Kita akan mengkomparasikan 3 Teori nilai dari 3 Ilmuwan hebat ini.
Untuk memahami perbedaan teori nilai Kluckhohn, Rokeach, dan Schwartz, kita perlu melihat bahwa ketiganya sama-sama membahas nilai, tetapi memiliki fokus analisis yang berbeda. Kluckhohn membantu kita memahami hakikat dan orientasi nilai manusia, Rokeach menjelaskan jenis serta prioritas nilai individu, sedangkan Schwartz menjelaskan struktur hubungan antarnilai dan bagaimana nilai tersebut memengaruhi perilaku.
Dalam konteks disertasi ku tentang Model Internalisasi Nilai Keislaman dalam Keluarga Aktivis ‘Aisyiyah, ketiga teori ini bisa saling melengkapi, tetapi tidak harus digunakan sekaligus.
1. Perbedaan mendasar ketiga teori
1. Clyde Kluckhohn
Fokus: Hakikat dan orientasi nilai
Kluckhohn membantu kita memahami apa yang dianggap bernilai oleh manusia dan bagaimana manusia memandang kehidupan.
Pertanyaan utamanya: Apa yang dianggap baik, benar, dan berharga dalam kehidupan keluarga?
2. Milton Rokeach
Fokus: Jenis dan prioritas nilai individu
Rokeach menjelaskan bahwa manusia memiliki sekumpulan nilai yang disusun menurut tingkat kepentingannya.
Pertanyaan utamanya: Nilai apa yang paling diprioritaskan orang tua, dan nilai apa yang ingin mereka tanamkan kepada anak?
3. Shalom H. Schwartz
Fokus: Struktur dan hubungan antarnilai
Schwartz menjelaskan bahwa nilai-nilai saling berkaitan, tetapi juga dapat mengalami ketegangan ketika seseorang menghadapi pilihan.
Pertanyaan utamanya: Bagaimana orang tua menyeimbangkan ketaatan pada nilai agama, kepedulian keluarga, dan kebutuhan anak untuk mandiri?
2. Penjelasan setiap teori dengan contoh keluarga Muslim
A. Teori nilai Kluckhohn
Kluckhohn memandang nilai dalam kaitannya dengan konsepsi tentang sesuatu yang diinginkan, yang memengaruhi pilihan tindakan, cara berpikir, dan penilaian seseorang.
Dalam pembahasannya mengenai orientasi nilai manusia, Kluckhohn bersama Florence Kluckhohn dan kolega mengembangkan kerangka untuk memahami orientasi manusia terhadap persoalan mendasar kehidupan, seperti hubungan manusia dengan alam, waktu, aktivitas, dan sesama manusia.
Contoh dalam keluarga aktivis ‘Aisyiyah:
Orang tua memandang ibadah sebagai bagian mendasar dari kehidupan.
Orang tua meyakini bahwa anak harus dibesarkan dengan akhlak yang baik.
Keluarga menganggap musyawarah sebagai cara menyelesaikan persoalan.
Keluarga memandang kegiatan sosial sebagai bentuk tanggung jawab terhadap sesama.
Kegunaan dalam penelitian: membantu Ibu mengidentifikasi pandangan dasar keluarga tentang kehidupan dan nilai-nilai yang dianggap penting.
Catatan: pembagian nilai ilahiyah–insaniyah dalam Islam bukan klasifikasi asli Kluckhohn. Itu merupakan kerangka nilai Islam yang dapat Ibu gunakan bersama teori nilai untuk mengelompokkan temuan penelitian.
B. Teori nilai Rokeach
Rokeach membedakan nilai menjadi dua kelompok utama.
1. Nilai terminal (terminal values)
Kondisi akhir kehidupan yang ingin dicapai.
Contoh:
Menjadi manusia yang saleh.
Memiliki keluarga yang harmonis.
Mencapai kehidupan yang bermakna.
Memperoleh kedamaian dan kebahagiaan.
2. Nilai instrumental (instrumental values)
Cara atau sifat yang dianggap penting untuk mencapai tujuan.
Contoh:
Jujur.
Disiplin.
Bertanggung jawab.
Sabar.
Menghormati orang lain.
