26 Maret, 2018

RAHASIA GIGI KUAT & SEHAT

Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ
 “Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari)

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ
“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak setiap hendak menunaikan shalat.” (HR. Bukhari)


Nah, aku baru tahu hadits ini beberapa tahun lalu.Dan ternyata Ibuku sudah mengamalkannya. 
Sayang Ibu membertahukan nya baru baru saja. Ibu saya giginya masih utuh dan kuat, tidak pernah sakit gigi.
Rahasianya, setiap mau shalat, beliau selalu sikat gigi. Berat....ya iya lah, NAbi aja mengatakan Kalo tidak memberatkan umatku....:)
Aku...aduh...baru tahu sekarang setelah  40 tahun, keburu gigi sudah ada yg dicabut...hikss


Bagi kawula muda, anak anak, praktekan sunnah nabi ini, Sikat gigi paling tidak 5 x sehari seperti shalat 5 waktu, ketika mau sholat. DIJAMIN GIGI SEHAT DAN KUAT, dan yang pasti diridhai ALLAH SWT


Takutlah di Black List Allah

 26 Maret 2018

Kebanyakan orang kalo namanya sudah pernah masuk daftar Black List Bank, seolah hidup akan berakhir saja. Tahu sebab nya?
Kalo di Blacklist Bank kemungkinan gak bisa pinjam lagi. Gak dipercaya...hehe,

Sebenarnya, mindset dikit dikit hutang perlu diberantas. Apalagi Hutangnya ke Bank, yang sudah pasti RIBA.
Allah sudah menyatakan perang dengan RIBA. Eh masih nekat juga...
Tahu sendiri deh, terpaksa ata dpaksa kita yang akan Kalah....

 Surat Al-Baqarah ayat 276



يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)


Itulah yang aku alami, padahal sudah sejak SMP  diajarkan ayat ayat tentang RIBA. Kenapa Ketika dewasa masih hutang lewat Bank yang sudah jelas jelas Riba Ya.

Astagfirullah, kami lalai, kami khilaf, terlalu mengejar hawanafsu yang ingin cepet cepat dan cepat...

Alhamdulillah, seperti yang difirmankan Allah, Allah akan memusnahkan Riba, benar benar terjadi denganku.
Suka atau tidak suka, dengan kondisi yang semkin terjepit, akhirnya sedikit demi sedikit aku bisa lepas dari RIBA. Alhamdulillah, masih ada beberapa lagi, Insyaallah dengan niat kuat, RIBA tidak akan pernah  hadir dalam kehidupanku dan keluargaku.


Ayo Perang Lawan Riba

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (Al Baqarah: 278-279)


Allah sendiri mngumumkan perang  terhadap Riba. Saatnya kita menurut perintah Allah, insyaallah itu akan membawa kebaikan dan keberkahan pada kita dan keluarga kita.


BERKAH TANPA RIBA

I



إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.


Alhamdulillah, dengan keyakinan kuat meninggalkan Hutang Riba, sedikit demi sedikit, kehidupan kami justru lebih mudah, sedikit tapi cukup.
Banyak tak pernah cukup, untuk apa??

Ketika membutuhkan sesuatu ndilalah ada saja rejekinya, Beraamal juga lebih mudah. Dulu uang banyak tapi dari Riba, ndilalah habis aja entah kemana gak jelas.

TAAT PADA ALLAH dan RASULNYA


Intinya, sebagai umat Islam, mari kita berislam secara kaffah, baik ibadah, maupun muammalah, insyaallah aturan aturan yang diariskan Allah dan Rasulnya untuk kebaikan umatnya.

Bagi yang belum Taubat dari RIBA, segera yakinkan diri, BISMILLAH Insyaallah kita bisa keluar dari RIBA, dan, tak usah kita takut di Black List Bank....

Dulu saya agak malu kalo diblaclist karena keterlambatan membayar angsuran, sekarang sudah tidak lagi.

Kalo kita sampai di Black List BANK, ucapkan Alhamdulillah, berarti kita di  paksa Allah untuk segera berhenti dari Hutang RIBA. Jangan malah nekat....


STOP HUTANG RIBA. HIDUP SEDERHANA. ALLAH SUDAH MENJAMI RIZKI HAMBANYA. TINGGAL KITA BERUSA DENGAN CARA YANG HALAL. JANGAN LUPA DOA DAN SEDEKAH....


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita sebuah doa, ketika kita terlilit utang,
اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك
(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).
Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”


Juga, sebelum tidur, jangan lupakan doa ini :

Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan,
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

Artinya:

“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)







GOOD BYE RIBA....



22 November, 2017

Rina Nose vs Abdul Somad

Sekarang lagi heboh berita Rina Nose dan Abdul Somad. Gara garanya apa?
Dibilang sepele gak juga. 
Ustad Somad biasa ditanya tentang hal hal yang sedang viral di medsos. Kebetulan Berita Rina Nose yang buka jilbab sedang "viral". Lalu ada jamaah yang menanyakan nya.Dan ustad Somad menjawab, Rina nose yg mana? oh yg pesek...

Saya yakin ustad somad gak sempat nonton acara rina nose, atau mengenal yg mana rina nose. Aku aja gak begitu tau dan tidak ingin tahu...

Kebetulan Rina Nose itu sering dikatain pesek, dan memang Rina  menambahkan dibelakang namanya "Nose" untuk nama panggung nya.

Dan saya yakin Ustad somad itu bukan dalam rangka mengejek, tapi sekedar meyakinkan , apakah yg ditanyakan jamaah itu rina nose yang itu.Lalu kelompo Islam  Liberal rame2 menghujat Abdul Somad.

Bila ada kehilafan dari UstadSomad, saya kira wajar...namaya juga Pencermah..pasti ada salah salahnya.

Bandingkan Ustad Somad dan Rina Nose...Keilmuan nya...agamanya....

Yang pasti saya pilih ustad Somad lah ya. beliau sudah banyak berceramah dan mengingatkan orang agar kembal ke jalan yang benar. 

Rina Nose???

Dia justru merasa sudah baik dan Tidak perlu Tuhan...

Sombong sekali dia, benar kata Abdul Somad " attakabbur ‘alal mutakabbir shadaqah"


Please deh jangan lebai Rina Nose dan Para penggemar...

27 Oktober, 2017

Doa agar dijauhkan dari Zina


Belum kelar kasus Truth or Dare muncul berita heboh yang sangat memalukan anak bangsa. Video Tidak pantas anak UI tersebar kemana mana, saya yakin video sudah tersebar ke ponsel ponsel diantar kita, baik melalui LIne, Instagram, Twitter, FB dll.

Menghadapai Mudahnya arus Informasi ini, kita mesti punya iman kuat, hanya  iman dan doa sebagai perisai  kita.

Berikut dao doa yang bisa kita panjatkan agar kita terhidar dari Zina.

1. Doa ini dilafalkan ketika kita membersihkan kemaluan/ alat keluar kotoran kita

“Allahumma hasshin  farji  minal fawahisyi wathahhir qalbi  minan nifaqi”.

 “Yaa  Allah,  peliharakanlah  dan  anggota  tubuhku, kemaluanku (farji) Dari   segala kekejian (kejahatan ), dan  sucikanlah  hatiku  dari  pada (perbuatan)  munafiq.”


2.Syakal bin Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas ia meminta pada beliau untuk mengajarkannya bacaan ta’awudz yang biasa ia gunakan ketika meminta perlindungan pada Allah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a dengan beliau memegang tanganku lalu beliau ajarkan, ucapkanlah,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى
“Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri basharii, wa min syarri lisanii, wa min syarri qalbii, wa min syarri maniyyi”
(artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku). (HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)


3. Mendoakan agar anak anak kita dijauhkan dari zina atau menjadi korban perzinaan

Allhummaghfir dzanbahu, wa hassin farhaju, wa thahir qolbahu.




25 Oktober, 2017

Truth or Dare : Kids Jaman Now??


Lagi heboh berita Nadine Putri Ruth Sahanaya dan Farrel Putri Vena Melinda Berciuman Vulgar di depan umum
Ternyata itu peristiwa dua tahun lalu. Dan diakui oleh Nadine. Itu adalah hukuman dari permainan anak Remaja yang bernama Turth or Dare.

