29 April, 2020

Kultum hari ke 6 Ramadhan oleh Abduh Hisyam

 Dalam muqodimah anggaran dasar muhammadiyah, ada Tujuh Pokok Pikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah adalah,

Yang pertama, hidup manusia harus berdasar *tauhid,* bertuhan, beribadah serta tunduk dan taat kepada Allah SWT
Jadi manusia, kita harus mengimplementasikan tauhid salah satunya dengan sensitif dengan ketidak adilan, utk kemudian memperjuangkan keadilan dan menghilangkan penindasa

Kultum hari ke 7 Ramadhan by Hasan Bayuni

*Pelajaran dari Alquran*

*Fase Perjalanan Om Hasan:*
Ketika dulu usaha futsal, ada nafsu dunia yang tidak terkendali. Mendapat rezeki besar, tapi kurang berkah. Hal ini mendekatkan Om Hasan pada dunia dan jauh dari Quran. Padahal rezeki itu dari Allah, _min khaitsu la yakhtasib_ (dari arah yang tidak disangka-sangka).

*Mencoba kembali belajar Alquran*
Om Hasan rutin membaca Alquran setiap harinya melalui Alquran tafsir dan terjemahan, khatam setiap 6 bulan. Selesai khatam dan membaca kembali seperti selalu menemukan sesuatu yang baru. Penjelasan dari Al Mishbah paling menarik dan mudah dipahami. Alquran seperi sumber kesehatan terbaik, karena banyak ayat-ayat tentang kesehatan. Ketika jadi direktur, Alquran ternyata adalah buku manajemen terbaik.

Al Baqarah:168, perintah Allah kepada manusia untuk memakan segala sesuatu yang halal dan baik. Dalam Islam, yang halal lebih banyak daripada yang diharamkan namun kurang tahu kenapa itu dilarang. Padahal segala sesuatu yang dihalalkan pasti berdampak baik. Sedangkan sesuatu yang haram pasti akan berdampak buruk.

_"Dihalalkan bagimu yang baik-baik, dan diharamkan bagimu yang jelek-jelek"_

Allah ingin membuat kita terjaga. Contoh, kita boleh membuat fatwa rokok itu tidak baik untuk diri kita, karena rokok bisa jadi akan membahayakan kesehatan.

*Tayyib*
Ketika makanan itu didapat dengan cara yang baik. Ini demi menjaga rohani kita kepada Allah. Sesuatu yang kalau kita makan akan memberikan dampak yang baik. Tayyib sifatnya relatif bagi setiap orang. Tujuannya supaya badan kita sehat, sehingga kita bisa maksimal beribadah kepada Allah.

Rasulullah punya ketahanan fisik yang baik selama 63 tahun sehingga ilmunya bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Ada seorang yang ilmunya banyak, namun tidak sehat sehingga tidak bisa ke masjid & majelis ilmu untuk membagikan ilmunya.

_Wahai Anak Adam, pakailah pakaian terbaikmu (bukan mahal, namun bisa menutupi aurat), untuk memasuki masjid. Makan dan minumlah dengan tidak berlebihan._

Mengatur nutrisi yang seimbang juga butuh ilmu. Maka penting bagi kita untuk menjaga gizi sehari-hari dengan mengetahui kandungan gizi dalam tiap makanan.

19 April, 2020

Lock down para Nabi

Lock down

Di zaman wabah corona ini,istilah lock down menjadi akrab  di telinga kita.

Lock down sendiri artinya di kunci.

Kalo kita belajar sejarah para Nabi, banyak Nabi Nabi yang mengalami lock down dalam kehidupan nya.



1. Nabi Yunus
2. Nabi ayyub
3. Pemuda Ashabul Kahfi
4. Nabi Yusuf
5. Nabi Muhammad dan Abu Bakar

Nabu Yunus pernah dikunci dalam Ikan Paus karena dibuang oleh awak kapal yg kelebihan muatan, nabi Yunus pergi dalam keadaan marah kepada kaum nya karena kaumnya tidak mau menuruti dakwahnya, akhirnya Yunus pergi dan tidak mau  berdakwah lagi. Akhirnya ketika di dalam kapal, Yunus ditakdirkan Allah yg harus keluar dari kapal, dan akhirnya Nabi Yunus pun diterkam oleh Ikan Paus.Ketika dialam peruut ikan tersebut Nabi Yunus menyadari kesalahan nya, dan bertasbih swrta mhn ampun pada Allah, La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu min adzlimin.


2. Lockdown Nabi Ayyub
Selama 18 tahun Nabi Ayub di lock down dengan sakit parah yang membuat orang orang menjauhinya.
Kekayaan dan anak anaknya pun ikut diambil oleh yang Kuasa...
Tapi Nabi Ayyub tetap bersabar dan bersabar.
Pernah istrinya menanyakan, kenapa engaku tidak berdoa minta kesembuhan.
Kata Nabi

3. Pemuda Ashabul Kahfi di lock down dalam Gua selama 309 tahun. Ya merrka diselamatkan Allah dari Pemimlin zalim dengan menidurkan para pemuda beriman tersebut di dalam Gua ashabul Kahfi. Doa mereka.Rabbana atina minadunka rahmah wa hayyi' lana min amrina rosyada
4. Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf di lockdown dalam Penjara karena dituduh berbuat  tidak senonoh dengan majikan nya selama kurang lebih 7 tahun. Disana Nabi Yusuf tetap sabar dan berdakwah.Doa Nabi Yusuf Ya Allah penjara lejih aku sukai dr pada aku berkhianat atau memenuhi ajakan mereka, dan Allah mengabulkan doanya, atas izin Allah Nabi Yusuf keluar dari penjara  dan dibersihkan namanya dan bahkan menjadi Bendahara Mesir.
6. Nabi Muhammaddan Abu Bakar. Ketika mereka di kejar pasukan Quraish, Nabi terlockdown dalam Gua, meski tidak lama, itu cukup meresahkan ,Bahkan Abu bakar merasa resah, lalu Nabi menennagkan abu bakar dan menasehati nya La Tahzan Innalla ma'ana

Banyak juga kisah kisah lain orang orang yg terlockdown, lalu mereka mengambil hikmah di balik itu.
Hamka, seorang ulama besar, di lockdown dalam penjara oleh Sukarno, dan dia tetap sabar dan dia berhasil membuat karya luar biasa tafsir quran  Al ahzar.

Lock down kita sekarang tidak seberat yg dialami para Nabi, kita di kock down karena ada musibah corona, tidak full lock down, tapi masih bisa keluar keluar, bisa ketemu keluarga, masih bisa sesekali ke pasar dll, mari kita gunakan lockdon melawan Corona dengan sabar dan taqwa, seperti yg sudah dilakukan para nabi.

Wallahu alam bishawab

17 April, 2020

Sabar

Sabar

Itulah pilihan kita sabagai seorang muslim dan mukmin.
Disaat ada wabah corona melanda seluruh dunia, termasuk indonesia, hanya satu yg bisa kita lakukan. Sabar!!

Sungguh menakjubkan perkara orang yg beriman, ketika diuji dia bersabar, dan ketika mendapat kebahagiaan dia bersyukur.

Sekarang kita semua sedang diuji Allah dengan wabah dari makhluq kecil yg tak terlihat mata bernama corona.

Untuk mengehntikan penyebarannya maka semua aktifitas dimanapun diminimalisir.

Akibatnya, ekonomi akan sedikit melambat, yang menjadikan efek domino, dimana, masyarakat pun banyak yg mengangur, dan tak mendapat pemasukan.

Sabar
Sekali lagi itulah pilihan bagi kita.
Namun , sabar bukan berarti tanpa usaha.
Sambil menunggu wabah mereda, kita tetap menjalankan ibadah kepada Allah.
Justru semakin kita mendekat pada Allah , kita akan bisa melewati ini semua dengan sukses.

Sabar, itulah pilihan kita saat ini sebagai orang yg beriman.
Kita ingat Nabi Ayub ketika diuji dengan sakit parah selama 18 tahun, keluarga dan harta dicabut, Nabi Ayub bersabar, dan karena kesabarannya Allah mengembalikan kesehatan, kekayaan dan hartanya kembali.

Sabar, itulah satu satunya pilihan kita.
Dalam menjalani masa Sosial Distancing ini, mari kita gunakan waktu luang kita untuk lebih mendekatkan diri pada Allah.
Yang biasanya hanya shalat wajib, tambah dengan sunnah.
Yang biasa membaca alquran satu lembar tambah  jadi 3 lembar.
Yang biasa sedekah, tambah lagi sedekahnya lagi pada ortu, kerabat dan org2 miskin
Yang biasa tak pernah tahajud, mari tahajud
Bukankah Allah sdh berjanji dalam surat Athalaq 2-3
Barang sianpa meningkatkan taqwa pada Allah, Allah akan memberi jalan keluar dan meberi Rizki dari arah yg tak disangka

Sabar

Itulah pilihan kita saat ini
Ketika Pemerintah, Pimpinan organisasi menyerukan untuk stay home, dan bersabar tidak berkerumun baik di masjid, sekolah, dan mengurangi interaksi dengan orang lain, kita harus bersabar menjalani ini.

Ini adalah salah satu bukti kita bersabar dalam menjalani perintah Allah yg lain, yaitu tidak menulari wabah ke orang lain. Tidak.memberi mudharat atau tidak.membahayakan orang lain.
Allah sudah memberi keringanan ibadah ketika terjadi bencana
Mari kita sama sama bersabar
Meski tidak mudah, Allah akan memberi.ganjaran.karena kesabaran.kita


Sabar..itulah pilihan kita saat ini

Jika kita mampu melewati ini semua degan sabar, seperti Nabi Yusuf ketika di dalam penjara, Allah tidak.akan menyia nyiakan pahala orang yg taqwa dan sabar..


Dan ada pahala.surga.bagi orang orang yg sabar

Salamualaikum bima sobartum...
Kata Malaikat menyambut org 2 yg sabar di dalam surga

15 April, 2020

Revolusi Ilmu- Kesan pada Buku Artificial Intelligence

REVOLUSI ILMU

Oleh Abduh Hisyam

Artificial Intelligence. Sebuah buku serius. Seorang  guru ngaji dari kampung seperti saya tentu tidak faham saat membaca buku itu.  Namun ah, saya coba baca buku itu. Baru beberapa halaman saya baca, saya tergelitik saat tidak menemukan nama-nama Anglo Saxon atau Jerman di deretan ilmuwan yang menjadir eferensi buku tersebut.  Nama-nama para ilmuwan yang ditulis di buku tersebut adalah LA Zadeh, HA Abbas (Iran), de Castro (Amerika Latin), Xinyu Du, Qillian Chen dan Hao Ying (Cina), Tereshko Loengarov (Rusia), Subramani dan Debojyoti (India).  Tidak ada nama-nama  Robert atau George yang khas Anglo Saxon, atau Ludwig dan Jurgen yang khas Jerman.  Padahal selama ini, rasanya tidak sah bicara tentang iptek tanpa menyebut ilmuwan Jerman atau Anglo Saxon. 

Saya telpon Prof Imam dan saya tanyakan mengapa ia hanya mencantumkan karya para intelektual dunia ketiga dalam daftar referensi.  Dengan tegas ia mengatakan bahwa ia memang sengaja tidak mencantumkan ilmuwan Anglo Saxon atau Jerman.  Ia beberkan  bahwa ia sedang menggiring  para pembacanya ke arah paradigma tertentu.  Ia dengan penuh keyakinan mengatakan, itulah yang dilakukan oleh Imam Alghazali ketika menulis Ihya Ulumiddin(?).  Jika saya menyebut ilmuwan Jerman dalam karya saya, maka saya hanya sebuah sekrup dalam mesin raksasa.  Dan selamanya kita akan menjadi sekrup. 

Di telinga saya Imam Robandi bicara tentang sebuah ideologi.  Ideologi kaum tertindas. Ideologi perlawanan atas hegemoni Eropa dan Anglo Saxon di bidang ilmu dan teknologi.  Inilah perawanan periferi atas center.  Sebuah wacana yang mengingatkan saya kepada Samir Amin dan  Andre Gunder Frank dengan teori dependensianya.  Teori pembangunan yang sudah tidak lagi dibicarakan orang, namun cukup pas untuk mengupas upaya negara-negara industri menjadikan negara dunia ketiga tergantung kepada mereka.

Saat mahasiswa saya pernah memabca sepintas buku The Structure of Scientific Revolution karya Thomas Kuhn.  Di dalam buku itu Kuhn menjelaskan bahwa Suatu pengetahuan disebut ilmiah bukan karena pengetahuan itu mampu memecahkan sebuah masalah. Tidak!  Yang menjadikan sebuah statemen, penemuan, atau informasi ilmiah adalah paradigm.  Dan paradigm dibangun dengan kekuasaaan.   Maka perkembangan ilmu pengetahuan bukan karena ilmu itu memang sahih, melainkan karena adanya dana yang besar, komunitas yang selalu membicarakannya, seminar-seminar, penerbitan buku-buku, jurnal, dan sebagainya.

Selama ini penemuan dan prestasi serta karya para ilmuwan di dunia ketiga –termasuk Indonesia— lenyap dan tidak pernah terdengar di dunia sains, sementara karya-karya para ilmuwan Amerika dan Eropa selalu menghiasi jurnal  internasional bergengsi dan buku-bukunya laku keras di pasaran dunia.  Apakah ilmu yang dihasilkan para ilmuwan dari dunia ketiga termasuk Indonesai tidak ilmiah? Semua karena tidak adanya daya dukung berupa pendanaan, komunitas serta  dukungan politik.

Mempromosikan karya para ilmuwan dunia ketiga adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap hegemoni Eropa dan Amerika.  Ini adalah perang ideologi.  Para ilmuwan Iran, India, Indonesia, Malaysia, Nigeria adalah ilmuwan cerdas dan menghasilkan penemuan yang orisinil.  Tetapi mereka tidak punya komunitas yang mempromosikan penemuan mereka.  Tidak ada biaya untuk menerbitkan karya mereka dan tidak ada komunitas yang memperkuat penemuan itu.  Alhasil penemuan mereka tidak dibaca orang, dan diabaikan oleh dunia akademik.

Sebuah komunitas yang saling mereview, mengeritik, dan mengutip mutlak perlu demi eksistensi ilmu yang mandiri.  Di dunia modern dikenal kelompok-kelompok ilmuwan dengan nama “The Vienna Circle,”  “Club of Rome,”  “The Frankfurt School,”  “The American Creed,” sebagaimana di dunia Islam dahulu pernah dikenal “Ikhwan al-Shafa.” Semua adalah kelompok episteme.

IRO-group ini adalah sebuah komunitas episteme. Dari sinilah kita merancang revolusi! ***

29 Maret, 2020

I Have no President

Bismillah

Beberapa tahun lalu saya pernah menulis dengan judul yg sama, dimana ketika itu Indonesia dipimpin oleh Pak SBY.

Sekarang masa kepemimpinan Joko Widodo.
Ternyata, setelah aku perhatikan kepemimpinan SBY masih lebih baik dibanding Jokowi.

Dulu pas jaman SBY emang buzzer 2 sdh banyaj, dan aku terpengaruh mereka, twrmasuk mereka juga yg benci sekali dg FPI. Akupun jadi benci FPI.
Astaghfirullah.


Carut marut dan gagapnya Pemerintah Indonesia Bersatu ini semakin jelas.

Hal ini terlihat dari Penanganan kasus Wabah Corona yg melanda Dunia, dan menjalar ke Indonesia.

Kepemimpinan SBY yang dua periode meski tak melesat , paling tidak cukup tenang.

SBY tidak begitu banyak menyewa buzzer buzzer untuk menutup kekurangannya nya.
Tek seheboh Jokowi.

Abu Janda, Denny Siregar, Eko Kuntadi dll mau bilang apapun aman.
Sementara jika dari oposisi langsung ditangkap.

Di jaman SBY tidak begitu.

Berhasilnya Jokowi naik ke tempul kekuasaan di Indonesia tak lepas dari bantuan buzzer dan media.

Bahkan semua lembaga survey membelanya..

Sekarang baru ketahuan, wajah ndeso, seolah  sederhana tidak cukup jadi pemimpin.

Pemimpin haruslah orang yang memiliki
Kecerdasan, Kejujuran, Kemampuan menyampaikan gagasan dan Dapat dipercaya.


Apakah itu ada di Presiden sekarang?

Semua bisa mengoreksi dengan jujur.

Bahkan sering Bapak Presiden berbohong berkali kali.

Dan sudah menjadi kebiasaan.

Gak akan impor, gak akan naikin BBM, gak bagi bagi kursi, kartu prakerja, dll.

Ya Allah ampuni kami.

Wabah Corona

Wabah Corona melanda pertama kalindi Wuhan tahun 2019, di  Indonesia mulai Februari, dan sepertinya Pemerintah menganggap remeh.

Akhirnya yg meninggal per 29 Maret ini sudah tembus 100.

Itu yg diumumkan, gak tau aslinya.

Ya Allah Ampuni kami...

Allahumma inni audzubika minal Barasi wal junuuni, wal judzami, wa min kulli syaiin al aqsam.


Ampuni kami atas kekhilafan kami Ya Allah...


30.Maret 2020
 Dirumah aja

04 Februari, 2020

Waktu bagikan Pedang

الوقت كالسيف ان لم تقطعه قطعك
Al-waqtu ka as-saifi in lam taqtha’hu qatha’aka " (Al-Mahfudzat)
Waktu itu seperti pedang, jika engkau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan memotongmu #PepatahArab
 Pagi ini sebenarnya aku bangun lebih awal dari biasanya.Biasanya aku bangun jam 03.30. Kebetulan suami akan ke semarang, menengok kawannya yang sakit, sehingga suami bangun lebih pagi. Aku lihat jam 02.30 suami sudah bangun, dan akan segera ke Semarang pukul 03.00.
Otomatis aku ikut terbangun.
Aku langsung shalat tahajud seperti biasa, kebetulan tadi malam sudah shalat witir, sehingga aku shalat cukup 10 rakaat saja.
2 rakaat shalat  iftitah, dan 8 rakaat shalat tahajud.
Pukul 04.00 Alhamdulillah shalat sudah selesai.
Entah kenapa, mestinya aku bisa mengisi waktu dengan membaca Al quran, tapi rasa malas tiba tiba datang. Mungkin karena sendirian, jadi kurang semangat. Apalagi di dekat kasur, langsung deh tidur tiduran, dan akhirnya tidur sungguhan.
Aku terbangun pukul 05.10 hampir saja ketinggalan shalat shubuh.
Aku pun bergegas shalat subuh, dan setelah selesai, ternyata baru kusadari begitu banyak agenda yang terlewat hanya karena malas.
Aku harus mencuci baju, mengerjakan laporan, membaca Al quran dan shalat dhuha, dan pukul 07.30 aku harus menuju PKU untuk test Thaharah para Karyawan.
Alhamdulillah semua bisa di atasi, kecuali satu.Aku tak sempat mencuci baju.
Aku pikir, aku harus mendahulukan Allah dibanding urusan dunia, Sempatkan baca Quran, shalat dhuha, urusan baju belakangan.

Begitulah...betapa waktu bagaikan pedang, kalo kita tidak hati hati, kita bisa terlibas.
Kata Hasan Al Basri waktu itu ada 3, Kemarin sdh selesai, besok belum kita masih ada, dan hari ini. Gunakan hari ini untuk banyak beramal.
 Demi waktu
Sesungguhnya manusia itu rugi
Keculai org yg beriman, beramal sholeh dan saling mensehati dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran.

08 Januari, 2020

Teladan Nabi menghadapi Para Tawanan









*Sikap Nabi terhadap tawanan perang*

Ketika Rasulullah SAW mendapati 70 orang tawanan, beliau tak langsung memutuskan apa yang akan dilakukan kepada para tawanan itu. Beliau  berinisiatif bermusyawarah dengan sahabat guna membicarakan kebijakan terhadap tawanan.


Sahabat Umar bin Khattab  mengajukan usulnya. Seperti kita tahu, sahabat Umar dikenal berani dan tegas, ia pun mengusulkan agar seluruh tawanan dibunuh saja, biar musuh jera.

Nabi memuji pendapat Umar.  Kepada Umar, Rasulullah mengatakan bahwa ide itu sangat bagus, mirip dengan karakter Nabi Nuh  dan Musa yang tegas.

Ketika menghadapi Firaun Nabi Musa berdoa

وَقَالَ مُوسَى رَبَّنَا إِنَّكَ آَتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ (88) قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ (89)



Artinya:

Musa berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami -- akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih". (10: 88)

Nabi Nuh ketika menghadapi Kaumnya berdoa :

Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.

Surat Nuh 26-27


Sahabat Abu Bakar  juga memberanikan diri bersuara. Dalam usulnya, sahabat Abu Bakar menyarankan untuk membebaskan para tawanan, sebagai strategi agar musuh menduga umat Muslim telah kuat sehingga tidak perlu menahan tawanan.

  “Pembebasan tersebut dengan syarat, yang kaya harus membayar denda sejumlah empat dinar. Tapi bagi tawanan yang miskin, ditugaskan mengajari anak-anak membaca.masing masing 10 anak. Kalau sudah pada pintar, maka baru mereka dibebaskan,” kata sahabat Abu Bakar.

Diantara anak.anak yg belajar membaca dengan para tawanan adalah Zaid bin Tsabit yang kelak menjadi pencatat Wahyu.

Sahabat Abdulah bin Rawahah berpendapat" "kita berada di lembah yg banyak kayu bakar, maka lemparkanlah  tawanan kedalam api.


 Dari pendapat-pendapat tersebut, Rasulullah lebih sepakat dengan usulan Abu Bakar yakni membebaskan seluruh tawanan dengan syarat.

 Seperti saat menanggapi sahabat Umar maka ketika menanggapi usulan Abu Bakar pun Rasulullah menisbahkannya dengan karakter Nabi Ibrahim dan Nabi Isa. “Ini juga usul yang bagus. Jadi pendapat Umar mirip dengan karakter Nabi Nuh dan Musa yang tegas, dan pendapat Abu Bakar mewakili  Nabi Ibrahim dan Isa,  karakter yang lemah lembut.

Nabi Ibrahim ketika menghadapi kaum nya
Berdoa :

Ya Tuhanku, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia,  Barang siapa mengikutiku,maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Surat Ibrahim 36

Nabi Isa ketika menghadapi Kaumnya berdoa :
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Almaidah 118)

Setelah mendengar pendapat para sahabatnya, akhirnya  Nabi sepakat dengan pendapat Sahabat Abu Bakar,meski begitu sahabat Umar tetap merasa bangga karena Rasulullah telah memuji pendapatnya, bahkan dicontohkan dengan karakternya Nabi Nuh dan Musa yang tegas.

Rasulullah telah menunjukkan contoh kepada kita,  bagaimana menghargai pendapat orang lain.  Baik kita menerima atau menolak, mesti dengan cara yang baik. kisah ini juga memberi inspirasi pada kita  bahwa musyawarah tetap dibutuhkan agar mencapai kemufakatan untuk mendapat hasil yang terbaik


Para Tawanan mendapat perlakuan istimewa

Para tawanan  Perang di Madinah mendapat roti dan gandum, sementara sahabat nabi hanya memakan kurma, para tawanan mengendarai unta sementara sahabat nabi berjalan kaki

Salah satu tawanan berdoa
"Semoga penduduk madinah mendapat limpahan berkah dan karunia"
(Majid Ali Khan 132)

_Kajian sirah Nabawi_ dari Kitab Ibnu Hisyam diampaikan oleh Abduh Hisyam
Di masjid Baiturahman PKU Sruweng
Tgl 8 Januari 2020


Sumber : Beberapa tambahan dari web Nu.or.id

20 Desember, 2019

Pidato Pernikahan












Ini  pertama  kalinya saya mengisi pidato pernikahan, di rumah Bu Boyo kawan di organisasi Aisyiyah


Setelah merangkum dari sana sini, ini akhirnya yg aku tulis dan aku sampaikan di acara tersebut.
Awalnya deg degan..tapi selanjutnya mengalir saja😀
  Prinsip Pernikahan
1.Pernikahan sebagai ibadah
2.Pernikahan sebuah perjanjian yg agung
3.Pernikahan dalam mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akherat


1.Dalam rangka Ibadah
Pernikahan Dalam rangka ibadah
wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liyakbudun, ini terdapat dalam surat Adzariyat 56
Seluruh aktifitas hidup kita adalah jalan bagi kita untuk mengabdi kepada Allah.
Dari akan tidur sampai tidur kembali
Ketika kita bekerja, makan, dalam perjalanan,termasuk dalam berumah tangga.
Dan ibadah terlama adalah berumah tangga.
Dalam hadits disebutkan
Menikah menyempurnakan setengah keimanan, maka bertakwalah dalam menyenpurnakan setengahnya.

Untuk itu, mari kita senantiasa menambah ilmu kita, agar hubungan suami istri senantiasa penuh dengan ketenangan.
Karena bagaimanapun laki laki dan perempuan adalah dua sosok yg berbeda.
Struktur otaknya pun berbeda
Yg satu corpus colosumnya tipis, yg satu tebal.
Maka laki laki karena  corpus colossum nya lebih tipis, hanya bisa konsen ke satu hal,  dan perempuan karena xorpus colosumnya lebih tebal 30% bisa mengerjakan banyak aktifitifitas dlm satu waktu, meski hasilnya biasa2 saja.

Ketika suami konsentrasi, pendengaran menurun, maka untuk para istri, jangan baper kalo kdg mungkin bapak tidak langsung menengok ketika kita panggil.


2.Pernikahan sebagai perjanjian berat dan agung ini ada dalam surat annisa 21

Dalam melaksanakan perjanjian yg agung ini hendaknya pasangan masing2 berusaha semaksimal mungkin melaksanakan janjinya agung ini yg sdh disaksikan Allah.

Dalam rangka mewujudkan perjanjian agung agar tetap kokoh,  ini hal yg bisa dilakukan adalah
Intrnalisasi nilai nilai islam bagi suami istri, suami dan istri melaksanakan hak dan kewajiban nya dengan sebaik baiknya.
Untuk suami, Nabi sendiri mencintohkan aku adalah yg terbaik dalam memperlakukan keluargaku.
Suami sebagi Pelindung seperti disebutkan dlm surat annisa 34.
Arrijalu qowwamuna ala niisa.

Bagi istri, sebagaimana diawbutkan dalam hadits, siapapun wanita yg shalat lima waktu, luasa ramadhan, taat pada suami dan menjaga kemaluan silahkan maauk surga dari pintu manapun.

Annisa 34 :
Permpuan yg saleh, adalah yg taat pada Allah dan menjaga diri ketika suaminya  tdk ada, karena Allah menjaga mereka.

Ini dicontohkan nabi dalam sebuah ahdits agung, Allah merahmati seorang suami yg bangun malam untuk shalam dan memabngunkan istri, jika tidak bangun dia memercikan air ke wajah istrinya begitu juga sebaliknya.


3. Pernikahan dalam mewujudkan kebahagiana dunia akherat
Arrum 21

Dan diantara tanda tanda kekuasaannya Allah ciptakan pasangan dr jenismu sendiri agar kamu sakinah.
Dan dia ciptakan rasa cinta dan kasih sayang
Sesungguhnya itu adalah tanda tanda bagi kaum yg berfikir.

Dalam rangka menjadi khalifah dimuka bumi, Allah sudah menyiapkan semua termasuk memberi pasangan pada kita.
Allah ciptakan mawaddah wa rahmah agar kita merasa tenang.

Mawaddah itu cinta karena fisik
Rahmah cinta karena ineraksi bathin, kepedualian, ada belas kasihan

Maka kita melihat orangtua kita yg sudah sepuh2. Suami sakit atau istri sakit masih mempertahankan rumahtangga, karena disitu ada rahmah.

Dan dalam mewujudkan kebahagiaan dunia akherat  perlu ada internnalisasi nilai nilai religius  baik antara suami istri, kepada anak dan keluarga diantaranya adalah dengan cara
Shalat berjamaah di masjid, mengajak untuk berdoa dalam setiap aktifitas, mengikuti jakian keagamaan, menfajarkan bersedekah dll
Dan  jangan lupa selalu memohon doa untuk kebahagiaan pasangan dan keluarga kita seperti yang sudah difirmankan Allah dlm surat Al Furqan 74.


Walaldzi na yaquuluna :  Robbana hablana min azwajina wa dhurriyatina qurrota ayun wa alna lil muttaqina imama.


Ya Allah anugerahkan pada kami pasanngan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin orang orang yg bertaqwa.


17 Desember, 2019

Orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah



Yasmin sedang belajar di Malaysia mengikuti pertukaran Mahasiswa, semoga kemampuan bahasa inggrisnya semakin baik, dan semoga bisa juga menguasai bahasa alquran alqur bahasa arab, aamiin


Dibawah, gambar Kak Nadia sedang berada di ruang Dokter PKU Muhammadiyah Sruweng untuk tes kesehatan, sebagai syarat mengikuti beasiswa pendidikan di luar negri, semoga Allah mudahkan jalan Nadia dan Jasmina dalam menuntut ilmu.

Semoga Ilmu nya bermanfaat untuk kemajuan umat. Niatkan mencari ilmu untuk mencari ridha Allah dan memberi manfaat sebesar besarnya untuk umat manusia.Aamiin.





01 November, 2019

Belajar Toleransi, Tawakal dan Dakwah dari Mr Faruq


By Jasmina Zahra






Pagi ini berkah sekali. Yasmin, melya dan lukas (teman dari ISI Surakarta) berangkat dari KL jam 11.30 menggunakan bis menuju Singapura. Kami sampai pukul 4 lebih setelah melalui imigrasi malaysia dan Singapura. Kami berhenti di Golden Mile tower, Singapura. Disana kami mencari money changer dengan arahan google maps yang tertulis 24 jam, namun tidak ada. Kami bingung. Melya dan aku pun mencari masjid terdekat,namanya Masjid Hajjah Fatimah. Kita mengajak lukas ke masjid dan dia mau. Masjidnya bagus, kamar mandinya bagus,bersih. Kami istirahat disana sambil mengecharge hp. Melya ke kamar mandi, sementara aku mengecharge hp. Kami berdua kebetulan sedang tidak solat. Kami datang pada saat solat subuh. Lukas bertanya apa password wifi pada orang2 setelah orang2 selesai solat, karena wifi disana sinyalnya bagus hehe. Namun tidak ada yang tahu. Aku menyusul melya ke kamar mandi karena dia lama sekali. Ternyata dia mandi. Lalu ada ibu2 jamaah yang mencari aku katanya "tu korang cari2 kawannya" Sambil menunjuk arah pintu masuk. Ternyata lukas mencari aku kemana, aku bilang barusan dari kamar mandi. Dia berkata ini bapaknya mau ngasih kopi sama roti. Terus aku melihat di belakangnya ada bapak2 berjanggut putih dan berambut putih,menggunakan sorban dikepalanya. Dia tanya hanya berdua? Terus aku menjawab yang satu masih di kamar mandi. Lalu dia bilang "bilang ke kawan kau,tunggu sini" Lalu aku pergi ke melya yang baru saja selesai mandi untuk menunggu di masjid. Kemudian bapak itu mengajak aku dan lukas untuk ke tempat makan dekat situ. Di perjalanannya beliau bicara tapi aku lupa beliau bicara apa karena aku berjalan dibelakang tapi dia bicara tentang islam. Kemudian dia bertanya pada lukas,dan sekali lagi aku lupa beliau bertanya apa namun aku bilang pada bapaknya " Sir, actually he is Christian " Terus bapaknya " MasyaAllah it's okay, it's okay" " Brother, do you know we believe in jesus too" Pokoknya bapaknya menjelaskan tentang islam,sampai2 jalan kita terhenti karena bapaknya menjelaskan ke lukas. Karena bapaknya sedang menjelaskan ke lukas,aku pun melihat kucing yang gemuk dan bermain2 dengan kucing tersebut, walaupun akhirnya si kucing pergi juga. Kami pun jalan kembali ke tempat makan. Tempat makannya kayak kantin, ada yang jual roti2 kaya toast, canai, dll. Ada yang jual kayak minuman2. Dan ada yang jual makanan berat. Kami ditawari mau minum apa, si lukas kopi tanpa susu (kopi o) aku teh 2, untuk melya. Di bahasa melayu kopi,milo,teh itu pakai susu, kalau yang tidak pakai susu bilang nya kopi o, milo o, teh o. Kemudian kami ditawari mau makan apa, yang ada baru mie rebus dan nasi lemak,kemudian kami memilih nasi lemak dan meminta maaf sudah merepotkan. Kami pun duduk dan tanya nama dan asalnya. Namanya Mohammad Faruq dia asalnya dari India,tapi pindah ke Singapore. Beliau rendah hati sekali,dia bilang dia dulu ada usaha tapi sekarang dia sudah pensiun sekarang apa apa dari Allah dan cukup. Dia bicara banyak tentang islam ke kita, dan bilang ke yasmin kalau yasmin harus menjelaskan ke orang2 tentang islam,dakwah. Yasmin mengangguk2. Kami pun bertanya tentang Singapore ke beliau. Kemudian makanannya datang, dan kami berterimakasih sekali sudah diberi apa2. Aku bilang "jazakallah khairan katsiran mr. Faruq " Dia bilang insyaAllah. Kami pun kembali ke masjid. Lalu menyantap hidangan. Kebetulan ayamnya ada 4 dan kita hanya ber3. Satu ayamnya melya dan aku kasih kepada ibu2 jamaah yang baru saja membersihkan wc masjid tersebut. Yasmin sangat bersyukur. Tempat istirahat, air untuk bersih-bersih, dan makan sudah dijamin oleh Allah.
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ


Singapore, 30-10-2019

31 Oktober, 2019

Perjalanan




Siapa sih yang gak bangga kalo jalan- jalan keluar negeri?
Tinggal tujuan kita apa jalan jalan tersebut.Apa hanya karena ingin pamer? Atau dibilang berduit?
Yah semua punya niat masing masing.
Maka pelajaran paling baik, adalah teladan Nabi, mari luruskan niat apapun yang kita lakukan hanya untuk mencari ridha Allah.

