku. Mungkin bapak khawatir aku tidak diterima. karena yang akan berskolah disana dari seluruh nusantara.

bapak mulai mengajariku bahasa inggris, dan bahasa arab untuk keperluan test.
bapak membelikanku "whiteboard" dan memasangnya di kamar. Aku diminta masuk. dan muailah bappku menuliskan kata2 bahasa inggris di papan white board tersebut.
"Table", beliau menuliskan dan membacakannya dengan keras di depanku
"Chair", 'Spoon"...dan deretan bahasa inggris lainnya.
Kata bapak, ini sebagai persiapan ku belajar disana.
bapak mengajarkannya dengan penuh semangat, seperti layaknya cara mangajar di gontor.
Selanjutnya, bapak menuliskan tulisan dengan huruf bahasa arab seperti "Allahu akbar", "subhanallah", "alhamdulilah" dsb. beserta artinya. dan aku dilatihnya sampai bisa.

dan ketika waktu test tiba, aku sudah sangat siap melaksanaknnya. semua pertanyaan test tertulis aku jawab dengan mudahnya. Diantara kami, dari daerah kami ada 4 orang yang mendaftar ke pondok assalam, dan hanya aku yang lolos. aku bersyukur. Dan sedih juga karena, harus berpisah dengan keluarga.

Aku mulai menikmati hidup di pondok, ketika pertama aku mulai berpisah, aku emangis, sepertinya hari itu sangat lama. dan setelah waktu berlalu, rasa sedih itu hilang, bnar kata novel andrea hirata, waktu akan menyembuhkan luka. waktu akan menyembuhkan kangen.

pelajaran bahasa Inggris dimulai, ustad ridwan mengajar kami. Dia mengatakan dengan keras dan semagat "table'....diulang2 sambil menunujk sebuag meja..."Table"...dan anak2 diminta menirukannya dengan semangat.

aku teringat ketika bapkku mengajariku bahasa inggris di kamar, persis cara mengajar ustad ridwan. yah mengajar ala gontor.
dan aku merasa lebih pintar dari semua, karena akau lebih dulu diberi pelajaran di rumah oleh bapakku. paling tidak aku jd merasa percaya diri.terimakasih bapak.

Rindu bapak I

11 juli 1997 sudah 13 tahun yang lalu, bapak meninggalkan kami semua.
Beliau sudah sakit selama 7 tahun. dan dengan setia ibuku merawatnya.Sakit itu dimulai ketika aku sekolah di sma. Ketika aku masuk sekolah di sma muhammadiyah I jogjakarta, aku masih diantar bapakku. Waktu itu, masih sangat kuingat, bapak menyumbang untuk uang gedung sejumlah 1 juta. Bapak membawa koper berisi uang satu juta. bagiku waktu itu satu juta cukup banyak.yah tahun 1990, aku masuk muhi, setelah sebelumnya aku menimba ilmu di Pondok pesantren assalam solo.
Praktis , aku tidak punya waktu banyak mengenal bapakku sendiri.
Sekolah menengah pertman, aku sudah berpisah dengan orang tua untuk sekolah di assalam, dan dilajutkan di sma muhammadiyah I, terus langsung kuliah. jadi, keintimanku dengan bapakku bisa dirasakan, ketika aku lahir, sampai umur 12 tahun.Dimana aku selalu berada dekat dengan orangtuaku, orang yang telah mendidikku dengan susah payah, hingga aku menjadi seperti sekarang ini.

kenangan masa kecil dengan bapakku yang begitu melekat di otakku adalah, ketika pergi ke dokter gigi. bapakku sangat disiplin kepada anak-anaknya agar selalu menyikat gigi. pernah suatu ketika, gigiku ada yang harus dicabut. Aku takut setengah mati. Tapi dengan segala upaya, akhirnya bapakku membujukku untuk berani ke dokter, dan sebagai bonus aku diberu uang 10.000,-. uang sepuluh ribu waktu aku sd umur 8 tahun sangatlah besar. Dan kenangan itu terpatri hingga sekarang.

Kenangan yang lain, sekaligus kenangan yang cukup pedih, ketika bapkku harus pergi keluar kota. dan beliau menanyakan padaku. Aku mau dibelikan apa? kata bapak. Aku menjawab," sepatu pak, tapi harus yang berwarna merah,". Bapakku dengan semangat mengatakan akan berjanji membelikan sepatu yang harus berwarna merah itu.
Bapakku keluar kota bersama supir yang bernama Jono, memakai mobil chevrolet.
dan betapa kagetnya diriku, ketika menerima kabar, bahwa, bapakku kecelakaan masuk jurang. Aku sedih bukan kepalang, dan ternyata bapakkula yang menderita luka parah, supir tidak begitu terluka. akibat kecelakaan itu, bapakku dirawat di rumah sakit di jogja untuk beberapa lama. Setelah aku besar, aku mulai mngait-ngaitkan kejadian tersebut, apakah permintaan sepatu merahku dengan kecelakaan ada hubungannya? jangan-jangan itu adalah sebuah firasat yang samar. entahlah....kadang2 aku merasa bersalah...keapa aku nekat meminta sepatu merah itu....

Bapakku adalah seorang yang displin dan tegas. hampir semua orang mengatakan hal tersebut. beliau adalah seorang guru, juga pegawai di departemen agama. tapi karena tidak betah menjadi pegawai, akhirnya beliau keluar dan berwira swasta menjadi produsen genteng.

bapak memang jarang bercanda, terkesan kaku, tapi sebnernya dia sungguh sangat mulia. Wjar bila kadang2 sesekali beliau marah. dari pengalamanku diatas, menunujkan meski bapak seorang yang kaku, beliau, masih mau mengantarkan anaknya ke dokter gigi, membelikan sepatu. Kadang cinta dan kasih seseorang disampaikan dengan bentuk yang berbeda2.

Pernah suatu kali, jika ada sesuatu yang lucu, bapak tertawa terbahak2 sampai terpingkal2. kadang2, bapak suka memainkan ketiaknya, memakai tangan dan membunyikannya sehingga, kami semua tertawa.

Atau, kadang, bapak mengucakan kata2 bahasa arab, mungkin dari gontor, yang sangat cepat...sehingga aku kesulitan menirukannya.

dan aku mulai menangis...


24 Agustus, 2010

YU SOP jilid III

Menjelang buka puasa dua hari lalu, ketika aku sibuk2 nya menyiapkan hidangan berbuka, tiba2 ada seseorang mengetuk pintu belakang rumahku. Suaraya agak berisik. Sepertinya ada beberapa orang di sana. ketika ku buka pintu,....benar..ada Bu gono, yu sop, dan 3 anak yu sop yang masih kecil sedang berkumpul di dapan pintu.
dengan terbata bata sambil menangis, Bu gono mengucapkan sesuatu padaku. "Bu, saya mohon, agar yu sop boleh tinggal disini untuk sementara, yu sop diusir oleh suaminya, berikut dengan semua anaknya, kalo tidak mau keluar dari rumah, akan dibunuh dengan pisau,boleh ya bu, maaf sebelumnya, sudah meropatkan ibu,"kata bu gono sambil bergetar.
"oh...begitu, iya iya, gak papa yu, kebetulan di belakang ada kamar, di dalam juga ada, sebenarnya kalo mau, dari dulu dipakai, tapi kan yu sop punya rumah sendiri, ya sudh, sekarang pakai saja kamar karyawan di belakang untuk tempat tinggal sementara yu sop dan ketiga anaknya yang masih balita,"
"terima kasih bu, kasihan drpada yu sop mengontrak gak jelas untuk semntara disini dulu," kata bu gono. iya, iya, gak papa yu," kataku menguatkan.
Aku menanyakan bagaimana kronologinya, sampai yu sop diusir oleh suaminya sendiri. "bagaimana kok bisa seperti ini yu, "kataku. "Gak tau bu, sudah 12 hari ini suami saya marah marah terus, katanyanya badannya terasa panas, kalo banyak orang dirumah, tadi semua di banting, rak piring beserta piring2 nya pecah semua, kami diancam dengan pisau, kalo tetap tinggal dirumah,"ucap yu sop terbata-bata hampir menangis. Aku tahu air mata yu sop sudah mengering. terlalu lama dia mengalami penderitaan berat selama perkawinannya dengan suaminya. Aku tahu. sepertinya dia sudah mati rasa. mati rasa karena begitu banyaknya masalah yang menimpanya. Dia harus bekerja dengan membawa 3 anaknya yang masih kecil2. Dua anaknya yang lain alhamdulilah sudah cukup dewasa, sehingga sedikit bisa membantu orang tuanya. Sebenernya aku tidak tega juga meyuruh dia bekerja, tapi dimana lagi tempat dia mencari nafkah, mana ada perusahaan, atau keluarga yang mau menerima seseorang yang bekerja dengan membawa anaknya yang masih kecil2. anak2nya bandel lagi nakalnnya minta ampun.Sebeneranya karena alasaa kemanusiaan sajalah aku mempekerjakannya sebagai pekerja rumah tangga di rumahku. Aku bisa saja menggantinya dengan yang lain. Tapi bagaimana nasib dia nanti?. pekerjaan tidak punya? suami mabuk, dan tidak pernah sekalipun menafkahi istrinya, kalo merecoki iya. Dan yang paling penting dia adalah tetangga saya paling dekat, kebetulan rumah dia di belakng rumahku dibatasi pagar pabrik.Tapi yang aku herankan mengapa bisa bertahan sampai 19 tahun. 19 tahun hidup dalam neraka. Ternyata neraka di dunia ada juga ya....;-(
"saya sudah bersabar selama 19 tahun bu, saya selalu disalahkan oleh kakaknya yang bernama atun, katanya, saya yang kurang sabar...padala semua orang tahu, tetangga semua tahu bagaimana kelakuan suami saya, yang hanya berjudi, mabuk dan suka memukul," katanya mengungkapkan perasaannya, ketika kutanya apa tidak ada saudaraa yang bisa menengahi pertengkaran itu.
Akhirnya, yu sop membersihkan kamar yang akan dipakai. kebetulan kamar itu kamar istirahat para karyawan pabrik jika lelah selepas bekerja. Ada dipan, ada kasur dan lemari. Cukup untuk yu sop dan 3 anaknya yang masih kecil2. Ketika kutanya dua anaknya yang lain tinggal dimana? yu sop mengatakan Windi dan Fikoh tinggal di rumah pacar fikoh, anak keduanya. kebetulan dia punya rumah sendiri. Aku sebenarnya kurang cocok dengan itu. Aku takut terjadi apa-apa, fikoh usinay masih labl, 16 tahun, usia pubertas, tinggal dengan pacarnya, meskipun kakak laki-lakinya ikut serta. hanya, hal itu sangatlah berbahaya. Bagaimana kalo terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? misalnya hamil? itu akan menambah kerpotan yu sop lagi. Ya kita harus berkhusnuddan, laki2 itu bertanggung jawab. tapi bagaimana kalo tidak? Kita tidak tahu. Aku akan berusaha mencari jalan keluar agar mereka tidak hidup bersama. Mungkin itu dilakukan karen sudah tidak punya tempat tinggal lagi.
Aku pelan-pelan memahami, bagaimana yu sop bisa bertahan selama 19 tahu penuh penderitaan itu. Rumah yang ditempati sekarang ini adalah milik suaminya. jadi seandainya diapun memilih berpisah, dia akan bingung tinggal dimana. Suaminya pun tidak mau bertanggung jawab dengan anak-anakya. sunggu luarbiasa kemiskinan itu. Sudah begitu, anaknya banyak sekali, semua ditanggung yu sop.meskipin akhirnya kini dia menumpang tinggal di tempatku, aku berharap ada keyakinan dari su sop, bahwa dia sanggup hidup sendiri. Toh sudah ada tempat tinggal sementara. Meski aku agak keberatan dengan anak-anaknya yang kadang sanagt rribut, dan suka membaut kekacauan di rumah, yah namanya juga anak2. Yu sop sepertinya sudah lelah, sehingga untuk mendidik anakpun dia tidak sanggup.
Aku harap di ramahan ini, yu sop punya rresolusi baru tentang hidupna. entah kenapa, aku cenderung menyarankan agar dia menggungat cerai suaminya yang tidak bertanggung jawab itu.
Dia harus berani. Toh, ada atau tidak ada sama saja, Suami tidak pernah memberi nafkah, baik kepada yu sop, dan anak-anaknya, sering mabuk, berjudi, bermain wanita,sering hutang dan yang membayar tanggungan hutang adalah yu sop. Compeltly Devil.Astaghfirullahal adzim...aku mengelus dada. Betapa berat derita yang kau tanggung yu sop. Apa dosa yang kau laukan hingga nasibmu seperti ini.
setelah ku amati sebenarnya perceraia tidak terjadi di kalangan artis saja, sesungguhnya di kalangan bawah pun banyak sekali perceraian. diantaranya dikarenakan tekanan ekonomi, dan pendidikan.
Disini perempuan harus punya nilai tawar yang tinggi. Dua perempuan yang aku kenal, manta pembantku bernama yu pon, menggugat suaminya, karen suaminya suka main dengan wanita lain. Yu pon punya pekerjaan, meski hanya pembantu, dan rumah milik keluarganya. dan Mba wiwiek, tukang pijatku juga menggugat cerai suaminya karens asuaminya suka memukul dan suka mian wanita. mbak wiwik disini juga punya pekerjaan dan rumah miliknya. sebenarnya tiga wanita ini, Yu sop, Mbak wiwik dan Yu pon sama-sama memiliki pekerjaan, hanya bedanya yu sop tidak memiliki tempat tinggal. dia sendiri disini. mungkin itu yang membuatnya bertahan. dan satu lagi. Yu sop tidak bisa menjaga alat reproduksinya dengan baik. Dia tidak belajar bahwa untuk jaman sekarang dimana keadaan dia yang sangat mikin itu, tidaklah mungkin memiliki banyak anak. mau makan apa? sampai melahirkan 3 anaknya yang kecil-kecil secara beruntun.Dia tidak bisa menjaga dirinya. Coba seandainya dia hanya memiliki 2 anak saja, yang sekarang besar2. Keadaannya tidak akan seburuk sekarang. sekarang anak-anaknya yang kecil2 itu pun harus menanggung korban kekejaman ayahnya yang brengsek itu. setiap hari melihat kekerasan terjadi di depan matanya.
harus hidup kurang layak, dan mungkin kadang-kadang kekurangan makan, tepat tinggal menumpang. Subhanallah...
janganlah kamu meninggalkan anak keturunanmu dalam keadaan lemah.
yu sop yu sop, saatnya kmu harus berubah, kamu punya hak untuk bahagia...dan mengatur hidupmu menjadi lebih baik.
yang sudah terlanjur ya sudah, karena anak adalah titipan Tuhan...
mudah2 an akan ada jaln terang bagimu, hanya sedikit yang bisa aku bantu, mungkin tidak semua nya...tapi mudah2 an akan ada jalan yang lebih baik, jika kita mau berubah...
Yu sop yu sop.....hooooh...sambil mengelus dada...