Kaget...

Inikah Kids jaman Now???

Permainan boleh boleh saja. Tapi hukuman tidak boleh yang melanggar syariat atau berbahaya. Hukuman harusnya yang mendidik, atau yang membuat pemain bertambah wawasan.

Berbahaya sekali misal, jika hukuman nya, minum bir, atau seperti contoh diatas.

Jika berciuman dulu dilakukan sembunyi sembunyi, sekarang sudah terang terangan di muka umum. Melakukan Perbuatan maksiat sudah terang terangan. Apakah ini Indonesia??
Yang 80% warganya muslim

Zaman saya dahulu, tidak dipungkiri, banyak yang pacaran. Dan saya boleh bersaksi, Pacaran itu gak ada hebat hebat nya sama sekali. Sebagai yang pernah pengalaman suka dengan lawan jenis, Pacaran itu lebih banyak mudharat nya. Untuk itu yang belum pernah mending jangan, yang sudah segera putuskan pacar mu. Orangtua harus keras menasehati pura putrinya agar tidak pacaran atau bergaul bebas.

Untuk para orangtua yang mencinai anak anaknya, Nabi pernah menyampaikan sebuah  peristiwa, dimana seorang Pemuda menantang nabi bahwa dia ingin berzina. Selengkapnya ada di bawah ini :


Hadist riwayat Ahmad 5/256-257, dari Abi Umamah ra berkata bahwa pada suatu hari datang seorang pemuda yang meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk berzina.  Orang sekelilingnya berpaling kepadanya kemudian marah dan melarangnya melakukan itu. Namun Rasulullah SAW dengan lembut menasehati pria tersebut. Berkata (Rasulullah SAW): “Bawakan dia dekat denganku”. Maka pemuda itu telah mendekati Baginda SAW.

(Abu Umamah) berkata: maka (pemuda itu) telah duduk (dekat dengan Rasulullah SAW).

Rasulullah SAW mula bersabda: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada Ibumu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada ibu-ibu mereka”. 

Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada anak perempuanmu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada anak-anak perempuan mereka”.

 Rasulullah SAW mula bersabda: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi bibi-bibimu, saudari ayahmu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada bibi-bibimu”. 

Rasulullah SAW bersabda lagi: “Adakah kamu suka itu (perbuatan zina) terjadi kepada bibi-bibimu, saudari ibumu?” Lantas pemuda itu menjawab: “Demi Allah, tidak! (Aku lebih sanggup) Allah jadikan aku tebusan (kematianku) bagimu!”

Rasulullah SAW menyambung: “(Begitulah juga halnya) orang ramai tidak suka hal itu (terjadi) kepada bibi-bibi mereka mereka”. 

Abu Umamah berkata: Maka Rasulullah SAW meletakkan tangannya di atas pemuda itu, lalu berdoa: “Allahummaghfir zanbahu, wa tohhir qalbahu, wa hassin farjahu” Artinya ("Ya Allah ampunkanlah dosanya, bersihkanlah/sucikanlah hatinya (dari memikirkan sesuatu maksiat), dan jagalah kemaluannya (dr melakukan zina)"

Selepas itu, pemuda itu tidak lagi memandang sesuatu (yg berupa maksiat (terutama zina), natijah maqbulnya doa Nabi SAW).  (HR Ahmad 5/256-257, Dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Kitab Al-Silsilah Al-Sahihah 1/645)


Doa diatas bisa dilantukan Bapak ibu di rumah, agar anak anak dan keturunan kita terhindar dari perbuatan Zina, Baik dilakukan sendiri ataupun korban dari orang lain.

Karena jaman sekarang, banyak juga pelecehan seksual dan kekerasan seksual dimana mana, Naudzubillah min dhalik.

Untuk itu hanya pada Allah saja kita mohon perlindungan untuk anak anak kita.

Karena putriku 2 perempuan, teks akan saya rubah menjadi huma (untuk 2 perempuan)


“Allahummaghfir zanbahuma, wa tohhir qalbahuma, wa hassin farjahuma”  NAdia wa Yasmin

Artinya ("Ya Allah ampunkanlah dosanya, bersihkanlah/sucikanlah hatinya (dari memikirkan sesuatu maksiat), dan jagalah kemaluannya (dr melakukan zina)"




18 Oktober, 2017

Berkah dari langit dan Bumi

“Dan jika penduduk negeri beriman dan bertaqwa ( kepada Allah sesungguhnya Kami ( Allah ) bukakan kepada mereka ( pintu-pintu ) berkah dari langit dan bumi; Tetapi mereka mendustakan ( ayat-ayat Kami ), maka Kaminsiksa mereka lantaran apa yang telah me- reka kerjakan.” ( Qs. Al-A’raf: 96 )


Allah akan member Berkah, baik dari atas, langit dan bawah bumi, dengan syarat, kita harus beriman dan bertaqwa.

Tidak usah jauh jauh ke sebuah kota, kecamatan, desa, apalagi negara. Mari kita lihat dari institusi palig kecil, Keluarga.

Bagaimana dengan keluarga kita? Apa sudah kita periksa ? bagaimana keluarga kita?
Apakah sudah beriman dan bertaqwa?

JIka sudah beriman, benarkah iman kita? adakah syirik disana?


Qad aflahal mukminun...mari kita cek, aakah anggota keluarga kita sudah beriman.
Ciri ciri orang beriman saya ambill dari surat al Mukminun 1 -11


      بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم  
 قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ َ
(1) Sesungguhnya menanglah orang-orang yang beriman.

 ٱلَّذينَ هُمْ في‏ صَلاتِهِمْ خاشِعُونَ 
(2) Orang-orang yang khusyu` di dalam melakukan sembahyang.

وَ الَّذينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ َ
(3) Dan orang-orang yang terhadap segala laku yang sia-sia me­nampik dengan keras.

 وَ الَّذينَ هُمْ لِلزَّكاةِ فاعِلُونَ َ
(4) Dan orang-orang yang mengerjakan ZAKAT.

 وَ الَّذينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حافِظُونَ َ
(5) Dan orang-orang yang selalu menjaga faraj (kelamin) mereka.

إِلاَّ عَلى‏ أَزْواجِهِمْ أَوْ ما مَلَكَتْ أَيْمانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومينَ َ
(6)  Kecuali terhadap isterinya atau hambasahayanya, maka tidaklah mereka tercela.

 فَمَنِ ابْتَغى‏ وَراءَ ذلِكَ فَأُولئِكَ هُمُ العادُونَ َ
(7) Tetapi barangsiapa yang masih memilih jalan di luar itu, itulah orang-orang yang telah melang­gar garis.

 وَ الَّذينَ هُمْ لِأَماناتِهِمْ وَ عَهْدِهِمْ راعُونَ َ
(8) Dan orang-orang yang menjaga dengan baik terhadap amanat dan janjinya.

 وَ الَّذينَ هُمْ عَلى‏ صَلَواتِهِمْ يُحافِظُونَ َ
(9) Dan orang-orang yang meme­lihara dan menjaga semua waktu sembahyangnya.

 أُولئِكَ هُمُ الْوارِثُونَ َ
(10) Mereka itulah yang akan me­warisi.

 ٱلَّذينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فيها خالِدُونَ َ
(11) Yang akan mewarisi syurga Firdaus dan di sanalah mereka mencapai khulud (kekal) selama­lamanya.



Ciri orng oran beriman :
1. Orang yang khusyu sholatnya.
Khusu, dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayah 45 - 46 , yaitu orang 2 yang merasa akan bertemu dengan Tuhan nya. Orang yang merasa akan bertemu dengan Tuhan Nya akan selalu erasa diawasi, Sholatpun merasa sedang berhadap hadapan meski ta terlihat. Disitulah kekhusyuan akan timbul


وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ


Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',
الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ


(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya




2. Orang yang meninggalkan hal hal yang sia sia
Kita sering lalai dengan ini. Kita sering menghabiskan waktu unuk hal hal yang tidak bermanfaat.
Kadang waktu kita habis untuk bercanda yang tidak perlu, apalalagi sekarang dijaman digital, baca qur'an rasanya malas, tapi begtu buka Whats appa bisa berjam jam.
Kadang hanya bercanda dengan kawan kawan yang tidak jelas, bahkan ada yang bercanda dengan yang bukan muhrimnya. Dan dia lakukan dengan santai tanpa merasa bersalah. Memandang2 foto yang gek perlu. Kalo untuk tausiyah , bagus bagus saja.
Semua pendengaran , penglihatan dan hati akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah.(al Isra 36)
Nikmat yang kita peroleh, rumh, mobil, lapop, hape kita gunakan untuk apa? semua ada hisab nya.
Apa hape yang kita pakai untuk melihat yg haram? apa mobil yg kita miliki untuk kebaikan dan memberi manfat? mari introspeksi


3 Oang orang yang berzakat.
Jangan lupakan dari harta kita, ada hak orang lain disana. 2,5% harus kita setorkan ke Amil  Zakat.

4. Orang orng yang menjaga kemaluan mereka, kceuali kepada yang  istri dan hamba sahaya .
    menjaga kemaluan, adalah ciri orang beriman, menjaga kemaluan dimulai dengan menjaga     kehormatan. Apa yang diharamkan dilarang kiat melihatnya. Yang bukan mahram kita hendaknya kita berhati hati  menjaganya. Karena bisa jadi itu awal dari perzinaan.


La taqrabu zina ( Al Isra 32). Jangan kau mendekati Zina. Mendekati nya saja tidak boleh, apalagi zina nya.
 Diantara mendekati zina adalah pacaran, bergaul bebas dengan yang bukan muhrim tanpa keperluan yang jelas, dan kini banyak sekali  di sekitar kita , pacaran, perselingkuhan, di tempat kerja, di media sosial, dll. Sebagai orang yang mengaku beriman, sudah selayaknya kita menjaga diri dari hall hal yang diharamkan Allah. Kalo ada yang halal, kenapa repot2 cari yang haram?

JIka ada yang melanggar di luar itu, dia sudah melampaui batas, keluar jalur. MAri kita cek diri kita, anggota keluarga kita, suami/istri dan anak anak kita, masihkah di jalur yg banar? Kalo masih bisa diingatkan, mari kita ingatkan.

5.  Orang yang memgang amanat dan janji
Amanat dan janji sangatlah berat, jangan mudah berjanji jika hanya untuk di ingkari. KIta semua adalah Pemimpin, Dan Pemimin akan ditanya tentang urusan nya, Suami istri adalah Pemimpin, kelak akan ditanya bagaiman kita mendidik anak anak kita, apakah sesuai agama, atau tidak? atau malah dibebaskan melakukan apa saja? nau dzubillah.

JAgalah dirimu dan keluagamu dari api neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu (Attahrim 13)

6. Orang yang menjaga waktu sembayangnya
    Orang yang mengaku beriman adalah orang yang menjaga shalatnya, shalat diusahakn tepat waktu.
    Dalam sebuah hadits nabi, 3 hal yang paling disukai Allah yaitu :
    Shalat pada waktunya, berbakti pada orangtua, dan Berjuang di Jalan Allah.
     Usahakan shalat
 wajib 17 rakaat selalu dijaga, dan untuk menyempurnakan ditaah dengan shalat sunnah rawatib, sebelum shubuh, sebelum dan selepas dhuhur, setealh maghrib dan isya, shalat Dhuha, Shalat Tahajud, shalat syukrul wudhu, Tahiyatul masjid, anatar adzan dan iqamah dll.


BERTAQWA.

JIka sudah taqwa benarkah? Taqwa itu paling simpelnya  menjauhi larangan, dan mentaati yang diperintahkan.

Dalam beberapa ayat al qur'an, dijelaskan action taqwa itu.


Berikut ciri2 orang yang mengaku bertaqwa copas dari sebelah : jadipintar.com


Ciri-Ciri Orang bertaqwa; Sifat dan Amalannya Menurut Al-Qur'an

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Serial Tafsir Istilah kata
Melanjutkan postingan sebelumnya tentang Makna Taqwa dan Iman, maka saya nukilkan lagi sebagian penjelasan terdahulu agar bisa menyambung dengan judul artikel ini, yakni ciri-ciri orang yang bertaqwa.
Taqwa berasal dari kata waqa-yaqi-wiqayah yang artinya memelihara. "memelihara diri dalam menjalani hidup sesuai tuntunan/petunjuk allah" Adapun dari asal bahasa arab quraish taqwa lebih dekat dengan kata waqa yang bermakna melindungi sesuatu, memelihara dan melindunginya dari berbagai hal yang membahayakan dan merugikan.
*****************************************************************
هُدً۬ى لِّلۡمُتَّقِي.......
 petunjuk bagi mereka yang bertakwa (Q.S. al-Baqarah: 2).
***********************************************************
Taqwa pada dasarnya berarti menjaga diri dari hal-hal yang dibenci, karena kata taqwa berasal dari kata "الوقاية "al-wiqaayah (penjagaan).
Penjagaan yang bagaimanakah yang dimaksud al-Qur'an ? Marilah kita telusuri identifikasi dan ciri-cirinya agar menjadi jelas penafsiran kita, insyaallaah.

Ciri-Ciri Orang Yang Bertaqwa Menurut Al-Qur'an

1. Beriman kepada yang Ghaib, Mendirikan shalat, dan berinfaq
ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ
[yaitu] mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki  yang Kami anugerahkan kepada mereka, [Q.S. al-Baqarah: 3].

2. Beriman kepada kitab-kitab Allah dan meyakini adanya akhirat. 
 وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأَخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ 
dan mereka yang beriman kepada Kitab [Al Qur’an] yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu  serta mereka yakin akan adanya [kehidupan] akhirat . (Q.S. al-Baqarah: 4).

3. Beriman kepada: Allah, Hari akhir, para malaikat, kitab-kitab, para nabi; berinfaq, memerdekakan budak, mendirikan shalat, zakat, menepati janji dan sabar.
 لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَـٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِ وَٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةِ وَٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلنَّبِيِّـۧنَ وَءَاتَى ٱلۡمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَـٰمَىٰ وَٱلۡمَسَـٰكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآٮِٕلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّڪَوٰةَ وَٱلۡمُوفُونَ بِعَهۡدِهِمۡ إِذَا عَـٰهَدُواْ‌ۖ وَٱلصَّـٰبِرِينَ فِى ٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلۡبَأۡسِ‌ۗ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ‌ۖ وَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ 
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir [yang memerlukan pertolongan] dan orang-orang yang meminta-minta; dan [memerdekakan] hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar [imannya]; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S.al-Baqarah: 177).

4. Berinfaq di waktu lapang atau sempit, menahan amarah, dan pemaaf.
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡڪَـٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ
[yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S. Ali-Imran: 134)
 وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ 

5. Berpuasa Ramadhan
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡڪُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِڪُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (Q.S.al-Baqarah:183)

6. Tidak Silau Keindahan duniawi
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَيَسۡخَرُونَ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ‌ۘ وَٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ‌ۗ
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwaitu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat (Q.S.al-Baqarah: 212).

7. Selalu berbuat kebajikan.
وَمَا يَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٍ۬ فَلَن يُڪۡفَرُوهُ‌ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ
Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi [menerima pahala] nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Ali Imran:115).

8. Bersegera kepada ampunan Allah.
وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٍ۬ مِّن رَّبِّڪُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَٲتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Q.S. Ali Imran: 133)

9. Selalu mengingat Allah dan memohon ampun atas dosa-dosanya.
وَٱلَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَہُمۡ ذَكَرُواْ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ يُصِرُّواْ عَلَىٰ مَا فَعَلُواْ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ
Dan [juga] orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Q.S.Ali-Imran: 135).