Misalnya, seorang ibu aktivis ‘Aisyiyah ingin anaknya menjadi pribadi saleh dan bermanfaat bagi masyarakat. Itu merupakan tujuan yang ingin dicapai. Untuk mewujudkannya, ia membiasakan kejujuran, ibadah, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Kegunaan dalam penelitian: membantu Ibu membandingkan nilai yang ingin diwujudkan orang tua dengan cara yang mereka gunakan untuk menanamkannya.
Namun, nilai yang dinyatakan penting oleh orang tua belum tentu sama dengan nilai yang benar-benar dihayati anak.
C. Teori nilai Schwartz
Schwartz mengembangkan teori nilai dasar manusia yang menjelaskan isi nilai, prioritas nilai, dan hubungan dinamis antarnilai.
Dalam model klasiknya, terdapat sepuluh tipe nilai dasar:
Tipe nilai | Makna sederhana | Contoh dalam keluarga |
|---|---|---|
Self-direction | Kemandirian berpikir dan bertindak | Anak diberi ruang mengambil keputusan |
Stimulation | Kebaruan dan tantangan | Anak didukung mencoba pengalaman baru |
Hedonism | Kenikmatan hidup | Keluarga menghargai kesenangan yang wajar |
Achievement | Keberhasilan sesuai standar kompetensi | Anak didorong berprestasi |
Power | Status dan pengaruh | Keluarga menekankan kedudukan atau kewibawaan |
Security | Keamanan dan kestabilan | Orang tua menjaga keamanan keluarga |
Conformity | Pengendalian perilaku sesuai norma | Anak diajarkan menaati aturan |
Tradition | Penghormatan pada tradisi | Keluarga menjaga tradisi keagamaan |
Benevolence | Kepedulian kepada orang dekat | Anak membantu anggota keluarga |
Universalism | Kepedulian terhadap semua orang dan keadilan | Keluarga aktif dalam kegiatan sosial |
Hal penting dari teori Schwartz adalah bahwa nilai-nilai tersebut membentuk hubungan yang dinamis.
Contohnya, seorang ibu ingin anaknya taat beragama dan patuh kepada orang tua (conformity), tetapi anak juga membutuhkan kebebasan memilih pendidikan, pekerjaan, dan pasangan (self-direction).
Di sini muncul pertanyaan penelitian yang menarik: bagaimana keluarga menegosiasikan nilai ketaatan dan kemandirian tanpa kehilangan kedekatan emosional?
Schwartz membantu membaca ketegangan tersebut. Namun, konflik nilai tidak selalu berarti pertentangan; beberapa nilai dapat saling mendukung.
3. Perbandingan langsung
Aspek | Kluckhohn | Rokeach | Schwartz |
|---|---|---|---|
Fokus utama | Orientasi nilai dan pandangan hidup | Jenis dan prioritas nilai | Struktur serta hubungan antarnilai |
Pertanyaan kunci | Apa yang dianggap bernilai? | Nilai mana yang diprioritaskan? | Bagaimana nilai saling mendukung atau bertentangan? |
Unit perhatian | Orientasi manusia dan budaya | Sistem nilai individu | Sistem nilai dasar dan prioritas motivasional |
Kegunaan penelitian | Memetakan pandangan dasar keluarga | Membandingkan tujuan dan cara yang dijunjung keluarga | Menganalisis dilema nilai dan pilihan tindakan |
Keterbatasan untuk penelitian Ibu | Tidak secara khusus menjelaskan tahapan internalisasi nilai | Tidak secara khusus menjelaskan proses internalisasi dalam keluarga | Tidak secara khusus menjelaskan mekanisme internalisasi dalam keluarga |
4. Mana yang paling tepat untuk disertasi ?
Kluckhohn atau kerangka nilai Islam — untuk memetakan isi nilai
Nilai apa yang diyakini keluarga? Misalnya tauhid, ibadah, amanah, akhlak, musyawarah, dan kepedulian sosial.
Rokeach — opsional untuk menganalisis prioritas nilai
Apa tujuan yang ingin dicapai orang tua dan perilaku apa yang mereka anggap perlu untuk mencapainya?
Schwartz — opsional untuk menganalisis ketegangan nilai
Bagaimana keluarga menghadapi ketegangan antara ketaatan, tradisi, kemandirian, prestasi, dan kepedulian?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar