24 April, 2014

Perjalanan ke Jakarta III - Pelatihan Kewirausahaan PPNA @ Great Western Resort

Acara pelatihan kewirausahaan PPNA akhirnya baru dimulai pukul 10.00wib.
Acara dibuka oleh MC, dilanjutkan pembacaan Ayat suci Al qur'an, lalu menyanyikan lagi Indonesia Raya dan Sang Surya, sambutan dari kak Ulfa selaku sekretaris NA, sambutan dr PP muhammadiyah Mas  Mukti, sambutannya keren banget, sangat memotivasi dan tidak membosankan... lalu, dari Dinas UMKM tangerang dengan logat sundanya, dan yang terakhir sekaligus membuka oleh  wakil dari pejabat kementrian UMKM.

Setelah Itu acara Pelatihan dimulai, di sesi Pertama diisi oleh Kak Anissa Kumala dan Suami nya Daeng. Wah kebetulan banget suami istri ngisi, hehe.
Sesi kak Daeng juga asik, Kak Daeng turun mendekati peserta menanyakan sebagaian peserta apa cita cita mereka dll.Kak Anis  tak banyak bicara tapi cukup mengesankan, karena waktu hanya seperempat jam, dan waktu sudah menunjukan puluk 12 lebih, saatnya peserta istirahat shalat dan makan. Waktunya sangat pendek, jam 15.00 harus selesai.

Para peserta mulai shalat dan makan pukul 12.30 - 13.30 wib. Acara baru mulai lagi jam 13.30 wib, dan aku menjadi moderator di sesi tersebut, aku memand pembicara dari Bank Bukopin syariah dan Lziz, aku sebenarnya ingin banyak bicara, tapi waktu super mepet, jam 3 harus selesai, padahal aku hanya punya waktu 1 setengah jam saja. Selepas sesi ini sebenarnya aku memiliki tugas, sebagai pembicara sesi succes story, karena aku dianggap salah satu wirausaha dari NA yang berhasil, hehe aku sebenarnya belum berhasil hanya saja aku berani mencoba.

Yah semua materi yang sudah aku siapkan tak terpakai, tapi gakpapa, setidaknya bisa untuk lain waktu. Acara bisa aku selsesaikan tepat jam 15.00 wib. Dan ketika aku akan menambah bicara, waktu itu ada penyerahan kenang2 an dari PPNA untuk dua pembicara yang aku pandu. Microfon sudah dimatikan oleh Pengelola gedung. DAHSYAT...!!!! bener2 KAPITALIS, 1 menit pun kelebihan waktu tak ditolerir oleh mereka. Apakah ini yang dinamakan Profesional???
hemm, katanya habis ini ada acara Paskah, jadi harus selesai sekarang. Padahal aku tahu acara paskahnya baru besok.

Kalo mau Profesional, sebenarnya kita juga bisa menuntut, kenapa LCD yang harusnya dua sisi, hanya ada satu saja, peserta bagian kiri tidak bisa melihat layar ketika ada materi. Karena fasilitas yang sudah satu paket dengan gedung tersebut harusnya dua, tapi mereka hanya menyediakan 1 saja. Alasan mereka sedang dipakai. NAH LHO...CAPE DEH...

Bau tahu di jakarta ternyata begini, katanya profesional? mana? huft...

Akhirnya acara selesai, para petugas pengelola gedung mulai mebersihkan dan merapikan kursi dan memasang Podium untuk acara Paskah. Podium itu ada salibnya. yah namanya juga acara Paskah.

Wah gedung ini bener bener berkah yah, Pagi dipakai acara Nasyiah, besoknya untuk Paskah...:)
Pagi nya dibacakan Ayat ayat suci Al Qur'an...Besoknya dibacakan ayat ayat dari Injil...:)

Disitu juga ada mushola, lalu aku dan teman teman mulai shalat ashar, aku jama' dengan dhuhur. AKu Kan Musafir..:)
Lalu kami berfoto bersama diatas gedung. Serasa dekat sekali dengan langit.dekat dengan Tuhan.

Kami menuju daerah Bintaro, Daeng mau nraktir kami di Rumah makan yang bikin penasaran, karena sekali lagi kita harus kesasar beberapa kali....

Bersambung...mau belanja dulu, belanja Kaos Konveksi RUZZ..:)


23 April, 2014

Perjalanan ke jakarta II - Jakarta..

Entah si Ojek itu tau apa gak letak Gedung PP muhammadiyah yang di menteng, yang pasti harusnya dari Gambir ke Menteng Raya itu paling sekitar 5 menit. 200 meter lah. Tapi si ojek ini kok lama banget ya lebih dari 10 menit, dia melaju ke menteng, menteng mana aku tak tahu, karena gelap. Akhirnya dia berhenti dan bertanya kepada sopir taxi. Untungnya si sopir taxi tahu, "Oh Gedung PP dimenteng raya, bla bla bla.."Motorpun melaju kencang dan akhirnya sampai juga di depan Gedung PP . Alhamdulilalah kataku dalam hati.
Mau ditungguin apa mba," kata si ojek. Gak nanti juga ada yang buka," kataku.
Yah gerbang PP Muh masih terkunci, satpam tak ada, Teman teman kutelpon HP nya gak ada yang angkat, mungkin pada kecapean kerja semalam bathinku, Orang orang juga mungkin, masih pada di mushola shalat shubuh.
Lama menanti, sambil memandang bulan bulat indah di atas di sebelah gedung PP, wouh indahnya...itu bulan purnama. wah seandainya bawa kamera, HP ku juga ngedrop...:(

Akhirnya ada sesosok gadis dari kejauhan, nampaknya si dina, bathinku.
Dina pun menyapa sambil mengucek matanya, kelihatan barusan bangun. Tapi gerbang masih terkunci. Akhirnya satpampun datang, dan membuka kan gerbang. "hai din, kataku menyapa di balik pagar.aku cipika ccipiki, sambil mengobrol dan menuju lantai 4 Gedung Dakwah. Lama tak naik loteng, kakikupun pegal bukan kepalang.

Aku masuk ke kantor sekretariat PPNA di menteng. Baru pertama kalinya aku ke kantor NA ini, ke kantor PP sudah pernah sekali, waktu pernikahan Pak dien syamsudin,itupun hanya di bawah saja.

teman teman masih tertidur, lalu aku menuju kamar mandi membersihkan diri, lalu shalat shubuh. Setelah shalat shubuh, aku leyeh leyeh, meluruskan kaki.

beberapa yang tertidur sudah mulai bangun dengan kedatanganku, dan mereka shalat shubuh. Baru beberapa menit memejamkan mata, suara suara hadir membangunkan," ayo ayo kita harus segera bersiap siap ke Hotel, perjalanan bisa macet,"  ternyata suara kak Upik.
waktu itu pukul 06.00.

Aku pun ,mau tak mau , harus bangun, lalu menuju kamar mandi, mandi, dan berganti baju seragam NA. kebetulan ada nasi uduk, akupun sarapan nasi uduk.

Waktu menunjukan pukul 06.30wib, teman teman sudah mulai rapi, dan segera menuju lantai bawah menuju mobil untuk segera berangkat ke Hotel. Hotel yang akan dituju adalah Hotel GRW _Great Western Hotel letaknya di alam sutra tangerang.

Kami semua ber 8 menuju hotel dengan mobil xenia. perjalanan ke hotel cukup lancar, hanya, beberapa kali keliru jalan alias kesasar. Begitulah di jakarta. Orang jakarta sendiri belum tentu tahu letak  tempat yang akan dituju. karena saking luasnya. gak kaya dikebumen. heheh

Akhirnya setelah melalui rintangan sampai juga kita di Hotel. untuk parkirpun salah. yah biasa mah..

Kita menuju lantai 5, dan disana sudah mulai berdatangan rombongan mahasiswa dari UMT. UMJ dan Uhamka.
Wah banyak juga bathinku.

Akhirnya kita masuk ke hotel dan gedung tersebut. Wah gedungnya mewah juga, kapasitas 500 orang, sementara yang diundang 200 peserta. Disana para petugas gedung sedang beres beres, memasang banner, menata meja makan dll.

Aku mengusulkan kalo ada  fasilitas Keyboard/Orgen di hotel untuk disiapkan untuk mengiringi musik pada acara pembukaan . Karena kita akan menyanyikan lagu Indonesia raya dan Mars NA, yang ternyata akhirnya diganti dengan Mars Muhammadiyah, "Sang Surya".

Setelah berembug dengan pihak gedung, yang ternyata berbeda dengan pihak hotel, ternyata fasilitas keyboard itu tidak satu paket dengan gedung. jadi harus ada biaya lagi. Pak petugas tersebut menawarkan 1juta. Wah gila, mahal amat, cuma untuk acara pembukaan saja kok pak, tanpa pengiring lagi, yang akan main saya sendiri. 

Kita berembug harga, akhirnya pengelola hotel menyepakati  harga 500.000.
Aku belum sepakat, aku masih berembug dengan teman yang lain, coba ditawar 300.000,-. Aku mulai tawar menawar , kata sang pengelola gendung " wah jangan mba, ini kan milik gereja, bukan punya saya," katanya.
Oh,..tadi sebenarnya kalo mba  mau, saya siapkan piaon besar, biasanya disini dipakai piano besar untuk acara gereja.
wah jangan piano mas, gak praktis, kita butuh yang mudah diangkat.

"Akhirnya harga disepakati 500.000,'. Mba mau keyboard merk apa? "kalo ada yamaha aja ," kataku. Aku biasa dengan keyboard yamaha.
"Adanya Rolland mba, gimana" Oh ya udah gak papa" kataku.
Aku bisa juga dengan roland, cuma tidak terbiasa saja.

Akhirnya para petugas pengelola gedung tersebut mulai menyiapkan Keyboard diatas penggung berikut dengan salonnya.

Aku mulai mencoba keyboard tersebut, dan mulai memainkan beberapa lagu untuk memeriahkan suasana."Juwita malam, Fly me to the moon, Selamanya cinta, Cinta sejati...sayang tak ada penyanyinya..:)))
Aku berharap ada yang mau menyanyi di depan, sambil menunggu acara dibuka. Tapi....tak ada satupun yang naik ke atas panggung megah tersebut. padahal mereka mahasiswa lo...apa gak ada yang bisa nyanyi? masa sih...atau grogi sama akau...? walah...tambah ngaco....

Aku masih saja memainkan lagu diatas keyboard, Rupanya acara molor.Gak tahu menunggu pejabat siapa?
Ada seorang petugas yang sedari tadi berada di sekitar keyboard, 'aku menawarinya menyanyi, "hahah dia hanya tertawa, lalu mulai bertanya padaku, " belajar dimana mba? katanya'. belajar sendiri mas, hehe, makanya kuncinya hanya bisa di C heheh, kataku.
Oya mas, transpose nya dimana ya? kataku.
Rupanya si mas petugas lumayan tahu keyboard, mungin saja dia bisa atau pemain profesional, cuman merendah saja didepanku heheh.

Sebelumnya aku bertanya pada ulfa, siapa yang akan menjadi petugas dirigen, agar aku bisa bekerjasama dengannya kamapan aba aba lagu itu dimulai, seorang gadis berkaca mata ke atas, dan aku mulai berembug dengannya.
Sepertinya di sudah faham, bathinku. lalu beberapa lama kemudia, seorang gadis kembali keatas, kali in tanpa kaca mata, gadis ini berkata, bahwa nanti dia yang akan menjadi dirigen, rupanya si mba kaca mata mengundurkan diri. lalu aku mulai menerangkan kembali hal yang sama pada gadis tersebut.

Aku masih melanjutkan permainanku, sampai akhirnya sang MC menuju panggung, dan aku mulai menghentikan permainanku, acara pelatihan kewirausahaan pun di mulai......


bersambung....







20 April, 2014

Perjalanan ke Jakarta I -Akhirnya aku berangkat juga

Akhirnya setelah" munda mundu" aku berangakatjuga  ke Jakarta. Sebelumnya aku sudah siap sih,  tapi...jika tiket pulang sudah tersedia. Tiket berangkat sudah dibelikan oleh hesti , memakai kereta api taksaka. Nah tiket pulang yang belum pasti membuat aku ragu untuk berangkat.

Akhirnya aku memberitahu hesti, kemungkinan aku tidak bisa berangkat ke jakarta jika tiket pulang tidak ada. Lalu Mba norma menelpon dan meyakinkan aku untuk harus berangkat, karena memang ini tugasku sebagi sekretaris departemen ekonomi, dimana acara di jakarta adalah acara bidang ekonomi. Tapi pikirku waktu itu, sudah ada Ketua dan anggota dll yg sudah membantu, jadi kedatanganku mungkin tidak begitu penting.  Meski sebenrnya juga ada tugas lain, menyampaikan materi "succes story" dalam berbisnis.
Aku sudah menyiapkan materi tersebut.Pokoknya aku siap berangkat.

Sekali lagi mba norma meyakinkanku untuk berangkat, dan mendengar telepon mba norma entah mengapa kekuatan itu ada, meski tiket pulang belum aku dapatkan.
Malam itu pukul 19.00 wib, hesti juga belum mendapatkan tiket. Tiket kereta habis. Tiket pesawat ada, tapi harganya 1,6 juta. Jakarta jogja . Itupun hari sabtu. Aku mencoba berbagai cara, aku searcging lagi, dan aku menemukan ada satu tiket dengan harga cukup terjangkau tidak semahal yg dicari hesti hanya 600 ribu jakarta jogja, dan masih di hari jum'at. Alhamdulillah, lalu aku hubungi hesti untuk memesan tiket tersebut.

Jam 20.00 aku segera bersiap siap ke jakarta, persiapan yang mendadak membuat aku sedikit bersalah dengan anak anak, karena anak anak sedikit kaget, dan akhirnya aku ungsikan ke rumah eyang.
Akupun belum memberitahu eyang kalo aku akan ke jakarta, begitu juga dengan suami, suamiku tahunya aku gak jadi berangkat, karena aku belum mendapatkan tiket. Dan satu alasan lagi suamiku agak khawatir denganku, karena aku belum pernah ke jakarta sendirian, apalagi ke PP muhammadiyah, dan waktunya malam pula.

Anak anak mengantarku ke stasiun sampe kereta datang jam 21.00.Sambil bercanda dengan dua anak gadisku yang beranjak dewasa, aku menunggu kereta datang. Ada seorang mbak mbak berbaju ungu, sama dengan warna bajuku malam itu, yang menyapa,"mau ke jakarta juga mba," katanya. Iya kataku, Aku turun di gambir, " kataku meneruskan," oh, Aku di jatinegara mbak, aku baru pertama naik kereta ke jakarta, makanya diantar bapak," katanya. Udah dapat tiket pulang belum? kataku," belum, tapi tadi ada yang jual lo PP,"katanya,"Oya, wah boleh juga tuh,"kataku. Lalu keretapun datang," aku memeluk dua anak gadisku, dan melambaikan tangan pada mereka," Aku mendapatkan kursi di tempat paling belakang, sendirian, nomer IC.
LAngsung aku duduk, dan segera membaca buku Robert Kiyosaki, buku lama, tapi masih oke juga buat bacaan ringan menjelang tidur.

Antara tidur dan tidak, petugas kereta membangnkanku, dan mengatakan sudah hampir sampai,katanya. Aku ke toliet, dan disan ada seorang Ibu yang menunggu untuk turun, Mau turun bu,? turun dimana, kataku,' dibekasi."Saya di gambir, masih lama gak bu? kataku, oh masih, setengahjaman katanya
Lalu ku masuk tolilet,dan kembali duduk ke kursiku. Petugas menawarkan minum hangat, ada teh , kopi, coklat panas. Hem rasanya mulut kecut sekali, akupun memesan segelas cokelat panas. Lalu aku minum sampai habis. Kereta berhenti, rupanya sudah sampai jatinegara. Dijatinegara kita kan berpisah....daku bersenandung lagu juwita malam..:)

Si mbak, yg berambut panjang dari kebumen tadi lewat, dan aku taklupa menyapanya untuk meminta nomer hapenya, siapa tahu nanti ada kereta yang bisa pulang bersama secepatnya.
Lalu kami pun berpisah.
Kereta melaju, dan akhirnya sampailah di stasiun gambir. Aku bergegas, dan mengkuit orang orang yang turun. Di bawah sudah disambut oleh banyak lelaki yang berprofesi sebagai tuakng ojek, supir taxi dll. 
Kata suami, Gedung dakwah PP muhammadiyah dengan gambir itu dekat sekali, beliau biasa jalan kaki. Tapi karena aku buta sama sekali, dan lagian waktu itu shubuh, jadi rada susah ya, aku memilih memakai jasa ojek, sebenarnya ojek yang aku pilih ini berlawanan dengan kata hatiku, intuisiku berkata ini orangnya rada gimana gitu, tapi anehnya aku menunjuk dia juga. 

Aneh kan? orangnya masih muda dari matanya rada sedikit pecicilan. "Mas ngojek ke menteng berapa? pp Muhammadiyah, kataku datar""35 rb  aja, katanya
"Eh deket banget masa 35rb, 20 rb aja, kataku
"Ya udah deh, naik mba," katanya
Akupun membonceng motornya.
Tas nya mau ditaruh depan apa? katanya" "Gak usah, bisa aku bawa," kataku
Enak aja, entar kalo di samber, gimana, pikiran aku negatif aja...
Diapun melajukan motornya dengan kencang, dan mundur mundur terus badannya, akupun jadi takut dan ikut mundur, dijalan yang aku ucapkan hanya " astaghfirullahal adzim, lahawla walaquwwata illa billah"....

Bersambung...mau nyuci dulu...:)



13 April, 2014

SOPIR Intelek

Kemarin aku naik travel ke Jogja, ada keperluan Rapat PPNA yang mendadak.
Aku berangkat naik trevel Rahayu jam 13.00. Kemungkinan , samapi jogja jam 15.30, kalo lancar.
Aku duduk di depan, dan menghabiskan waktu dengan membaca buku. Kebetulan aku membawa buku " Habibie dan Ainun".
LAin dari supir yang lain, sang supir bertanya," Baca buku apa mbak,"
deg...aku kaget, seumur umur belum pernah ada supir yang suka bertanya2 tentang buku.
Perilakunya juga cukup sopan, tidak ugal ugalan, tidak merokok seperti supir yang biasanya kutemui.
"Em, buku habibie,pak, Kataku"
Saya pernah membaca buku Sukarno"Dibawah bendera revolusi" tebalnya 990 halaman, kata pak supir"
Oya, saya malah belum pak, kataku.
terus dia bercerita panjang lebar tentang politik, tentang Golkar , bagaimana perlakuan golkar ketika Pemilu
"Main bola saja gak boleh, dicurigai "katanya.
Aku mendengarkan saja. Terus dia bercerita. "Mbak kalo buku prabowo di jual digramedia gak?" katanya"
"Oh Buku putih prabowo"? kataku." Kayaknya dijual pak, coba saja," haha aku sok teu.

Kendaraan tak terasa melaju dan hampr sampai.
 Kata Pak supir," Mba ngajar dimana?"
"Hehe saya gak ngajar pak," kataku
"Wah jangan berbohong mbak," kata pak supir
"Bener pak, saya cuma aktif di kegiatan sosial, saya aktif di nasyiatul aisyiyah"
"Oh,nasyiatul Aisyiyah..." kata pak supir.mungkin sambil mikir
"Oya ini kartu nama saya, " kataku ,yang ku beri kartu nama suamiku,
" itu suami saya pak." kataku menjelaskan
"oh pak abduh," katanya sambil mengingat ngingat sesuatu. 
"Sepertinya saya kenal, tapi rumahnya bukan di mas sokka timur, yang barat mbak,"
"yah memang saya dulu tinggal bersama ibu saya di sebelah barat sekarang sudah pindah pak,'kataku.
"Oh ya, ya...dulu saya sering bersama ke jogja dengan pak abduh,'katanya
"Pak.... berhenti di gedung muhammadiyah jalan ahmad dahlan pak, kataku
Mobil pun berhenti. dan aku mengucapkan terimakasih, lalu turun.

12 April, 2014

PEMILU LEGESLATIF 2014

Usai sudah pemilu legeslatif 9 April 2014. Aku nyoblos di TPS sebelah rumah bersama suami.
Pilihanku sudah ditangan, semua yang aku coblos dari PAN. Why? Yah PAN sudah seperti saudara, sejak awal pembentukan PAN, disitulah kami ada. Maksudnya di daerah ya. Meski banyak juga anggota dewan yang mengecewakan dari PAN, tapi aku tetap masih berharap pada PAN. Apalagi sekarang Ketua PAN nya kakak ku sendiri, mas barli.
Setiap ada kegiatan Muhammadiyah atau Nasyiatul Aisyiyah sering minta sumbangan ke PAN, Partai lain mana kenal hehe.Ada sih beberapa caleg yang gak begitu kusuka dari PAN  terpaksa dipilih juga. Mudah2 an PAN kedepan lebih baik, seperti yang dicita citakan Pendirinya mr Amien Rais, menjadi Indonesia baru yang berkedaulatan dan berkeadilan sosial.

Oya  dari hasil,  sebenarnya PAN naik dari tahun lalu yang cuman 6% tapi, menurutku itu bukan prestasi yang hebat. Pak amien berharap PAN bisa dua digit. Dengan infrastruktur dan sumberdaya baik materi maupun manusia yang sudah lumayan banyak, punya menteri juga, masa perolehannya hanya  naik 1/2 persen dari pemilu 1999?

Koreksi bagi pengurus PAN di pusat sampe ranting? apa mereka turun kebawah? atau hanya datang ketika perlu saja?

Ini hasil Pemilu Legeslatif versi Quick Qount :




19 Maret, 2014

Kisah Aisyah mengayuh becak ada di sekitar kita

Kalo kita baca kisah aisyahdi medan, mengayuh dan tinggal di becak, sambil merawat ayahnya yang sakit, orang normal pastilah terenyuh. Kecuali jika anda si bebal. kecuali jika mungkin anda pejabat yang bagi2 IPOD seharga 700 ribu kepada 2500 undangan.

Dimana letak empatinya? disaat Aisyah mau mendapatkan rumah saja tak bisa? di seberang sana di Ibu kota pejabat malah bermewah mewahan bagi bagi souvenir IPODseharga 700rb. Presiden  SBY saja souvenirnya cukup sederhana, begitupun Hatta rajasa, tas rotan mungkin sekitar harga 50 ribuan. Lha ini Sekretaris MA???

Mau ngeles? oh..itu hadiah dari si besan, yang ternyata sudah almarhum, ngeles lagi oh itu trenyata si mantu seorang pengusaha. Hemm, Aburizal Bakri juga pengusaha, tapi tidaksemewah itu souvenirnya.

Okelah mari kita tinggalkan para pejabat indonesia yang hedonis itu, kembali kita ke cerita Aisyah, Aisyah gadis sekecil itu mestinya harus menikmati masa kanak kanaknya, seperti anak lain, bermain dan mengenyam pendidikan gratis, tapi apalah daya, dia lebih memilih merawat ayahnya yang sakit. Sungguh anak yang berbakti. Dia mempunyai kecerdasan emosional yang baik, mungkin disisi lain, dia tak mendapatkan ilmu seperti anak anak yang beruntung lainnya, tapi dia sudah mendapatkan tujuan pendidikan yang sebenarnya, memanusiakan manusia, yah...apalah artinya sekolah tinggi tinggi jika dia tak punya empati, jika dia tidak bisa memanusiakan manusia. Oh sungguh si Aisyah gadis yang luarbiasa.

Di sekitar kita pasti ada anak anak seperti Aisyah, bisalebih tragis, atau lebi baik keadannya. Masih banyak orang orang miskin di negri bedebah ini.

Aku mempunyai tetangga, dulu di pernah bekerja di rumahku, sekarang sudah tidak lagi, namanya yu sop, mungkin aku pernah bercerita di blog ini.

Anak yu sop berjumlah 6. Sekarang sudah bercerai, dan tinggal di rumah kontrakan , berdinding kayu (gedeg).

Kini karena harus merawat anaknya yang kecil, yu sop tak bekerja lagi dan harus menghidupi ke 6 anaknya. Alhamdulilah 2 anak sudah bisa bekerja di batam, dan sedikit bisa membantu kebutuhan yu sop. Kini Yu sop tinggal dengan ke 4 anaknya, dan tambah 1 bonus, harus merawat ayahnya yang sakit di gubug berukurun 3x3.

Kemarin aku berkunjung kesana, sekedar membawa oleh oleh
tian dan adiknya diatas tempat tidur sedang menikmati indomie


kamar anak anak yu sop, dan satu lemari seadanya, itu baju kak yasmin untuk seni, masih bagus kan?

Kontrakan kecil itu ada 3 kamar, 1 ruang untuk tidur ayahnya, 1 ruang untk tidur yu sop dan anak anaknya yang berjumlah 4, dan satu ruang dapur.

Semoga keadaan yu sop lebih baik lagi, dan aku  diberi kemudahan rizki untuk bisa berbagi dengan yang membutuhkan.



HARAM

Allah mengharamkan sesuatu pasti karena ada kemudharatan yang banyak didalamnya. Kita harus mengimaninya.
Sayang, aku cukup terlambat untuk memahami apa yang diperintahkanNya. Ampuni hamba Ya ALLAH.

Sabda Rasululullah SAW, “Akan datang kepada umat ini 
suatu masa nanti ketika orang-orang menghalalkan riba dengan alasan: aspek perda­gangan” (HR Ibnu Bathah, dari Al ‘Auzai).

Padahal dalam Al Qur'an Allah jelas jelas melarangnya.

“Mereka berkata sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba; padahal Allah telah menghalal­kan jual beli dan telah mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepada mereka larangan tersebut dari Rabbnya lalu berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya (dipungut) pada waktu dulu (se­belum datangnya larang ini) dan urusannya (terserah) Allah. Sedangkan bagi orang-orang yang mengulangi (meng­ambil riba), maka orang-orang tersebut adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya” (QS Al Baqarah : 275).

Aku sudah tahu ayat ini sejak smp, tapi baru mengalami besarnya kemudharatan yang diakibatkan riba.

Yah, dimana mana sekarang kredit pasti ada bunganya. Dan jika kita kesulitan Bank baik syariah ataupun non syariah tidak mau tahu.
Tidak ada itu bank islam? hanya kedoknya saja. Apalagi yang sudah besar2, wah...hanyakamuflase saja.

Masih mending BMT 2 kecil, atau koperasi. Mereka masih punya naluri, bahwa usaha tak selamanya mulus. 

KPR ku masih lama, dan aku berdo'a semoga Allah berikan kemudahan rizki agar aku bisa segera lepas  dari RIBA. Bismillah....

10 Maret, 2014

Lanjutan Si Urban Legend

Kegagalan berumah tangga hingga dua kali dan Allah masih memberi kesempatan seorang Duda melamarnya. 
Ya, begitu sayangnya Allah pada nya.
Kali ini pernikahan jika berhasil, adalah pertama kalinya pernikahan yang direstui oleh orangtuanya, terutama Ibundanya. Dua pernikahan yang lama tak direstui, yang pertama kawin lari, yang kedua nekat menikah dengan suami orang. 

Saya rasa semua orangtua akan berpikiran sama. Dua pernikahan yang tak direstui orangtuanya punya dasar dan keyakinan yang kuat :
1. Pernikahan pertama, karena menurut Bunda, Sang suami agamanya dan keluarganya kurang kuat agamanya,  meski akhirnya bercerai.
2. Menikah dengan pria bersuami, yang istrinya masih saudara sang perempuan.

TUhan masih membuka pintu taubat kepada hambanya.

Acara lamaran untuk pernikahan "ketiga" pun datang.
Bagi kebanyakan orang, hampir  semua berpendapat, karena ini pernikahan ketiga, mestinya jika memang sudah cocok,  apalagi mereka sudah tua, setelah lamaran, langsung di syahkan saja, akad nikah menjadi suami istri. 
Jadi sudah tak ada beban, mengurangi zina dll.
Jika memang tak memungkinkan waktunya, bisa nikah secara agama dulu sementara nanti, setelah waktu memungkinkah , besok atau lusa, secepatnya,akad nikah di KUA secara resmi. Tak perlulah pesta besar besaran, yang penting syukuran diketahui saudara dekat dan tetangga. Itu Pikiran orang orang disekitar. Pesta mau dilaksanakan tanggal lahir atau tanggal 17 agustus monggo, yang penting sudah resmi.

Ketika lamaran sudah selesai, semua yang hadir sepakat agar mereka  segera dinikahkan , toh apa yang ditunggu? semua sudah sepakat , baik yang menikah (mempelai), orangtua, saudara dan tamu2 setuju. Untuk apa ditunda lama lama hingga 2 bulan?

Sang pria duda itupun setuju, rupanya si janda dua kali ini tak sepakat. Dia menolak, apa alasannya?
"Kalian yang melarang nikah siri, seperti yang saya lakukan dulu, kenapa sekarang malah menyuruh saya nikah siri?'

Logika yang aneh.Sepertinya si janda ini ada kesalahan di dalam otaknya. Nikah siri yang dia lakukan dulu, karena memang takut diketahui banyak pihak, sembunyi2, dan menjadi penggangu rumah tangga orang, tak ada niat baik, menikah hawa nafsu yang tidak disetujui semua orang, kecuali orang gila.

Nikah siri (agama) yang dihadiri saksi orangtua dan saudara besar ini hanya sementara dan nantinya secepatnya akan disyahkan di KUA, bukan nikah siri yang sepertisi janda ini lakukan dulu. Yang penuh dengan maksiat.siri selamanya.

Entah apa yang ada di otak sang janda dua kali ini, akhirnya dengan sikap sombong dia menolak, dan meminta pernikahan tetap diadakan 2 bulan lagi menunggu hari yang sudah ditentukan.

Dari sikap sang janda ini, aku menarik kesimpulan, bahwa si janda ini punya cara berpikir yang salah, sombong dan tak mau diarahkan ke jalan yang baik.

Pernikahan siri yang dia lakukan dulu dengan merebut suami orang saja,  yang nota bene si istri suami tersebut masih saudaranya sendiri, dia bela belakan nekat, sampai harus menyakiti ibu, dan saudara sudaranya, rela minggat dari rumah demi si laki laki bejat tersebut.Dia rela menikah siri untu pernikahan yang diawali dengan maksita,karena sebelum bercerai sudah sering berduaan dengan si laki laki tersebut.Bahkan satu kamar.

Tapi nikah siri yang ini, (yang semua org tau, ini hukan hanya sekedar main main, meski namanya siri, hanya sekedar untuk mengurangi maksiat) yang disaksikan dan di restui orangtua kedua belah pihak dan saudara2, dia tak mau. ANEH!!!. Dimana logikanya? yang diridhoi gak mau, yang gak diridhoi malah segera dilakukan.

Ada apa dengan si janda? Urban legend ini,  yang dulu saya pernah tulis,wajahnya memang tak separah dulu, tapi wajahnya tak mulus lagi, sisa sisa jerawat masih membekas merah, mudah2 an ini menjadi peringatan baginya atas kesalahan kesalahan yang dia lakukan. Durhaka pada ibu.Merebut suami orang dll.

Tapi aku tak yakin, dia sudah bertaubat, dari kisah ini, rasanya, dia masih punya rasa sombong yang tinggi.

Aku kasihan dengan  calon suami barunya, sungguh. Betapa nantinya dia akan menderita, aku pastikan itu.
Semoga pendapatku salah.


Mikir kalo Mahal

Semalam aku diundang rapat rumah sakit di rumah makan, tumben tumbenan rapat di rumah makan yang cukup besar. Kita biasa rapat di kantor dengan snack seadanya, air putih pun ayo...

Begitu diminta memilih menu, aku lihat semua harga  diatas 17 .000, bagiku itu mahal...dan selanjutnya 2...3...tau sendiri...:)

Lalu aku dan tanteku memilih menu, sambil melihat lihat, emmm gimana kalo sapi lada hitam...kata tante, wah jangan mahal tan... kataku 

Kan bisa buat berdua, ini satu porsi katanya, hihi sambil cekikikan aku bilang kita ndeso amat ya. Okelah, dan setelah dimakan ternyata sapi lada hitam seporsi tersebut cukup untuk 3- 4 orang. Hatiku pun jadi nyaman dan perut tak jadi mual.

Pernah  suatu malam, kami mencari rumah makan,  dan kami pun mencari cari tak ada rumah makan yang buka, kebetulan suami mintanya makanan yang berkuah, akhirnya kami pun berhenti di restoran besar,  satu satunya yang buka ya  restoran besar itu, yang depan nya  ada pom bensinnya. 

Dan di jalan jalan sudah ada iklan nya "Sup buntut".."Sup Ayam"...dll
Karena itu restoran sudah cukup terkenal, kami pikir, harganya paling mahal nih...kira kira seporsi 25.000 - 30.000 dengan nasi. Minumpun kami pilih air putih.

Ehhh.....begitu kami sampai di kasir....Mak jleppp....semua 100.000 mba..kata sang kasir.
Rasnya jadi mual, mana nasinya gak habis lagi.  Sebelumnya kami memang poasitif thinking aja, dan cuek karena tak ada terpampang daftar harganya.


Kamipun keluar resto dengan langkah gontai...dan  si restoran berhasil menyapu bersih isi dompet kami.Itu satu satunya rupiah yang ada di dompet kami...:)



09 Maret, 2014

LALAP DAUN PEPAYA...

Di sekitar rumahku, banyak ditumbuhi pohon pepeya liar. Dan beberapa hari ini suami suka  memetik daun pepaya untuk lalap. Beliau memetik, lalu merebusnya berkali kali. Hasilnya...tetap pahit

Beliau tidak putus asa, beliau memetik lagi dan  kali ini beliau merebusnya dengan campuran tanah. Ya, mencampurnya dengan tanah, Ini seperti warisan nenek moyang  kita dulu, dan setelah direbus dengan tanah, wow...hasilnya, tidak pahit!!!
Warisanitu benar adanya..:)

Suamiku berhasil, al hasil sekarang kami sering menikmati lalap daun pepaya di rumah, tentunya di temani sambal terasi buatanku. untuk mendapatkan gizi dari sayur sayur, kita tak perlu membelinya di luar, Tuhan teleh memberi kita  Pohon pepeya secara gratis.

Dan, Meski sudah sering dipotong, daun itu terus saja memperbaharui diri dengan terus menerus tumbuh, jadi itu daun tak habis habis.