10. Bersabar saat diuji harta dan dirinya.
 لَتُبۡلَوُنَّ فِىٓ أَمۡوَٲلِڪُمۡ وَأَنفُسِڪُمۡ وَلَتَسۡمَعُنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَـٰبَ مِن قَبۡلِڪُمۡ وَمِنَ ٱلَّذِينَ أَشۡرَكُوٓاْ أَذً۬ى كَثِيرً۬ا‌ۚ وَإِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ فَإِنَّ ذَٲلِكَ مِنۡ عَزۡمِ ٱلۡأُمُورِ
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan [juga] kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. (Q.S. Ali Imran: 186).

11. Menjadikan akhirat sebagai TUJUAN hidup.
 وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٌ۬ وَلَهۡوٌ۬‌ۖ وَلَلدَّارُ ٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ‌ۗ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (Q.S. al-An'am: 32).

12. Menyebarkan da'wah.
وَمَا عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنۡ حِسَابِهِم مِّن شَىۡءٍ۬ وَلَـٰڪِن ذِڪۡرَىٰ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ 
Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikitpun atas orang-orang yang bertakwa terhadap dosa mereka; akan tetapi [kewajiban mereka ialah] mengingatkan agar mereka bertakwa. (Q.S. al-An'm: 69).

13. Menutup aurat
يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسً۬ا يُوَٲرِى سَوۡءَٲتِكُمۡ وَرِيشً۬ا‌ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٲلِكَ خَيۡرٌ۬‌ۚ
Hai anak Adam  sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. (Q.S. Al-A'raf: 26).

14. Berdzikir manakala ditimpa kebimbangan.
إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ إِذَا مَسَّہُمۡ طَـٰٓٮِٕفٌ۬ مِّنَ ٱلشَّيۡطَـٰنِ تَذَڪَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبۡصِرُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (Q.S. al-A'raf: 201).

15. Menyuruh Keluarga Mendirikan shalat dan sabar mengerjakannya.
وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡہَا‌ۖ لَا نَسۡـَٔلُكَ رِزۡقً۬ا‌ۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَ‌ۗ وَٱلۡعَـٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat [yang baik] itu adalah bagi orang yangbertakwa. (Q.S. Thaha: 132).

16. Tidak sombong dan tidak berbuat kerusakan
تِلۡكَ ٱلدَّارُ ٱلۡأَخِرَةُ نَجۡعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّ۬ا فِى ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فَسَادً۬ا‌ۚ وَٱلۡعَـٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِينَ
Negeri akhirat  itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di [muka] bumi. Dan kesudahan [yang baik]  itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al-Qashash: 83).

17. Muslimah hendaklah menjaga pandangan dan kata-kata dalam berbicara.
يَـٰنِسَآءَ ٱلنَّبِىِّ لَسۡتُنَّ ڪَأَحَدٍ۬ مِّنَ ٱلنِّسَآءِۚ إِنِ ٱتَّقَيۡتُنَّ فَلَا تَخۡضَعۡنَ بِٱلۡقَوۡلِ فَيَطۡمَعَ ٱلَّذِى فِى قَلۡبِهِۦ مَرَضٌ۬ وَقُلۡنَ قَوۡلاً۬ مَّعۡرُوفً۬ا
Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk  dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya , dan ucapkanlah perkataan yang baik, (Q.S. al-Ahzab: 32).

18. Membawa kebenaran dan membenarkannya.
وَٱلَّذِى جَآءَ بِٱلصِّدۡقِ وَصَدَّقَ بِهِۦۤ‌ۙ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ 
Dan orang yang membawa kebenaran [Muhammad] dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Az-Zumar: 33).

19. Menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji.
ٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ كَبَـٰٓٮِٕرَ ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡفَوَٲحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَ‌ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٲسِعُ ٱلۡمَغۡفِرَةِ‌ۚ هُوَ أَعۡلَمُ بِكُمۡ إِذۡ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَإِذۡ أَنتُمۡ أَجِنَّةٌ۬ فِى بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمۡ‌ۖ فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡ‌ۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ
[Yaitu] orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui [tentang keadaan]mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (Q.S. An-Najm: 32).

20. Selalu mengambil pelajaran dari al-Qur'an.
وَإِنَّهُ ۥ لَتَذۡكِرَةٌ۬ لِّلۡمُتَّقِينَ 
Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al-Haaqqa: 48).