18 Oktober, 2026

TEORI NILAI

Kita akan mengkomparasikan 3 Teori nilai dari 3 Ilmuwan hebat ini.
Untuk memahami perbedaan teori nilai Kluckhohn, Rokeach, dan Schwartz, kita perlu melihat bahwa ketiganya sama-sama membahas nilai, tetapi memiliki fokus analisis yang berbeda. Kluckhohn membantu kita memahami hakikat dan orientasi nilai manusia, Rokeach menjelaskan jenis serta prioritas nilai individu, sedangkan Schwartz menjelaskan struktur hubungan antarnilai dan bagaimana nilai tersebut memengaruhi perilaku.

Dalam konteks disertasi ku tentang Model Internalisasi Nilai Keislaman dalam Keluarga Aktivis ‘Aisyiyah, ketiga teori ini bisa saling melengkapi, tetapi tidak harus digunakan sekaligus.

1. Perbedaan mendasar ketiga teori

El Antropologo y sus Obras: Clyde Kluckhohn

1. Clyde Kluckhohn

Fokus: Hakikat dan orientasi nilai

Kluckhohn membantu kita memahami apa yang dianggap bernilai oleh manusia dan bagaimana manusia memandang kehidupan.

Pertanyaan utamanya: Apa yang dianggap baik, benar, dan berharga dalam kehidupan keluarga?

Medium

2. Milton Rokeach

Fokus: Jenis dan prioritas nilai individu

Rokeach menjelaskan bahwa manusia memiliki sekumpulan nilai yang disusun menurut tingkat kepentingannya.

Pertanyaan utamanya: Nilai apa yang paling diprioritaskan orang tua, dan nilai apa yang ingin mereka tanamkan kepada anak?

Personality Profiling - PurposeSync

3. Shalom H. Schwartz

Fokus: Struktur dan hubungan antarnilai

Schwartz menjelaskan bahwa nilai-nilai saling berkaitan, tetapi juga dapat mengalami ketegangan ketika seseorang menghadapi pilihan.

Pertanyaan utamanya: Bagaimana orang tua menyeimbangkan ketaatan pada nilai agama, kepedulian keluarga, dan kebutuhan anak untuk mandiri?

2. Penjelasan setiap teori dengan contoh keluarga Muslim

A. Teori nilai Kluckhohn

Kluckhohn memandang nilai dalam kaitannya dengan konsepsi tentang sesuatu yang diinginkan, yang memengaruhi pilihan tindakan, cara berpikir, dan penilaian seseorang.

Dalam pembahasannya mengenai orientasi nilai manusia, Kluckhohn bersama Florence Kluckhohn dan kolega mengembangkan kerangka untuk memahami orientasi manusia terhadap persoalan mendasar kehidupan, seperti hubungan manusia dengan alam, waktu, aktivitas, dan sesama manusia.

Contoh dalam keluarga aktivis ‘Aisyiyah:

  • Orang tua memandang ibadah sebagai bagian mendasar dari kehidupan.

  • Orang tua meyakini bahwa anak harus dibesarkan dengan akhlak yang baik.

  • Keluarga menganggap musyawarah sebagai cara menyelesaikan persoalan.

  • Keluarga memandang kegiatan sosial sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sesama.

Kegunaan dalam penelitian: membantu Ibu mengidentifikasi pandangan dasar keluarga tentang kehidupan dan nilai-nilai yang dianggap penting.

Catatan: pembagian nilai ilahiyah–insaniyah dalam Islam bukan klasifikasi asli Kluckhohn. Itu merupakan kerangka nilai Islam yang dapat Ibu gunakan bersama teori nilai untuk mengelompokkan temuan penelitian.

B. Teori nilai Rokeach

Rokeach membedakan nilai menjadi dua kelompok utama.

1. Nilai terminal (terminal values)

Kondisi akhir kehidupan yang ingin dicapai.

Contoh:

  • Menjadi manusia yang saleh.

  • Memiliki keluarga yang harmonis.

  • Mencapai kehidupan yang bermakna.

  • Memperoleh kedamaian dan kebahagiaan.

2. Nilai instrumental (instrumental values)

Cara atau sifat yang dianggap penting untuk mencapai tujuan.

Contoh:

  • Jujur.

  • Disiplin.

  • Bertanggung jawab.

  • Sabar.

  • Menghormati orang lain.

Misalnya, seorang ibu aktivis ‘Aisyiyah ingin anaknya menjadi pribadi saleh dan bermanfaat bagi masyarakat. Itu merupakan tujuan yang ingin dicapai. Untuk mewujudkannya, ia membiasakan kejujuran, ibadah, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Kegunaan dalam penelitian: membantu Ibu membandingkan nilai yang ingin diwujudkan orang tua dengan cara yang mereka gunakan untuk menanamkannya.