Tapi tak mungkin juga setiap hari makan daun pepaya, sesekali ingin yang lain,  biar gak bosan, mungkin kita harus menanam singkong , bayam, dll


di belakang rumah. why not..mudah2 an nanti deh...:))

Perjalanan Purwokerto - Tegal



                                                             Oleh : Abduh Hisyam
Jika anda berada di Purwokerto dan hendak bepergian ke Tegal, anda tidak akan mendapat bus yang nyaman. Saya bisa pastikan itu.  Walaupun jumlah penumpang Purwokerto –Tegal dan sebaliknya cukup banyak, tidak ada angkutan umum yang cukup nyaman. 
Saat tiba di terminal bus Purwokerto , anda akan didekati dan diserbu oleh para calo penumpang bus.  “Mau ke mana, mas, mbak, pak, Bu?  Mereka akan mengikuti dan saat kita menjawab bahwa kita akan ke Tegal. Maka saat itu juga kita setengah dipaksa harus naik bus yang sudah ditunjukkan oleh para calo tersebut.
Sebagian besar bus yang melayani rute Purwokert -Tegal adalah bus berukuran kecil.  Bus berukuran besar sangat jarang.  Bus dengan ukuran tiga perempat itu ada yang ber-AC, akan tetapi jangan dianggap bus PATAS.  Bus ber-AC ini akan menaikkan penmpang di tengah jalan, dan jalannya tidak kencang.  Para pedagang asongan leluasa masuk dan menawarkan dagangan kepada para penumpang. Mereka biasanya berpidato terlebih dahulu dan meninggalkan  dagangannya di pangkuan para penumpang. Cara yang tidak sopan dan sangat mengganggu.  Jika anda sedang tertidur, maka para pedagang itu dengan sengaja akan membangunkan anda, dengan menjatuhkan dagangannya ke pangkuan anda.  Mereka tidak segan membangunkan anda untuk bertanya apakah anda akan membeli dagangan mereka.
Saat anda menaiki bus, memang di bangku belakang ada beberapa orang yang sudah duduk.  Akan tetapi ternyata mereka bukan penumpang bus melainkan pedagang asongan. Bus ber-AC biasanya dilengkapi dengan layar video yang tersu menerus memutar lagu-lagu dangdut.  Silakan anda menikmati para penyanyi dangdut yang rata-rata berbusana seksi.  Tidak jarang volume video itu luar biasa keras.  Mungkin volume suaranya  benar-benar maksimal.   Jika anda duduk bersama kawan, sudah barang tentu tidak bisa bincang-bincang dengan baik karena suara tape yang luarbiasa keras.  Sekalipun saya sudah meminta kepada kru bus agar mengecilkan volume sound system, namun mereka tidak mengecilkannnya.  Di sini supirlah yang berkuasa.
Ketidaknyamanan tidak sampai di situ saja.  Di sepanjang jalan, akan bergantian naik anak-anak jalanan untuk mengamen.  Lagu yang mereka nyanyikan hampir semua sama.  Isinya kadang dengan bahasa kasar, dan didahului dan diakhiri dengan pidato.  Anehnya mereka bisa leluasa mengecilkan volume tape video.
Ucapan mereka seusai menyanyi dengan suara jelek, adalah : “bagi penumpang agar tidak pura-pura tidur, karena itu tandanya orang pelit.”  Saya pernah jengkel, karena saat itu saya benar-benar sedang pusing dan ingin tidur.  Untung saya bisa kuasai diri.  Saya sampaikan pesan kepada anda agar hati-hati menghadapi para pengamen ini, karena mereka gampang tersinggung.  Tidak jarang mereka akan mengeluarkan kata-kata kasar atau kotor kepada anda.  Para pengamen itu setelah meminta uang kepada para penumpang banyak yang tidak langsung turun, melainkan ikut duduk di bangku penumpang, sambil memainkan alat music yang mereka bawa.  Kru bus pun tidak meyuruh mereka untuk turun.

Amien Rais yang sederhana



Oleh : Abduh Hisyam
Kemarin 8 Maret 2014, saya memenuhi undangan Amin Rais makan siang di rumahnya yang asri di Pandeansari Condongcatur  Yogyakarta.  Saat saya tiba belum banyak yang hadir, kecuali beberapa kawan lama seperti Alvin lie.  Beberapa saat kemudian saya diminta menuju ruang makan.  Saat saya keluar  untuk mengajak  supir ikut makan siang, kulihat pak Amin mengayuh sepeda menuju lokasi pertemuan.  “Asalamualaikum,” sapanya  seperti biasa. Ia tampil sederhana dengan kemeja batik lengan pendek warna biru.  
Bicara tentang sosok Amin Rais tidak bisa dilepaskan dari politik kontemporer  Indonesia.  Ia salah satu tokoh peletak dasar reformasi politik di negeri ini.  Jadi kalau dalam tulisan ini saya lebih banyak  menulis tentang politik seputar PAN, itu karena sulit memisahkan sosok Amin Rais dari  politik dan dari partainya.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para inisiator PAN se-Jawa Tengah itu, Amin Rais mengatakan bahwa Pemilu 2014 ini adalah praktek politik yang sangat immoral.  Orang tidak lagi mengandalkan ide atau program, melainkan berapa besar uang yang  dikeluarkan calon anggota DPR untuk calon pemilih.   Orang sekarang selalu bertanya, “wani piro?” 
 
Ia berharap walaupun kinerja PAN pada periode 2008-2013 tidak begitu baik, namun karena ini satu-satunya partai yang mengusung agenda pembaharuan Muhammadiyah, maka kita hendaknya selalu mengikuti dan melakukan kritik.   Kebanyakan inisiator  PAN sudah tidak lagi duduk dalam struktur partai, akan tetapi sebagian besar sangat loyal dan memiliki komitmen tinggi demi kemajuan Partai.  Orang seperti Alvin Lie sekalipun kini tidak lagi menjadi anggota DPR dan tidak duduk dalam struktur kepengurusan DPP, akan tetapi ia tetap di PAN  dan selalu hadir di kantor DPP.  Faisal Basri yang keluar dari PAN  tidak pernah berkeinginan  masuk partai lain, sekalipun banyak yang manawarinya.  Ia tetap menjawab bahwa tidak ada partai sebaik PAN.  Memang ada beberapa orang yang loncat menjadi anggota partai lain, namun jumlahnya tidak banyak dan sebaiknya dibiarkan saja.
PAN di bawah kepemimpinan Hatta Rajasa  seolah-olah di balik ketiak  Partai Demokrat.  PAN seperti adiknya Partai Demokrrat.   Hatta Rajasa, selain menjadi Menko di kabinet SBY juga adalah besannya.   Tiap kali ada pernyataan keras dari PAN terhadap kinerja pemerintah, pasti ada orang Cikeas yang menelpon Hatta Rajasa, dan Hatta Rajassa kemdian menelpon pimpinan fraksi agar tidak bersuara keras.   Akibatnya keputusan yang telah diambil PAN menjadi buyar.   Sekalipun sudah sangat loyal kepada SBY akan tetapi PAN tetap hanya punya tiga orang menteri.  Bandingkan dengan PKS yang sangat keras kepada SBY akan tetapi justru punya lima menteri.   Inilah kenyataan kekuatan dan kemampuan kader-kader PAN di  parlemen.
Sikap apa yang harus diambil oleh PAN?  “Secara teori, menjadi partai oposisi adalah sama pentingnya dengan partai penguasa.  Memang saya pernah mengatakan begitu,”  demikian Amin Rais.   Akan tetapi dalam kenyataanya, jika partai kita kecil dan tidak memiliki pendanaan  besar, justru akan tidak dilihat dan merugikan dalam kontestasi Pemiihan Umum.   PDI-P berani bersikap oposisi karena  ia partai besar, pernah berkuasa dan memiliki sumber dana cukup besar.  Partai ini banyak disokong para cukong, sementara partai kita dananya pas-pasan.   Untuk itu menjadi bagian dari kekuasaan menjadi penting. Kita harus realistis.  Saya teringat kepada pidato salah seorang jenderal di masa awal Orde Baru yang mengatakan bahwa kita boleh bersikap idealis namun harus sesuai dengan kenyataan.   “Bersiakap idealis saja namun melawan kenyataan yang ada,  seperti melawan militer yang sedang berkuasa, jelas konyol.  Bisa ditembak.   Kalau sudah mati kan habis.”
Dalam sesi tanya jawab, ada seorang kawan lama dari Wonosobo, Suhardi  mengatakan bahwa semua kesalahan berawal dari Amin Rais, katanya.  Mengapa dulu pak Amin tidak langsung mengambil jabatan presiden.   Akibatnya kini kita yang repot.  Pak Amin menjawab bahwa memang penonton sepakbola seringkali lebih pandai daripada sang pemain.  Saya kan pemain saat itu.   Saya tahu  banyak pihak yang tidak senang  terhadap saya dan para tokoh reformis yang tiba-tiba saja muncul ke puncak elit Negara.   Tentara dan kelompok minoritas non-muslim banyak yang tidak percaya kepada saya, sekalipun mereka dalam pertemuan-pertemuan menyatakan siap mendukung.   Apalagi pihak asing seperti Amerika. Sungguh mereka sangat tidak mempercayai saya, demikian pak Amin.

Siang itu acara berlangsung hingga ukul 15.00 dengan suasana sederhana dan penuh tawa.   Usai Pemilu akan diadakan kembali pertemuan serupa.  Acara ditutup dengan doa oleh  KH Hisyam Adnan dari Tegal, bapakku.  Pak Amin rupanya terkesan dengan bapak yang dalam kedaan sakit menyempatkan diri datang ke Yogya.  Ia pun meminta bapak duduk  di sampingnya selama pertemuan berlangsung.   Aku sudah dua kali ini bertemu pak Amin bersepeda.  Saat saya berolah raga pagi di daerah Sawitsari, saya juga bertemu pak Amin bersepeda sendirian, tanpa pengawalan.   Padahal saat itu ia baru saja dielu-elukan sebagai calon presdien 2004.  Beliau masih tetap sederhana hingga sekarang.***

04 Maret, 2014

Riba tidak berkah

Sedang merenung, kenapa barang barang yang aku beli lewat kredit yang berbunga banyak yang rusak, atau tak terpakai? apa ini yang namanya tidak berkah?
1. Aku beli HP lewat kartu kredit, dua duanya sekarang tak terpakai karena yang satu rusak, yang satu gak nyaman dipakai, sementara nokia jadulku sejak tahun 2009 masih awet padahal pernah terjatuh berkali kali
2. Beli Mobil.
Waktu itu aku sudah DP , nah sisanya diangsur lewat leasing,pasti berbunga lah... berkali kali mobil ini mengalami kecelakaan, baru beberapa bulan di pakai sudah diseruduk orang, dan kini sudah 8 bulan mobil di bengkel daihatsu karena belum kelar juga akiubat kecelakaan terakhir di randudongkal,  8bulan saudara saudara. dan selama itu pula sampai sekarang harus mengangsur mobil yang tidak kami pakai.Sepertinya aku akan mengembalikan saja mobil itu ke dealer.

3. Mesin Hidrolis, aku beli 2 mesin hidrolis yang satu kredit, pake bunga tentu saja dan belum lunas sampe sakarang, nah yang satu kredit tapi tanpa bunga,  karena di berikemudahan  boleh angsur oleh  sang penjualnya, orang baik sih...:), ndilalah, yg kredit dengan bunga sampe sekarang kok gak lunas lunas yah? terus gampang rusak juga, yang satu yang tidak pake kredit berbunga, aman aman and fine fine aja, dan sudah lunas, padahal lebih mahal lho mesin nya,

Aku dulu pernah memprotes oarangtuaku yang membeli mobil cash, kenapa harus cash kalo bisa kredit pak? uangnya kan bisa diputar? kataku dulu.
Ternyata, aku salah, kalo memang kita ada uang kenapa tidak beli cash saja?. Tak ada bunga, dan hati kita lebih tentram. Dan kita taat pada Allah.

Mungkin ini yang namanya keberkahan, mudah2 an aku bisa bebas lepas dari pinjam meminjam yang memakai bunga/riba. Lebih baik jika ingin sesuatu, sabar menunggu sampai kita punya uang yang cukup untuk membeli cash. Kesabaran berbuah manis...