15 Agustus, 2010

Tadi itu sangat indah

Tadi itu sangat indah
ketika kau memintaku
melingkarkan tanganku di pinggangmu

sederhana, tapi indah
aku mengantarkanmu ke stasiun
memakai motor

coba seandainya
kita naik mobil
kita tidak akan bisa sedekat itu

tadi itu snagat indah
sederhana,
tapi bermakna

aku ingin mengulanginya

I miss u...

12 Agustus, 2010

Petanahan Beach




Pagi itu kami berempat meluncur ke petanahan. tepatnya jam 06.30. Hari itu hari selasa, sehari sebelum puasa ramadhan> kebetulan anak2 libur menjelang puasa, sehingga kita bisa punya waktu bersama menikmati pantai petaahan yang indah.
Sudah lama kita tak mengunjungi pantai ini, enaknya memang ke pantai ketika bukan musim liburan, pantai agak sepi, jadi, kita serasa yang memiliki pantai. Pantai petanahan memang indah, hanya kurang perawatan, banyak sekali sampah disana sini, coba saja dikelola oleh swasta, mungkin hasilnya berbeda. Selama ini pariwisata yag dikelola oleh pemerintah daerah terkesan asal-asalan, tidak terawat, dan rawan korupsi. Kebetulan kebumen baru memilih
bupati baru, aku kan mengusulkan pengelolaan pariwisata kebumen yang cukup banyak
ini agar bisa dikelola lebih baik, sehingga bisa meningkatkan pendapatan bagi masayarakat juga
bagi pemerintah daerah.

Kita bermpat meniikmati hangatnya mentari di pinggir pantai dan bermain ombak sambil berlari-lari, sesekali mengejar kepiting kecil. Sungguh indah pagi itu.

Sambil memandang ombak, aku mengambil foto yang lumayan banyak, cuaca pagi tiu sangat cerah, sehingga hasil fotonya pun indah.

Diantara bereempat, yang paling suka memotret adalah aku. Suka saja mengambil momen
t terjadinya suatu peristiwa. Ekspresi sesorang ketika tertawa, sedih, manyun, jengkel, dll.
celakanya, kadang fotoku jadi sedikit, hehe, karena akulah yang suka memotret, sehingga, ketika aku ingin dipotret, nyuruh2 nya setengah mati.

hemm, suamiku, sussah juga nih diajak bergaya, kalo mau, rayuanku harus maut. hehe
Atau aku yang narsis yah.....
Seringnya, pas akunya oke, dia lagi gak oke, pas dia ok, akunya gak oke....heheheh
ini salah satu gambar kami kemarin..:
Sudah diromantis romantisi, suami malah nyengir...hehe, gak papalah..:D

selepas itu, rupanya perut kami mulai lapar. aku sengaja memasak di rumah dan membawa bekal makanan yang kumasak sendiri. Aku membawa 4 nasi bungkus beriis nasi, sayur sawi dan lauk ayam goreng serta sedikit ikan asin. Hemmm, rupanya, enak sekali makan di pinggir pantai.
kami juga membawa kompor gas kecil, untuk memasak air. Kami menyeduh teh poci dan menikmati hangatnya teh poci sambil memakan martabak goreng dan keju.
Selepas menikmati sarapan pagi, kami menuju desa karang gadung, kami mau melihat proses pembuatan gula jawa.(to be continued)





27 Juli, 2010

Puisi untuk duri ikan

Kau datang dan pergi
Aku pikir kau sudah pergi
Ternyata kau datang lagi
Apa sih maumu..
Aku jadi tidak bisa tidur
Berbagai cara sudah kulakukan agar kau pergi dariku...
kapan kau pergi?
enyah lah dr hidupku........



26 Juli, 2010

Kereta api, solusi macet dan hemat

Sabtu malam aku meluncur ke jakrta bersama suami, untuk menghadiri 2 undangan pernikahan. yang satu pernikahan saudara, yang satu lagi pernikahan teman suamiku.
sebelumnya suamiku memesan tiket eksekutif, tapi ternyata habis, akhirnya kita ambil yang bisnis. harganya 90.000/orang. Beda eksekutif dengan bisnis hanya pake ac dan tidak, serta kursinya lebih lebar.jadi sedikit bisa selonjor.

Rupanya kereta agak terlambat, jam 8 berangkat sampai jakarta jam setenga lima.
langsung kita mencari angkutan umum, kodenya lupa, yag tahu suamiku , untuk menuju hotel marcopolo. terus berhenti di perempatan, cari bajay bajuri eh bukan dink..,belum selesai sampai tujuan, kita masih harus berjalan kaki sekitar berepa yah...yah cukuplah untuk olahraga pagi.

kenapa gak pake taxi aja sih? hehe...yah, kalau kita bisa menhemat kenapa tidak? sekaligus buat olahraga juga...:D

Sesampai di marcopolo, kita bertemu eyang kakung putri tante ida dan keluarga yang sudah bersiap2 menghadiri akad nikah di depok. yah...beginilah kalau di jakarta. acara jam 8. berangkatnya jam 5, kalau gak mau kena macet.

