01 Februari, 2016

Berburu Sate Klathak


 Penulis : Abduh Hisyam

Akhir pekan lalu saya dan istri ditemani Nadia -anak gadisku yang paling besar- berkunjung ke Yogya.  Anakku terkecil Jasmine akan tampil di konser  ulangtahun sekolahnya.  Ia bersekolah di Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Saya sangat menunggu moment ini karena sudah lama tidak bertemu Jasmine.  Saat liburan sekolah tempo hari ia hanya sebentar saya temui karena saya harus menunggu bapak selama seminggu di rumah sakit.  Akhir pekan ini saat yang sangat saya tunggu-tunggu.

Akhir pekan yang lalu saya tidak mengajak Jasmine pergi ke Puncak, Jawa Barat untuk menghadiri reuni bersama teman-teman Formaci Forum Mahasiswa Ciputat).  Saya hanya pergi bersama Nadia. Saya merasa tidak adil tidak mengajak Jasmine, sekalipun alasan saya pasti sangat kuat karena Jasmine harus bersekolah sedangkan Nadia masih libur.  Kini saat menebus kegundahan hati saya.

Semestinya di Yogya saya akan bertemu dengan Yuniyanti Chudzaifah, anggota Komnas Perempuan, yang sedang berlibur di Yogya.   Namun saat belum tiba di Yogya ia kirim pesan bahwa ia harus segera ke Jakarta karena ada sahabatnya yang sedang sakit. Berangkat dari Kebumen pukul 9, kami tiba di Yogya pukul 12:30.  Perjalanan yang lambat. 

Sore hari kami berjalan kaki di jalan Parangtritis, minum kopi dan wedang jahe di angkringan dan bertanya-tanya tentang lokasi sate Klathak.  Sepanjang jalan Pangtritis adalah tempat yang sangat asyik untuk berjalan-jalan.  Jarak dari ujung jalan ke ujung lainnya sekitar 1,5 km.  Tidak terlalu lelah jika kita menyusuri jalan tersebut sambil melihat-lihat kiri kanan jalan.  Suasananya tidak tidak seramai jalan Malioboro, namun mengasyikkan.  Banyak hotel kecil di sepanjang jalan.





***
  
Beberapa hari sebelum ke Yogya istri saya selalu mengingatkan ingin mencicipi sate Klathak.  Ia sering mendengar sate Klathak namun belum pernah sekali pun merasakan makanan itu.  Saya pun menjawab dengan sekenanya, bahwa tidak ada sate seenak sate Tegal.  Oalah! Sindrom chauvinisme.

Mendenagr namanya, Klathak, membuat saya berimajinasi sate itu penuh dengan tulang sehingga jika dikunyah akan terdengar bunyi “..klathak…klathak..”  

Sungguh aneh nama kuliner yang saya pernah rasakan.  Kali ini sate yng akan kami cicipi adalah sate Klatahak.   Beberapa waktu yang lalu sepulang dari berlibur di kepulauan Karimunjawa kami  berhenti di Secang, tepatnya di kafe Kopi Klothok.  Di telinga orang Tegal, klothok adalah sebuah bunyi yang antara lain dihasilkan oleh sebuah benda yang diletakkan di dalam bumbung bambo yang sudah tua, dan dikocok-kocok.  Bunyinya adalah ..”klothok..klothok..”  Menurut empunya kafe, kopi Klothok adalah perpaduan antara kopi Robusta dan Arabica. 

Jika pulang kampung saat lebaran, di hampir setiap rumah di Tegal pasti disediakan kacang klithik.  Ini adalah kacang yang rasanya mirip kacang Bogor (ada yang menyebutnya kacang Banten) namun ukurannya kecil.  Saat kecil di bulan Ramadhan para tetangga sibuk merendam biji kacang ini  lalu dikupas, dijemur dan digoreng.  Teman-temanku banyak yang ikut mengupas kacang ini agar bisa mendapat upah beberapa rupiah.  Saat itu uang satu rupiah bisa untuk beli aromanis atau gulali.
Selain sate klathak, kopi kothook, dan kacang klithik, ada juga kluthuk.  Ini sejenis pisang yang brbiji.  Kini saya sudah tidak pernah memakannya.  Padahal dulu banyak dijual di warung-warung.  Asyik juga makan pisang dengan hati-hati memisahkan daging pisang dari biji-bijinya saat berada di dalam mulut.  Getah daun pisang kluthuk sangat berkhasiat menyembuhkan luka.

Sate Klathak, kopi Klothok, kacang Klithik, dan pisang Kluthuk.  Tinggal makanan bernama klethek saja yang belum  saya dengar.

***

Episode kali ini adalah hunting sate Klathak.  Saya sebetulnya tidak terlalu antusias. Namun karena istriku mengatakan bahwa sate itu sangat enak, saya pun siap hunting, apalagi Jasmine mengaku sudah beberapa kali ke Klathak.  Ia mengatakan sate itu sangat enak.   Rasanya asin, katanya.  Namun ia tidak tahu persis lokasinya.  

Kami ke menuju ke lokasi sate Klatahak usai menyaksikan konser di sekolah Jasmine.  Saat itu pukul 22:30.  Dengan dipandu GPS yang dioperasikan Nadia kami meluncur ke Pasar Jejeran, tempat sate Klathak.  

Jika anda sedang berada di  Yogya dan ingin menikmati sate Klathak,  anda tinggal meluncur ke arah Imogiri dari perempatan Giwangan.  Terus saja meluncur ke arah selatan hingga tiba di daerah Plered, tepatnya di Pasar Jejeran.  Jika anda bertemu dengan MAN Plered atau SMK Muhammadiyah Plered, maka anda sudah berada sangat dekat.  Tanya saja lah.  Insyallah semua orang di situ tahu. Warung sate Klathak yang saya rekomendasikan adalah Sate Klathak Pak Bari.  Nama Pak Bari mengingatkan saya kepada kitab Fathul Bari, sebuah kitab syarah Shahih Bukhari.   Saya juga teringat dengan pak Abdul Bari, atau Dul Bari yang pernah tinggal sekampung denganku di Tegal saat saya kecil. 

Jika anda datang ke Plered siang hari, warung pak Bari belum buka.  Namun tidak usah khawatir karena banyak warung sate Klathak lain yang buka siang hingga malam hari.  Warung pak Bari hanya buka malam hari, dan lokasinya di Pasar Jejeran. Warungnya terbuka dan tidak berdinding.  Ia hanya menggunakan ruang yang cukup lapang di dalam pasar.  Di siang hari, ruang itu dipakai oleh para pedagang untuk berjualan.  

Memasuki Plered anda akan bertemu dengan traffick light.  Beberapa meter arah selatan dari traffick light itu, monggo anda belok kiri memasuki pasar.   Di situ, di kiri kanan jalan akan anda temui banyak mobil dan motor parkir.     Jika anda beruntung, anda bisa langusng dapat seporsi sate Klathak, yaitu dua tusuk sate.   Daging sate ditusuk dengan kawat –mungkin bekas ruji sepeda—dan dibakar.  Rasanya asin.  Sate itu dihidangkan dengan kuah kari.  Sambil menunggu sate dihidangkan,  anda akan didatangi pelayan yang menawari minuman.  The poci dengan gula batu adalah minuman yang sangat pas.   The disajikan di dalam poci logam kecil yang berwarna hijau putih.  Saya teringat saat kecil dulu nenekku punya teko seperti itu.  Warnanya juga hijau putih. 

Jika pengunjung banyak, seperti saat saya datang yaitu pas malam Minggu, anda harus sabar mengantri.   Namun  anda bisa saja tidak mendapat jatah secuil pun.  Tapi jangan khawatir,  duduk-duduk di warung itu sambil minum teh poci bisa menghilangkan kekecewaan karena tidak kebagian sate.   Suasana di warung itu sangat mengesankan.  Anda bisa memilih tempat duduk di mana saja.  Mau lesehan boleh, mau duduk di atas kursi juga monggo.  Mau di tempat yang terang benderang bisa, mau di tempat yang remang-remang juga bisa.  i luar ruang juga disediakan meja kursi. Memandang para pengunjung  yang ada diwarung itu pun sudah membahagiakan hati.  Kebanyakan orang-orang yang datang ganteng, cantik, banyak yang berbusana muslimah, tidak sedikit pula yang pakaiannnya terbuka.  Ada pula  sekelompok pengunjung yang penampilannya sangat ndeso, baik wajah maupun pakaian serta obrolannya.  Asyik.

Saat saya tiba, warung sedang penuh pengunjung.  Waktu menunjukkan pukul 23:00.   Televisi tua yang ada di warung itu sedang menayangkan siaran pertandingan Liga Spanyol antara Bercelona vs Atletico Madrid.  Setelah pesan minuman, saya ke tempat orang yang sedang mengipas sate dan langsung pesan.  Ternyata orang yang mengipasi sate itu adalah yang bernama pak Bari.  Orangnya berbadan gempal dan usianya baru empat puluh limaan.  Barangkali sebaya saya.  Saya pun memesan sate dan nasi empat porsi.  Ternyata pak Bari mengatakan bahwa sate habis.  Saya  bilang kepada istri yang segera menuju pak Bari.  Saya dengan enteng pergi ke depan layar TV dan menonton Barcelona.  Tidak dapat sate, tapi bisa nonton Barca.  Impas. 

Entah apa yang dikatakan istriku.  Akhirnya Pak Bari bilang bahwa jatah sate untuk kami ada.  Bahkan ketika kami menambah satu porsi tongseng, o ternyata  bisa.  Wah. Alhamdulillah!  Kami pun meyantap hidangan sate Klathak  malam itu hingga tandas.  

Masih banyak orang berdatangan yang harus pulang lagi dengan gigit jari karena kehabisan sate.  Saat saya beranjak pergi, masih banyak orang yang mengobrol di warung itu.  Sungguh menyenangkan menghabiskan malam di tempat itu.






***

Rasa sate Klathak menurut saya tidak istimewa.  Bagi saya sate Tegal adalah sate terenak yang pernah saya nikmati.  Akan tetapi suasana warung pak Bari itulah yang membuat saya ingin datang lagi ke sana.

28 Januari, 2016

MENGENAL KI BAGUS HADIKUSUMO




MENGENAL KI BAGUS HADIKUSUMO
Oleh Abduh Hisyam

MENGENAL KI BAGUS HADIKUSUMO
Oleh Abduh Hisyam
Pada tanggal 5 Nopember 2015 Presiden RI telah mengukuhkan Ki Bagus Hadikususmo sebagai pahlawan nasional.  Banyak dari aktifis Muhammadiyah telah mendengar nama ini, namun tidak banyak yang tahu sosok Ki Bagus.  Jika kita melihat potretnya, maka terlihat wajah kurus, namun dengan sorot mata yang keras.  Tulisan ini mencoba menggambarkan karakter Ki Bagus Hadikusumo  agar kita bisa meneladani  beliau.  Ada empat kesan dalam diri penulis tentang sosok Ki Bagus, yaitu  teguh dalam ber-Tauhid, sederhana, mengutamakan persatuan bangsa, dan konsisten.
Beliau lahir di Yogyakarta pada 24 Nopember 1890.  Sehari-hari beliau adalah guru di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, pernah aktif dalam Central Sarikat Islam, mendirikan Partai Islam Indonesia (PII) pada tahun 1938 dan Masyumi pada 7 November 1945 di Madrasah Muallimin Muhammadiyah.  Di dalam Masyumi beliau menjadi wakil ketua, sementara ketuanya adalah KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdhatul Ulama (NU).  Beliau juga pendiri Angkatan Perang Sabil pada saat Agresi Militer Belanda di bulan Juli 1947.  Beliau juga seorang yang sangat intelek, dan penulis produktif.  Beliau menulis tujuh buah buku di bidang agama dan akhlak.
-1-
Dalam kedudukannnya sebagai ketua umum Persarikatan Muhammadiyah, beliau pernah berhadapan dengan seorang perwira Jepang, Kolonel Tsuda, yang memanggil ke kantor Kempetei  dan memintanya menginstruksikan kepada para warga Muhammadyah agar melakukan sekerei (membungkukkan badan kepada Tenno Haika) setiap pagi.   Beliau menjawab, bahwa sebagai seorang Muslim, ia tidak dibenarkan membungkukkan badan kepada sesama manusia. Sekerei diyakini sebagai penyembahan kepada Tenno Haika sebagai putra Dewa Matahari. Seorang Muslim hanya menyembah kepada Tuhan yang satu, Allah.  Perwira Jepang itu marah dan membentak beliau, namun beliau tetap bergeming, tetap berpegang pada prinsipnya. Ketika perwira Jepang itu sedang marah, Ki Bagus justru menjelaskan dengan halus, “Tuan Tsuda, anda adalah seorang yang beragama sebagaimana saya.  Tiap agama tentu memiliki pinsip-prinsip yang tidak boleh dilanggar.  Anda pasti memahamai hal itu.”  Perwira Jepang itu hanya terdiam.  Akhirnya perwira Jepang itu mengakui keteguhan hati Ki Bagus dan mempersilakan pulang.
Di bulan Februari 1945 dalam kunjungannya ke Jepang bersama Soekarno dan Hatta memenuhi undangan Kaisar Hirohito, Ki Bagus datang ke istana Kaisar mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dengan keris.  Pada saat Kaisar memasuki ruangan dan seluruh hadirin membungkukkan badan, Ki Bagus tetap berdiri tegak.  Usai acara itu, Kaisar bertanya mengapa Ki Bagus tidak membungkukkan badan, ia menjawab bahwa membungkukkan badan kepada sesama manusia merupakan penghormatan yang berlebihan, apalagi dengan keyakinan bahwa Kaisar adalah anak Dewa Matahari.  “Tenno Haika, hal itu bertentangan dengan keyakinan saya sebagai seorang muslim,” jawab Ki Bagus.  Kaisr Hirohito menganggukkan kepala sambil tesenyum, mengagumi keteguhan iman Ki Bagus.
Demikian pula pada saat berkunjung ke sebuah kuil dan seluruh delegasi  disuguhi sake dan harus diminum sebagi bagian dari ritual sembahyang, tangan Ki Bagus gemetar sehingga cawan yang dipegangnya terjatuh dan pecah.  Seketika para hadirin terkejut, dan kejadian itu dilaporkan kepada Kaisar.  Kaisar Hirohito  justru menganugerahi hadiah berupa  cawan  yang masih baru kepada Ki Bagus sebagai kenang-kenangan.

-2-
Beliau adalah seorang yang amat keras dalam mendidik anak-anaknya.  Sejak kecil diajarinya anak-anaknya bekerja agar mampu membiayai diri sendiri. Beliau  hidup dengan amat sederhana, sebagaimana layaknya seorang guru.  Beliau pernah mencoba berwiraswasta namun tidak berkembang bahkan bangkrut.  Sepertinya beliau tidak berbakat berdagang.  Kesibukan beliau sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), tentu menyita banyak waktunya.  Setiap kali hendak menghadiri sidang BPUPKI di gedung Volksraad di Jakarta, beliau selalu meminjam beberapa potong kain batik dari paberik batik adiknya dan dijualnya di pasar Beringharjo.  Uang dari menjual batik itu ia gunakan untuk membeli tiket kereta api untuk pergi ke Jakarta.  Barangkali pada waktu itu, anggota BPUPKI tidak digaji, padahal beliau adalah seorang pejabat negara. 
Bandingkan dengan para pejabat negara sekarang yang orientasinya tidak untuk memperjuangkan nasib rakyat namun memperjuangkan kesejahteraan dirinya sendiri.
-3-
Ki Bagus Hdikususmo ditetapkan sebagai pahlawan nasional di antaranya karena ia berjasa menyusun naskah dasar negara Pacasila sehingga seperti sekarang.  Ki Bagus yang menyelesaikan konflik antara kelompok Islam dan lainnya dalam siding-sidang BPUPKI dalam perdebatan tentang dasar negara.  Kelompok Islam menginginkan agarIndonesaia dijadikan negara Islam, mengingat mayoritas warganya adalah muslim.  Dengan demikian mereka menginginkan negara ikut campur dalam kehidupan keagamaan warga sesuai dengan syariat Islam.  Keinginan kelompok Islam ditentang oleh kelompok lainnya terutama yang berasal dari Indonesia Timur.  Mereka mengancam akan melepaskan diri dari republik Indonesia jika Indonesia berdasarkan Islam.  Sebagai komprominya, disusunlah kalimat Ketuhanan yang mahaesa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
Ki Bagus merasa, pembatasan syariat Islam bagi para pemeluknya berarti tidak berlaku untuk seluruh warga negara.  Ini akan menjadikan kesulitan dalam pelaksanaanyya.  Karena ia meprediksi negara akan setengah-setengah dalam memberlakukan syariat Islam, maka ia mengusulkan agar ketujuh kat  aitu dihapus saja.  Usulan Ki Bagus akhirnya diterima baik kelompk Islam maupun lainnya dalam BPUPKI.    Oleh kelompk Islam Ki Bagus dituduh berkhianat, namun ia mampu menjelaskan bahwa kepentingan bangsa lebih penting, dan biarkan persoalan agama diurus oleh warga sendiri, tanpa campur tangan negara.
Prinsip persatuan bangsa telah ditunjukkan oleh Ki Bagus, jauh sebelum ia menjadi Ketua PP. Muhammadiyah.  Pada waktu Muhammadiyah masih begabung dengan Central Sarikat Islam (CSI), dalam salah satu Kongres CSI, terjadi perpecahan antara kelompk Islam dibawah pimpinan Abdul Muis dan kubu Komunis dibawah pengaruh Tan Malaka.  Pada saat genting itu, tampil Ki Bagus Hadikusumo, mengingatkan para peserta sidang agar tidak ada perpecahan dalam tubuh SI, karena jika terjadi perpecahan, maka pihak  musuh yaitu pemerinta hHindia Belanda akan sangat senang sekali.  Maka Ki Bagus berpidato, dan mengatakan bahwa yang menginginkan terjadinya perpecahan adalah anek Hindia Belanda.  Dengan demikian faksi-faksi yang ada di dalam CSI bersatu dan utuh kembali.


-4-
Ki Bagus adalah seorang yang sangat konsisten dalam memgang sebuah aturan yang telah disepakati bersama.  Dan seringkali untuk bersikap konsisen itu beliau serngkali harus menderita.  Sebagai contoh untuk menggambarkan konsistensi beliau adalah keputusan majelis tarjih tentang penggunaan tabir antara laki-laki dan perempuan dalam setiap pertemuan.  Banyak pengurus Muhammadiyah tidak mengindahkan keputusan karena dirasakan kolot dan sudah ketinggalan jaman.  Namun Ki Bagus menegur para pimpinan Muhammadiyah yang tidak mau mengikuti keputusan Majelis Tarjih tersebut.  Beliau mengatakan, “Saya tahu bahwa saudara-saudara menganggap keputusan mjelis tajih tentang tabir adalah sesuatu yang kolot, akan tetapi karena sudah menjadi keputusan, maka kita harus menghormati apa-apa yang telah kita sepakati. Itu adalah hasil dari sebuah ijtihad.  Jika kita tidak menyepakati keputusan tersebut, mari kita mengadakan musyawarah untuk memutuskan sebuah ijtihad baru tentang tabir.”
***
Demikian beberapa hal yang bisa ditulis tentang sosok Ki Bagus Hadikusumo.   Beliau meninggal di Jakarta, 4 Nopemebr 1954, dan tahun 2015 dijadikan pahlawan nasional agar tindakan dan karaker beliau yaitu teguh dalam tauhid, menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa, sederhana, dan konsisten dengan setiap kesepakatan, diteladani oleh seluruh bangsa.

27 Januari, 2016

Pengajian Tafsir AlQur'an di Masjid Al Kautsar, bonus pahala, cabe , kacang dll :)








Tiap selasa malam, suamiku mengisi kajian tafsir alqur'an selepas maghrib sampai isya di masjid al kautsar. Baru 2 bulanan ini aku aktif ikut pengajian ini, biasanya tidak pernah, karena harus menjaga anak anak dirumah. sekarang setelah anak anak sekolah semua dijogja, aku ada waktu banyak.
Hampir setiap selasa, selalu bertemu Bu Marwiyah, ibu satu ini yang selalu hadir di pengajian tafsir ini, meski hanya sendirian. Ya dia perempuan sendiri disitu. lain nya laki laki. Kadang kadan si Ibu yang ramah ini yang mengatur makanan apa yang akan disediakan untuk para jamaah pengajian.

Seminggu yang lalu aku baru saja diberi 10 butir telo bebek dari bu Marwiyah, sebelumnya dikasih emping, kata beliau dari besan nya, tadi malam, aku dibawakan cabe dan kacang, katanya juga dari besan nya banyak sekali dan dibagi bagi ke tetangganya termasuk saya.

Jadi semalam, saya dapat makanan banyak sekali, cabe rawit, kacang tanah, jenang sum sum, nah jenang sum sum ini yang membuat teman bu marwiyah, di foto itu paling ujung. Tumben biasanya hanya bu marwiyah yang datang, sekrang bertambah lagi, ada aku, nadia, tetangganya dan natasha, anak seorang jamaah pria yang baru berusia 7 tahun, tapi ngaji al qur'an nya sudah lancar.

20 Januari, 2016

Jazz, Lagu segala cuaca

Kebumen 20 Januari 2016


Pagi ini kami sarapan bertiga, aku suami dan nadia. kami sedang membicarakan masalah apa, yang akhirnya, sampai membahas film Kit Kitterdge, film masa  depresi di amerika, kebetulan, soundtrack film tersebut lagunya keren, judulnya "Aint  we got Fun", Lagu Lama yang dinyanyikan kembali oleh Penyanyi Jazz Renee Olstead

Lagu bergenre musik jazz ini asyik sekali, ini videonya :


begiini liriknya :

Ev'ry morning, ev'ry evening
Ain't we got fun? Not much money, Oh, but honey Ain't we got fun? The rent's unpaid dear We haven't a bus But smiles were made dear For people like us In the winter in the Summer Don't we have fun Times are bum and getting bummer Still we have fun There's nothing surer The rich get rich and the poor get children In the meantime, in between time Ain't we got fun? Just to make their trouble nearly double Something happened last night To their chimney a gray bird came Mister Stork is his name And I'll bet two pins, a pair of twins Just happened in with the bird Still they're very gay and merry Just at dawning I heard Ev'ry morning, ev'ry evening Don't we have fun Twins and cares, dear, come in pairs, dear Don't we have fun We've only started As mommer and pop Are we downhearted I'll say that we're not Landlords mad and getting madder Ain't we got fun? Times are so bad and getting badder Still we have fun There's nothing surer The rich get rich and the poor get laid off In the meantime, in between time Ain't we got fun? When the man who sold 'em carpets told 'em He would take them away They said, "Wonderful, here's our chance Take them up and we'll dance" And when burglars came and robbed them Taking all their silver, they say Hubby yelled, "We're famous, for they'll name us In the pepers today Night or daytime, it's all playtime Ain't we got fun? Hot or cold days, any old days Ain't we got fun If Wifey wishes To go to a play Don't wash the dishes Just throw them away Streetcar seats are awful narrow Ain't we got fun? They won't smash up our Pierce Arrow We ain't got none They've cut my wages But my income tax will be so much smaller When I'm laid off, I'll be paid off Ain't we got fun?


kalo kita baca liriknya, menggambarkan kondisi ekonomi amerika masa depresi,
Setiap pagi, setiap petang, bisakah kita bergembira, tak banyak uang oh sayang, bisakah kita bergembira...

Kontrakan belum dibayar tak punya bis bisakah kita bergembira dst (bear gak ya? hehe)

Lagu2 jazz memungkinkan dinikmati dengan kondisi seseorang dalam keadaan apapun, baik sedang jatuh cinta, kondisi keluarga yang sedang kacau, sedang akhir bulan, sedang sepi bisnis,tentang indahnya alam dan lain sebagainya. 

Kita bisa lihat laguya Fransk Sinatra  "Thats Life..."



Liriknya sbb :That's life (that's life) that's what all people say
You're riding high in April,
Shot down in May
But I know I'm gonna change their tune,
When I'm back on top, back on top in June
I said that's life (that's life) and as funny as it may seem
Some people get their kicks,
Steppin' on a dream
But I just can't let it, let it get me down,
'Cause this fine old world, it keeps spinnin' around
I've been a puppet, a pauper, a pirate,
A poet, a pawn and a king
I've been up and down and over and out
And I know one thing
Each time I find myself flat on my face,
I pick myself up and get back in the race
That's life (that's life), I tell you, I can't deny it,
I thought of quitting, baby
But my heart just ain't gonna buy it
'And if I didn't think it was worth one single try,
I'd jump right on a big bird and then I'd fly
I've been a puppet, a pauper, a pirate,
A poet, a pawn and a king
I've been up and down and over and out
And I know one thing
Each time I find myself flat on my face,
I just pick myself up and get back in the race
That's life (that's life), that's life, I can't deny it,
Many times I thought of cuttin' out, but my heart won't buy it
But if there's nothing shaken come here this July,
I'm gonna roll myself up in a big ball and die
My, my
Songwriters


Read more: Frank Sinatra - That's Life Lyrics | MetroLyrics 


Lagu lagu tersebut menggambarkan kondisi manusia ketika dalam masalah, tapi kita masih punya semangat menjalani hidup.Selalu ada harapan..
Jatuh bangun itu biasa bukan? dan kita tetap bisa bernyanyi...:)

lagi lain yang aku suka tentang alam, Lagunya Louis Amstrong, Judulnya " "Wonderful Life"https://www.youtube.com/watch?v=E2VCwBzGdPM

Liriknya sebagai berikut :I see trees of green, red roses too
I see them bloom for me and you
And I think to myself what a wonderful world.

I see skies of blue and clouds of white
The bright blessed day, the dark sacred night
And I think to myself what a wonderful world.

The colors of the rainbow so pretty in the sky
Are also on the faces of people going by
I see friends shaking hands saying how do you do
But they're really saying I love you.

I hear baby's cry, and I watched them grow
They'll learn much more than I'll ever know 
And I think to myself what a wonderful world.
Yes, I think to myself what a wonderful world.


Luar biasa bukan? saya kira lagu2 diatas lagu yang sangat religius, 2 lagu diats, mengajak kita untuk tetap optimis menjalani hidup, Lagu Lousi Amstrong Ciptaan
GEORGE DAVID WEISS, GEORGE DOUGLAS, BOB THIELE, sangat islami, karena memperhatikan ciptaan Allah, Dalam Al Qur'an kita diwajibkan untuk selalu memperhatikan alam, bumi, karena itu adalah tanda tanda bagi orang yang berfiikir, dengan semua keindahan di jagad raya ini, ada sang Pencipta dibaliknya, dialah ALLAH SWT.










Bu Marwiyah

Sosoknya sederhana, ramah dan murah senyum
Pertama kali bertemu denagan nya, dia selalu tersenyum sambil menyalami saya, "sehat bu haji, ", katanya sambil terus menebar senyum
Ya dia orang yang ramah.
Tak pasti kapan saya pertama kali bertemu dengan beliau
Hubungan kami semakin dekat, ketika saya sering jamaah shubuh di masjid Alkautsar, dan jamaah sholat tarawih di bulan Ramadhan.
Setiap selasa bada maghrib kebetulan suami mengisi pengajian tafsir Al qur'an, dan baru beberap kali ini saja aku ikut.
Kadang selepas dari Pengajian Tafsir, suamiku pulang dengan membawa makanan, misal jenang candil , tahu  brontak dll.
Nah Waktu suami bawa jenang candil, aku senang sekali, soalnya sudah lamaa sekali aku tak pernah makan jenang candil, dan snack jenang candil itu sesuatu....jarang yang buat jenang candil. Biasanya kan snack pengajian itu kalo bukan gorengan ya roti atau yang lain.
Nah sudah beberapa kali ini aku ikut suami pengajian tafsir, ternyata jamaah perempuan yang hadir hanya bu marwiyah , saya dan seorang anak kecil. Anak kecil tersebut putrinya salah seorang yang jamaah di masjid itu.
Jamaah pengajian tafsir ya kebanyakan bapak bapak semua, jamaah wanitanya hanya bu mawiyah dan kadang kadang  anak kecil itu,sekarang ditambah saya.
kemarin, saya  mendapat satu bungkus emping dari bu marwiyah, katanya pemberian besan nya. Aku ucapkan terimakasih padanya. Seminggu kemudian aku bertemu, sebagai tanda terimakasih aku bawakan beliau teh tegal, eh rupanya beliau juga sudah menyiapkan telor bebek untukku. Dia punya bebek dirumah dan sedang bertelor, kata suaminya, bu kasihkan telor bebek buat pak abduh. Kata bu marwiyah, ah jangan telor bebek kotor masa , apa pak abduh mau? cerita bu marwiyah pada saya.

Dalam hatiku, " aduh mau banget hahaha
Sudah seminggu yang lalu beliau ingin memberiku telor bebek, akhirnya telor bebek pun diberikan nya kepadaku, aku jadi terharu, baik sekali bu marwiyah ini,

Sering kalo acara pengajian tafsir beliau membawa makanan, tentunya bergiliran, dan beliau orangnya entengan, beliau senang sekali mengaji di masjid, apalagi kalo suamiku yang mengisi, katanya dg bahasa jawa ," nek diajar pak abduh genah, nyong seneng..."

hehehe, bu marwiyah bu marwiyah

15 Januari, 2016

1001 Invention and The Library

Hari ini gak sengaja melihat TL Pak Marwan, tentang Penemu Penemu Muslim yag harus anda ceritakan pada anak anda.

Baru tersadar, di rumahku justru lebih banyak u buku dan Novel barat di bandingkan dengan Khazanah Islam.

Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Kebetulan adik ku Hasan pernah memposting sebuah Film buatan Inggris, dengan sutradara yg cukup terkenal, Alan Deakins, dan Aktris terkenal  Ben  Kingsley . Mereka  membuat film tentang Penemu Islam yang cukup menarik,  dengan judul "1001 Invention and The Library", film  ini bisa dijadikan bahan materi untuk mengisi di depan para pelajar atau pemuda pemudi kader Muhammadiyah.
Bahwa Islam begitu menjunjung tinggi Ilmu Pengetahuan, Penemuan modern sekarang tersambung dengan penemuan Ilmu Pengetahuan yang ditemukan sarjana Muslim dahulu yang diakatakan orang adalah waktu itu Islam dalam  jaman kegelapan.Kata Ben Kesley, justru disitulah jaman keemasan.

Mari bangun dari kegelapan menuju cahaya. Silahkan dinikmat film nya sbb :

https://www.youtube.com/watch?v=BpBg-4eNp9k

01 Desember, 2015

Teh dan serabi di pagi hari, 2 Desember 2015





Alarm membangunkanku pukul 03.30 wib, Badan terasa lesu dan batuk ku menjadi jadi, akupun tak beranjak dari tempat tidur, aku tak sholat tahajud, karena badan terasa dingin. Ketika suami mengajak ke masjid, aku menggeleng, badanku sepertinya sedang tidak fit. Ya, sejak sepulang dari Kendal mengikuti acara Nasyiatul Aisyiyah, aku terkena flu. Dan kini lebih parah. 
Tepat pukul 04.00, akupun mengambil air wudhu, kusempatkan shalat 2 rakaat sebelum fajar, lalu sholat shubuh, dan kembali aku merebhkan diriku di kasur.

Aku tertidur.

Lalu suami menawarkan untuk membelikan obat, lalu aku jawab, beli protecal atau CDR saja. Oke, kata suami

Lalu suamipun menghidupkan motor dan keluar rumah membeli vitamin. Aku tertidur.
Ketika aku terbangun, suami sedang berjingkat jingkat menaruh teh dan serabi ke kamar untukku. Mungkin agar aku tak terbangun, dia berjingkat jingkat
akupun terbangun, dan langsung sumringah melihat suami membawa 2 cangkir teh dan 4 potong serabi panas.kami makan berdua diatas tempat tidur, makasih suamiku...:)

24 November, 2015

Bapak Ibuku tercinta



Mencari foto Bapak dirumahku sedikit, apalagi yang bersama, ini dikarenakan Bapak meninggal diusia yang belum tua, tepatnya 11 juli 1997 . Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu

Bapakku bernama Mas'udi, beliau seorang yang disiplin, aqidah nya sangat kuat . Jarang bercanda dengan anak anak, tapi aku tahu Beliau sangat sayang dengan anak anak, terkadang juga di sela kekauan nya beliau melucu, meski jarang.
Selalu memainkan ketek dengan tangan hingga berbunyi, dan baunya di serahkan pada anak anak, itu salah satu kelucuan nya :)
Sangat peduli dengan kesehatan gigiku, selalu mengantar ke dokter gigi, dan jika aku berhasil dibawa ke dokter gigi, aku diberi uang yang cukup banyak sebagai imbalan.

Sedikit sekali aku mengenal Bapak ku, selepas SD aku haru mondok di Assalam, lalu ke MUHI, dan langsung kuliah.

Berhubungan erat dengan Bapak, ketika aku lahir sampai SD kelas 6 saja. sekitar 12 tahun saja, cukup singkat untuk mengenal sosok Bapak.

Tapi yang aku kenang dari beliau, beliau sangat disiplin, beliau selalu rajin shalat shubuh dan shalat jamaah selalu di masjid, dengan memakai sarung yang sangat sangat rapi.

Ketika kami bangun tidur Bapak selalu mengutip kata kata :"Cepat tidur Cepat bangun membuat kita bijaksana, kaya dan sehat"

Baru baru aku tahu ternyata itu kutipan Benyamin Franklin.
Bapak yang aku tahu, aktif di Muhammadiyah, sebagai Guru agama dan pegawai depag Kebumen, beliu cukup dikenal masyarakat.

Kepergian beliau mengikuti Muktamar Muhammadiyah di Solo, mengenalkan beliau dengan Pondok Pesantren Modern bernama Assalam. Itulah kenapa aku bisa disekolahkan disana. Beliau ingin anak anaknya menjadi Inetelktual Muslim yang bertaqwa.
Masih ada pesan Bapak Ibu dalam secarik kertas yang kami pigura .

Lalu, aku disekolahkan di MUHI, masih ingat dulu nilaiku cukup bagus untuk masuk MUHI, tapi karena Bpak sangat cinta Muhammadiyah beliau menyumbang MUHI banyak sekli untuk ukuran waktu itu. Aku melihat sendiri beliau membawa uang satu koper. Batinku, Bapak aku kan tidak bodoh bodoh amat, tidak perlu menyumbang banya banyak untuk masuk  MUHI. Tapi ternyata bapak memang ingin menyumbang banyak untuk Muhammadiyah.

Lalu, setelah aku SMA , baak mulai sakit sakitan, Tidak tahu apa penyakitnya, Dokter mengatakan syaraf yang terjepit. Mungkin ini ada kaitan nya dengan kecelakaan beliau ketika aku SD, beliau kecelakaan parah  dan mobil chevroletnya masuk jurang, (ada catatan di judul Sepatu Merah)

Yang pasti beliau sakit selama 7 tahun lebih, dan selama itu pula Ibuku menjaga dan merawat beliau dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Bapak berganti ganti rumah sakit, Dari  Rumah sakit Jogja, semarang Jakarta, ibu lakoni dengan sabar. Aku kagum dengan kesabaran ibuku, Ya ...aku ingin meniru kesabaran belliau merawat bapak dengan setia dan sabar. Bisa dibayangkan, Usaha Bapak watu itu sedang bagus bagusnya, setelah pensiun dari Pegawai Depag, Bapak memutuskan untuk berwirausaha menjadi Pengusaha Genteng, dan memiliki merk sendiri bernama MAS SOKKA
dan merk MAS SOKKA ini teramasuk  merk yang terbaik di Kebumen.

Sempat juga ibu mengobati ke Pengobatan Alternatif, mungkin beliau juga galau karena mendengar nasehat dari teman atau saudara, sementara aku, waktu itu, tak berperan apa apa, Ibu tak ngin melibatkan anak anak dalam merawat Bapak, aku hanya diminta baik abik saja belajar, dan sekolah sampai lulus. Ibu benar2 sendiri merawat Bapak

Setelah aku lulus kuliah, aku menikah di tahun 1997, tanggal 17 Januari . Keadaan Bapak masih belum baik, beliau tak bisa bicara dan hanya duduk diatas kursi roda.
Tapi sepertinya beliau tahu, bahwa anak keduanya yang bernama Navi AGustina sedang menikah, beliau tersenyum diatas kursi rodanya.

Masih masa kuliah  itu, aku baru bisa intens  lagi menemani Ibu dan Bapak dirumah, aku suka membuka jendela kamar beliau sambil menyanyi. Aku memang suka menyanyi, entah Bapak suka atau tidak, tapi mudah22 an itu bisa membuat beliau terhibur.

Dahak Bapak sering tidak keluar, karena baliau tak bisa bicara, sulit menangkap apa yang beliau inginkan.Mungkin itu yang membuat beliau sulit bernafas

Akhirnya tepat 11 Juli 1997, beliau dipanggil Yang Maha Kuasa, kami tersentak, tapi kamipun ikhlas, karena segala usaha sudah kami lakukan, hanya kepada Nya kami bertawakkal. Bapak harus pulang kehadapan Nya, semoga itu yang terbaik untuk Bapak kami, Bapak Mas'udi, yang sangat taat kepada Tuhan Nya, bertanggung jawab dan seorang yang rajin shalat serta berzakat, semoga Syurga Firdaus menjadi tempat kediaman Bapak disana, dan kiat sekeluarga serta orang orang yang beriman akan kembali berkumpul bersama..

Tak terasa air mata ini menetes... I Love you Bapak



12 November, 2015

Pembimbing Haji = Banyak uang???



Kemarin aku baru saja menghadiri 40 hari meninggalnya Bu lik Suamiku di Jakarta.
Di sela sela acara itu, aku berbincang dengan Bu Dewi salah seorang jamaah Pengajian BuLik Romlah. Aku bercerita bahwa suamiku tidak bisa datang taziah tepat waktu karena beliau berangkat haji dan bertugas menjadi pembimbing.
Sontak Bu Dewi berbisik padaku ," wah banyak duitnye dong", katanya dengan logat betawi yang kental
JLEB batinku . Ah gak, itu kan kalo Pembimbing Pribadi, ini tugas dari Aisyiyah.
Ya ada uang saku yang wajar untuk hal hal yang diperlukan Pembimbing dan jamaah , karena punya tanggung jawab yang besar.

Dulu beberapa tahun yang lalu , aku juga pernah mendapat komentar serupa, " Wah enak ya jadi Pembimbing Haji, kok bisa berkali kali sih? Enak ya?

Suamiku tidak pernah meminta menjadi pembimbing Haji, beliau hanya  ditugasi Aisyiyah. dan oleh Aisyiyah pun, Setiap pembimbing  dijadwal bergantian, tidak monopoli satu orang. Ini Bukan KBIH milik pribadi yang  bertujuan untuk bisnis.

Aku baru tahu jika STIGMA pembimbing Haji banyak uang ya  akhir akhir ini saja, mungkin Pembimbing Haji PRIBADI yang banyak uang?

Darimana mereka bisa menyebut bahwa Pembimbing Haji banyak uang?
Ternyata Seorang pembimbing Haji bisa bermain, jika dia mau.
Bisa dari pungutan macam macam, badal Haji, Tarwiyah, atau DAM, atau sertifikat...??

Terus terang suamiku tak pernah menerima BADAL HAJI, membuat sertifikat dll
Bagi suami, dan Aisyiyah Badal Haji tidak diperbolehkan. Jika memang sudah tidak sanggup ya tidak bisa digantikan dengan yang lain. Amal seseorang tanggung jawabnya sendiri, dia mendapat balasan dari kebaikan yang dia lakukakn dan mendapat balasan dari keburukan yang dialakukan.

Hampir 20 Badal haji yang ditolak suami.Rata rata Biaya Badal Haji 5.000.000/orang. Coba kalikan saja jika ada 20 yang diterima. Hemmm lumayan kan?

Tapi Suami memiliki prinsip sendiri. Apalah artinya uang jika untuk hal yang mengganjal dihati.

Kembali kepada pembimbing Haji.
Betapa beratnya menjadi pemimbing Haji, kalo tidak punya mental kuat, anda akan stress. Belum Fitnah dari sana sini. Jamaah Haji yang harusnya tidak suka berghibah, ternyata suka sekali berghibah dll. Tidak semua sih, tapi ada.

Catatan dari perjalanan Haji suamiku 2015 ini, aku mendengar banyak sekali complain dari jamaah yang ujung2 nya U. UUD ya ujung2 nya duit.

Dari biaya DAM, suami memilih setiap pribadi menyetor ke Bank Al Rajhi yang sdh ditetapkan Bank tersebuut. Lagi2 ada yang curiga , Pembimbing mndapat keuntungan dari DAM. Padahal bayarnya langsung ke BANK.
Astaghfirullah.

Biaya Tarwiyah. Kelebihan Jamaah Haji Aisyiyah adalah diadakan nya Tarwiyah. Dan biaya Tarwiyah ditetapkan oleh Maktab sejumlah 200 Riyal. Ternyata ada satu rombongan Petanahan Protes tak mau mambayar karena dikatakan terlalu mahal. Akhirnya mereka berangkat juga tanpa membayar.

Dari biaya tarwiyah yang 200 Riyal, (standar ) di Mekkah, bisa juga dibandingkan dengan KBIH Aisyiyah Yogyakarta juga 200, dan KBIH2 lain, beritanya banyak di Republika dll. Biaya minimal 200 Riyal, bahkan ada yang lebih dari itu.
Beberapa Jamaah mengatakan Pembimbing mendapat keuntungan dari 200 Riyal

astaghfirullahaladzim, ya itu lah beratnya menjad Pembimbing Haji.Banyak Fitnah nya

Belum lagi ada yang mengatakan,  tidak diurus, dll, mengatur 219 jamaah dengan satu pembimbing sugguhlah berat. Mestinya Karu dan Karom juga bisa saling membantu.

Entahlah, Haji tahun ini kok terasa banyak trouble nya ya. Sepertinya perilaku para jamaah tidak dikuatkan, bahwa haji bukan sekedar pergi ke tanah suci, mental mereka , sikap mereka, masih jauh dari seorang yang mendapat gelar HAJI

Aku hanya berpesan, jika memang lebih banyak tekanan nya dan banyak mudharatnya, Mintalah mundur dari Pembimbing Haji...

Kita harus sabar, seperti sabar nya nabi Ya'kub...

“Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kamu ceritakan.”