"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya"
Jika kita diberi kesempatan bisa mengunjungi luar negeri, bersyukurlah..itu semua karena Kehendak Allah, jadikan perjalanan mu untuk mencari ilmu, yang nanti nya bisa membawa kemajuan masyarakat baik dunia maupun akherat  di negrimu.

Ambillah pelajaran...seperti yang di firmankan Allah swt dalam Al Quran...

"Berjalanlah dimuka bumi, dan perhatikanlah  bagaimana akibat orang orang yang mendustakan Allah"

Maka, kemanapun kamu pergi, tetap pegang erat Al Quran dan sunnah, insyaallah kau tidak akan tesesat..

Berikut adalah foto foto kak Nadia di Singapura setelah mengikuti kegiatan Simposium Pelajar Indonesia, dan Foto Jasmina ketika mendapat kesempatan mengikuti Program AIMS UAD( Program belajar 6 bulan di Malaysia)








20 Oktober, 2019

Tukang Sound System

Tukang Sound System

Dalam setiap perhelatan, salah satu faktor penting  untuk mensukseskan acara adalah Sound System.

Acap kali kita melihat, penampilan tukang sound system terkadang suka asal asalan. hanya memakai celana pendek, kadang bertato, sambil merokok mondar mandir membetulkan kabel di sekitar acara.
Yah itu memang tugasnya sih .
Tapi terkadang sebuah acara yang sudah cukup tertata rapi,  misalkan saja  acara nya tentang keagamaan, yang cukup sakral , jadi sedikit  terganggu oleh penampilan tukang sound system yang kurang rapi.

Nah, pada kesempatan ini, kebetulan hari ini adalah  acara pelantikan direktur pku sruweng, sebagai salah satu panitia seksi konsumsi, meski bukan tugas saya, saya mencoba melobi si bapak tukang sound system.
Saya mendekati dia, dan menyanpaikan padanya, "Bapak, besok pakai batik ya, biar tambah ganteng"
Si bapak agak terkejut.
Mungkin baru kali ini ada orang yang mengatur atur pakaian tukang sound system😜

Apa mau  dikasih seragam mbak? Kata beliau.
Hehe....gak...kan lebih ganteng kalo pake batik, kataku.

Esok hari, ketika aku menuju lokasi acara, aku melihat si bapak sudah berpakaian rapi bak mau kondangan, padahal semalam belai hanya memakai kaos dan celana pendek

21 Oktober 2019

27 September, 2019

Kegiatan Jasmina jadi Sukarelawan di Malaysia

Salah satu kegiatan Jasmina di Malaysia
Cerita nya tunggu ya.... Berikut gambar2 nya 






26 September, 2019

Taman Pendidikan Al Qur'an di Masjid Al Hamdu Pejagoan



Setiap Senin dan Kamis sore,  pukul 16.00
Ibu ibu di Komplek Griya Wahyu Permai Kewayuhan belajar membaca Al Quran.
Tidak banyak yang mengikuti kegiatan ini, hanya 4 orang, Ibu nya Bimo, Bu Ita, Ibunya Helen dan Bu Menik.
Meski hanya 4 orang, mereka sangat istiqamah.
Ada yang belajar mulai nol, ada yang memang sudah bisa membaca Al qur'an, tapi masih belum fasih tajwidnya.
Sekarang yang mengikuti kegiatan ini bertambah satu orang, dia adalah mas Etho, baru kelas 5 SD.

Alhamdulillah, semoga kegiatan belajar membaca Al quran  bisa tetap istiqamah.

Selain membaca Al Qur'an, Setiap 3 bulan Ibu Ibu tersebut juga tak lupa berinfaq ke LazizMu melalui kenclengan yang mereka isi dirumahnya masing masing.
Pak Imam Yudiantoro sangat rajin mengambil setoran ibu ibu yang akan berinfaq.

Dalam Al Qur an orang orang yang selalu membaca Kitab dan suka berinfaq , disebut sebagai orang orang yang sedang berniaga dan tidak merugi.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tiada merugi." (Fâthir [35]:29)

Wallahu a'lam bishawab


23 September, 2019

Cooking Class

Setelah lulus dari Fakultas Filsafat, kak nadia mengisi waktu dengan banyak kegiatan.
Selain masih aktif di IMM, kak nadia beberapa kali praktek membuat kue di rumah.
Kue coklat, kue cinamon, pernah dibuat kaka dengan tangan nya sendiri.
Sekarang kak nadia sedang belajar membuat kue di tempat Tante Yuyun.
Tante Yuyun sudah ahli membuat kue. nama toko kue nya Kasih Ibu.
Rasa kue nya  lembut, dan enak.

Apalagi kue pisang nya mak nyus tenan.


Hari Selasa ini, kak nadia mulai belajar membuat 🍰, sambil menunggu melanjutkan sekolah s2 nya .
Insyaallah kak nadia ingin ikut karantina dari majlis dikti muhammadiyah yang diselenggatakan untuk 50 orang saja .

Semoga Allah kabulkan cita cita kaka
Love....

22 September, 2019

Ibu Navi oleh Muhammad Abduh Hisyam

JURNAL HARI INI
Ahad 22 September 2019

Pagi ini Ibu mengisi pengajian di PCM Karanggayam, tepatnya di desa Kajoran.  Letak desa itu cukup jauh dan naik ke arah pegunungan.  Ibu berangkat pukul 05:30 dengan mata berat  karena kurang tidur.  Semalam ibu baru pulang dari Sragen bersama para pimpinan Aisyiyah untuk mempelajari pendirian SD Aisyiyah di Kebumen.  Tentu Ibu masih belum cukup istirahat.  Ia agak flu, dan radang tenggorokan ya g ia derita sejak pekan lalu belum juga membaik. Kemarin Ibu berangkat ke Sragen pukul 3 dinihari.

Kegiatan ibu pagi ini seperti pengulangan pekan lalu, saat pagi-pagi Ibu harus menembus dingin melaju dengan sepeda motor menuju desa Tanggeran Sruweng untuk mengisi pengajian Ranting Aisyiyah di sana.  Ranting Aisyiyah Tanggeran belum lama berdiri, anggotanya belum terdata dengan baik.  Perlu banyak pembinaan untuk ranting yang masih baru dan lemah.  Maka Ibu merasa sayang jika tidak hadir di kegiatan Aisyiyah  Tanggeran walau badan tidak fit.   PCM Karanggayam setali tiga uang dengan PRA Tanggeran.  Masih butuh banyak pembinaan karena masih baru dan belum tertata dengan baik

Usai shalat subuh Ibu harus segera bersiap-siap untuk berangkat ke Karnggayam, sehingga tidak ada waktu untuk minum teh bersama bapak dan kakak.  Jeruk lemon yang sudah bapak siapkan untuk Ibu lupa Ibu minum, padahal ibu sangat membutuhkannya agar tenggorokan terasa nyaman.

Jika hari Ahad bagi orang-orang adalah hari bersantai bersama keluarga, bagi kita hari Ahad justru hari sibuk karena banyak kegiatan dakwah diselenggrakan di hari itu.   Pekan lalu, saat Ibu berangkat ke Aisyiyah Tanggeran, bapak bersama Nadia dan Jasmine berangkat ke gedung PDM untuk mengikuti pengajian bersama ketua PWM.

Pukul 10:00 Ibu dan Jasmine dijemput pengurus Panti Asuhan Yatim Aisyiyah untuk melatih paduan suara di sana hingga pukul 13:00.  Usai kegiatan di Panti Asuhan Ibu berangkat ke acara arisan keluarga Bani Nasir.  Di sana Ibu juga berceramah tentang nilai-nilai keluarga.  Ibu satu-satunya mubaligh perempuan di keluarga Bani Nasir, jadi di setiap pertemuan Ibu hampir selalu ditunjuk menjadi penceramah.  Berceramah di hadapan orang banyak butuh persiapan matang dan mental kuat.  Stamina pun harus prima, karena berceramah itu melelahkan.

Usai dari arisan keluarga, Ibu masih menghadiri pengajian Aisyiyah Ranting Kedawung.  Di sana Ibu juga menyampaikan ceramah agama, karena ustazah yang bertugas berhalangan hadir.

Betapa padat kegiatan Ibu.  Apakah kegiatan-kegiatan itu mendatangkan keuntungan materi buat Ibu?  Sama sekali tidak.   Acapkali Ibu justru mengeluarkan biaya untuk infak dan untuk transport ke tempat-tempat kegiatan itu.  Namun Ibu selalu mengerjakannya dengan gembira, dan berusaha membuat jamaah pengajian juga gembira.  Itulah ihsan.  Ibu tidak berharap kepada siapa pun selain Allah.

Seperti saat harus melatih paduan suara anak-anak yatim, ibu membawa serta organ milik keluarga. Ibu pula yang diminta untuk mengarang lagu mars Panti Asuhan oleh pengurus PAY, karena mereka akan mengikuti lomba yang diadakan oleh PWA Jateng.  Jika harus dengan uang, sepertinya tidak cukup uang sepuluh juta untuk biaya semua kegiatan di Panti Asuhan itu.   Para musisi professional tentu akan mematok harga untuk mengarang lagu, untuk sewa alat musik, dan untukmelatih paduan suara.   Namun semua itu tidak pernah terlintas di benak Ibu.  Dan Ibu selalu melaksanakan tugas-tugas melelahkan itu dengan gembira dan tulus ikhlas.

Ibu memang hebat. Semoga ibu selalu sehat.

20 September, 2019

Jasmina go to Malaysia

Alhamdulillah, dengan izin Allah swt, Jasmina bisa berangkat ke Malaysia untuk mengikuti Pertukaran Pelajar /Program AIMS UAD dan Universitas MARA Malaysia.








21 Agustus, 2019

Wisuda, High heel , dan Sakit gigi

Di balik foto foto yang penuh dengan keceriaan, sebenarnya ada dua hal yang membuat senyumku tak sebebas biasanya.


Apa pasal?

Yang pertama, high heel yg aku pakai sungguh tidak nyaman.
Merknya cukup  keren, tapi  ukuran nya kebesaran, padahal nomerku 38.
Ditmabha high heelnya terlalu tinggi.

Sepatu paling nyaman bagi wanita memang yang trepes...lebih manusiawi.

Al hasil ketika berjalan sungguh sangat menyakitkan.



Kedua sakit gigi.
Qadarallah pas acara wisuda kakak, gigi ku sakit, dan meski sudah ku. Obati sakit tetap tak beranjak...al al hasil selama upacara wisuda aku menahan sakit gigi yang ruarbiasa dan sakit kaki karena high heel


Alhamdulillah ala kulli hal semua terbayar dengan predikat Cumlaude kaka, semoga kaka bisa terus belajar mencari ilmu, agar bisa menjadi pencerah bagi dunia...

Mencari ilmu untuk mencari ridha Allah swt.