Al hasil, kita hanya bersalaman, cipkia cipiki, aku dan suami langsung masuk kamar hotel, mandi dan tiduuuuuuuuuuur...zzzzzzzz, eh sholat shubuh dulu tentunya.

sukurlah, sedikit bisa menikmati tidur meski hanya beberapa jam, sebagai ganti tidur di kereta, yang cukup dinikmati perasaan antara tidur dan tidak.

Setelah menikmati breakfast di hotel, breakfast yang cukup enak, untuk makanan pembuka aku memilih jus jambu...:) terus, aku memilih nasi, tumis tauge bangkok..(taugenya besar2 dan menyenangkan...) , tumis sawi.....(hijau segar, dan tidak langu...), dan tahu goreng, dan sedikit sambal kecap....mak nyus banget...aku fikir, makan paling enak sehari itu ya di waktu sarapan pagi di marcopolo..

selesai makan, aku mengambil secangkir kopi ditambah creamer, dan gula, dan beberapa buah kue kecil.

setelah cukup mengisi perut, kita bergegas ke atas , ke kamar maksudnya...dandan..dan menuju depok, rumah pak de masdun.

Sebeneranya kalo mau mudah, pae taxi bisa. tapi suamiku mengajak naik kereta. Kita pake kerata saja yuk...enak, gak macet dan juga hemat...,katanya sambil merayu."

Okelah kalo begitu, aku suka saja, tapi menuju kereta kan harus naik angkot hehehe...dari hotel menuju jalan besar jalan kaki. bayangkan dua orang manusia dengan baju batik...berjalan kaki,...kelihatan banget mau kondangan...heheh...

suamiku pakai batik lengan panjang, aku pake batik juga, cuma dipadukan dengan manset.

Akhirnya kita menemukan angkutan umum menuju ke stasiun. stasiun apa yah ..lupa lagi...maklum org deso...

setelah ke stasiun gambir, eh ternyata tiket kereta expressnya tidak ada, akhirnya kita balik lagi menuju ke stasiun gondang dia, mencari kereta ekonomi. dari gambir ke gondang dia naik bajay.

sesampai disana, kita masih menunggu keretanya, lumayan ...15 menit, akhirnya kereta datang juga. Wah..penumpangnya banyak sekali. Dan kita tidak mendapatkan tempat duduk. dari awalperjalanan sampai akhir perjalanan. Aku berharap ada orang yang akan turun, dan kursinya bisa aku gantikan...hiks...ternyata tujuan orang itu sama dengan ku, jadi, ya...rela berdiri deh. namnaya juga kereta ekonomi cuma 1500/orang...murahnyaaaaaaaaaaaa....

beberapa kali sempat kereta berhenti di stasiun, dan setiap ada pemberhentian aku selalu bertanya pada ku, sampai dimana? apa sudah dekat? hehe...mungkin dia bosan mendengar pertanyaanku....:p

Dari stasiun depok, kita langsung mencari bajay untuk menuju rumah pak de. biayanya 12.000

Akhirnya, setelah sampai di tempat, suamiku masih sedikit bingung, karena rumahnya sekarang ada warung makan padang di depannya.
ternyata, depan rumah pakde disewakan.

Setelah sedikit bercerita dan melepas lelah, kita menuju rumah pengantin dengan mas budi, putra pak de.


Dan akhirnya kembali pulang ke hotel, dengan kereta lagi. Pulangnya, kita pesan bajay 8000 sampai stasiun..hehe murah yg ini

menuju ke stasiun cikini dengan tiket per orang 9000,- jadi berdua 18.000. yang ini pake ac. kalo yang tadi pagi tidak pake ac. beda dooong....

tapimasih sambil berdiri...hiks...bayang sehari aku berdiri cukup lama ya, berangkat pulang always berdiri.

aku sempat merenung, kalo para penikmat kereta api, membawa kursi lipat kan lumayan, buat duduk sejenak, sambil membaca buku.

banyak anak2 kecil yang bediri kasihan juga.

Akhirnya sampai juga di stasiun cikini. dan dari cikini ke hotel kita jalan kaki boooo...wah hebat juga yah aku...(membanggakan diri sekali2 boleh dooong)

akhirnya, kita sampai hotel mandi, dan tidooooooooooooor, untuk persiapan acara pernikahan nanti malam.

dan paginya kita mesti bangun pagi, karena kita harus pulang, masih dengan kereta tentunya.
dan ternyata, kereta yang kita cari kereta bisnis...sudah melaju. kita ketinggalan kereta. Suami memberi alternatif cirex, cirex harus turun di tegal, dan dari tegal kita akan pake mobil.tapi aku agak kurang sreg, aku ingin segera pulang.Akhirnya masih ada kereta, taksaka...hemmm tarifnya 3 x bisnis 240.000/orang. fasilitasnya memang ber ac dan bisa selonjor.
ya sudah kita akhirnya pake taksaka, menuju kebumen tercinta.
Kita brehneti di stasiun gombong dengan selamat pada pukul 15.30.
Ketika aku turun dari kereta, harus loncat, karena tidak ada 'Ancik-ancik" alias tangga, ada orangtua yang kesulitan turun dari kereta.
jadi mestinya perusahaan kereta, harus lebih bersahabat dengan para orangtua dan anak kecil.Kita yang masih muda saja agak kesulitan, apalagi mereka.

Dua hari di jakarta, cukup membuat aku akrab dengan kereta api, meski baru sebentar.Tapi solusi kemacetan di jakata diantaranya adalah kereta. pemerintah mestinya bisa menambah jumlah kereta, dengan menambah pelayanan yang baik.
Aku bisa membayangkan, bagaimana jika aku kesana kemari naik mobil, how...berapa bahan bakar yang habis, belum lagi waktu yang habis di jalan.

ketika aku pulang menuju kebumen, aku membeli kompas, tak dinyana, kompas membahas kemacetan di jakarta, dengan segala kerugiannya. bahkan kemacetan di jakarta dijadikan Headline...selain itu Juga membahas masalah kereta api. persis yang sama dengan pikiranku.lucu juga ya....:)

Bravo kereta api...:)






23 Juli, 2010

Maaf...kata ajaib..

Bulan ini, banyak sekali peristiwa heboh di Indonesia. kehebohan paling heboh adalah kasus video Ariel Luna dan cut tari. yang tidak terbayangkan bisa terjadi di negri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. hemmmm...
Sempat berlarut-larut, menyangkal dan lain sebagainya akhirnya dengan berani, Ct memulai mengakui dan "minta maaf".
hal tersebut diikuti juga oleh Luna maya, meski kurang tegas...
dan kehebohan ternyata berlanjut dengan adegan baku cium diva KD, yang sedang jatuh cinta, tidak sengaja alias khilaf, katanya...berciuman dengan si rahul lemes...eh lemos, yang masih berstatus suami atta( pengadilan belum memutuskan). karena diprotes oleh banyak masyarakat di Indonesia, akhirnya KD minta maaf.
Istana presiden tidak luput juga meminta maaf pada clara, gadis berusia 9 tahun yang ditoyor pegawai paspampres istana.
Kata-kata maaf sangat ajaib untuk meredakan ketegangan dan perselisihan, tapi hendaknya dilakukan dengan sungguh sungguh.
masyarakat Indonesia pada dasarnya mudah sekali memaafkan, seperti kata sinetron...hatinya seluas samudra....
Banyak pejabat2 yang melakukan kesalahan, gengsi untuk meminta maaf, gengsi mengakui kesalahan.
Padahal manusia tempatya salah, justru karena pernah berbuat kesalahan, itulah yang manusiawi. asal, perbuatannya jangan diulangi...ya kan?

Kita masih menunggu pernyataan maaf ariel, yang sampai sekarang belum mengeluarkan pernyataan apapun terkait dengan kasusnya.

begitu juga dengan para pejabat yang sudah mnghianati hati rakyat di Indonesia.para anggota DPR yang harusnya mewakili rakyat, tapi malah mewakili kepentingannya sendiri. ketua PSSI yang selama ini tidak emembuat sepak bola semakin baik, tapi malah semakin kacau balau...

Apa susahnya sih minta maaf,....?????

