26 Juni, 2014

Trip to Pre - Kediri III

Siang itu Kami menuju hotel, dan istirahat, mejelang malam, kamipun keluar mencari Kuliner Kediri.
Karena siangnya makan soto, dan rupanya suami merasa masih lapar, maka kami memutuskan malam ini makan makanan yang agak mengenyangkan. Sebenarnya kami mecari Rumah makan Padang, tapi rupanya kami tak menemukannya. Di sekitar Hotel, hanya ada warung yang menjual, sop Klaten, fried chiken.Dan itu tak menggoda selera kami. Kami sudah berjalan jauh hampir 500 meter, tapi tak menemukan makanan yang menggugah selera. Ada satu warung  khas lamongan, akhirnya kami menetapkan pilihan di warung Lamongan. Kami memesan ayam goreng dan lalap.

Bertiga menghabiskan biaya sekitar 59.000,- jadi kurang lebih per porsi 20.000. Tapi memang super kenyang...suami nambah setengah porsi nasi lagi hehe.

Setelah selesai, kamipun menuju hotel, dan istirahat.

Sebelum shubuh aku sempatkan shalat tahajud, suami berjamaah di masjid depan hotel, kata suami, masjidnya besaaar sekali 7x nya masjid agung kebumen. Tapi ketika shalat shubuh yang jamaah hanya 11 orang saja saudara saudara...

Waktu menunjukan pukul 05.30 wib, kami ingin jalan jalan pagi sambil mencari cemilan atau sarapan pagi sambil menengok kakak di kos kosan, tentunya jalan kaki. Ini benar benar jalan jalan ke Pare, jalan jalan dalam maksud yang sebenarnya.

Dari Hotel kami menyusri jalan raya, Pare ini kalo dikebumen seperti Gombong, Luas dan cukup berkembang. Pagi2 petugas kebersihan sudah mulai mebersihakan jalan jalan.

Lalu kami berhenti di sebuah warung kecil yang menjajakan Pecel dan Nasi Kuning. Kami berhenti sejenak, sambil minum teh. Ada Bakwan goreng, ada tempe dan juga tahu. Rencananya kami akan makan di kos nadia, tapi karena keburu lapar , akhirnya kami makan disana.








Aku dan suami makan nasi pecel, jasmine mintanya nasi kuning. Aku beli 4 bungkus, ditambah 3 gelas teh manis, dan gorengan 8. semua hanya 25.000 saja. Murah kan?dan kenyang. Sebenarnya terbersit, untuk membeli makanan untuk persiapan di kereta, tapi tidak jadi kulakukan.  Kami menuju kos kosan nadia, sambil melihat pemandangan dikanan kiri kami. Banyak anak bersepeda. Yah di Pare ini, pemilik kos kosan menyewakan sepeda untuk anak anak yang kursus. Persepeda ada yang mulai disewakan 35.000/ bulan - 75.000/bulan. Tentunya yang baru pasti mahal. Di tempat kos nadia, sepedanya rata rata baru.









daerah jl kemuning - Pare


anak anak sedang beli makanan di warung

sepeda sepeda yang disewakan untuk anak anak kursus



Lalu kami berjalan menuju kos kosan nadia. Sesampainya disana rupanya nadia tak ada ditempat, lalu kami sejenak melihat2, tempat kursus nadia, Elfas.Elfas cukup megah, kami hanya melihat parkirannya saja, tak sempat masuk. Setelah menunggu sekian lama, tiba tiba muncul nadia dan Rahma dari kejauhan dan menyapa kami. Kami langsung berpamitan, dan memeluk merek berdua,"Baik baik saja ya, kataku

Tempat Kursus ELFAS


mejeng depan Elfas

Nadia dan Rahma

Sudah dulu ya sanag, baik2 di Pare, semoga pulang2 bisa cas cis cus bahasa inggrisnya..:)

Trip to Pare - Kediri II

Setelah insiden kceil, masalah transportasi selesai, aku mengantar nadia ke kost kostan. Kost nya persis depan Tempat Kursus "Elfas". Perbulan 350.000. Satu kamar 3 orang, berikut penampakan nya.

Nadia satu kamar denagn Silmi, yang baru kelas II smp, dan Si aduh rahma ya(Lupa) dari Pontianak.
Karena kami harus menginap satu malam lagi di Kediri, kami mencari penginapan di sekitar Kost Kostan.
Sebelumnya kami juga menanyakan kepada pemilik kost, siapa tahu ada kamar yang bisa kami pakai semalam saja, nanti biaya bisa dirundingkan. Ternyata pemilik tak bisa memberi kepastian.  Inggris"
Kaena sudah siang, kami memutuskan mencari makan siang sambil berjalan jalan, siapa tahu ada hotel di sekitar Kost kostan.
Jasmine ingin makanan yang berkuah, sepertinya yang paling cocok adalah Soto. Disalah satu warang tertulis "Soto ayam", lalu kami masuk, begitu kami memesan, ternyata si penjual bilang ," Sotonya gak ada bu," heheh
Kamipun nyengir.
Lalu kami berjalan lagi, ada warung yang asik, ada menu Sop harga terjangkau cuma 5000 saja. Tapi sayang nama Warung makan nya "Selingkuh". Hadehhh, aku bilang jangan disini namanya gak bagus.

Lalu kami menyusuri jalanan di Pare, melalui gang gang di Pare, lalu, menemukan jalan Raya yang cukup ramai, hampir di semua rruas jalan pare pasti ada tempat kursus bahasa inggris, makanya kampung ini dinamakan "kampung Inggris". Tapi selama kami disana, jarang orang2 bercakap dalam bahasa iNggris, hanya jika sedang di dalam tempat kurusu saja, terdengar  sang guru sedang mengajar muridnya memakai bahsa inggirs, dan sang murid  beramai ramai meniruka sang guru dan berteriak dalam bahasa inggris.

Dari kejauhan ada Tulisan "SOTO LAMONGAN", lalu kamipun berlabuh disana. Sotonya cuku enak, harganya juga terjangkau, kami berempat hanya menghabiskan 34.ooo saja, sudah sama minum teh dan jeruk hangat.

Setelah selesai mengisi perut, kami masih menyusuri jalan di PAre sambil mencari hotel, dan kami tak mendapatykan nya. Kami pun pulang ke  Kos Kosan Nadia, aku shalat dhuhur dan sitirahat sejank, sementara suami masih mencari hotel.
akhirnya suami menemukan hotel terdekat, jaraknya sekitar 500 meteran dari kost. Kami menginap di Hotel "Surya Kediri".

Trip to Pare - Kediri I


Perjalanan ke Pare, dimulai dini hari. Karena kita memakai Kereta ekonomi, hanya ada 1 jadwal pemberangkatan yaitu pukul 02.45 wib. Tiketnya sangat terjangkau hanya 50.000,-. jadi berempat total 200.000.
Sejak sore kami sudah bersiap siap, pakaian juga makanan untuk makan pagi di kereta. Aku membawa mie goreng, nasi putih, dan telor ceplok. Tak lupa bawa minuman . Ini adalah tips hemat perjalanan, Kalo beli makanan di kereta, hemmm bisa dua kali lipat harga biasa. 
Kami berangkat dari stasiun Gombong, perjalanan dari rumah ke stasiun sekitar 20 menit. Kami diantar dengan mobil oleh kang amad. Lalu kang amad pulang. Sambil menunggu kereta datang, lumayan, kereta datang terlamat sekitar 15 menit, aku mengambil foto dari pada bengong..:)







Yap, tepat jam 03.00, kereta Ekonomi Kahuripan pun datang, dan kami segera mencari tempat duduk.
Gerbong 1 sangat penuh, dan tempat duduk kami ada diujung kereta. Ada seorang nenek tua sekitar 60 tahunan, yang sudah keriput, dan menyendiri. Wajahnya datar, tak tampak senyum diwajahnya. Mungkin bila sedikit senyum dia berikan pada ku, aku akan memotretnya, tapi karena tak ada senyuman, dan aku juga sedkit takut, seperti nya kok jadi seram ya, ya mungkin karena tak ada senyuman dari nya.
Aku mencoba bersikap ramah, aku bertanya padanya, Mau kemana bu, dia hanya menjawab singkat : Ke kediri. Wah bakalan bersamanya terus selama 6 jam. Gak papa sih, cuma, kok gak senyum yah...huftt.
Ini penampakan gerbong 1. Semua orang ngantuk, dan penuh....Suami masih asyik membaca buku..:)




Kursi yang diduduki nadia sudah rusak, kursi kelas ekonomi emang super keras, kayak tembok hehe, tapi lumayan lah...:)Oya, Kursi yang diduduki nadia ,
jadi jika kita duduk, kita akan ndlosor kebawah.
Sangat tidak nyaman.Ketika ada petugas, suamiku bertanaya dan protes kepada petugas, bahwa kursi yang kami duduki rusak. Tak lama sekitar 10 menit kemudian, petugas dengan ramah memberi kami alternatif kursi lain. Di Gerbong 3. Wah disana sedikit penumpangnya, dan kursinya lebih nyaman dan luas, aku bisa tiduran sendiri di satu kursi. Alhamdulillah, akhirnya bisa tidur juga..:)

Gambar disamping setelah pindah. Tuh gak ada orang kan? nyaman deh...

Oya, mejelnag shubuh, kita shalat shubuh dikereta, lalu aku tertidur sejenak. dan ketika aku membuka mata, aku melihat sinar matahari berwarna merah. Indah sekali. ...Bulat penuh. sayang di foto tak seindah aslinya...




Didalam kereta, aku juga membaca buku. Buku yang aku bawa adalah buku hebat karya amien rais, judulnya "Selamatkan Indonesia "




Buku pak amien Rais ini mengkritisi kebijakan para pemimpin kita, dan agenda mendesak bangsa yg harus segera dilakukan.
Akhirnya, sampai juga kami di Kediri. Untuk menuju Pare, kita haus mencari angkutan. Nah menuju ke Angkutan itu ngetem, kita memakai becak. Biaya nya 10.000,- kalo minta lebih ditawar saja. Kira2 500 meter sampai di tempat Angkutan ngetem.

Sampai disana ada Angkutan kecil bertuliskan Kediri -Pare. Tarif normal 7000,-. JAdi kalo mau naik harus kesepakatan dulu. Jangan asal naik. Karena mereka akan meminta uang 20.000/orang sampai ke Pare.
Ibu2 dari Sulawesi yang mau Ke rumah sakit Pare, awalnya ngasih 7000,- tapi ditolak oleh sopir. Akhirnya setelah "ribut" si Ibu yerpaksa membayar 20.000,-

Begitupun kami, suami "keukuh"membayar 7000,-/ oang sesuai tarif yang ditentukan pemerintah, sampai pare, kebetulan si sopir mengantar sampai depan kost. Dan sopir tak mau menerima uang, uang  ditolak, sempat terjadi insiden. Aku cepat cepat pergi menuju kost nadia, agar anak2 tak melihat keributan kecil itu.Akhirnya suami mengalah, tetap membayar 20.000,-/orang
Memang masuknya dari jalan raya agak jauh juga sih. ...Kalo naik becak sekitar 10.000,- juga.  Tapi 20.000, tetap mahal. paling tidak ya 15.000 deh.

11 Juni, 2014

Stigma Pendukung Prabowo Jokowi



Akhir akhir ini menjelang Pilpres 2014, media sosial makin panas. Tapi Bicara politik memang asyik.

Ada teman yang menulis  status bahwa, seperti ada benang pemisah, siapa  orang orang yang pilih jokowi dan yang milih prabowo. Teman saya tersebut menulis, yang pilih prabowo itu kelompok islam yang rada keras : PKS, FPI.sementara kelompok islam yang moderat lebih pilih jokowi. Moderat itu mana ya? maksudnya muhammadiyah? NU? JIL hehe.  Begitu juga seniman pendukung capres, disitu ada Rhoma Irama, dan Dhani Ahmad yang mendukung Prabowo, sementara, dipihak jokowi ada Trio Lestari dan Slank.

Mari kita cermati, benarkah demikian?

1. Kelompok Islam Garis keras pendukung  Prabowo
 Disitu ada PKS, FPI (FPI ini masssanya sedikit ). Tapi Bagaimana dengan Muhammadiyah? rupanya Muhammadiyah yang moderat sebagian besar karena faktor Amien rais dan PAN yang mendukung Prabowo, suaranya juga kesana. Begitu juga NU, NU mau tak mau suaranya terpecah, Said Agil mendukung Prabowo, dan saya yakin pendukungnya juga tidak sedikit. PPP, nah di PPP juga banyak NU nya, ini juga mendukung Prabowo.Tapi sebagian Muhammadiyah juga ada yang dukung jokowi, begitu juga NU dengan Muslimatnya serta PKB nya Muhaimin.

2. Kelompok Islam Moderat dukung Jokowi.
kelihatannya demikian, tapi sesungguhnya tidak. Seperti yang saya katakan tadi, Muhammadiyah dan NU pilhannya terbelah. Bagiamana dengan JIL? JIL hanya kelompok, tidak banyak. Sebagian anggota JIL yang saya tahu memang dukung jokowi, tapi ada yg unik, Prof dawam Raharjo mendukung Prabowo. Begitu juga Dhani Ahmad pendukung JIL, saat ini dia tidak sebaris dengan JIL dalam pemilihan Presiden.
Dhani Ahmad sendiri, sering bersebrangan dengan FPI, tp dalam pemilihan presiden kali ini mereka bersatu. Unik Kan?

3. Seniman
Bagaimana dengan seniman.
Ndilalah, seniman yang  seperti Rhoma dan Dhani Ahmad, mungkin stigma sebagian orang, Dhani dan Rhoma penyuka wanita, sementara yang lain tidak. Nah kebetulan mereka berdua dukung prabowo.Sementara Slank dan trio lestari dukung jokowi.

Bagaimana dengan saya? 
Saya gak tau saya ini masuk kelompok apa? yang pasti saya anggota Muhammadiyah, pengurus aisyiyah dan nasyiatul aisyiyah, saya suka semua lagu2 rhoma, dhani ahmad, slank dan trio lestari, tapi terus terang saya gak suka dengan sikap FPI yang beberapa waktu lalu melakukan kekerasan. Semoga besok2 tidak lagi. Tapi , meski saya suka dengan rhoma, saya tidak suka dengan sifat beliau yang punya banyak wanita, hehe. Bagaimana dengan capres saya?

Dulu saya pengagum jokowi, saya suka menulis status tentang jokowi kehebatannya tentang esemka, perlawanan terhadap bibit dan lain lain, saya juga tidak suka dengan presiden dari kalangan militer, tapi sekarang saya tak suka dengan pencitraan jokowi yang mulai sedikit demi sedikit ketahuan. Revolusi mental yang jiplakan, attitude nya di deklarasi damai, dan esemka yang ternyata hanya pencitraan.

Prabowo, attitude nya cukup baik meski sebagian besar bilang bahwa beliau keras dan temperamental, tapi dalam debat kemarin beliau tidak menyerang.Dia apa adanya
Kampanye nya lebih santun dibanding tim sukses nya dan tim lawan.

Saya, mungkin seperti jutaan orang lainnya, masih bingung dengan pilhan yang sulit.
Seperti kata Sudjiwo tedjo, menunggu Tuhan menggerakan tangan saya mencoblos apa?

Jadi menurutku, dalam Pilpres ini kita tidak bisa mengelompokkan atau menstigmakan, bahwa kelompok ini bakal dukung ini, kelompok itu bakal dukung itu. Ini masalah pribadi...

04 Juni, 2014

Si Mbah Pemulung


Selepas acara jalan sehat Dalam memperingati Hari TB sedunia minngu kemarin, aku duduk duduk sambil  menunggu jemputan suamiku.
Suasana alun alun kotor, banyak sampah berserakan. Dus snack, aqua, dll.
Hanya aku, desi, yoni dan mba esti wanita yang masih tersisa di belakang panggung. Aku agak terlambat pulang, karena kelamaan menyanyi, maklum menggantikan mc yang sudah lama pamitan.
Lagu terakhir yang kunyanyikan bersama ais, "Tak Kan terganti", mudah mudahan aja enak didengar hihi

Aku memperhatikan seorang wanita tua, sedang giat mengumpulkan botol bekas aqua, juga dus dus bekas snack,  lalu dia dikumpulkan dalam karung.
Aku mendekatinya dan berkata." Bade disade geh bu?" 
"Nggih, kata si mbah". Pinten niki nek sekilo?, kataku ," telungewu, katanya dalam bahasa jawa."
Sedinten angsal pinten kilo bu?. Setiap hari bisa dapat berapa bu, kataku. "Nggih mboten mesti," katanya. 

Dua bulan sekali, si mbah ini mengumpulkan plastik, dan baru dijual setelah terkumpul banyak.
Tanpa aku bertanya,  dia mulai bercerita, bahwa, semua ini harus ia  dijalani, karena dia masih harus  mengasuh cucunya. Ibu sang anak meninggal, dan bapaknya pergi  dan tidak mau mmebiayai si anak. Aku bilang ," kalo ibu mau,  cucu ibu bisa dimasukan di panti asuhan Muhammadiyah." Oya, katanya. Tapi sepertinya anaknya belum mau bu kata si ibu. 
"Nanti disekolahkan sampai sma, "kataku. "O nggih matur nuwun, "kata si ibu tersenyum.

Lalu aku menepi, dan duduk, terlihat dari jauh, motor supra fit orange datang, dengan pria berhelm dan berjaket cream, memberi kode padaku untuk menghampirinya

19 Mei, 2014

Suami Bantuin masak

Pagi tadi, aku masak tumis sawi, tempe dan ayam goreng, untuk sarapan keluargaku. Biasanya aku suka takut kalo motong sayuran, karena suka ada binatang kecil yang bernama ulat. Aku suka berteriak teriak kalo ada si ulat hehe norak ya...
Lalu aku minta tolong suami, untuk bantu aku.  Suami sih ok ok aja. Suami gak bisa masak, tapi dia suka bantu bantu memotong sayuran. Masakan yang bisa dia buat, hanya telor ceplok, dan sup. yah lumayan ya...Tapi kalo buat teh, biasanya beliau yang suka menyeduh untuk kami sekeluarga. Kadang aku juga, sesempatnya semua lah. Kita harus berbagi peran, aku juga tak memaksa dia untuk bisa memasak, meski hanya bantu bantu di dapur aja udah seneng banget. makasih bapak...i love you..:))

18 Mei, 2014

Kacang Kulit Goreng Pasir dan Kopi Susu



Setiap makan kecang kulit goreng pasir, apalagi ditemani kopi susu, aku selalu teringat dengan om Tholib. Om Tholib adalah Om suamiku, tepatnya adik kandung Ibu mertuaku.

Sudah sekitar 10 tahun  yang lalu, kami menikmati kopi susu dan kacang kulit goreng Pasir yang disuguh oleh Om Tholib. Waktu itu kami sedang berkunjung ke percetakan milik Bapak mertua, percetakan Kejambon. Dan Om tholib sebagai manajernya.

Waktu itu kami berdua ingin membuka usaha percetakan di kebumen, dan banyak menanyakan perihal bagaimana cara membuka usaha percetakan. Nah, ketika kami bertamu, om Tholib menyuguhkan kopi susu dan kacang Goreng pasir.

Mungkin sederhana, hanya kacang goreng pasir dan kopi susu, tapi enath kenapa, peristwa itu selalu melekat di hatiku sampai sekarang. Mungkin karena keramahan om Tholin dan karyawan percetakan.
Tapi semua itu memberi kesan tersendiri untuk ku.

malam ini aku mengetik tulisan ini ditemani segelas kopi susu dan kacang kulit goreng pasir, dan aku teringat peristiwa 10 tahun yang lalu....

terimakasih om Tholib...

14 Mei, 2014

MI Muhammadiyah Argosari di Puncak Bukit


Selepas anak anak SD Muhammadiyah Kreatif gombong pulang dari tempat kami, kami segera menuju ke MI Muhammadiyah Argosari Ayah. AKu berjanji menemani suami kesana, suami punya tugas mengjui kecakapan membaca al qur'an dan bacaan shalat guru- guru sekolah se kebumen. kebetulan, suami bertugas di MI pelosok, nunjauh di atas bukit, yaitu MI Muhammadiyah Argosari. Kami berangkat pukul 10.00 wib, pas berangkat di dompet hanya ada uang 4000 rupiah yang sudah lecek. Ditambah uang 50.000 ambil dari toko untuk membeli bensin ke ayah. Yah ini masa paceklik, genteng belum ada yang laku, yah perjuangan tetap berlanjut disaat lapang ataupun sempit kata Allah.
Belum lagi suami sedikit esmosi jiwa, gara gara berkas penilaian belum dikirim, akhirnya kita terpaksa berhenti di pojokan daerah demang sari untuk fotokopi berkas penilaian dari sd Demangsari, dan setting ulang.
Aku sedikit ketar ketir, takut biaya setting mahal, di dompet hanya ada 4ribu rupiah...itupun sudah terpotong 400 rupiah untuk fotokopi.
eh ternyata di sebelah ada warnet, rupanya sakim sudah meng email berkas penilaian. Aku menunggu settingan, suami ke warnet dan mengeprint berkas. Kembali aku khawatir, uang di dompet tersisa 3 600 rupiah, smoga cukup untuk bayar warnet.
Di saat itu, aku bertemu mba rohmulyati, mantan ketua NA , yang sekarang masih mengajar di smp Muhammadiyah ayah. "Hai..apa kabar, kataku ditelpon tidak diangkat? kataku. "masa..lalu dia memeriksa HP nya mengecek apakah ada panggilan dariku,"
Oya...maaf ya, baru masuk, katanya.
Aku bilang bahwa, aku memang tadi menelpon, untuk mampir, apa ada internetdi SMP, kalo ada kami mau pinjam dan mengeprint sebentra, aku bilang ahwa, kami mau menuju MI argosari. "Di smp ada mba, katanya, ayo kesana.
Wah, sudah mbak, bapak sedang di Warnet, kataku. MI Argosari jauh gak mbak? kataku,' "wah, jauh, naik  masih satu jam lagi,  katanya.
Aku sebenarnya juga pernah kesana cuma sedikit lupa. hehe
Akhirnya mba roh berpamitan . Nanti mampir ya, katanya. Ya Insya Allah kataku.
Lalu aku menuju warnet, mengecek suami sudah selesai belum. Suami muncul di pintu," Cuma 1000 saja kok, ada kan? katanya. hehe aku tersenyu, alhamdulilah masih cukup.
Ternyata bayarnya cuma 1000 rupiah saja. Alhamdulilalah batinku.
Settingan belum selesai juga, akhirnya aku gagalkan,karena settingan sudah tidak diperlukan lagi, karena kami sudah mendapatkan berkasnya. Thanks God. terimakasih untuk yang sudah menemukan "Internet", berkatnya semua jadi mudah.

Aku bertanya pada penjaga toko,  berapa saya harus bayar? Kata penjaga toko tidak usah tidak apa apa, lagipula settingan belum jadi, katanya. terima kasih kataku. Kami langsung menuju mobil melanjutkan perjalanan.

Perjalanan ke Argosari jauh juga, melewati bukit bukit kapur, dan pepohonan jati.










Akhirnya, sampailah kami di pesimpangan. Sebenarnya suami agak ragu, tapi terus saja mobil melaju


Nah melewati jalan sunyi ini, disitu ada gundukan jalan yang tinggi dan alat pengecor semen, sepertinya disitu akan di buat jalan . Disitu ada pertanda bahwa jalan itu tak boleh dilewati, ada 3 galon gas melon, dan 3 buntel kerupuk. Hihi...aku heran di jalan kok ada kerupuk sih...

Setelah bertanya pada seseorang, akhirnya kami atret. Yah kami kesasar.

Kami melanjutkan perjalanan, kami berhenti di persimpangan, dan suami kembali ragu, katanya banyak jalan yang mirip. Malu bertanya, sesat dijalan, kamipun bertanya pada seseorang disana. MI argosari mana mas? kata suamiku. Lurus saja, cari jalan tanah yang belum di aspal. Terimakasih kata suamiku,


Jalan diatas, bukan jalan ke MI argosari, kami melanjutkan perjalanan, dan memang banyak jalan yang mirip disana.
Nah...akhirnya...sampailah kita dijalan yang belum diaspal berikut :


Nah...inilah "SHirotol Mustaqim" jalan menuju MI argosari yang benar hehehe....
Aku pun sumringah setelah beberapa kali kesasar...
Dan...penampakan MI argosari mulai terlihat sedikit
Finally, ketemu juga , MI Muhammadiyah Argosari Ayah. Ada rasa bangga membuncah, di Puncak Bukit berdiri MI Muhammadiyah Argosari. Kata suami, ini masih ada MI lagi di atas bukit, ini bukan yang di puncak...kalo kesana harus naik ojek, katanya.
Iniliah wajah MI Muhammadiyah Agosari.....indah bukan?



04 Mei, 2014

Membaca Pikiran

Salah satu yang menyebabkan mis sunderstanding antara laki laki dan perempuan adalah masalah komunikasi.
Terkadang, bahkan sering, perempuan jika minta sesuatu atau minta tolong, selelu pake tanda.
Contoh: jika minta diantar, kemungkinan si perempuan tidak akan bilang, dan berharap si cowok tahu sendiri, sementara si cowok benar benar tidak tahu, kalosi cewek tidak terus terang.Nah disinilah pangkal masalahnya. Si Cowok merasa tidak tahu, dan meraba raba apa maunya si cewek, sementara si cewek mengira si cowok tidak perhatian. terjadilah peretengkaran!!!!

Setelah sekitar 17 tahun menikah, rupanya aku juga bahyak belajar. Begitupun suami. Hari ini Aku masik sakit leher, dan sulit untuk beraktifitas, aku berharap suami mau menggoreng telur untuk nadia yang akan berangkat ke sekolah. Aku tak memintanya, ehhh ternyata suami sudah melakukan sendiri. wah hebattt...!!! makasih sayang..I love you..:))

LEHER TENGENG

Sudah hampir 2 minggu ini, leherku tengeng, susah buat nengok baik ke kanan atau ke kiri.
Jum'at pagi aku bangun dan merasakan sakit luar biasa dengan leherku, mau bangun berat dan sakit. Tapi Aktivitas tetap berjalan, kebetulan ada Counterplain, aku coba pakai. Terus aku juga browsing2 di internet, tentang sakit leher ini. Ada yang bilang karena salah tidur, lalu tipsnya di Kompres air hangat, lalu coba digerak2 kan ke kanan dan kekiri, lalu ada yang kasih saran minum pereda rasa sakit, Asam mefenamat. 

Meski sakit leher, aku tetap beraktifitas, bahkan ibu ku sms, minta menengok orang sakit, mba ida beta, ketua STTM  yang aktivis aisyiyah juga, katanya sudah bebrapa hari ini sakit. Aku ,Suami dan Ibu menengoknya. Dia sendirian di Kostnya. Ketika kami sampai disana, bu ida yang membuka pintu, kelihatan nya sudah membaik. Lalu cerita cerita, sakit apa sebenarnya, Ternyata sakitnya hampir sama, Bangun tidur tak bisa bergerak karena leher nya sakit. Aku bilang wah seperti saya dong, sekarang leher saya sedang sakit luar biasa. atau mungkin aku yang bandel ya hehe.Sakit malah nengok orang sakit..:)

Akhirnya setelah beberapa hari , leherku mulai membaik. Nah, sekarang belum ada satu minggu membaik leherku sakit lagi. Kebetulan hari hari ini memanga ku sibuk sekali mengurus pernikahan adikku. Tidur larut malam, Minum kopi, apalagi pas pesta, semua dimakan. Apakah mungkin ini yang menyebabkan aku sakit leher?

Tiba tiba aku teringat waktu aku sakit leher di Tegal, Adik iparku dokter dian menyarankan coba minum it B1 mba? kata katanya masih ternginang di telingaku.  Lalu aku browsing di internet Vit B1 diantaranya NEOROBION, untuk pegal pegal, lalu aku minta suami membelikan di apotik, Pagi ini aku meminumnya, 1 butir sehari, semoga dengan minum Neoro bion ini sakit leherku sembuh. Kalo udah sembuh, aku kabari deh, di Blog...:)


30 April, 2014

Perjalanan ke Jakarta - VI (Aku Pulang...................)

Sampailah aku dibandara Sukarno Hatta, tepatnya di terminal  IA.
Jika kita memakai bus damri yang jurusan bandara, otomatis sang supir akan menurukan penumpang persis di depan penukaran tiketyang kita tuju.  Gak mungkin kesasar. Saran saya, dari pada naik taxi , ojek, atau bajai, mending naik bus ini, tarifnya juga standar 30.000 saja

Aku menuju loket Lion Air, dan menukarkan tiket. Waktu masih lama. Aku sampai bandara jam 12.00 wib. Temanku yang tadi di sebelah tempat duduk ku sedang makan di luar, sebenarnya aku mau ikut tapi aku urungkan niatku. 
Makan diluar bandara pastinya lebih murah dibanding di dalam.

Sambil menunggu, Aku berjalan jalan, dan tiba tiba saja aku ingin memesan jus, yah, daripada kebawah lagi, mending diatas lah. Sekalian saja makan siang, nanti pasti sudah tak sempat makan.Aku tahu, pasti agak mahal makan di dalam.

Aku memesan makanan standar, soto lagi ....soto lagi dan jus jambu. Rupanya perutku masih penuh, aku tak menghabiskan makananku, dan aku merasa bersalah. Mubadzir.Ampuni Aku Ya Allah, diluarsana banyak orang yang kelaparan, sementara aku tak menghabiskan makananku....

Untuk menebus dosa, aku habiskan  1 gelas besar jus jambu...:)

Karena sudah selesai aku pulang, aku membayar makananku, semua 60ribu. Sudah bisa diduga, namaya juga makan di dalam kompleks bandara. 
Kalo diluar makan segitu paling mahal nih 20.000,-. Gak papalah sesekali jadi orang kaya, hii..:D

Selesai makan, aku menuju mushola, untuk shalat dhuhur dijama dengan ashar sekalian. Disana aku bertemu dengan seorang Ibu dari medan, yang akan reuni TK di Bali. Kata ibu itu, reuninya gak boleh bawa keluarga, biar seru...sambil mengusap bedak ke pipnya, aku senyam senyum aja..:)

Rasanya aku ingin tidur di mushola, sambil menunggu pesawat , bathinku.tiba tiba disitu ada tulisan "Dilarang istirahat disini"...hemmm..tau aja nih

Aku keluar dari mushola, dan menuju rang tunggu, sambil membaca Rich dead poor dead...menunggu itu emang menjemukan, mana gak ada internet lagi, HPku masih jadul, super duper jadul, coba bawa smartphone nya yasmin yah...huft, bateraipun mulai melemah....:(

Waktu menunjukan pukul 16.00 wib, ada pengumuman, bahwa pesawat jurusan jogja, ditunda satu jam kemudian.Para penumpang menggerutu. Yah...

Wah, bakalan malam nih sampai jogja. Akhirnya Pengumuman  kedua pun datang,  dan menganjurkan penumpang pesawat untuk segear masuk ke pesawat. Aku segera menuju  pesawat, duduk,  sesekali membaca, dan sesekali mencoba memejamkan mata, meski sulit. Beda sekali dengan sebelahku, begitu masuk, langsung jleb, tidur, bangun sudah sampai jogja..:)

Sejam kemudian sampailah aku di Bandara Adisucipto solo.

Aku menuju parkiran, dan aku berharap masih ada bus damri atau efesiensi disitu. 
Aku agak kebingungan.Aku tak pernah naik pesawat sendirian, biasanya minimal berdua dengan teman.

Aku bertanya pada supir bus damri, Pak ke kebumen masih ada? "wah udah habis tadi jam 6 mba, "kata supir damri.

Kemudian ada seorang supir taxi, yang menawariku mengantar sampai di poll efesiensi di ambar ketawang," 175ribu saja mbak, saya antar sampai ambar ketawang, atau mau sampai wates juga bisa," katanya. Sudah malam gak ada angkutan lagi, kalo naik trans jogja bisa, tapi lama," katanya merajuk

"Oke, pak makasih ,saya mau pake trans jogja saja, kataku sambil berlalu.

Didepan bandara ada halte Trans jogja, aku masuk kesitu. baru pertama kalinya aku naik trans jogja.Aku langsung masuk melalui pintu dan dimintai uang 3000 rupiah. Murah ya...batinku. Aku bertanya tanya pada petugas, kalo ke terminal giwangan bisa,? kataku. "Nanti mbak pake yang B3. "katanya." 
Aku menunggu sambil was was, aku khawatir tidak kebagian bus efesiensi.Dan kalo tidak kebagian, aku pake bus biasa, yang bisa berjam jam sampai kebumen.

Akhirnya setelah menunggu sekian lama bus trans jogja jurusan terminal giwangan datang juga, aku naik. Aku menikmati pemandangan kota Yogyakarta dari dalam bus trans Jogja. Asik juga, Begini nikmatnya memakai kendaraan umum, murah, bus nya juga cukup nnyaman, dan lebih aman dibanding naik taxi. Soalnya kalo naik bus kan rame rame, Kalo taxi cuma berdua sopir, ih takuttt...malam lagi...

Setelah berputar putar tidak lama sih, 15 menit, sampailah aku di terminal giwangan. Karena malam aku agak sedikit bingung. Sepertinya sepi sekali.
Aku langsung menuju toko, dan bertanya dimana parkir bus efesiensi, Sang karywan toko menunjukan, disana mbak, kesana aja ada bus bus disana.

Aku langsung mencari bus, alhamdulillah ada bus efesiensi sedang parkir. tapi kok sepi, aku bertanya lagi pada seseorang, " ini bus efesiensi kok belum ada yang masuk" kataku, wah gak tau mbak, terus orang tersebut menunjukan, coba disana mba,katanya.

Aku langsung menuju deretan bus yang sedang terparkir di depan ruko2. Oh masih ada satu, dan penumpangnya cuma 2, ibu dan anaknya. Aku langsung masuk.
Aku ingat ingat, aku kan sudah pernah ke terminal ini bersama yasmin, waktu itu aku dr Hotel satyagraha, ada acara LINA NASIONAL.Karena malam, aku agak sedikit "Hilang orientasi"..:)

Aku membeli aqua dan happytos untuk cemilan di salah satu toko di terminal. Bus pun mulai melaju, rupanya aku belum beli tiket, langsung aku bayar tiket diatas bus. Bus menuju ambarketawang dan mengambil penumpang. 

Bus malam itu tidak penuh, aku yang awalanya harus duduk dengan rombongan para pria,  dibelakang pula, akhirnya aku pindah tempat duduk yang lebih nyaman. Aku memilih  tempat duduk yang masih kosong, dan tak ada penumpang, jadi aku santai sambil  mengangkat kaki ke atas kursi, sampai kebumen.

Akhirnya, Sampai  juga di kedung bener, aku menlpon suami, agar aku dijemput di Simpanglima.

Rupanya bus lewat depan rumahku, tapi karena aku sudah terlanjur meminta dijemput di simpang lima, aku tetap menuju simang lima, disana sudah ada suami yang memarkir mobil di depan kedai kopi. Aku turun dan disambut pelukan oleh suami. Didalam monil ada nadia dan jasmin, akupun memeluk mereka...

Kamipun menuju rumah, menikmati teh poci...
Alhamdulilalah...home sweet home...

Perjalanan ke Jakarta V ("Tiket tak jadi mubadzir)

Setelah menikmati traktiran daeng di Telaga Sampireun, kamipun tepar, masing masing melepaskan beban dengan tidur. Tentunya shalat isya dan gosok gigi lah..
Tapi yang masih sibuk si dina....ngurusin administrasi dan laporan yang belum kelar. Satu satu pulang kerumah masing masing. Upik, Fitri...


Akhirnya  si dina selesai juga, dan di Kantor PPNA hanya ada kami bertiga. Aku Ulfa dan Danik.

Rencanaku semula sebenarnya akan pulang dengan mobil malam itu juga, bersama mba susi, teman dari kebumen, yang ketemu di kereta malam pas baerangkat. Dia menawari kumenumpang mobilnya. Aku senang saja, dan aku mengira itu gratis. Ahhh..kau ini mana ada yg gratis di dunia ini...:))

Padahal aku sudah mengantongi tiket pesawat lion air, dan pulang jam 16.00 wib.

Waktu aku masih makan di telaga sampireun, beberapa kali susi menelpon, tapi HP aku silent. jadi aku gak tahu. lalu susi sms, bahwa, kalo aku setuju ikut dengan mobilnya, aku diminta membayar 350.000,-. 
Ihik...wah kirain aku cuma menumpang aja, ternyata harus bayar, apalagi aku sudah punya tiket pulang dengan lion air. kalo lion gak aku pake, mubadzir dong...

Lalu aku menlpon suami, meminta pendapatnya. Kata beliau, lebih baik pakai pesawat saja, meunggu sehari tak apa, kamu kan bisa istirahat di kantor, toh siang nya aku juga sudah harsu ke bandara agara tidak terkena macet.

Lalu, aku sms ke mba susi yang baik yang sudah menawariku menumpang mobilnya, bahwa aku tidak jadi ikut, karena memang tiket sudah terlanjur dipesan, sedangkan, waktu janjian pun sepertinya juga meleset. Dia minta pulang habis isya, sementara aku sampai kantor PP baru jam 21.30 wib. Kasihan dia kalo lama menunggu.

Mungkin dia mengira aku keberatan kalo membayar, hehe iya juga sih, secara aku sudah punya tiket. selain aku harus membuang tiket pesawat, aku harus mengeluarkan lagi?. Dan lagi aku juga baru kenal dengan nya. Bukan bermaksud curiga tapi, keadaan yang tidak membuat aku harsu pulang bersamanya.
maafkan aku mba susi yang baik hati...atas tawaran tumpangannya.

Rasanya malam itu lelah sekali, memang sudah takdir aku untuk tetap memakai pesawat, coba kalo aku langsung nekat pulang dengan mba susi memakai mobil dari jakarta ke kebumen, aku pasti lelah sekali, dan jalanan dipastikan macet, karena hari itu hari libur, semua orang keluar kota.
Dan benar, saudaraku beberapa hari lalu bercerita bahwa, Perjalanan dari jakarta ke kebumen, hari yang sama, sangat macet, dari jakarta subuh sampai kebumen jam 11 siang keesokan harinya. wah memang Tuhan maha pengasih..

Subuh, aku terbangun, dan segera shalat, dan aku mulai kelaparan, kebetulan di kantor ada mie gelas, lalu akuseduh mie dengan air panas. Dan aku melahapnya, lalu aku membuat teh , rasanya segar sekali pagi itu. Akupun membuka internet untuk mencari berita sembari membunuh waktu. Ulfa dan danik masih terlelap.

Hari mulai siang, sekitar jam 9 pagi ulfa dan danik sudah rapi, dan mereka mengajak ku mencari makan. Kami berjalan menyusuri gang gang di dekat Menteng, danik ingin mampir warteg yang menjuat cumi hitam, tapi sayang cuminya sedang kosong. Akhirnya, pilihan jatuh di makanan jawa timur. Aku pesan soto ayam, Ulfa soto ceker, dan danik bebek goreng.

Selepas berbincang bincang sambil makan , kami menuju Kantor, dan Ulfa rupanya ada janjian untuk  segera pergi ke bogor. aku sekalian meminta ulfa untuk mengantarkan aku ke stasiun Gambir. Akupun mebonceng Ulfa, ruapanya dekat sekali ya menteng dengan Gambir, 5 menit tanpa helm lagi.

Ulfa mansehatiku, agar mencari bus damri yang menuju bandara. Kamipun berpisah.
Ku menuju deretan bus damri, disana sudah ada beberapa orang yang duduk di dalm bus.

Aku bersebelahan dengan seorang gadis dari semarang, yanga ka pulang untk liburan. Namanya akau lupa. Bus melaju ke bandara, aku tertidur, lelap sekali....



Perjalanan ke Jakarta IV "Telaga Sampireun"

Karena kita kesasar beberapa kali, rupanya daeng lupa lupa ingat itu resto tepatnya letaknya dimana..hihi

Alhasil ya harus muter muter... ya sebenarnya aku pingin banget pipis(jangn bilang bilang ya) kira kira  1,5 -2 jaman lah muter2 cari telaga sampureun...heheh bener gak tulisannya..:)

Yang pasti Daeng keukeuh harus disana, beberapa kali kita menawarkan alternatif rumah makan lain, tapi lagi lagi tidak jadi.

Sepertinya Telaga Sampireun ini istimewa banget, jadi makin penasaran.
Kita meledek daeng jangan jangan ada kenangan bersama seseorang di Telaga Sampireun itu hahahah. Yang cukup menghibur adalah....lagu di mobil.

Untung lagu lagi di mobil daeng dan anis, bagus bagus, lagunya bruno, maroon five, lagunya Jasmine banget, aku menahan pipis sambil bersenandung. Nah ini dia repotnya di jakarta, kalo terjebak macet, gimana mau pipis..ihikkk...ini mah aku masih bisa nahan, cuman sebentar, coba bayangkan jika macet 6 jam lebih OMG, bisa kencing batuuuu uhuhuuuuuuk, udah kalo gini mending tinggal di desa , kebumen ku tercinta..:))

Nah setelah muter2, dan bertanya tanya kepada orang dijalan, akhirnya...
sampai juga itu restoran dari kejauhan. Sebenarnya tinggal nyebrang aja sampe. Tapi...yah karena tidak dibolehkan jadi kudu muter lagi. Yang pasti itu resto sudah kelihatan udah tenang.....:)

Dan sampailah ke parkiran, suasana indah, dengan gubug gubug serta air kolam yang romantis dan lampu lampu antik yang cantik. Tapi hanya satu yang jadi tujuan ku.Toliet!!!!


ini suasana di Telaga Sampireun. Romantis kan?...:)


Restoran yang indah, wah asik juga ya, kita akhirnya memesan menu, ada ikan bakar , kepiting cumi dll, wah lengkap deh, yah kira kira seperti pring sewu, tapi menunya lebih lengkap, mungkin lebih mirip boyong kalegan di jogja.

Aku memesan kelapa muda, dan begitu datang langsungkuseruput  abis.Haus apa haus?...:). Sempet juga foto apa sekjen NA, Ulfa Mawardi..:)



Dari beberapa makanan yang dipesan, aku mencicipi Ikan bakar dan udang bakar hemm enak, dan tak lupa tumis kangkuanggg. Masih ada beberapa menu lagi sih, tapi kebanyakan manis, aku kurang suka makanan yang mansi manis. habis aku udah manis sih...kata suamiku, hahaha



Jadi kesimpulannya, Kenapa si Daeng keukeuh minta di telaga Samipreun ini, memang tempanya asik dan ok banget. Ditangah hiruk pikuk kemacetan Jakarta, mampi di Telaga ini cukup menyegarkan suasana, hilang deh seua lelah dan duka. Restorannya juga diiringi dengan musik sunda.

jadi kesimpulannya,  untuk keluarga  yang pada mau bersantai atau pingin kumpul keluarga, bersantai, atau buat rapat rapat, atau buat apa aj deh...tempat ini sangat recomended, tapi jangan lupa bawa uang yang banyak yah hahahah.sebenarnya tergantung yang dipesan sih..:)

Dan ada layanan disitu jika dalam 1/2 jam makanan tak kunjung datang diganti uang 100.000. WOW hebat juga...layanannya cukup cepat untuk menu yang segitu banyaknya..:)

Waktu meunjukan pukul 19.30 kita sudah shalat maghrib, dan setelah bersantai dan ngobrol ngalor ngidul sampai masalah politik segala, kitapun akhirnya pulang menuju rumah masing masing. Daeng anis dan rohmah ke daerah cawang, aku dan rombongan xenia disitu ada dina, upik, danik, fitri, dll ke menteng.

Perjalanan dari telaga sampireun ini ternyata seperti dari kebumen ke jogja, yah 2 jam maklum malam hari macet. GIla ya dari satu tempat ke tempat lain seperti keluar kota. hehe. yah itulah jakarta. Siapa suruh datang jakarta...siapa suruh datang jakarta...

Dijalan menuju gedung PP Muhammadiyah aku tertidur, dan tahu tahu sudah ada di depan gedung PP Muhammadiyah Menteng Raya.....