Namun, nilai yang dinyatakan penting oleh orang tua belum tentu sama dengan nilai yang benar-benar dihayati anak.

C. Teori nilai Schwartz

Schwartz mengembangkan teori nilai dasar manusia yang menjelaskan isi nilai, prioritas nilai, dan hubungan dinamis antarnilai.

Dalam model klasiknya, terdapat sepuluh tipe nilai dasar:

Tipe nilai

Makna sederhana

Contoh dalam keluarga

Self-direction

Kemandirian berpikir dan bertindak

Anak diberi ruang mengambil keputusan

Stimulation

Kebaruan dan tantangan

Anak didukung mencoba pengalaman baru

Hedonism

Kenikmatan hidup

Keluarga menghargai kesenangan yang wajar

Achievement

Keberhasilan sesuai standar kompetensi

Anak didorong berprestasi

Power

Status dan pengaruh

Keluarga menekankan kedudukan atau kewibawaan

Security

Keamanan dan kestabilan

Orang tua menjaga keamanan keluarga

Conformity

Pengendalian perilaku sesuai norma

Anak diajarkan menaati aturan

Tradition

Penghormatan pada tradisi

Keluarga menjaga tradisi keagamaan

Benevolence

Kepedulian kepada orang dekat

Anak membantu anggota keluarga

Universalism

Kepedulian terhadap semua orang dan keadilan

Keluarga aktif dalam kegiatan sosial

Hal penting dari teori Schwartz adalah bahwa nilai-nilai tersebut membentuk hubungan yang dinamis.

Contohnya, seorang ibu ingin anaknya taat beragama dan patuh kepada orang tua (conformity), tetapi anak juga membutuhkan kebebasan memilih pendidikan, pekerjaan, dan pasangan (self-direction).

Di sini muncul pertanyaan penelitian yang menarik: bagaimana keluarga menegosiasikan nilai ketaatan dan kemandirian tanpa kehilangan kedekatan emosional?

Schwartz membantu membaca ketegangan tersebut. Namun, konflik nilai tidak selalu berarti pertentangan; beberapa nilai dapat saling mendukung.

3. Perbandingan langsung

Aspek

Kluckhohn

Rokeach

Schwartz

Fokus utama

Orientasi nilai dan pandangan hidup

Jenis dan prioritas nilai

Struktur serta hubungan antarnilai

Pertanyaan kunci

Apa yang dianggap bernilai?

Nilai mana yang diprioritaskan?

Bagaimana nilai saling mendukung atau bertentangan?

Unit perhatian

Orientasi manusia dan budaya

Sistem nilai individu

Sistem nilai dasar dan prioritas motivasional

Kegunaan penelitian

Memetakan pandangan dasar keluarga

Membandingkan tujuan dan cara yang dijunjung keluarga

Menganalisis dilema nilai dan pilihan tindakan

Keterbatasan untuk penelitian Ibu

Tidak secara khusus menjelaskan tahapan internalisasi nilai

Tidak secara khusus menjelaskan proses internalisasi dalam keluarga

Tidak secara khusus menjelaskan mekanisme internalisasi dalam keluarga

4. Mana yang paling tepat untuk disertasi ?


Kluckhohn atau kerangka nilai Islam — untuk memetakan isi nilai

Nilai apa yang diyakini keluarga? Misalnya tauhid, ibadah, amanah, akhlak, musyawarah, dan kepedulian sosial.

Rokeach — opsional untuk menganalisis prioritas nilai

Apa tujuan yang ingin dicapai orang tua dan perilaku apa yang mereka anggap perlu untuk mencapainya?

Schwartz — opsional untuk menganalisis ketegangan nilai

Bagaimana keluarga menghadapi ketegangan antara ketaatan, tradisi, kemandirian, prestasi, dan kepedulian?

14 Oktober, 2026

SELF DETERMINATION THEORY (SDT)

Bismillah

Rencana Disertasiku diantaranya menggunakan SDT (Teori Penentuan Diri) Deci and Ryan.

Seorang dinyatakan sejahtera bila punya 3 aspek. 1. Otonomi, 2 Kompetensi dan 3 Keterhubungan

1. Otonomi
Misal nih, seseorang menentukan dirinya menjadi Guru. Maka dia benar2 akan happy lahir batin jika itu benar benar dari keinginan dirinya (motivasi instrinsik) , bukan tekanan dari luar, misal karen orangtua, atau sebeanrnya karena butuh uang, bukan panggilan hati.

2. Kompetensi
Untuk bisa benar benar menjadi Guru, maka individu itu yakin bahwa memamng dia kompeten di bidang mengajar tersbut, dia memiliki ilmunya.

3. Keterhubungan

Kesejahteraan individu tersebut juga akan bertambah jika peran guru itu mendapat dukungan  baik dari murid maupun lingkungan.


Benar gak sih?
Saya juga masih banyak belajar