16 Juli, 2010

Siapa yang salah

Aku tidak tahu
siapa yang salah
kenap semua terjadi
aku juga tidak tahu

mungkin pikiranku yang salah
ya
pikiranku
mungkin aku harus mencucinya
mencuci pikiranku
sehingga aku tidak perlu mempersalahkan
siapa siapa

karena
aku tahu
mungkin tidak ada yang salah

dimana ada tempat pencucian pikiran?
agar aku menjadi orang yang waras
waras
tanpa pikiran?
ahh bukannya orang yang waras harus berpikir?
justru orang yang tidak waras yang pikirannya kosong?

huh
aku jadi bingung dengan pikiranku sendiri

sudah kubeli buku untuk membantu aku berpikir dengan benar
sudah kubaca
tapi tidak ada gunanya
semua kembali ke pikiran masing-masing
dan aku mulai memasalahkan otakku

mungkin aku harus pergi ke bengkel otak
dimana ada bengkel otak
adakah disekitar sini?

aku takut nanti aku mogok dijalan kalo otakku tidak segera diperbaiki

huh...

ada yang bisa menolongku
ahh
mungkin hanya Dia yang bisa menolongku...

12 Juli, 2010

selamat pagi cinta

pagi penuh cinta

ada kebahagiaan disana
ketika
kau
dan aku
saling mencinta

pagi ini
penuh dengan cinta

ingin rasanya
terbang melayang
diatas awan..

ayo lekas bangun
hari menjelang siang

seandainya pagi ini tidak bergerak
dan tetap di tempatnya

karena pagi ini dipenuhi cinta..

aku ingin pagi ini selamanya..
oh cinta...

Sepatu Baru




Tahun ajaran baru.............apa mesti semuanya baru?
Hemmm...tidak kali ya, cuma, kebetulan sepatu nadia sudah kesempitan, akhirnya nadia minta dibelikan sepatu. kaki nadia termasuk panjang. untuk ukur
an kakinya yang sekarang dia memakai nomer 38, sama dengan nomer sepatuku...hehe.

Malam Minggu kemarin, kita berempat pergi ke toko sepatu.
karena disekolah nya sepatu yang dipakai harus berwarna hitam, jadi dibelilah sepatu yang berwarna hitam.
Gak perlu yang bermerek..yang penting awet, dan nyaman dipakai.
Apalagi, hampir setengah tahun sekali sudah ganti ukuran karena kaik bertambah panjang.kalau kebanyakn sepatu, wah...bisa penuh rak sepatu, dan belum tentu dipakai juga...itu namanya pemborosan...

Aku mendidik anak-anakku, membeli sesuatu sesuai kebutuhan. Seperti sepatu, cukup punya 2 untuk sekolah, Kenapa dua? yang satu untuk gantian kalau kalau basah atau sobek, dan 2 sepatu lagi , yang tidak berwarna hitam, satu untuk jalan2 kalau berrekreasi. dan yang satu lagi sepatu resmi kalau ada acara pernikahan. cukup.

Sebenarnya yasmin gak mau dibelikan sepatu, katanya masih cukup dan baik, tapi biar tidak iri, aku belikan juga, ya, untuk di pakai bergantian siapa tahu sepatu lamanya jebol, daan aku membelikannya yang nomernya lebih besar jadi, bisa dipake, ketika kakinya sudah mulai memanjang.malam itu, akhirnya aku membelikan 2 sepatu baru untuk anakku.
sambil menunggu suamiku membeli tiket di stasiun...aku bergaya di pinggir jalan....











Bagaimana dengan tas, seragam dan buku buku? apa tidak ada yang baru?

kalau tas, kebetulan mereka masih punya yang lama, dan ada hadiah dari tantenya sewaktu ulang tahun, jadi tidak perlu membeli yang baru, buku tulis yang lama sudah habis, jadi harus membeli...seragam..sebagian masih bisa dipakai, hanya milik yasmin sudah kekecilan, jadi harus membuat seragam baru.

keperluan anak-anak sekolah, cukup menguras kantong para orangtua di Indonesia. Saya yakin, kalangan menengah kebawah, mungkin agak kesulitan menyediakan aneka perlengkapan sekolah bagi anaknya. Yah, sebenarnya, kalo sekolah tidak perlu berseragam, mungkin sedikit meringankan beban para orang tua.