Al A' Raf 16-17
Godaan Setan dari segala arah..
قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤئِلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَArtinya: (Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan (selalu) menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian aku pasti akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."
Penjelasan
✅Dari Depan (Min Baini Aidihim)Setan membisikkan keraguan tentang urusan akhirat. Mereka membuat manusia ragu akan adanya hari kebangkitan, surga, neraka, dan pembalasan, sehingga manusia menunda-nunda amal saleh.
✅Dari Belakang (Min Khalfihim)Setan menumbuhkan kecintaan yang berlebihan pada urusan duniawi. Manusia dibuat takut miskin, terlalu mengejar harta, takhta, dan warisan, hingga menghalalkan segala cara demi menumpuk kekayaan materi.
✅Dari Kanan ('An Aimanihim)Setan mengacaukan urusan agama dan kebaikan. Ini adalah godaan yang paling samar. Setan tidak melarang manusia beribadah, tetapi menghiasinya dengan penyakit hati seperti ria (pamer), sum'ah (ingin didengar), ujub (bangga diri),
✅.Dari Kiri ('An Syama-ilihim)Setan menjerumuskan manusia ke dalam kemaksiatan dan dosa yang nyata. Setan mempermudah jalan manusia menuju perzinaan, perjudian, minuman keras, dan syahwat yang diharamkan, lalu menjadikannya tampak nikmat serta menyenangkan
✅Mereka yg tergoda Syetan bukan orang yg bersyukur. Hakikat syukur adalah ketika nikmat yg Allah berikan di gunakan untuk jalan yang diridhoi Nya, bukan jalan kemaksiatan, kemungkaran ataupun permusuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar