BERKAH DI MASA PANDEMI COVID-19
Kultum Subuh oleh Abduh Hisyam
31/05/2020
Selama Pandemi covid 19, setiap orang harus menjaga jarak satu sama lain. Hal itu harus dilakukan untuk mengurangi peluang tersebarnya virus corona penyebab coivd-19 ini. Setiap orang kini lebih banyak berkumpul bersama keluarga dekat di rumah masing-masing. Aktifitas di luar rumah yang melibatkan pertemuan dengan banyak orang harus dihindari. Setelah dua bulan hidup dengan mengisolasi diri di rumah, banyak orang merasa bosan. Mereka ingin keadaan kembali normal. Mereka ingin berjalan-jalan, bertemu dengan kerabat dan handai tolan serta teman.
Apakah berdiam di rumah sepenuhnya menjemukan? Bagi saya yang pada masa sebelum pandemi covid-19 beraktifitas di rumah, ketentuan WFH (work from home) bukan sesuatu yang mengejutkan. Saya tidak merasa bosan. Justru merasa senang karena berkumpul bersama dua anak gadis saya yang selama ini selalu berada di Yogyakarta. Saat ini saya tinggal bersama istri, anak-anak, ibu dan adik yang masih jomblo.
Ada hal-hal yang harus disyukuri pada masa pandemi ini.
1. Tadarus dengan zoom
Selama Ramadan kemarin saya mengajak saudara-saudara dan para keponakna membaca Alquran bersama lewat zoom. Saudara-saudara saya tersebar di Jakarta, Bekasi, Tegal, dan saya di Kebumen. Ibu saya walau tidak ikut membaca karena kemampuan mata beliau yang sudah menurun selalu ikut dalam pertemuan tersebut. Kangen beliau kepada anak-anak dan cucu-cucu terobati, dan tentu sangat bahagia menyimak para cucunya lancar membaca ayat-ayat Alquran.
2. Kultum tiap subuh dan menjelang tarawih
Karena saya sekeluarga harus selalu salat di rumah, istri saya mengusulkan agar tiap usai salat Subuh diadakan kuliah tujuh menit (kultum). Penyampai kultum bergantian: saya, istri, Nadia, Jasmine, dan adik dr. Hasan Bayuni. Eyang Putri cukup menjadi pendengar. Selama Ramadan kegiatan kultum ditambah, yaitu menjelang salat tarawih. Tiap hari masing-masing dari kami sibuk membaca buku atau tulisan pendek yang dapat diambil sebagai referensi kultum.
Dari lima orang jamaah terlihat kecenderungan masing-masing dalam menyampaikan kultum. Istri saya selalu menyampaikan hadits. Hasan selalu menyampikan dalil tatacara salat, dimulai dengan hadits-hadits tentang bacaan surat Alfatihah di dalam salat. Anakku Nadia senantiasa mengikuti pengajian dari YouTube yang diasuh oleh Imam Omar Suleyman dari Yaqeen Institute. Jasmine selalu menyampaikan kisah-kisah yang memotivasi untuk berbuat baik. Saya sendiri senantiasa berusaha menyampaikan hal-hal ringan dari kehidupan sehari-hari.
3. Suasana rumah yang semarak dengan bacaan quran
Eyang Putri, istri, dan kedua anakku adalah orang-orang yang senantiasa mendapatkan keasyikan dalam membaca Alquran. Istriku selalu mengingatkanku perihal pesan Amien Rais tentang keharusan membaca Alquran paling tidak satu juz dalam sehari. Amien Rais dalam banyak kesempatan bercerita bahwa ia pernah diceramahi oleh seorang tokoh Islam dari Mesir Muhammad Albahy, “Jangan pernah mengatakan bahwa dirimu pejuang Islam jika tidak pernah membaca Alquran minimal satu juz tiap hari.” Seorang pejuang Islam harus mencintai Alquran dan menjadikannya pedoman hidup. Salah satu cara menanamkan kecintaan kepada Alquran adalah dengan membacanya dan mempelajarinya sesering mungkin.
Istriku pernah kaget dan takjub ketika mendengar bahwa di bulan Ramadan Amien Rais senantiasa membaca alquran hingga tujuh juz setiap hari. Ia pun berupaya mengikuti langkah tokoh reformasi itu. Namun ia belum dapat seperti Amien Rais. Ia baru dapat menyelesaikan membaca lima juz dalam sehari. Bagiku itu luarbiasa. Berarti tiap pekan ia khatam membaca Alquran. Sementara aku, paling hanya satu juz tiap hari. Itu pun dengan susah payah. Lumayan lah.
Jika di dalam rumah tidak terdengar suara orang membaca Alquran, mungkin saya tidak tergerak untuk membacanya. Bahkan mungkin lalai terhadap Alquran. Namun karena lingkungan rumah dipenuhi dengan orang-orang yang membaca Alquran maka saya pun terdorong untuk ikut membacanya.
4. Salat malam berjamaah
Salah satu kekhasan bulan Ramadan adalah ibadah salat tarawih atau ‘qiyam al lail’. Di mana pun berada umat Islam tidak meninggalkan ibadah ini. Pada hakekatnya salat tarawih adalah salat malam yang semestinya sunnah dikerjakan di malam-malam di luar bulan Ramadan. Tapi anehnya umat Islam memperhatikan salat malam hanya di bulan Ramadan saja, dan di luar Ramadan banyak di antara mereka mengabaikannya. Barangkali mereka mengerjakannya namun tidak teratur. Sesekali saja, tidak setiap malam.
Agar semangat bangun malam atau ‘qiyam al lail’ tetap terjaga, maka Hasan menyampaikan gagasan mengejutkan. Ia mengusulkan agar tiap malam seluruh anggota rumah mendirikan salat malam berjamaah. Menurut sunnah, salat malam dikerjakan seorang diri. Namun tidak salah dan bukan bid’ah jika dikerjakan berjamaah. Contohnya adalah salat tarawih. Salat malam terdiri dari delapan rakaat ditambah salat witir rakaat. Jika salat malam dilaksanakan dengan berjamaah, akan ada semangat. Kami setuju. Sejak usai Ramadan, sudah tujuh kali kami melakukan salat malam berjamaah. Semoga langgeng.
30 Mei, 2020
27 Mei, 2020
Jadwal Kegiatan Era Covid 19
03.30 : Tahajud Bareng
04.00 : Sahur kalo pas puasa
04.30 : Subuh berjamaah
04.45 : Kultum bergantian
05.00 : Dzikir Pagi lanjut Baca Quran 1 juz
06.00 : Shalat Israq
06.30 : Nyuci baju, bersih bersih rumah
09.00 : Shalat Duha
09.30 : Baca Quran 1 juz
12.00 : Shalat Dhuhur
12.30 : Baca Quran 1 juz
13.30 : Istirahat , baca Buku Agama
15.30 : Shalat Ashar , dzikir Sore
16.00 : Masak buat Buka puasa/makan malam
16.45 : Baca Quran 1 juz
17.30 : Buka Puasa jika pas puasa lanjut shalat Maghrib
18.30 : Makan malam
19.30 : Shalat Isya
20.00 : Baca Quran 1 juz
21.00 : Baca Buku , Berita, Baca Al Mulk, Waqiah, Asjdah
21.30 : Tidur, jangan lupa wudhu, baca annas , al.falaq, al ikhlas, al kafirun, akhir albaqarah, allahuma inii aslamtu, allahuma alimal ghaib, allhumma rabbusmawat, subahanl Alhamdulillah allahuakbar 33x
Minimal di masa Pandemi ini baca Quran 5 juz sehari, masih kalah dengan Pak Amien yg sehari bisa 7 Juz
Yang penting istiqamah dan sambil direnungkan maknanya.Aamiin
04.00 : Sahur kalo pas puasa
04.30 : Subuh berjamaah
04.45 : Kultum bergantian
05.00 : Dzikir Pagi lanjut Baca Quran 1 juz
06.00 : Shalat Israq
06.30 : Nyuci baju, bersih bersih rumah
09.00 : Shalat Duha
09.30 : Baca Quran 1 juz
12.00 : Shalat Dhuhur
12.30 : Baca Quran 1 juz
13.30 : Istirahat , baca Buku Agama
15.30 : Shalat Ashar , dzikir Sore
16.00 : Masak buat Buka puasa/makan malam
16.45 : Baca Quran 1 juz
17.30 : Buka Puasa jika pas puasa lanjut shalat Maghrib
18.30 : Makan malam
19.30 : Shalat Isya
20.00 : Baca Quran 1 juz
21.00 : Baca Buku , Berita, Baca Al Mulk, Waqiah, Asjdah
21.30 : Tidur, jangan lupa wudhu, baca annas , al.falaq, al ikhlas, al kafirun, akhir albaqarah, allahuma inii aslamtu, allahuma alimal ghaib, allhumma rabbusmawat, subahanl Alhamdulillah allahuakbar 33x
Minimal di masa Pandemi ini baca Quran 5 juz sehari, masih kalah dengan Pak Amien yg sehari bisa 7 Juz
Yang penting istiqamah dan sambil direnungkan maknanya.Aamiin
SIFAT ORANG BERTAKWA
Kultum Subuh Oleh Navi Agustina
28/05/2020
Ibadah puasa melatih orang-orang beriman agar menjadi hamba-hamba yang bertakwa. JIka ibadah puasa dikerjakan dengan penuh ikhlas dan sesuai tuntuanan Allah dan RasulNya, maka pelakunya akan menjadi orang bertakwa. Bertakwakah kita?
Imam Ali bin Abi Talib menerangkan tanda-tanda orang bertakwa dalam sebuah kalimat yan ia susun menjadi sebuah syair:
الخوف من الجليل
Alkhawfu min al jalil
(Takut kepada sang Maha Luhur)
العمل با لتنزيل
Al amal bi at tanzil
(Bertindak sesuai wahyu Alquran)
الرضى بالقليل
Ar rida bi al qalil
(Rida dengan pendapatan yang sedikit)
الاستعداد ليوم الرحيل
Al isti’dad li yawm al rahil
(Bersiap menghadapi kematian)
Demikian nasehat Imam Ali, semoga Allah sucikan wajahnya, kepada kita agar meraih derajat takwa.
1. Takut kepada Allah berarti takut berbuat dosa. Mungkin tidak sadar kita melupakan , melalaikan menyepelakan syariat syariat Nya.
Syariat shalat, puasa, zakat haji menutup aurat dll jangan jangan kita belum memenuhinya.
Iman kita masih naik turun, suka beramal karena ingin pujian atau ridha manusia, dsb
Mungkin kita belum bisa berbuat baik (ihsan) kepada sesama manusia, masih suka marah, sulit memafkan,pelit bahkan kepada sesama makhluk ciptaan Allah, baik yang bernyawa maupun tak bernyawa kita harus berbuat baik (ihsan)
2. Beramal sesuai wahyu Alquran berarti bahwa dalam setiap tindakan kita harus berpedoman kepada Alquran dan sunnah. Semangat Alquran harus menjadi penerang kita dalam melakukan apa saja. Semangat Alquran adalah ‘tauhid, keadilan, penghormatan atas kemanusiaan, menghormati hak hidup setiap orang, meghormati hak milik tiap orang, menghormati keyakinan tiap orang, menghormati pendapat orang lain, tidak menyakiti sesama manusia, menjaga amanat, kesamaan derajat manusia, hormat kepada ibu bapak, tidak memutus silaturahmi’.
Beramal memiliki syarat, niat karena Allah dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad saw.
Maka amal selalu bersanding dengan iman, begitu pula sebaliknya.
Nabi bersabda, Tidak diterima iman tanpa amal, begitu juga tidak diterima amal tanpa iman.
Dalam ayat ayat alquran diterangkan siapa beramal sholeh dalam keadaan beriman...ada syarat harus iman. Jika tidak percuma amal sholehnya bagai debu yg beterbangan.
3. Rida dengan rezeki yang sedikit. Niai rezeki sesungguhnya tidak terletak pada kuantitasnya, melainkan pada kualitasnya. Rezeki sungguh bermakna jika cukup untuk digunakan, dan jika ada kelebihan maka harus diinfakkan, baik langsung kepada meraka yang membutuhkan atau kepada lembaga resmi yang mengelola infak dan zakat seperti lazismu.
Banyak orang berpenghasilan besar namun tidak pernah merasa cukup, sebaliknya banyak yang berpenghasilan rendah namun segala kebutuhannya tercukupi. Dan kebahagiaan akan teras saat kita berbagi. Berapa pun rezeki yang kita dapatkan, hendaknya ada sebagian yang kita bagikan kepada kerabat kita.
4. Bersiap menghadapi kematian. Hanya orang cerdas yang memiliki pandngan jauh ke depan. Seorang yang terbiasa berpikir jangka panjang, ia akan menyiapkan pelbagai hal bagai ia akan bepergian jauh
Dan sebaik baik bekal adalah taqwa
Nabi pernah berpesan kepada Abu Zar agar “memperbaiki kapal, karena samudra luas dan dalam; memperbanyak bekal karena perjalnan jauh; meringankan beban karena jalan terjal mendaki; dan ikhlaslah dalam bekerja karena Alah tahu apa yang ada dalambenakmu.”
Bekerja dengan ikhlas, berbuat kebaikan, dan mendidik generasi muda adalah persiapan nyata dalammenghadapi kematian.
28 Mei 2020
Kultum Subuh Oleh Navi Agustina
28/05/2020
Ibadah puasa melatih orang-orang beriman agar menjadi hamba-hamba yang bertakwa. JIka ibadah puasa dikerjakan dengan penuh ikhlas dan sesuai tuntuanan Allah dan RasulNya, maka pelakunya akan menjadi orang bertakwa. Bertakwakah kita?
Imam Ali bin Abi Talib menerangkan tanda-tanda orang bertakwa dalam sebuah kalimat yan ia susun menjadi sebuah syair:
الخوف من الجليل
Alkhawfu min al jalil
(Takut kepada sang Maha Luhur)
العمل با لتنزيل
Al amal bi at tanzil
(Bertindak sesuai wahyu Alquran)
الرضى بالقليل
Ar rida bi al qalil
(Rida dengan pendapatan yang sedikit)
الاستعداد ليوم الرحيل
Al isti’dad li yawm al rahil
(Bersiap menghadapi kematian)
Demikian nasehat Imam Ali, semoga Allah sucikan wajahnya, kepada kita agar meraih derajat takwa.
1. Takut kepada Allah berarti takut berbuat dosa. Mungkin tidak sadar kita melupakan , melalaikan menyepelakan syariat syariat Nya.
Syariat shalat, puasa, zakat haji menutup aurat dll jangan jangan kita belum memenuhinya.
Iman kita masih naik turun, suka beramal karena ingin pujian atau ridha manusia, dsb
Mungkin kita belum bisa berbuat baik (ihsan) kepada sesama manusia, masih suka marah, sulit memafkan,pelit bahkan kepada sesama makhluk ciptaan Allah, baik yang bernyawa maupun tak bernyawa kita harus berbuat baik (ihsan)
2. Beramal sesuai wahyu Alquran berarti bahwa dalam setiap tindakan kita harus berpedoman kepada Alquran dan sunnah. Semangat Alquran harus menjadi penerang kita dalam melakukan apa saja. Semangat Alquran adalah ‘tauhid, keadilan, penghormatan atas kemanusiaan, menghormati hak hidup setiap orang, meghormati hak milik tiap orang, menghormati keyakinan tiap orang, menghormati pendapat orang lain, tidak menyakiti sesama manusia, menjaga amanat, kesamaan derajat manusia, hormat kepada ibu bapak, tidak memutus silaturahmi’.
Beramal memiliki syarat, niat karena Allah dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad saw.
Maka amal selalu bersanding dengan iman, begitu pula sebaliknya.
Nabi bersabda, Tidak diterima iman tanpa amal, begitu juga tidak diterima amal tanpa iman.
Dalam ayat ayat alquran diterangkan siapa beramal sholeh dalam keadaan beriman...ada syarat harus iman. Jika tidak percuma amal sholehnya bagai debu yg beterbangan.
3. Rida dengan rezeki yang sedikit. Niai rezeki sesungguhnya tidak terletak pada kuantitasnya, melainkan pada kualitasnya. Rezeki sungguh bermakna jika cukup untuk digunakan, dan jika ada kelebihan maka harus diinfakkan, baik langsung kepada meraka yang membutuhkan atau kepada lembaga resmi yang mengelola infak dan zakat seperti lazismu.
Banyak orang berpenghasilan besar namun tidak pernah merasa cukup, sebaliknya banyak yang berpenghasilan rendah namun segala kebutuhannya tercukupi. Dan kebahagiaan akan teras saat kita berbagi. Berapa pun rezeki yang kita dapatkan, hendaknya ada sebagian yang kita bagikan kepada kerabat kita.
4. Bersiap menghadapi kematian. Hanya orang cerdas yang memiliki pandngan jauh ke depan. Seorang yang terbiasa berpikir jangka panjang, ia akan menyiapkan pelbagai hal bagai ia akan bepergian jauh
Dan sebaik baik bekal adalah taqwa
Nabi pernah berpesan kepada Abu Zar agar “memperbaiki kapal, karena samudra luas dan dalam; memperbanyak bekal karena perjalnan jauh; meringankan beban karena jalan terjal mendaki; dan ikhlaslah dalam bekerja karena Alah tahu apa yang ada dalambenakmu.”
Bekerja dengan ikhlas, berbuat kebaikan, dan mendidik generasi muda adalah persiapan nyata dalammenghadapi kematian.
28 Mei 2020
After Ramadan di masa Corona
Setelah Ramadan 1441 H ini, keluarga kami membuat sunnah baru, yaitu melaksanakan shalat tahajud berjamaah.
Biasanya beberapa dari kami sudah shalat Tahajud sendiri sendiri, ada juga yang tidak.
Karena selama ramadan ini kami sudah melaksanakan tarawih bersama selama sebulan, juga disertai kultum setelah isya dan subuh, maka om hasan usul agar shalat malam terus dilakukan secara berjamaah.
Kultum nya dikurangi jadi setelah subuh saja.
Alhamdulillah, mulai lebaran kedua sunnah ini sudah mulai dilaksanakan.
Hal ini dilakukan agar yg belum terbiasa shalat malam mulai membiasakan shalat malam yeng merupakan sunnah yg sangat ditekankan(muakkad)
Semoga kami senantiasa diberi kesehatan dan semangat dalam menjalankan ketaan kepada Allah.
Shalat tahajud adalah salah satu ciri orang bertaqwa.
Dalam surat Adzariyat 15 -17
Sesungguh nya orang orang yg bertkwa berada didalam surga yg penuh dengan mata air
Mereka mengambil apa yg diberikan Tuhan mereka, mereka waktu di dunia adalah orang 2 yg berbuat Ihsan
Mereka sedikit tidur dimalam hari
Karena bangun untuk shalat malam
Wallahu a'lam bishawab
28 Mei 2020
25 Mei, 2020
*Kultum ba'da subuh*
*ust Abduh Hisyam*
Di dalam Al Qur'an terdapat doa yang sangat spesial.
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
(QS Al Ahqaf : 15)
Ustad abduh mengingatkan perlunya bersyukur bahwa kita dilahirkan dalam keluarga pejuang islam, namun bukan pejuang yang juga mendapatkan/bergantung penghasilannya dari perjuangan itu sendiri.
Orang tua kita berjuang mendirikan usaha yg kemudian hasil usahanya digunakan/dikeluarkan untuk perjuangan islam, bukan karena memperjuangkan islam kemudian kita mendapat penghasilan dari situ. Tak jarang kita mendengar orang bercerita bagaimana orang tua kita di masa lampau gemar ber infak shg wajar jika saat orang tau kita adalah anak anak beliau maka orang berfikir anak anaknya juga gemar berinfak. Jd akan menjadi sesuatu yang aneh jika anak anaknya kemudian dikenal pelit/bakhil. Begitupun bagaimana orang tua kita dikenal taat dalam ibadah dan perjuangannya di persyarikatan shg wajar orang berharap lebih kepada kita.
Maka kita sebagai anak anaknya harus meneruskan perjuangan tersebut, Alm hisyam adnan dan Alm mas'udi telah memberikan bekal dan contoh yang baik bagi kita. Ini tantangan bagi kita anak anak dan cucu cucunya utk selalu berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk persyarikatan.
Mari kita teruskan perjuangan orang tua kita, dan semoga ini juga menjadi amal jariyah bagi kedua orang tua kita. aamiin..
3Syawal 1441H
*ust Abduh Hisyam*
Di dalam Al Qur'an terdapat doa yang sangat spesial.
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
(QS Al Ahqaf : 15)
Ustad abduh mengingatkan perlunya bersyukur bahwa kita dilahirkan dalam keluarga pejuang islam, namun bukan pejuang yang juga mendapatkan/bergantung penghasilannya dari perjuangan itu sendiri.
Orang tua kita berjuang mendirikan usaha yg kemudian hasil usahanya digunakan/dikeluarkan untuk perjuangan islam, bukan karena memperjuangkan islam kemudian kita mendapat penghasilan dari situ. Tak jarang kita mendengar orang bercerita bagaimana orang tua kita di masa lampau gemar ber infak shg wajar jika saat orang tau kita adalah anak anak beliau maka orang berfikir anak anaknya juga gemar berinfak. Jd akan menjadi sesuatu yang aneh jika anak anaknya kemudian dikenal pelit/bakhil. Begitupun bagaimana orang tua kita dikenal taat dalam ibadah dan perjuangannya di persyarikatan shg wajar orang berharap lebih kepada kita.
Maka kita sebagai anak anaknya harus meneruskan perjuangan tersebut, Alm hisyam adnan dan Alm mas'udi telah memberikan bekal dan contoh yang baik bagi kita. Ini tantangan bagi kita anak anak dan cucu cucunya utk selalu berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk persyarikatan.
Mari kita teruskan perjuangan orang tua kita, dan semoga ini juga menjadi amal jariyah bagi kedua orang tua kita. aamiin..
3Syawal 1441H
23 Mei, 2020
Reuni di Surga
*With their families in paradise | servant of the most merciful*
Oleh Nadia Elasalama
Salah satu ciri hamba yang dirahmati Allah (ibadurrahman) adalah yang berdoa:
_Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Furqan 74)_
Mereka tentu ingin keluarganya selamat, dan merasakan bahaya jika keluarganya tdk beriman atau malah memilih tujuan hidup yg lain sebab mereka mengetahui bahwa dunia ini hanyalah ujian dari Allah. Meski di dunia sudah merasa bahagia, tapi kalau keluarga tidak taat dan lalai pada syariat, bagaimana kondisi mereka di akhirat kelak? Mungkin kelak mereka tidak akan bertemu kembali, padahal kehidupan sesungguhnya adalah akhirat.
Tentu kita akan sangat bersyukur dan merasa jika dalam satu keluarga punya visi yg sama agar selamat dunia akherat, yakni dengan bertauhid kepada Allah.
Sebagaimana teman-teman yang yg ingin agar kita selamat dunia akhirat dengan selalu mengingatkan kita untuk semangat beribadah dan tidak bermalas-malas, ialah sebaik-baik teman.
Mereka yang mendoakan keluarganya dan terus bersabar dalam dakwahnya akan diberi balasan karena kesabaran mereka dalam menghadapi tindak kejelekan yang dilakukan oleh keluarga mereka sendiri, dengan menunjukkan akhlak yang baik dan ber-amar ma'ruf nahi munkar.
Rasulullah bersabda, _"inna 'adhama al-bala' ma'a adhami al-jaza'”_, _sesungguhnya besarnya cobaan akan berbanding lurus dengan besarnya balasan._
Di surga nanti, mereka akan mendapat ucapan kedamaian dan tempat terbaik.
_75. Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan disana mereka akan di sambut dengan penghormatan dan salam. 76. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman._
Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah dari rasulullah SAW yang bersabda, “ Penyeru memanggil,” Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat wa alfiat dan tidak menderita sakit selama lamanya. Sekarang tibalah saatnya kalian hidup dan tidak mati selama lamanya. Sekarang tibalah saat bagi kalian tetap muda dan tidak tua selama lamanya. Sekarang tibalah saatnya bagi kalian bersenang senang dan tidak sengsara selama lamanya.”" (HR Muslim).
Oleh Nadia Elasalama
Salah satu ciri hamba yang dirahmati Allah (ibadurrahman) adalah yang berdoa:
_Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Furqan 74)_
Mereka tentu ingin keluarganya selamat, dan merasakan bahaya jika keluarganya tdk beriman atau malah memilih tujuan hidup yg lain sebab mereka mengetahui bahwa dunia ini hanyalah ujian dari Allah. Meski di dunia sudah merasa bahagia, tapi kalau keluarga tidak taat dan lalai pada syariat, bagaimana kondisi mereka di akhirat kelak? Mungkin kelak mereka tidak akan bertemu kembali, padahal kehidupan sesungguhnya adalah akhirat.
Tentu kita akan sangat bersyukur dan merasa jika dalam satu keluarga punya visi yg sama agar selamat dunia akherat, yakni dengan bertauhid kepada Allah.
Sebagaimana teman-teman yang yg ingin agar kita selamat dunia akhirat dengan selalu mengingatkan kita untuk semangat beribadah dan tidak bermalas-malas, ialah sebaik-baik teman.
Mereka yang mendoakan keluarganya dan terus bersabar dalam dakwahnya akan diberi balasan karena kesabaran mereka dalam menghadapi tindak kejelekan yang dilakukan oleh keluarga mereka sendiri, dengan menunjukkan akhlak yang baik dan ber-amar ma'ruf nahi munkar.
Rasulullah bersabda, _"inna 'adhama al-bala' ma'a adhami al-jaza'”_, _sesungguhnya besarnya cobaan akan berbanding lurus dengan besarnya balasan._
Di surga nanti, mereka akan mendapat ucapan kedamaian dan tempat terbaik.
_75. Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan disana mereka akan di sambut dengan penghormatan dan salam. 76. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman._
Dari Abu Said Al Khudri dan Abu Hurairah dari rasulullah SAW yang bersabda, “ Penyeru memanggil,” Sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat wa alfiat dan tidak menderita sakit selama lamanya. Sekarang tibalah saatnya kalian hidup dan tidak mati selama lamanya. Sekarang tibalah saat bagi kalian tetap muda dan tidak tua selama lamanya. Sekarang tibalah saatnya bagi kalian bersenang senang dan tidak sengsara selama lamanya.”" (HR Muslim).
Kembali ke Al Quran dan Assunnah by Kak Nadia
Pembicaraan ilmiah tentang Islam sangat luar biasa. Karya nyatanya bisa kita lihat dari kerja-kerja Muhammadiyah kalau di Indonesia, atau Yaqeen Institute kalau di barat. Semua bermula dari sikap ketauhidan yang kuat dan mengutamakan Islam sebagai pedoman hidup. _Hablun minallah (sebaik-baik ideologi)_, pasti menghasilkan _hablun minannas (tindakan)._
Ternyata benar ya, kalau _Al-Islamu mahjubun bil muslimin_ (Islam tertutup oleh muslim itu sendiri). Ketika ada muslim yang sangat taat namun jumud, orang-orang kemudian memandang kalau orang itu cuma "Hablun minallah", atau hanya mengutamakan syariat tanpa akal. Padahal, orang tersebut hanya 'kurang belajar', dan itu adalah kesalahannya sendiri karena belum mengamalkan sepenuhnya perintah Allah. Seseorang yang tauhidnya kuat, pasti amal dan tindakannya akan berkualitas.
Sebaliknya, orang-orang yang hanya fokus pada perdebatan dan ilmu pengetahuan namun mengesampingkan syariat, sesungguhnya mereka sangatlah merugi. Fokusnya hanya pada kemanusiaan dan rasionalitas, namun ragu pada Alquran dan sunnah. Amalnya tidak akan diterima karena secara ideologis, mereka meragukan ayat Allah dan syariat-syariatnya.
Alhamdulillah, kita semua sudah merasakan manisnya iman. Kalau direnungi lagi, Islam sempurna sekali ya? Semua aspek kebaikan dari pemikiran-pemikiran non-Islam sudah tercakup dalam agama kita. Tanpa memandang lewat disiplin lain, secara agama saja, penutupan masjid dan penundaan haji adalah implikasi dari kecintaan Allah pada hamba-Nya; prinsip utama syariat demi menjaga nyawa manusia. Lantas, kalau ada ajaran agama yang kita rasa belum jelas atau kurang masuk akal, pasti lagi-lagi adalah keterbatasan kita dalam memahami ayat-ayat Allah. Kesalahan kita yang masih suka malas beribadah dan mencari ilmu. Masih banyak majelis yang kita abaikan, masih banyak nasihat para ulama yang belum kita dengar, dan masih banyak kitab yang belum dibaca....
Untuk menegakkan ideologi terbaik ini, maka tugas kita sebagai manusia sangat berat ya 🥺 mempelajari Alquran dan sunnah, mentadabburi, dan mengamalkan. Belum lagi mencari ilmu dunia sebagai strategi dakwah dan amar maruf nahi munkar. Sayangnya, waktu kita hidup di dunia sangat terbatas. Jangan sampai waktu kita sia-sia, sedangkan umur kita terus berkurang. Barakallah Bapak, Ibu, Yasmin... Selamat menebar kebaikan di muka bumi dengan kemampuan terbaik kita. Kita lanjutkan perjuangan rasulullah, para khalifah, ulama dan pembaharu, Ahmad Dahlan... serta pejuang-pejuang Islam lainnya! Kalau ada urusan yang susah, perbaiki hubungan vertikal kita dulu 😊 Semoga kita semua bisa menjadi sebaik-baik hamba di mata Allah dan dipertemukan kembali di surga-Nya kelak.
Ternyata benar ya, kalau _Al-Islamu mahjubun bil muslimin_ (Islam tertutup oleh muslim itu sendiri). Ketika ada muslim yang sangat taat namun jumud, orang-orang kemudian memandang kalau orang itu cuma "Hablun minallah", atau hanya mengutamakan syariat tanpa akal. Padahal, orang tersebut hanya 'kurang belajar', dan itu adalah kesalahannya sendiri karena belum mengamalkan sepenuhnya perintah Allah. Seseorang yang tauhidnya kuat, pasti amal dan tindakannya akan berkualitas.
Sebaliknya, orang-orang yang hanya fokus pada perdebatan dan ilmu pengetahuan namun mengesampingkan syariat, sesungguhnya mereka sangatlah merugi. Fokusnya hanya pada kemanusiaan dan rasionalitas, namun ragu pada Alquran dan sunnah. Amalnya tidak akan diterima karena secara ideologis, mereka meragukan ayat Allah dan syariat-syariatnya.
Alhamdulillah, kita semua sudah merasakan manisnya iman. Kalau direnungi lagi, Islam sempurna sekali ya? Semua aspek kebaikan dari pemikiran-pemikiran non-Islam sudah tercakup dalam agama kita. Tanpa memandang lewat disiplin lain, secara agama saja, penutupan masjid dan penundaan haji adalah implikasi dari kecintaan Allah pada hamba-Nya; prinsip utama syariat demi menjaga nyawa manusia. Lantas, kalau ada ajaran agama yang kita rasa belum jelas atau kurang masuk akal, pasti lagi-lagi adalah keterbatasan kita dalam memahami ayat-ayat Allah. Kesalahan kita yang masih suka malas beribadah dan mencari ilmu. Masih banyak majelis yang kita abaikan, masih banyak nasihat para ulama yang belum kita dengar, dan masih banyak kitab yang belum dibaca....
Untuk menegakkan ideologi terbaik ini, maka tugas kita sebagai manusia sangat berat ya 🥺 mempelajari Alquran dan sunnah, mentadabburi, dan mengamalkan. Belum lagi mencari ilmu dunia sebagai strategi dakwah dan amar maruf nahi munkar. Sayangnya, waktu kita hidup di dunia sangat terbatas. Jangan sampai waktu kita sia-sia, sedangkan umur kita terus berkurang. Barakallah Bapak, Ibu, Yasmin... Selamat menebar kebaikan di muka bumi dengan kemampuan terbaik kita. Kita lanjutkan perjuangan rasulullah, para khalifah, ulama dan pembaharu, Ahmad Dahlan... serta pejuang-pejuang Islam lainnya! Kalau ada urusan yang susah, perbaiki hubungan vertikal kita dulu 😊 Semoga kita semua bisa menjadi sebaik-baik hamba di mata Allah dan dipertemukan kembali di surga-Nya kelak.
29 April, 2020
Kultum hari ke 6 Ramadhan oleh Abduh Hisyam
Dalam muqodimah anggaran dasar muhammadiyah, ada Tujuh Pokok Pikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah adalah,
Yang pertama, hidup manusia harus berdasar *tauhid,* bertuhan, beribadah serta tunduk dan taat kepada Allah SWT
Jadi manusia, kita harus mengimplementasikan tauhid salah satunya dengan sensitif dengan ketidak adilan, utk kemudian memperjuangkan keadilan dan menghilangkan penindasa
Yang pertama, hidup manusia harus berdasar *tauhid,* bertuhan, beribadah serta tunduk dan taat kepada Allah SWT
Jadi manusia, kita harus mengimplementasikan tauhid salah satunya dengan sensitif dengan ketidak adilan, utk kemudian memperjuangkan keadilan dan menghilangkan penindasa
Kultum hari ke 7 Ramadhan by Hasan Bayuni
*Pelajaran dari Alquran*
*Fase Perjalanan Om Hasan:*
Ketika dulu usaha futsal, ada nafsu dunia yang tidak terkendali. Mendapat rezeki besar, tapi kurang berkah. Hal ini mendekatkan Om Hasan pada dunia dan jauh dari Quran. Padahal rezeki itu dari Allah, _min khaitsu la yakhtasib_ (dari arah yang tidak disangka-sangka).
*Mencoba kembali belajar Alquran*
Om Hasan rutin membaca Alquran setiap harinya melalui Alquran tafsir dan terjemahan, khatam setiap 6 bulan. Selesai khatam dan membaca kembali seperti selalu menemukan sesuatu yang baru. Penjelasan dari Al Mishbah paling menarik dan mudah dipahami. Alquran seperi sumber kesehatan terbaik, karena banyak ayat-ayat tentang kesehatan. Ketika jadi direktur, Alquran ternyata adalah buku manajemen terbaik.
Al Baqarah:168, perintah Allah kepada manusia untuk memakan segala sesuatu yang halal dan baik. Dalam Islam, yang halal lebih banyak daripada yang diharamkan namun kurang tahu kenapa itu dilarang. Padahal segala sesuatu yang dihalalkan pasti berdampak baik. Sedangkan sesuatu yang haram pasti akan berdampak buruk.
_"Dihalalkan bagimu yang baik-baik, dan diharamkan bagimu yang jelek-jelek"_
Allah ingin membuat kita terjaga. Contoh, kita boleh membuat fatwa rokok itu tidak baik untuk diri kita, karena rokok bisa jadi akan membahayakan kesehatan.
*Tayyib*
Ketika makanan itu didapat dengan cara yang baik. Ini demi menjaga rohani kita kepada Allah. Sesuatu yang kalau kita makan akan memberikan dampak yang baik. Tayyib sifatnya relatif bagi setiap orang. Tujuannya supaya badan kita sehat, sehingga kita bisa maksimal beribadah kepada Allah.
Rasulullah punya ketahanan fisik yang baik selama 63 tahun sehingga ilmunya bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Ada seorang yang ilmunya banyak, namun tidak sehat sehingga tidak bisa ke masjid & majelis ilmu untuk membagikan ilmunya.
_Wahai Anak Adam, pakailah pakaian terbaikmu (bukan mahal, namun bisa menutupi aurat), untuk memasuki masjid. Makan dan minumlah dengan tidak berlebihan._
Mengatur nutrisi yang seimbang juga butuh ilmu. Maka penting bagi kita untuk menjaga gizi sehari-hari dengan mengetahui kandungan gizi dalam tiap makanan.
*Fase Perjalanan Om Hasan:*
Ketika dulu usaha futsal, ada nafsu dunia yang tidak terkendali. Mendapat rezeki besar, tapi kurang berkah. Hal ini mendekatkan Om Hasan pada dunia dan jauh dari Quran. Padahal rezeki itu dari Allah, _min khaitsu la yakhtasib_ (dari arah yang tidak disangka-sangka).
*Mencoba kembali belajar Alquran*
Om Hasan rutin membaca Alquran setiap harinya melalui Alquran tafsir dan terjemahan, khatam setiap 6 bulan. Selesai khatam dan membaca kembali seperti selalu menemukan sesuatu yang baru. Penjelasan dari Al Mishbah paling menarik dan mudah dipahami. Alquran seperi sumber kesehatan terbaik, karena banyak ayat-ayat tentang kesehatan. Ketika jadi direktur, Alquran ternyata adalah buku manajemen terbaik.
Al Baqarah:168, perintah Allah kepada manusia untuk memakan segala sesuatu yang halal dan baik. Dalam Islam, yang halal lebih banyak daripada yang diharamkan namun kurang tahu kenapa itu dilarang. Padahal segala sesuatu yang dihalalkan pasti berdampak baik. Sedangkan sesuatu yang haram pasti akan berdampak buruk.
_"Dihalalkan bagimu yang baik-baik, dan diharamkan bagimu yang jelek-jelek"_
Allah ingin membuat kita terjaga. Contoh, kita boleh membuat fatwa rokok itu tidak baik untuk diri kita, karena rokok bisa jadi akan membahayakan kesehatan.
*Tayyib*
Ketika makanan itu didapat dengan cara yang baik. Ini demi menjaga rohani kita kepada Allah. Sesuatu yang kalau kita makan akan memberikan dampak yang baik. Tayyib sifatnya relatif bagi setiap orang. Tujuannya supaya badan kita sehat, sehingga kita bisa maksimal beribadah kepada Allah.
Rasulullah punya ketahanan fisik yang baik selama 63 tahun sehingga ilmunya bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Ada seorang yang ilmunya banyak, namun tidak sehat sehingga tidak bisa ke masjid & majelis ilmu untuk membagikan ilmunya.
_Wahai Anak Adam, pakailah pakaian terbaikmu (bukan mahal, namun bisa menutupi aurat), untuk memasuki masjid. Makan dan minumlah dengan tidak berlebihan._
Mengatur nutrisi yang seimbang juga butuh ilmu. Maka penting bagi kita untuk menjaga gizi sehari-hari dengan mengetahui kandungan gizi dalam tiap makanan.
19 April, 2020
Lock down para Nabi
Lock down
Di zaman wabah corona ini,istilah lock down menjadi akrab di telinga kita.
Lock down sendiri artinya di kunci.
Kalo kita belajar sejarah para Nabi, banyak Nabi Nabi yang mengalami lock down dalam kehidupan nya.
1. Nabi Yunus
2. Nabi ayyub
3. Pemuda Ashabul Kahfi
4. Nabi Yusuf
5. Nabi Muhammad dan Abu Bakar
Nabu Yunus pernah dikunci dalam Ikan Paus karena dibuang oleh awak kapal yg kelebihan muatan, nabi Yunus pergi dalam keadaan marah kepada kaum nya karena kaumnya tidak mau menuruti dakwahnya, akhirnya Yunus pergi dan tidak mau berdakwah lagi. Akhirnya ketika di dalam kapal, Yunus ditakdirkan Allah yg harus keluar dari kapal, dan akhirnya Nabi Yunus pun diterkam oleh Ikan Paus.Ketika dialam peruut ikan tersebut Nabi Yunus menyadari kesalahan nya, dan bertasbih swrta mhn ampun pada Allah, La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu min adzlimin.
2. Lockdown Nabi Ayyub
Selama 18 tahun Nabi Ayub di lock down dengan sakit parah yang membuat orang orang menjauhinya.
Kekayaan dan anak anaknya pun ikut diambil oleh yang Kuasa...
Tapi Nabi Ayyub tetap bersabar dan bersabar.
Pernah istrinya menanyakan, kenapa engaku tidak berdoa minta kesembuhan.
Kata Nabi
3. Pemuda Ashabul Kahfi di lock down dalam Gua selama 309 tahun. Ya merrka diselamatkan Allah dari Pemimlin zalim dengan menidurkan para pemuda beriman tersebut di dalam Gua ashabul Kahfi. Doa mereka.Rabbana atina minadunka rahmah wa hayyi' lana min amrina rosyada
4. Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf di lockdown dalam Penjara karena dituduh berbuat tidak senonoh dengan majikan nya selama kurang lebih 7 tahun. Disana Nabi Yusuf tetap sabar dan berdakwah.Doa Nabi Yusuf Ya Allah penjara lejih aku sukai dr pada aku berkhianat atau memenuhi ajakan mereka, dan Allah mengabulkan doanya, atas izin Allah Nabi Yusuf keluar dari penjara dan dibersihkan namanya dan bahkan menjadi Bendahara Mesir.
6. Nabi Muhammaddan Abu Bakar. Ketika mereka di kejar pasukan Quraish, Nabi terlockdown dalam Gua, meski tidak lama, itu cukup meresahkan ,Bahkan Abu bakar merasa resah, lalu Nabi menennagkan abu bakar dan menasehati nya La Tahzan Innalla ma'ana
Banyak juga kisah kisah lain orang orang yg terlockdown, lalu mereka mengambil hikmah di balik itu.
Hamka, seorang ulama besar, di lockdown dalam penjara oleh Sukarno, dan dia tetap sabar dan dia berhasil membuat karya luar biasa tafsir quran Al ahzar.
Lock down kita sekarang tidak seberat yg dialami para Nabi, kita di kock down karena ada musibah corona, tidak full lock down, tapi masih bisa keluar keluar, bisa ketemu keluarga, masih bisa sesekali ke pasar dll, mari kita gunakan lockdon melawan Corona dengan sabar dan taqwa, seperti yg sudah dilakukan para nabi.
Wallahu alam bishawab
Di zaman wabah corona ini,istilah lock down menjadi akrab di telinga kita.
Lock down sendiri artinya di kunci.
Kalo kita belajar sejarah para Nabi, banyak Nabi Nabi yang mengalami lock down dalam kehidupan nya.
1. Nabi Yunus
2. Nabi ayyub
3. Pemuda Ashabul Kahfi
4. Nabi Yusuf
5. Nabi Muhammad dan Abu Bakar
Nabu Yunus pernah dikunci dalam Ikan Paus karena dibuang oleh awak kapal yg kelebihan muatan, nabi Yunus pergi dalam keadaan marah kepada kaum nya karena kaumnya tidak mau menuruti dakwahnya, akhirnya Yunus pergi dan tidak mau berdakwah lagi. Akhirnya ketika di dalam kapal, Yunus ditakdirkan Allah yg harus keluar dari kapal, dan akhirnya Nabi Yunus pun diterkam oleh Ikan Paus.Ketika dialam peruut ikan tersebut Nabi Yunus menyadari kesalahan nya, dan bertasbih swrta mhn ampun pada Allah, La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu min adzlimin.
2. Lockdown Nabi Ayyub
Selama 18 tahun Nabi Ayub di lock down dengan sakit parah yang membuat orang orang menjauhinya.
Kekayaan dan anak anaknya pun ikut diambil oleh yang Kuasa...
Tapi Nabi Ayyub tetap bersabar dan bersabar.
Pernah istrinya menanyakan, kenapa engaku tidak berdoa minta kesembuhan.
Kata Nabi
3. Pemuda Ashabul Kahfi di lock down dalam Gua selama 309 tahun. Ya merrka diselamatkan Allah dari Pemimlin zalim dengan menidurkan para pemuda beriman tersebut di dalam Gua ashabul Kahfi. Doa mereka.Rabbana atina minadunka rahmah wa hayyi' lana min amrina rosyada
4. Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf di lockdown dalam Penjara karena dituduh berbuat tidak senonoh dengan majikan nya selama kurang lebih 7 tahun. Disana Nabi Yusuf tetap sabar dan berdakwah.Doa Nabi Yusuf Ya Allah penjara lejih aku sukai dr pada aku berkhianat atau memenuhi ajakan mereka, dan Allah mengabulkan doanya, atas izin Allah Nabi Yusuf keluar dari penjara dan dibersihkan namanya dan bahkan menjadi Bendahara Mesir.
6. Nabi Muhammaddan Abu Bakar. Ketika mereka di kejar pasukan Quraish, Nabi terlockdown dalam Gua, meski tidak lama, itu cukup meresahkan ,Bahkan Abu bakar merasa resah, lalu Nabi menennagkan abu bakar dan menasehati nya La Tahzan Innalla ma'ana
Banyak juga kisah kisah lain orang orang yg terlockdown, lalu mereka mengambil hikmah di balik itu.
Hamka, seorang ulama besar, di lockdown dalam penjara oleh Sukarno, dan dia tetap sabar dan dia berhasil membuat karya luar biasa tafsir quran Al ahzar.
Lock down kita sekarang tidak seberat yg dialami para Nabi, kita di kock down karena ada musibah corona, tidak full lock down, tapi masih bisa keluar keluar, bisa ketemu keluarga, masih bisa sesekali ke pasar dll, mari kita gunakan lockdon melawan Corona dengan sabar dan taqwa, seperti yg sudah dilakukan para nabi.
Wallahu alam bishawab
17 April, 2020
Sabar
Sabar
Itulah pilihan kita sabagai seorang muslim dan mukmin.
Disaat ada wabah corona melanda seluruh dunia, termasuk indonesia, hanya satu yg bisa kita lakukan. Sabar!!
Sungguh menakjubkan perkara orang yg beriman, ketika diuji dia bersabar, dan ketika mendapat kebahagiaan dia bersyukur.
Sekarang kita semua sedang diuji Allah dengan wabah dari makhluq kecil yg tak terlihat mata bernama corona.
Untuk mengehntikan penyebarannya maka semua aktifitas dimanapun diminimalisir.
Akibatnya, ekonomi akan sedikit melambat, yang menjadikan efek domino, dimana, masyarakat pun banyak yg mengangur, dan tak mendapat pemasukan.
Sabar
Sekali lagi itulah pilihan bagi kita.
Namun , sabar bukan berarti tanpa usaha.
Sambil menunggu wabah mereda, kita tetap menjalankan ibadah kepada Allah.
Justru semakin kita mendekat pada Allah , kita akan bisa melewati ini semua dengan sukses.
Sabar, itulah pilihan kita saat ini sebagai orang yg beriman.
Kita ingat Nabi Ayub ketika diuji dengan sakit parah selama 18 tahun, keluarga dan harta dicabut, Nabi Ayub bersabar, dan karena kesabarannya Allah mengembalikan kesehatan, kekayaan dan hartanya kembali.
Sabar, itulah satu satunya pilihan kita.
Dalam menjalani masa Sosial Distancing ini, mari kita gunakan waktu luang kita untuk lebih mendekatkan diri pada Allah.
Yang biasanya hanya shalat wajib, tambah dengan sunnah.
Yang biasa membaca alquran satu lembar tambah jadi 3 lembar.
Yang biasa sedekah, tambah lagi sedekahnya lagi pada ortu, kerabat dan org2 miskin
Yang biasa tak pernah tahajud, mari tahajud
Bukankah Allah sdh berjanji dalam surat Athalaq 2-3
Barang sianpa meningkatkan taqwa pada Allah, Allah akan memberi jalan keluar dan meberi Rizki dari arah yg tak disangka
Sabar
Itulah pilihan kita saat ini
Ketika Pemerintah, Pimpinan organisasi menyerukan untuk stay home, dan bersabar tidak berkerumun baik di masjid, sekolah, dan mengurangi interaksi dengan orang lain, kita harus bersabar menjalani ini.
Ini adalah salah satu bukti kita bersabar dalam menjalani perintah Allah yg lain, yaitu tidak menulari wabah ke orang lain. Tidak.memberi mudharat atau tidak.membahayakan orang lain.
Allah sudah memberi keringanan ibadah ketika terjadi bencana
Mari kita sama sama bersabar
Meski tidak mudah, Allah akan memberi.ganjaran.karena kesabaran.kita
Sabar..itulah pilihan kita saat ini
Jika kita mampu melewati ini semua degan sabar, seperti Nabi Yusuf ketika di dalam penjara, Allah tidak.akan menyia nyiakan pahala orang yg taqwa dan sabar..
Dan ada pahala.surga.bagi orang orang yg sabar
Salamualaikum bima sobartum...
Kata Malaikat menyambut org 2 yg sabar di dalam surga
Itulah pilihan kita sabagai seorang muslim dan mukmin.
Disaat ada wabah corona melanda seluruh dunia, termasuk indonesia, hanya satu yg bisa kita lakukan. Sabar!!
Sungguh menakjubkan perkara orang yg beriman, ketika diuji dia bersabar, dan ketika mendapat kebahagiaan dia bersyukur.
Sekarang kita semua sedang diuji Allah dengan wabah dari makhluq kecil yg tak terlihat mata bernama corona.
Untuk mengehntikan penyebarannya maka semua aktifitas dimanapun diminimalisir.
Akibatnya, ekonomi akan sedikit melambat, yang menjadikan efek domino, dimana, masyarakat pun banyak yg mengangur, dan tak mendapat pemasukan.
Sabar
Sekali lagi itulah pilihan bagi kita.
Namun , sabar bukan berarti tanpa usaha.
Sambil menunggu wabah mereda, kita tetap menjalankan ibadah kepada Allah.
Justru semakin kita mendekat pada Allah , kita akan bisa melewati ini semua dengan sukses.
Sabar, itulah pilihan kita saat ini sebagai orang yg beriman.
Kita ingat Nabi Ayub ketika diuji dengan sakit parah selama 18 tahun, keluarga dan harta dicabut, Nabi Ayub bersabar, dan karena kesabarannya Allah mengembalikan kesehatan, kekayaan dan hartanya kembali.
Sabar, itulah satu satunya pilihan kita.
Dalam menjalani masa Sosial Distancing ini, mari kita gunakan waktu luang kita untuk lebih mendekatkan diri pada Allah.
Yang biasanya hanya shalat wajib, tambah dengan sunnah.
Yang biasa membaca alquran satu lembar tambah jadi 3 lembar.
Yang biasa sedekah, tambah lagi sedekahnya lagi pada ortu, kerabat dan org2 miskin
Yang biasa tak pernah tahajud, mari tahajud
Bukankah Allah sdh berjanji dalam surat Athalaq 2-3
Barang sianpa meningkatkan taqwa pada Allah, Allah akan memberi jalan keluar dan meberi Rizki dari arah yg tak disangka
Sabar
Itulah pilihan kita saat ini
Ketika Pemerintah, Pimpinan organisasi menyerukan untuk stay home, dan bersabar tidak berkerumun baik di masjid, sekolah, dan mengurangi interaksi dengan orang lain, kita harus bersabar menjalani ini.
Ini adalah salah satu bukti kita bersabar dalam menjalani perintah Allah yg lain, yaitu tidak menulari wabah ke orang lain. Tidak.memberi mudharat atau tidak.membahayakan orang lain.
Allah sudah memberi keringanan ibadah ketika terjadi bencana
Mari kita sama sama bersabar
Meski tidak mudah, Allah akan memberi.ganjaran.karena kesabaran.kita
Sabar..itulah pilihan kita saat ini
Jika kita mampu melewati ini semua degan sabar, seperti Nabi Yusuf ketika di dalam penjara, Allah tidak.akan menyia nyiakan pahala orang yg taqwa dan sabar..
Dan ada pahala.surga.bagi orang orang yg sabar
Salamualaikum bima sobartum...
Kata Malaikat menyambut org 2 yg sabar di dalam surga
15 April, 2020
Revolusi Ilmu- Kesan pada Buku Artificial Intelligence
REVOLUSI ILMU
Oleh Abduh Hisyam
Artificial Intelligence. Sebuah buku serius. Seorang guru ngaji dari kampung seperti saya tentu tidak faham saat membaca buku itu. Namun ah, saya coba baca buku itu. Baru beberapa halaman saya baca, saya tergelitik saat tidak menemukan nama-nama Anglo Saxon atau Jerman di deretan ilmuwan yang menjadir eferensi buku tersebut. Nama-nama para ilmuwan yang ditulis di buku tersebut adalah LA Zadeh, HA Abbas (Iran), de Castro (Amerika Latin), Xinyu Du, Qillian Chen dan Hao Ying (Cina), Tereshko Loengarov (Rusia), Subramani dan Debojyoti (India). Tidak ada nama-nama Robert atau George yang khas Anglo Saxon, atau Ludwig dan Jurgen yang khas Jerman. Padahal selama ini, rasanya tidak sah bicara tentang iptek tanpa menyebut ilmuwan Jerman atau Anglo Saxon.
Saya telpon Prof Imam dan saya tanyakan mengapa ia hanya mencantumkan karya para intelektual dunia ketiga dalam daftar referensi. Dengan tegas ia mengatakan bahwa ia memang sengaja tidak mencantumkan ilmuwan Anglo Saxon atau Jerman. Ia beberkan bahwa ia sedang menggiring para pembacanya ke arah paradigma tertentu. Ia dengan penuh keyakinan mengatakan, itulah yang dilakukan oleh Imam Alghazali ketika menulis Ihya Ulumiddin(?). Jika saya menyebut ilmuwan Jerman dalam karya saya, maka saya hanya sebuah sekrup dalam mesin raksasa. Dan selamanya kita akan menjadi sekrup.
Di telinga saya Imam Robandi bicara tentang sebuah ideologi. Ideologi kaum tertindas. Ideologi perlawanan atas hegemoni Eropa dan Anglo Saxon di bidang ilmu dan teknologi. Inilah perawanan periferi atas center. Sebuah wacana yang mengingatkan saya kepada Samir Amin dan Andre Gunder Frank dengan teori dependensianya. Teori pembangunan yang sudah tidak lagi dibicarakan orang, namun cukup pas untuk mengupas upaya negara-negara industri menjadikan negara dunia ketiga tergantung kepada mereka.
Saat mahasiswa saya pernah memabca sepintas buku The Structure of Scientific Revolution karya Thomas Kuhn. Di dalam buku itu Kuhn menjelaskan bahwa Suatu pengetahuan disebut ilmiah bukan karena pengetahuan itu mampu memecahkan sebuah masalah. Tidak! Yang menjadikan sebuah statemen, penemuan, atau informasi ilmiah adalah paradigm. Dan paradigm dibangun dengan kekuasaaan. Maka perkembangan ilmu pengetahuan bukan karena ilmu itu memang sahih, melainkan karena adanya dana yang besar, komunitas yang selalu membicarakannya, seminar-seminar, penerbitan buku-buku, jurnal, dan sebagainya.
Selama ini penemuan dan prestasi serta karya para ilmuwan di dunia ketiga –termasuk Indonesia— lenyap dan tidak pernah terdengar di dunia sains, sementara karya-karya para ilmuwan Amerika dan Eropa selalu menghiasi jurnal internasional bergengsi dan buku-bukunya laku keras di pasaran dunia. Apakah ilmu yang dihasilkan para ilmuwan dari dunia ketiga termasuk Indonesai tidak ilmiah? Semua karena tidak adanya daya dukung berupa pendanaan, komunitas serta dukungan politik.
Mempromosikan karya para ilmuwan dunia ketiga adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap hegemoni Eropa dan Amerika. Ini adalah perang ideologi. Para ilmuwan Iran, India, Indonesia, Malaysia, Nigeria adalah ilmuwan cerdas dan menghasilkan penemuan yang orisinil. Tetapi mereka tidak punya komunitas yang mempromosikan penemuan mereka. Tidak ada biaya untuk menerbitkan karya mereka dan tidak ada komunitas yang memperkuat penemuan itu. Alhasil penemuan mereka tidak dibaca orang, dan diabaikan oleh dunia akademik.
Sebuah komunitas yang saling mereview, mengeritik, dan mengutip mutlak perlu demi eksistensi ilmu yang mandiri. Di dunia modern dikenal kelompok-kelompok ilmuwan dengan nama “The Vienna Circle,” “Club of Rome,” “The Frankfurt School,” “The American Creed,” sebagaimana di dunia Islam dahulu pernah dikenal “Ikhwan al-Shafa.” Semua adalah kelompok episteme.
IRO-group ini adalah sebuah komunitas episteme. Dari sinilah kita merancang revolusi! ***
Oleh Abduh Hisyam
Artificial Intelligence. Sebuah buku serius. Seorang guru ngaji dari kampung seperti saya tentu tidak faham saat membaca buku itu. Namun ah, saya coba baca buku itu. Baru beberapa halaman saya baca, saya tergelitik saat tidak menemukan nama-nama Anglo Saxon atau Jerman di deretan ilmuwan yang menjadir eferensi buku tersebut. Nama-nama para ilmuwan yang ditulis di buku tersebut adalah LA Zadeh, HA Abbas (Iran), de Castro (Amerika Latin), Xinyu Du, Qillian Chen dan Hao Ying (Cina), Tereshko Loengarov (Rusia), Subramani dan Debojyoti (India). Tidak ada nama-nama Robert atau George yang khas Anglo Saxon, atau Ludwig dan Jurgen yang khas Jerman. Padahal selama ini, rasanya tidak sah bicara tentang iptek tanpa menyebut ilmuwan Jerman atau Anglo Saxon.
Saya telpon Prof Imam dan saya tanyakan mengapa ia hanya mencantumkan karya para intelektual dunia ketiga dalam daftar referensi. Dengan tegas ia mengatakan bahwa ia memang sengaja tidak mencantumkan ilmuwan Anglo Saxon atau Jerman. Ia beberkan bahwa ia sedang menggiring para pembacanya ke arah paradigma tertentu. Ia dengan penuh keyakinan mengatakan, itulah yang dilakukan oleh Imam Alghazali ketika menulis Ihya Ulumiddin(?). Jika saya menyebut ilmuwan Jerman dalam karya saya, maka saya hanya sebuah sekrup dalam mesin raksasa. Dan selamanya kita akan menjadi sekrup.
Di telinga saya Imam Robandi bicara tentang sebuah ideologi. Ideologi kaum tertindas. Ideologi perlawanan atas hegemoni Eropa dan Anglo Saxon di bidang ilmu dan teknologi. Inilah perawanan periferi atas center. Sebuah wacana yang mengingatkan saya kepada Samir Amin dan Andre Gunder Frank dengan teori dependensianya. Teori pembangunan yang sudah tidak lagi dibicarakan orang, namun cukup pas untuk mengupas upaya negara-negara industri menjadikan negara dunia ketiga tergantung kepada mereka.
Saat mahasiswa saya pernah memabca sepintas buku The Structure of Scientific Revolution karya Thomas Kuhn. Di dalam buku itu Kuhn menjelaskan bahwa Suatu pengetahuan disebut ilmiah bukan karena pengetahuan itu mampu memecahkan sebuah masalah. Tidak! Yang menjadikan sebuah statemen, penemuan, atau informasi ilmiah adalah paradigm. Dan paradigm dibangun dengan kekuasaaan. Maka perkembangan ilmu pengetahuan bukan karena ilmu itu memang sahih, melainkan karena adanya dana yang besar, komunitas yang selalu membicarakannya, seminar-seminar, penerbitan buku-buku, jurnal, dan sebagainya.
Selama ini penemuan dan prestasi serta karya para ilmuwan di dunia ketiga –termasuk Indonesia— lenyap dan tidak pernah terdengar di dunia sains, sementara karya-karya para ilmuwan Amerika dan Eropa selalu menghiasi jurnal internasional bergengsi dan buku-bukunya laku keras di pasaran dunia. Apakah ilmu yang dihasilkan para ilmuwan dari dunia ketiga termasuk Indonesai tidak ilmiah? Semua karena tidak adanya daya dukung berupa pendanaan, komunitas serta dukungan politik.
Mempromosikan karya para ilmuwan dunia ketiga adalah salah satu bentuk perlawanan terhadap hegemoni Eropa dan Amerika. Ini adalah perang ideologi. Para ilmuwan Iran, India, Indonesia, Malaysia, Nigeria adalah ilmuwan cerdas dan menghasilkan penemuan yang orisinil. Tetapi mereka tidak punya komunitas yang mempromosikan penemuan mereka. Tidak ada biaya untuk menerbitkan karya mereka dan tidak ada komunitas yang memperkuat penemuan itu. Alhasil penemuan mereka tidak dibaca orang, dan diabaikan oleh dunia akademik.
Sebuah komunitas yang saling mereview, mengeritik, dan mengutip mutlak perlu demi eksistensi ilmu yang mandiri. Di dunia modern dikenal kelompok-kelompok ilmuwan dengan nama “The Vienna Circle,” “Club of Rome,” “The Frankfurt School,” “The American Creed,” sebagaimana di dunia Islam dahulu pernah dikenal “Ikhwan al-Shafa.” Semua adalah kelompok episteme.
IRO-group ini adalah sebuah komunitas episteme. Dari sinilah kita merancang revolusi! ***
29 Maret, 2020
I Have no President
Bismillah
Beberapa tahun lalu saya pernah menulis dengan judul yg sama, dimana ketika itu Indonesia dipimpin oleh Pak SBY.
Sekarang masa kepemimpinan Joko Widodo.
Ternyata, setelah aku perhatikan kepemimpinan SBY masih lebih baik dibanding Jokowi.
Dulu pas jaman SBY emang buzzer 2 sdh banyaj, dan aku terpengaruh mereka, twrmasuk mereka juga yg benci sekali dg FPI. Akupun jadi benci FPI.
Astaghfirullah.
Carut marut dan gagapnya Pemerintah Indonesia Bersatu ini semakin jelas.
Hal ini terlihat dari Penanganan kasus Wabah Corona yg melanda Dunia, dan menjalar ke Indonesia.
Kepemimpinan SBY yang dua periode meski tak melesat , paling tidak cukup tenang.
SBY tidak begitu banyak menyewa buzzer buzzer untuk menutup kekurangannya nya.
Tek seheboh Jokowi.
Abu Janda, Denny Siregar, Eko Kuntadi dll mau bilang apapun aman.
Sementara jika dari oposisi langsung ditangkap.
Di jaman SBY tidak begitu.
Berhasilnya Jokowi naik ke tempul kekuasaan di Indonesia tak lepas dari bantuan buzzer dan media.
Bahkan semua lembaga survey membelanya..
Sekarang baru ketahuan, wajah ndeso, seolah sederhana tidak cukup jadi pemimpin.
Pemimpin haruslah orang yang memiliki
Kecerdasan, Kejujuran, Kemampuan menyampaikan gagasan dan Dapat dipercaya.
Apakah itu ada di Presiden sekarang?
Semua bisa mengoreksi dengan jujur.
Bahkan sering Bapak Presiden berbohong berkali kali.
Dan sudah menjadi kebiasaan.
Gak akan impor, gak akan naikin BBM, gak bagi bagi kursi, kartu prakerja, dll.
Ya Allah ampuni kami.
Wabah Corona
Wabah Corona melanda pertama kalindi Wuhan tahun 2019, di Indonesia mulai Februari, dan sepertinya Pemerintah menganggap remeh.
Akhirnya yg meninggal per 29 Maret ini sudah tembus 100.
Itu yg diumumkan, gak tau aslinya.
Ya Allah Ampuni kami...
Allahumma inni audzubika minal Barasi wal junuuni, wal judzami, wa min kulli syaiin al aqsam.
Ampuni kami atas kekhilafan kami Ya Allah...
30.Maret 2020
Dirumah aja
Beberapa tahun lalu saya pernah menulis dengan judul yg sama, dimana ketika itu Indonesia dipimpin oleh Pak SBY.
Sekarang masa kepemimpinan Joko Widodo.
Ternyata, setelah aku perhatikan kepemimpinan SBY masih lebih baik dibanding Jokowi.
Dulu pas jaman SBY emang buzzer 2 sdh banyaj, dan aku terpengaruh mereka, twrmasuk mereka juga yg benci sekali dg FPI. Akupun jadi benci FPI.
Astaghfirullah.
Carut marut dan gagapnya Pemerintah Indonesia Bersatu ini semakin jelas.
Hal ini terlihat dari Penanganan kasus Wabah Corona yg melanda Dunia, dan menjalar ke Indonesia.
Kepemimpinan SBY yang dua periode meski tak melesat , paling tidak cukup tenang.
SBY tidak begitu banyak menyewa buzzer buzzer untuk menutup kekurangannya nya.
Tek seheboh Jokowi.
Abu Janda, Denny Siregar, Eko Kuntadi dll mau bilang apapun aman.
Sementara jika dari oposisi langsung ditangkap.
Di jaman SBY tidak begitu.
Berhasilnya Jokowi naik ke tempul kekuasaan di Indonesia tak lepas dari bantuan buzzer dan media.
Bahkan semua lembaga survey membelanya..
Sekarang baru ketahuan, wajah ndeso, seolah sederhana tidak cukup jadi pemimpin.
Pemimpin haruslah orang yang memiliki
Kecerdasan, Kejujuran, Kemampuan menyampaikan gagasan dan Dapat dipercaya.
Apakah itu ada di Presiden sekarang?
Semua bisa mengoreksi dengan jujur.
Bahkan sering Bapak Presiden berbohong berkali kali.
Dan sudah menjadi kebiasaan.
Gak akan impor, gak akan naikin BBM, gak bagi bagi kursi, kartu prakerja, dll.
Ya Allah ampuni kami.
Wabah Corona
Wabah Corona melanda pertama kalindi Wuhan tahun 2019, di Indonesia mulai Februari, dan sepertinya Pemerintah menganggap remeh.
Akhirnya yg meninggal per 29 Maret ini sudah tembus 100.
Itu yg diumumkan, gak tau aslinya.
Ya Allah Ampuni kami...
Allahumma inni audzubika minal Barasi wal junuuni, wal judzami, wa min kulli syaiin al aqsam.
Ampuni kami atas kekhilafan kami Ya Allah...
30.Maret 2020
Dirumah aja
04 Februari, 2020
Waktu bagikan Pedang
الوقت كالسيف ان لم تقطعه قطعك
“Al-waqtu ka as-saifi in lam taqtha’hu qatha’aka " (Al-Mahfudzat)
Waktu itu seperti pedang, jika engkau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan memotongmu #PepatahArab
Pagi ini sebenarnya aku bangun lebih awal dari biasanya.Biasanya aku bangun jam 03.30. Kebetulan suami akan ke semarang, menengok kawannya yang sakit, sehingga suami bangun lebih pagi. Aku lihat jam 02.30 suami sudah bangun, dan akan segera ke Semarang pukul 03.00.
Otomatis aku ikut terbangun.
Aku langsung shalat tahajud seperti biasa, kebetulan tadi malam sudah shalat witir, sehingga aku shalat cukup 10 rakaat saja.
2 rakaat shalat iftitah, dan 8 rakaat shalat tahajud.
Pukul 04.00 Alhamdulillah shalat sudah selesai.
Entah kenapa, mestinya aku bisa mengisi waktu dengan membaca Al quran, tapi rasa malas tiba tiba datang. Mungkin karena sendirian, jadi kurang semangat. Apalagi di dekat kasur, langsung deh tidur tiduran, dan akhirnya tidur sungguhan.
Aku terbangun pukul 05.10 hampir saja ketinggalan shalat shubuh.
Aku pun bergegas shalat subuh, dan setelah selesai, ternyata baru kusadari begitu banyak agenda yang terlewat hanya karena malas.
Aku harus mencuci baju, mengerjakan laporan, membaca Al quran dan shalat dhuha, dan pukul 07.30 aku harus menuju PKU untuk test Thaharah para Karyawan.
Alhamdulillah semua bisa di atasi, kecuali satu.Aku tak sempat mencuci baju.
Aku pikir, aku harus mendahulukan Allah dibanding urusan dunia, Sempatkan baca Quran, shalat dhuha, urusan baju belakangan.
Begitulah...betapa waktu bagaikan pedang, kalo kita tidak hati hati, kita bisa terlibas.
Kata Hasan Al Basri waktu itu ada 3, Kemarin sdh selesai, besok belum kita masih ada, dan hari ini. Gunakan hari ini untuk banyak beramal.
Demi waktu
Sesungguhnya manusia itu rugi
Keculai org yg beriman, beramal sholeh dan saling mensehati dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran.
08 Januari, 2020
Teladan Nabi menghadapi Para Tawanan
*Sikap Nabi terhadap tawanan perang*
Ketika Rasulullah SAW mendapati 70 orang tawanan, beliau tak langsung memutuskan apa yang akan dilakukan kepada para tawanan itu. Beliau berinisiatif bermusyawarah dengan sahabat guna membicarakan kebijakan terhadap tawanan.
Sahabat Umar bin Khattab mengajukan usulnya. Seperti kita tahu, sahabat Umar dikenal berani dan tegas, ia pun mengusulkan agar seluruh tawanan dibunuh saja, biar musuh jera.
Nabi memuji pendapat Umar. Kepada Umar, Rasulullah mengatakan bahwa ide itu sangat bagus, mirip dengan karakter Nabi Nuh dan Musa yang tegas.
Ketika menghadapi Firaun Nabi Musa berdoa
وَقَالَ مُوسَى رَبَّنَا إِنَّكَ آَتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ (88) قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ (89)
Artinya:
Musa berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami -- akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih". (10: 88)
Nabi Nuh ketika menghadapi Kaumnya berdoa :
Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.
Surat Nuh 26-27
Sahabat Abu Bakar juga memberanikan diri bersuara. Dalam usulnya, sahabat Abu Bakar menyarankan untuk membebaskan para tawanan, sebagai strategi agar musuh menduga umat Muslim telah kuat sehingga tidak perlu menahan tawanan.
“Pembebasan tersebut dengan syarat, yang kaya harus membayar denda sejumlah empat dinar. Tapi bagi tawanan yang miskin, ditugaskan mengajari anak-anak membaca.masing masing 10 anak. Kalau sudah pada pintar, maka baru mereka dibebaskan,” kata sahabat Abu Bakar.
Diantara anak.anak yg belajar membaca dengan para tawanan adalah Zaid bin Tsabit yang kelak menjadi pencatat Wahyu.
Sahabat Abdulah bin Rawahah berpendapat" "kita berada di lembah yg banyak kayu bakar, maka lemparkanlah tawanan kedalam api.
Dari pendapat-pendapat tersebut, Rasulullah lebih sepakat dengan usulan Abu Bakar yakni membebaskan seluruh tawanan dengan syarat.
Seperti saat menanggapi sahabat Umar maka ketika menanggapi usulan Abu Bakar pun Rasulullah menisbahkannya dengan karakter Nabi Ibrahim dan Nabi Isa. “Ini juga usul yang bagus. Jadi pendapat Umar mirip dengan karakter Nabi Nuh dan Musa yang tegas, dan pendapat Abu Bakar mewakili Nabi Ibrahim dan Isa, karakter yang lemah lembut.
Nabi Ibrahim ketika menghadapi kaum nya
Berdoa :
Ya Tuhanku, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia, Barang siapa mengikutiku,maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Surat Ibrahim 36
Nabi Isa ketika menghadapi Kaumnya berdoa :
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Almaidah 118)
Setelah mendengar pendapat para sahabatnya, akhirnya Nabi sepakat dengan pendapat Sahabat Abu Bakar,meski begitu sahabat Umar tetap merasa bangga karena Rasulullah telah memuji pendapatnya, bahkan dicontohkan dengan karakternya Nabi Nuh dan Musa yang tegas.
Rasulullah telah menunjukkan contoh kepada kita, bagaimana menghargai pendapat orang lain. Baik kita menerima atau menolak, mesti dengan cara yang baik. kisah ini juga memberi inspirasi pada kita bahwa musyawarah tetap dibutuhkan agar mencapai kemufakatan untuk mendapat hasil yang terbaik
Para Tawanan mendapat perlakuan istimewa
Para tawanan Perang di Madinah mendapat roti dan gandum, sementara sahabat nabi hanya memakan kurma, para tawanan mengendarai unta sementara sahabat nabi berjalan kaki
Salah satu tawanan berdoa
"Semoga penduduk madinah mendapat limpahan berkah dan karunia"
(Majid Ali Khan 132)
_Kajian sirah Nabawi_ dari Kitab Ibnu Hisyam diampaikan oleh Abduh Hisyam
Di masjid Baiturahman PKU Sruweng
Tgl 8 Januari 2020
Sumber : Beberapa tambahan dari web Nu.or.id
20 Desember, 2019
Pidato Pernikahan
Ini pertama kalinya saya mengisi pidato pernikahan, di rumah Bu Boyo kawan di organisasi Aisyiyah
Setelah merangkum dari sana sini, ini akhirnya yg aku tulis dan aku sampaikan di acara tersebut.
Awalnya deg degan..tapi selanjutnya mengalir saja😀
Prinsip Pernikahan
1.Pernikahan sebagai ibadah
2.Pernikahan sebuah perjanjian yg agung
3.Pernikahan dalam mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akherat
1.Dalam rangka Ibadah
Pernikahan Dalam rangka ibadah
wa ma kholaqtul jinna wal insa illa liyakbudun, ini terdapat dalam surat Adzariyat 56
Seluruh aktifitas hidup kita adalah jalan bagi kita untuk mengabdi kepada Allah.
Dari akan tidur sampai tidur kembali
Ketika kita bekerja, makan, dalam perjalanan,termasuk dalam berumah tangga.
Dan ibadah terlama adalah berumah tangga.
Dalam hadits disebutkan
Menikah menyempurnakan setengah keimanan, maka bertakwalah dalam menyenpurnakan setengahnya.
Untuk itu, mari kita senantiasa menambah ilmu kita, agar hubungan suami istri senantiasa penuh dengan ketenangan.
Karena bagaimanapun laki laki dan perempuan adalah dua sosok yg berbeda.
Struktur otaknya pun berbeda
Yg satu corpus colosumnya tipis, yg satu tebal.
Maka laki laki karena corpus colossum nya lebih tipis, hanya bisa konsen ke satu hal, dan perempuan karena xorpus colosumnya lebih tebal 30% bisa mengerjakan banyak aktifitifitas dlm satu waktu, meski hasilnya biasa2 saja.
Ketika suami konsentrasi, pendengaran menurun, maka untuk para istri, jangan baper kalo kdg mungkin bapak tidak langsung menengok ketika kita panggil.
2.Pernikahan sebagai perjanjian berat dan agung ini ada dalam surat annisa 21
Dalam melaksanakan perjanjian yg agung ini hendaknya pasangan masing2 berusaha semaksimal mungkin melaksanakan janjinya agung ini yg sdh disaksikan Allah.
Dalam rangka mewujudkan perjanjian agung agar tetap kokoh, ini hal yg bisa dilakukan adalah
Intrnalisasi nilai nilai islam bagi suami istri, suami dan istri melaksanakan hak dan kewajiban nya dengan sebaik baiknya.
Untuk suami, Nabi sendiri mencintohkan aku adalah yg terbaik dalam memperlakukan keluargaku.
Suami sebagi Pelindung seperti disebutkan dlm surat annisa 34.
Arrijalu qowwamuna ala niisa.
Bagi istri, sebagaimana diawbutkan dalam hadits, siapapun wanita yg shalat lima waktu, luasa ramadhan, taat pada suami dan menjaga kemaluan silahkan maauk surga dari pintu manapun.
Annisa 34 :
Permpuan yg saleh, adalah yg taat pada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tdk ada, karena Allah menjaga mereka.
Ini dicontohkan nabi dalam sebuah ahdits agung, Allah merahmati seorang suami yg bangun malam untuk shalam dan memabngunkan istri, jika tidak bangun dia memercikan air ke wajah istrinya begitu juga sebaliknya.
3. Pernikahan dalam mewujudkan kebahagiana dunia akherat
Arrum 21
Dan diantara tanda tanda kekuasaannya Allah ciptakan pasangan dr jenismu sendiri agar kamu sakinah.
Dan dia ciptakan rasa cinta dan kasih sayang
Sesungguhnya itu adalah tanda tanda bagi kaum yg berfikir.
Dalam rangka menjadi khalifah dimuka bumi, Allah sudah menyiapkan semua termasuk memberi pasangan pada kita.
Allah ciptakan mawaddah wa rahmah agar kita merasa tenang.
Mawaddah itu cinta karena fisik
Rahmah cinta karena ineraksi bathin, kepedualian, ada belas kasihan
Maka kita melihat orangtua kita yg sudah sepuh2. Suami sakit atau istri sakit masih mempertahankan rumahtangga, karena disitu ada rahmah.
Dan dalam mewujudkan kebahagiaan dunia akherat perlu ada internnalisasi nilai nilai religius baik antara suami istri, kepada anak dan keluarga diantaranya adalah dengan cara
Shalat berjamaah di masjid, mengajak untuk berdoa dalam setiap aktifitas, mengikuti jakian keagamaan, menfajarkan bersedekah dll
Dan jangan lupa selalu memohon doa untuk kebahagiaan pasangan dan keluarga kita seperti yang sudah difirmankan Allah dlm surat Al Furqan 74.
Walaldzi na yaquuluna : Robbana hablana min azwajina wa dhurriyatina qurrota ayun wa alna lil muttaqina imama.
Ya Allah anugerahkan pada kami pasanngan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin orang orang yg bertaqwa.
17 Desember, 2019
Orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah
Yasmin sedang belajar di Malaysia mengikuti pertukaran Mahasiswa, semoga kemampuan bahasa inggrisnya semakin baik, dan semoga bisa juga menguasai bahasa alquran alqur bahasa arab, aamiin
Dibawah, gambar Kak Nadia sedang berada di ruang Dokter PKU Muhammadiyah Sruweng untuk tes kesehatan, sebagai syarat mengikuti beasiswa pendidikan di luar negri, semoga Allah mudahkan jalan Nadia dan Jasmina dalam menuntut ilmu.
Semoga Ilmu nya bermanfaat untuk kemajuan umat. Niatkan mencari ilmu untuk mencari ridha Allah dan memberi manfaat sebesar besarnya untuk umat manusia.Aamiin.
01 November, 2019
Belajar Toleransi, Tawakal dan Dakwah dari Mr Faruq
By Jasmina Zahra
Pagi ini berkah sekali. Yasmin, melya dan lukas (teman dari ISI Surakarta) berangkat dari KL jam 11.30 menggunakan bis menuju Singapura. Kami sampai pukul 4 lebih setelah melalui imigrasi malaysia dan Singapura. Kami berhenti di Golden Mile tower, Singapura. Disana kami mencari money changer dengan arahan google maps yang tertulis 24 jam, namun tidak ada. Kami bingung. Melya dan aku pun mencari masjid terdekat,namanya Masjid Hajjah Fatimah. Kita mengajak lukas ke masjid dan dia mau. Masjidnya bagus, kamar mandinya bagus,bersih. Kami istirahat disana sambil mengecharge hp. Melya ke kamar mandi, sementara aku mengecharge hp. Kami berdua kebetulan sedang tidak solat. Kami datang pada saat solat subuh. Lukas bertanya apa password wifi pada orang2 setelah orang2 selesai solat, karena wifi disana sinyalnya bagus hehe. Namun tidak ada yang tahu. Aku menyusul melya ke kamar mandi karena dia lama sekali. Ternyata dia mandi. Lalu ada ibu2 jamaah yang mencari aku katanya "tu korang cari2 kawannya" Sambil menunjuk arah pintu masuk. Ternyata lukas mencari aku kemana, aku bilang barusan dari kamar mandi. Dia berkata ini bapaknya mau ngasih kopi sama roti. Terus aku melihat di belakangnya ada bapak2 berjanggut putih dan berambut putih,menggunakan sorban dikepalanya. Dia tanya hanya berdua? Terus aku menjawab yang satu masih di kamar mandi. Lalu dia bilang "bilang ke kawan kau,tunggu sini" Lalu aku pergi ke melya yang baru saja selesai mandi untuk menunggu di masjid. Kemudian bapak itu mengajak aku dan lukas untuk ke tempat makan dekat situ. Di perjalanannya beliau bicara tapi aku lupa beliau bicara apa karena aku berjalan dibelakang tapi dia bicara tentang islam. Kemudian dia bertanya pada lukas,dan sekali lagi aku lupa beliau bertanya apa namun aku bilang pada bapaknya " Sir, actually he is Christian " Terus bapaknya " MasyaAllah it's okay, it's okay" " Brother, do you know we believe in jesus too" Pokoknya bapaknya menjelaskan tentang islam,sampai2 jalan kita terhenti karena bapaknya menjelaskan ke lukas. Karena bapaknya sedang menjelaskan ke lukas,aku pun melihat kucing yang gemuk dan bermain2 dengan kucing tersebut, walaupun akhirnya si kucing pergi juga. Kami pun jalan kembali ke tempat makan. Tempat makannya kayak kantin, ada yang jual roti2 kaya toast, canai, dll. Ada yang jual kayak minuman2. Dan ada yang jual makanan berat. Kami ditawari mau minum apa, si lukas kopi tanpa susu (kopi o) aku teh 2, untuk melya. Di bahasa melayu kopi,milo,teh itu pakai susu, kalau yang tidak pakai susu bilang nya kopi o, milo o, teh o. Kemudian kami ditawari mau makan apa, yang ada baru mie rebus dan nasi lemak,kemudian kami memilih nasi lemak dan meminta maaf sudah merepotkan. Kami pun duduk dan tanya nama dan asalnya. Namanya Mohammad Faruq dia asalnya dari India,tapi pindah ke Singapore. Beliau rendah hati sekali,dia bilang dia dulu ada usaha tapi sekarang dia sudah pensiun sekarang apa apa dari Allah dan cukup. Dia bicara banyak tentang islam ke kita, dan bilang ke yasmin kalau yasmin harus menjelaskan ke orang2 tentang islam,dakwah. Yasmin mengangguk2. Kami pun bertanya tentang Singapore ke beliau. Kemudian makanannya datang, dan kami berterimakasih sekali sudah diberi apa2. Aku bilang "jazakallah khairan katsiran mr. Faruq " Dia bilang insyaAllah. Kami pun kembali ke masjid. Lalu menyantap hidangan. Kebetulan ayamnya ada 4 dan kita hanya ber3. Satu ayamnya melya dan aku kasih kepada ibu2 jamaah yang baru saja membersihkan wc masjid tersebut. Yasmin sangat bersyukur. Tempat istirahat, air untuk bersih-bersih, dan makan sudah dijamin oleh Allah.
فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Singapore, 30-10-2019
31 Oktober, 2019
Perjalanan
Siapa sih yang gak bangga kalo jalan- jalan keluar negeri?
Tinggal tujuan kita apa jalan jalan tersebut.Apa hanya karena ingin pamer? Atau dibilang berduit?
Yah semua punya niat masing masing.
Maka pelajaran paling baik, adalah teladan Nabi, mari luruskan niat apapun yang kita lakukan hanya untuk mencari ridha Allah.
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya"
Jika kita diberi kesempatan bisa mengunjungi luar negeri, bersyukurlah..itu semua karena Kehendak Allah, jadikan perjalanan mu untuk mencari ilmu, yang nanti nya bisa membawa kemajuan masyarakat baik dunia maupun akherat di negrimu.
Ambillah pelajaran...seperti yang di firmankan Allah swt dalam Al Quran...
"Berjalanlah dimuka bumi, dan perhatikanlah bagaimana akibat orang orang yang mendustakan Allah"
Maka, kemanapun kamu pergi, tetap pegang erat Al Quran dan sunnah, insyaallah kau tidak akan tesesat..
Berikut adalah foto foto kak Nadia di Singapura setelah mengikuti kegiatan Simposium Pelajar Indonesia, dan Foto Jasmina ketika mendapat kesempatan mengikuti Program AIMS UAD( Program belajar 6 bulan di Malaysia)
20 Oktober, 2019
Tukang Sound System
Tukang Sound System
Dalam setiap perhelatan, salah satu faktor penting untuk mensukseskan acara adalah Sound System.
Acap kali kita melihat, penampilan tukang sound system terkadang suka asal asalan. hanya memakai celana pendek, kadang bertato, sambil merokok mondar mandir membetulkan kabel di sekitar acara.
Yah itu memang tugasnya sih .
Tapi terkadang sebuah acara yang sudah cukup tertata rapi, misalkan saja acara nya tentang keagamaan, yang cukup sakral , jadi sedikit terganggu oleh penampilan tukang sound system yang kurang rapi.
Nah, pada kesempatan ini, kebetulan hari ini adalah acara pelantikan direktur pku sruweng, sebagai salah satu panitia seksi konsumsi, meski bukan tugas saya, saya mencoba melobi si bapak tukang sound system.
Saya mendekati dia, dan menyanpaikan padanya, "Bapak, besok pakai batik ya, biar tambah ganteng"
Si bapak agak terkejut.
Mungkin baru kali ini ada orang yang mengatur atur pakaian tukang sound system😜
Apa mau dikasih seragam mbak? Kata beliau.
Hehe....gak...kan lebih ganteng kalo pake batik, kataku.
Esok hari, ketika aku menuju lokasi acara, aku melihat si bapak sudah berpakaian rapi bak mau kondangan, padahal semalam belai hanya memakai kaos dan celana pendek
21 Oktober 2019
Dalam setiap perhelatan, salah satu faktor penting untuk mensukseskan acara adalah Sound System.
Acap kali kita melihat, penampilan tukang sound system terkadang suka asal asalan. hanya memakai celana pendek, kadang bertato, sambil merokok mondar mandir membetulkan kabel di sekitar acara.
Yah itu memang tugasnya sih .
Tapi terkadang sebuah acara yang sudah cukup tertata rapi, misalkan saja acara nya tentang keagamaan, yang cukup sakral , jadi sedikit terganggu oleh penampilan tukang sound system yang kurang rapi.
Nah, pada kesempatan ini, kebetulan hari ini adalah acara pelantikan direktur pku sruweng, sebagai salah satu panitia seksi konsumsi, meski bukan tugas saya, saya mencoba melobi si bapak tukang sound system.
Saya mendekati dia, dan menyanpaikan padanya, "Bapak, besok pakai batik ya, biar tambah ganteng"
Si bapak agak terkejut.
Mungkin baru kali ini ada orang yang mengatur atur pakaian tukang sound system😜
Apa mau dikasih seragam mbak? Kata beliau.
Hehe....gak...kan lebih ganteng kalo pake batik, kataku.
Esok hari, ketika aku menuju lokasi acara, aku melihat si bapak sudah berpakaian rapi bak mau kondangan, padahal semalam belai hanya memakai kaos dan celana pendek
21 Oktober 2019
Langganan:
Postingan (Atom)

















