Sungguh, perempuan itu benar-benar telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Yusuf pun berkehendak kepadanya sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami memesan darinya keburukan dan kekejian. Sesungguhnya dia (Yusuf) termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.
Yusuf 24
Yuk belajar Tafsir Yusuf 24.
Kisah Yusuf sungguh luarbiasa, banyak kisah kisah menarik yang bisa menjadi inspirasi bagi kita.
Ada Kisah Dinamika Antara Orangtua dan Anak, kisah Percintaan Zulaikha yang tergila gila pada Yusuf. Kisah Yusuf di Penjara, semua bisa kita pelajari dan masih sangat relate dengan kehidupan kita sehari hari.
----------------------------------------------------
Dalam Tafsir, Ibnu Taimiyah berkata : Orang yang benar-benar ikhlas kepada Allah telah merasakan manisnya penghambaan kepada-Nya yang menghalanginya dari cinta kepada selain dari-Nya, karena tidaklah bagi hati yang menyelamatkan sesuatu yang lebih manis dan lebih lezat, tidak lebih baik dari iman yang dibarengi dengan penghambaan tinggi kepada Allah.
Kenapa ada orang yang mencintai selain Allah?
Diantara penyebab terbesar munculnya kecintaan seseorang kepada selain Allah adalah : menjanjikann hati dari Allah, dan manusia tidak meninggalkan sesuatu yang ia cintai melainkan ada sesuatu yang lain yang lebih ia cinta, atau ia takut dibenci olehnya, namun hati ini jika telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah, dan selalu ikhlas kepada-Nya, niscaya tidak akan ada yang lebih indah dan lebih manis dari kecintaann kepada Allah.
{ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ }
kecintaan dan gairah seseorang terhadap pemandangan-pemandangan yang diharamkan merupakan pegantar menuju kesyirikan, dan setiap kali seseorang lebih dekat kepada kesyrikan dan semakin menjauh dari keikhlasan, menjadikan gairahnya pada pemandangan-pemandangan itu lebih besar, namun jika keikhlasannya kepada tauhid semakin besar, maka ia akan semakin jauh dari gairah pemandangan tersebut; oleh karena itu istri al-Aziz ditimpa oleh gairahnya kepada kesyirikan sedangkan Yusuf selamat darinya dengan kekhlasannya.
Seseorang tidak ditimpa oleh gairah yang keji kecuali jantungnya telah diubah dari Allah dan mengingat kepada-Nya dan dari perintah dan larangan-Nya, Allah berfirman tentang Yusuf :
{ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ }
ayat ini menunjukkan bahwasanya keikhlasan merupakan sebab utama untuk menjauhi kemungkaran dan kekejian, karena jika hati seseorang terisi penuh oleh keikhlasan ia akan berkecukupan tanpa diubah menjadi selain darinya.
Janganlah seseorang berembira jika pintu maksiat terbuka dia dan memperkenalkannya mudah didapat, karena bisa jadi ia merupakan tanda kelemahan dia disisi tuhannya :
{ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ }.
Suatu ketika seorang pemuda menderita ketergantungannya yang tinggi kepada kemungkaran, dan begitu susah ia meninggalkan kemungkarn itu, sampai ketika Allah memudahkannya untuk meninggalkan hal itu setelah ia mentadabburi firman-Nya tentang Yusuf :
كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
dengan segera ia melihat kepada drinya, dan berkata : jika aku ikhlas niscaya tuhanku akan menyelamatkanku sebagaimana Ia menyelamatkan Yusuf, dan tidak lama waktu berlalu hingga pemuda ini menjadi seorang dakwah kepada Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar