27 Februari, 2011
."Segala sesuatu yang memberi manfaat di muka bumi, akan tetap kekal "
25 Februari, 2011
Sumpah Masih Penasaran....!!!!!!
07 Februari, 2011
Pstingan dr detik.com....Menarik...!!!
Miko M Akbar - suaraPembaca
Perjanjian Breton Woods pada tahun 1973 kemudian dihapuskan ketika Amerika Serikat secara unillateral memutuskan bahwa Dolar Amerika tidak perlu lagi didukung oleh emas. Sejak itulah Dolar Amerika tidak bedanya dengan lembaran kertas saja.
Dengan mata uang dollar AS Amerika Serikat memegang kekuasaan luar biasa yang sangat tidak proporsional. Dengan kertas yang disebut Dolar AS mereka bisa membeli berbagai komoditi seperti minyak, gas, aluminium, emas, dan lain-lain dari negara-negara lain di dunia. Jika mereka perlu lebih banyak komoditi mereka tinggal mencetak saja lagi. Jadi sistem semacam ini amatlah tidak adil dan tak bermoral.
Hal ini telah mengeksploitasi model perdagangan dengan sistem pembagian kerja internasional. Surplus ekonomi bagi sekutu-sekutu Amerika terus terjadi yang berdampak pada ketidakseimbangan perdagangan global. Negara-negara miskin tidak mampu melakukan ekspor tanpa didukung impor sehingga negara-negara miskin mengalami "a vicious circle of import".
Akibatnya negara-negara miskin memiliki tingkat ketergantungan yang begitu kuat terhadap negara-negara maju. Sistem keuangan internasional yang dirancang pasca Perang Dunia II dalam Breton Woods telah melahirkan ketidakadilan neraca keuangan global. Defisit terus menimpa negara-negara miskin dan surplus keuangan terus ditarik ke negara-negara maju karena dunia kini dibanjiri terlalu banyak dolar.
Dalam pasar-pasar uang saja terdapat gelembung dolar AS yang berjumlah 80 triliun dolar AS per tahun. Jumlah ini 20 kali lipat melebihi nilai perdagangan dunia yang jumlahnya sekitar 4 triliun dolar AS per tahun. Artinya, gelembung itu bisa membeli segala yang diperdagangkan sebanyak 20 kali lipat dari dimensi yang biasa.
Gelembung ini tentu akan terus membesar dan membesar. Anda tidak perlu terlalu bijak untuk memahami bahwa gelembung itu. Suatu saat akan meledak dan pecah, dan terjadilah keruntuhan ekonomi global yang niscaya lebih buruk daripada depresi ekonomi tahun 1929.
Sebagai perbandingan yang kontras. Emas adalah logam yang berharga. Nilainya tidak bergantung pada negara mana pun. Bahkan tidak bergantung pada sistem ekonomi mana pun. Nilainya adalah intrinsik dan dapat dipercaya. Oleh karena itu emas adalah mata uang yang dapat menjamin kestabilan ekonomi dunia.
Sistem keuangan global sudah berkembang melebihi batas. Dengan perdagangan "kertas berharga yang turunan sekunder" (secondary derivatives papers), sistem keuangan dunia menjadi tidak "favorable" kepada sektor riil karena "money makes money" lebh tinggi hasilnya. Maka kalau anda punya uang akan lebih tertarik untuk memainkannya di bisnis keuangan ketimbang membangun bisnis di riil sektor.
Perdagangan kertas berharga tersebut adalah barang maya, hanya ilusi, tidak nyata, tidak terkait dengan bisnis riil. Ini yang menyebabkan terjadinya gelembung ekonomi dunia.
Apa akibatnya? Sektor riil lambat bergerak. Kecuali di China yang menganut paham berbeda. Tidak berdasar "supply and demand". China tetap memproduksi walau tidak ada permintaan. Alasannya adalah stabilitas keamanan sehingga tidak ada penduduk China yang menganggur. Semua bekerja, memproduksi apa saja, mulai dari peniti sampai komponen pesawat terbang. Manajemen 1 miliar penduduk yang ternyata membawa China kepada kekuatan ketiga di era kini.
Sejarahnya, emas dan perak adalah mata uang dunia paling stabil yang pernah dikenal. Sejak masa awal Islam hingga hari ini nilai mata uang Islam dwilogam itu secara mengejutkan tetap stabil dalam hubungannya dengan barang-barang konsumtif. Seekor ayam pada zaman Nabi Muhammad SAW harganya satu dirham. Hari ini, 1400 tahun kemudian, harganya kurang lebih masih satu dirham.
Dengan demikian, selama 1400 tahun, inflasi adalah nol. Dalam jangka panjang, mata uang dwilogam telah terbukti menjadi mata uang dunia paling stabil yang pernah dikenal. Mata uang tersebut telah dapat bertahan meskipun terdapat berbagai upaya untuk mentransformasi dinar dan dirham menjadi mata uang simbolik dengan cara menetapkan suatu nilai nominal yang berbeda dengan beratnya.
Kita harus kembali kepada sistem perekonomian berbasis komoditi riil. Dinar dirham hanyalah salah satu komponen penting. Ada "5 pilar sistem ekonomi berbasis emas" akan menjadi solusi masa depan dunia yang tidak terelakkan.
Pertama, "Money (Freely Chosen)" yaitu Mata uang harusnya bebas ditentukan oleh masyarkat penggunanya.
Kedua, "Open Markets Infrastructure" yaitu infrastuktur pasar terbuka di mana setiap orang mempunyai hak, seperti mesjid.
Ketiga, "Caravans – Open Distribution and Logistic Infrastructure" yaitu jaringan logistik dan distribusi yang terbuka bagi siapa saja.
Keempat adalah "Guilds – Open Production Infrastructure" yaitu sentra-sentra produksi kerakyatan harusnya mendapat perhatian dari pemerintah untuk menjadi tempat yang layak untuk berproduksi sebagaimana standard global yang berlaku.
Kelima adalah "Just Contractual Legal Frameworks (Shirkat and Qirad).
Kelima infrastruktur tersebut haruslah dimiliki oleh publik.
Teknologi informasi merupakan sarana yang dapat mengkudeta fungsi perbankan atau istilahnya "coup de banque". Anda bisa bayangkan sebenarnya fungsi perbankan kan amat sederhana. Hanya mengadministrasi pencatatan plus dan minus saja dengan sedikit variasi perhitungan. Mengapa menjadi raja yang mengatur dan menentukan sektor-sektor lain.
Pasti ada yang salah kan. Zaman Nabi dulu para pedaganglah yang berada di gedung mewah. Sementara rentenir itu yang berada di jalanan. Sekarang yang kita lihat terbalik. Para bankir duduk-duduk di gedung mewah. Sementara para pedagang kaki lima berceceran di sepanjang jalan. Malah kena gusur tibum segala.
Maka jangan salahkan orang lain kalau Indonesia miskin karena tidak mengikuti ajaranNya. Padahal Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim di dunia.
Prof Umar Ibrahim Vadillo, Pemimpin Korporasi E-dinar Dotcom, suatu electronic payment system\ berbasis emas, yang juga menjabat sebagai Ketua WITO (World Islamic Trade Organization) telah menulis beberapa buah buku yang dianggap oleh masyarakat dunia sebagai MENGGEMPARKAN (ENLIGHTINING), membuka mata dan hati para pembacanya.
Di antaranya yang terkenal berjudul "THE ESOTERIC DEVIATION IN ISLAM", "THE END OF ECONOMICS", "THE RETURN OF THE GOLD DINAR", "THE RETURN OF THE GUILDS", "THE FIVE PILLARS OF THE ISLAMIC ECONOMICS", "COUP DE BANQUE", dan lain-lain.
Miko M Akbar
Jl Darmokali 12A Surabaya
makbar.68@gmail.com
081330107777
03 Februari, 2011
Pagi yang bersahaja...........
02 Februari, 2011
Selama Puasa, MAGH ku hilang....!!!!
Katakan yang benar meskipun itu pahit!!!!!!
itu dalam kancah Politik, masih banyak hal hal lain di sekitar kita, dimana kita dipertentangkan dengan hal hal yang tidak mengenakkan. Mungkin kita melihat kedzaliman di depan mata kita,yang dilakukan oleh saudara, atau orang dekat kita, sementara karena kita tidak enak, kita diam saja membiarkan keburukan terjadi.
22 Januari, 2011
Pemerintah Berbohong?

05 Januari, 2011
Lagi Lagi Poligami Aa...hemmmm
Sejak kemunculannya hingga kini, AA gym benar- benar menjadi buah bibir.
Awal kemunculannya, semua orang terkagum kagum dengan
Bahkan sang Dai ini sampai pernah menjadi sampul majalah Time, bahkan mendapat predikat The man of the year. Coba..hebat
Nah, seiring dengan popularitas beliau, Disusul juga dengan kemajuan usaha-usaha beliau. Beliau memiliki banyak sekali perusahaan . Pokoknya hebat deh.
Nah, tahun 2006 mulailah ujian terjadi, Rupanya beliau tidak bisa memange hati nya sendiri, dengan pernikahan keduanya bersama Teh Rini mantan model yang cantik jelita.
Dan hampir seluruh masyarakat
Ya jelas, Teh Rini lebih muda dan lebih cantik kaleee....
Kita orang luar hanya bisa menduga duga.
Yup…itu sekedar pengantar saja…intinya nih…
Yang pasti menurutku, Poligami itu lebih banyak "mudharat"nya .
Aku mangatakan itu, bukan berarti tidak percaya Al'Qur'an. Dimana Al Qur'an memuat ayat mengenai Poligami ini.Ayat poligami dalam Al' Qur'an sering sekali ditafsirkan tekstual, bahkan ayatnya diputus ditengah jalan.Tidak melihat sejarah peristiwa tersebut. Dimana Praktek Poligami jaman itu, terjadi ketika banyak janda akibat perang, banyak anak-anak yatim yang terlantar karena kehilangan bapaknya.Kalau kita mau menafsirkan tekstual, mencuri itu hukumnya potong tangan, tai karena hokum kita tdk menganut seperti itu ya, mencuri hukumannya penjara/kurungan.Kalo mau persis dengan jaman nabi, kita hidup atau tidur beralaskan daun, jangan naik motor, tapi pake unta, pakaian kita harus seperti nabi, berjubah dan bercadar.Bahkan Jika memang kita mau fair Poligami yang dilakukan Nabi Muhammad kita tercinta, dilakukan setelah menikah dengan 'Aisyah. Beliau melakukan pernikahan Monogami dengan Khadijah lebih lama.Dan, beliau menikahi perempuan perempuan yang sudah tua, benar-benar dengan alasan logis, membantu para perempuan korban perang, agar mereka memiliki derajat yang baik.Nah coba sekarang, Poligami jaman kini. Sudah sangat melenceng jauh!!! Kebanyakan karena alasan biar gak selingkuh. Selingkuh
Nah, jika para perempuan menolak, dan suaminya nekat, akhirnya memang mau tidak mau jadi "cerai". Padahal kita tahu, Perceraian adalah sesuatu yang halal tapi dibenci Allah. Tapi tetap halal
Jika pernikahan tersebut ternyata tidak bisa mencapai tujuannya, ya...dengan terpaksa harus berpisah.Kalo sudah begini memang anak-anak yang jadi korban.
Tapi dengan pernikahan Poligami, anak-anak juga jd korban, pertengkaran orangtua yang terus menerus, kebencian, kedengkian diantara istri pertama dan kedua, perhatian yang tidak adil dll.Dan bagaimana jika kelak suaminya meninggal? itu yg tidak mereka pikirkan?Untuk itu, para wanita hendaknya harus mandiri, jadi ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti perceraian terjadi, para wanita sudah siap,baik untuk menghidupi diri sendiri, dan keluarga, dan mudah2 an kelak nanti akan mendapat jodoh yg terbaik.Hidup harus terus berlanjut.
Wanita harus saling mendukung
Andaikan antar wanita memiliki kesadaran, bahwa mengagangu rumah tangga orang lain adalah tidak benar, maka poligami tidak akan terjadi. Coba teh rini menolak ajakan AA gym, pasti tdk akan terjadi
Tapi sebeneranya mungkin kasusnya lain, Jadi AA udah menikah, jadi mau tidak mau The Ninih menerima. Dan Kenyataan yang terjadi per ceraian pun tak bisa dihindari. Berarti ada salah satu fihak yang keberatan. Dalam hal ini saya yakin yang keberatan adalah The ninih. The Ninih memilih jalan perceraian. Karena Si Aa lebih memilih sang Madu…The Rini.Saya menghimbau kepada seluruh wanita di dunia, mari saling menjaga hati kita, jangan suka merebut milik orang lain. Jika ada laki laki diluarsana yang menggoda anda, dan statusnya suami orang. Segera jauhi dia.Kembalikan pada diri anda, Bagaimana jika anda di begitukan? Pasti sakit rasanya bukan? Kecuali orang orang yg aneh. Alias nekat gak punya hati nurani.
Mengapa Islam menghalalkan poligami,? karena kenyataan yang terjadi di dunia ini banyak hal-hal yang diluar rencana/kuasa kita. Dan itu berarti hanya karena keadaan yang mendesak, bukan dianjurkan. Itu yang saya tangkap dari Al Qur’an.Ketika jaman Rasul, banyak banyak peperangan yang mengakibatkan suami suami meninggal, sehingga banyak sekali janda, dan anak- anak terlantar, mereka perlu di tolong. Itulah asal usul poligami Rosul di jaman itu.
Bahkan ketika di jaman itu, Orang orang Arab jahiliyah memiliki istri lebih dari sepuluh, Rosul hanya 1, itu luar biasa….baru kemudian karena banyaknya pria-pria yg berpoligami, nabi membatasi hanya sampai 4. Itupun harus adil.
Nah sekarang bukan jaman perang
Mudharat
Dari kasus kasus Poligami yang saya amati, kok keburukannya lebih banyak, apalagi ukuran keadilan selalu dilihat dari waktu gilir dan pembagian harta.Sementara Al Qur’an sendiri mengatakan, “Sesungguhnya sekali kali kamu tidak bisa berbuat adil, meski kamu menginginkannya.”Banyak kecurigaan, iri dengki, tidak ada rasa saling percaya. Itu ketika suaminya masih hidup. Bayangkan jika sang suami meninggal? Bagaimana kondisi Istri istri dan anak-anak yang ditinggalkannya?Untuk zaman sekarng, saya tetap berkeyakinan bahwa poligami memang halal tapi tidak baik. Yang halal belum tentu baik.
Apalagi dengan banyak Pasangan?Sekali lagi yang Halal belum tentu baik, jadi kenapa kita tidak memilih yang Halal lagi Baik?
Wallahu alam Bishawab.
01 Januari, 2011
Polemik seputar Ucapan Natal

25 Desember, 2010
Selamat Natal Menurut Quraish Shihab
Selamat Natal Menurut Quraish Shihab
Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam
bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau
mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali.
Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: "Ada anak
sungai di bawahmu, goyanghan pangkal pohon kurma
ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu.
Kalau ada yang datang katakan: 'Aku bernazar tidak
bicara.'"
"Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk.
Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan penzina,"
demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di
gendongannya. Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya
menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang
bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah
yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta
mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa:
"Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku
pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari
ketika aku dibangkitkan hidup kembali."
Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34.
Dengan demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan
selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa
a.s.
Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah
Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah ada juga salam
yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga
Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap Muslim harus percaya
kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas, juga harus
percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya adalah hamba
dan utusan Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam
untuk. mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh
nabi dan rasul. Tidak bolehkah kita merayakan hari lahir
(natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi saw. juga merayakan hari
keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir'aun dengan berpuasa
'Asyura, seraya bersabda, "Kita lebih wajar merayakannya
daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s."
Bukankah, "Para Nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda?"
seperti disabdakan Nabi Muhammad saw.? Bukankah seluruh umat
bersaudara? Apa salahnya kita bergembira dan menyambut
kegembiraan saudara kita dalam batas kemampuan kita, atau
batas yang digariskan oleh anutan kita? Demikian lebih
kurang pandangan satu pendapat.
Banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Al-Masih
yang dijelaskan oleh sejarah atau agama dan telah
disepakati, sehingga harus diterima. Tetapi, ada juga yang
tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Disini, kita berhenti
untuk merujuk kepercayaan kita.
Isa a.s. datang mermbawa kasih, "Kasihilah seterumu dan
doakan yang menganiayamu." Muhammad saw. datang membawa
rahmat, "Rahmatilah yang di dunia, niscaya yang di langit
merahmatimu." Manusia adalah fokus ajaran keduanya; karena
itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.
Isa menunjuk dirinya sebagai "anak manusia," sedangkan
Muhammad saw. diperintah:kan oleh Allah untuk berkata: "Aku
manusia seperti kamu." Keduanya datang membebaskan manusia
dari kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu penindasan.
Ketika orang-orang mengira bahwa anak Jailrus yang sakit
telah mati, Al-Masih yang menyembuhkannya meluruskan
kekeliruan mereka dengan berkata, "Dia tidak mati, tetapi
tidur." Dan ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya putra
Muhammad, orang berkata: "Matahari mengalami gerhana karena
kematiannya." Muhammad saw. lalu menegur, "Matahari tidak
mengalami gerhana karena kematian atau kehahiran seorang."
Keduanya datang membebaskan maanusia baik yang kecil, lemah
dan tertindas -dhu'afa' dan al-mustadh'affin dalam istilah
Al-Quran.
Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan
Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawa'
(Kata Sepakat) yang ditawarkan Al-Quran kepada penganut
Kristen (dan Yahudi (QS 3:64)? Kalau demikian, apa salahnya
mengucapkan selamat natal, selama akidah masih dapat
dipelihara dan selama ucapan itu sejalan dengan apa yang
dimaksud oleh Al-Quran sendiri yang telah mengabadikan
selamat natal itu?
Itulah antara lain alasan yang membenarkan seorang Muslim
mengucapkan selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan
ritual . Di sisi lain, marilah kita menggunakan kacamata
yang melarangnya.
Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat
dipelihara. Karenanya salah, bahkan dosa, bila kerukunan
dikorbankan atas nama agama. Tetapi, juga salah serta dosa
pula, bila kesucian akidah ternodai oleh atau atas nama
kerukunan.
Teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas,
dan tidak juga rinci. Itu semula untuk menghindari kerancuan
dan kesalahpahaman. Bahkan Al-Q!uran tidak menggunakan satu
kata yang mungkin dapat menimbulkan kesalahpahaman, sampai
dapat terjamin bahwa kata atau kalimat itu, tidak
disalahpahami. Kata "Allah," misalnya, tidak digunakan oleh
Al-Quran, ketika pengertian semantiknya yang dipahami
masyarakat jahiliah belum sesuai dengan yang dikehendaki
Islam. Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah
Rabbuka (Tuhanmu, hai Muhammad) Demikian terlihat pada
wahlyu pertama hingga surah Al-Ikhlas. Nabi saw. sering
menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau tidak sekalipun
bertanya, "Dimana Tuhan?" Tertolak riwayat sang menggunakan
redaksi itu karena ia menimbulkan kesan keberadaan Tuhan
pada satu tempat, hal yang mustahil bagi-Nya dan mustahil
pula diucapkan oleh Nabi. Dengan alasan serupa, para ulama
bangsa kita enggan menggunakan kata "ada" bagi Tuhan,
tetapi "wujud Tuhan."
Natalan, walaupun berkaitan dengan Isa Al-Masih, manusia
agung lagi suci itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen
yang pandangannya terhadap Al-Masih berbeda dengan pandangan
Islam. Nah, mengucapkan "Selamat Natal" atau menghadiri
perayaannya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat
mengantar kepada pengaburan akidah. Ini dapat dipahami
sebagai pengakuan akan ketuhanan Al-Masih, satu keyakinan
yang secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam. Dengan
kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram itu,
sampai-sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat,
aktivitas apa pun yang berkaitan dengan Natal tidak
dibenarkan, sampai pada jual beli untuk keperluann Natal.
Adakah kacamata lain? Mungkin!
Seperti terlihat, larangan ini muncul dalam rangka upaya
memelihara akidah. Karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman,
agaknya lebih banyak ditujukan kepada mereka yang
dikhawatirkan kabur akidahnya. Nah, kalau demikian, jika ada
seseorang yang ketika mengucapkannya tetap murni akidahnya
atau mengucapkannya sesuai dengan kandungan "Selamat
Natal" Qurani, kemudian mempertimbangkan kondisi dan
situasi dimana hal itu diucapkan, sehingga tidak menimbulkan
kerancuan akidah baik bagi dirinya ataupun Muslim yang lain,
maka agaknya tidak beralasan adanya larangan itu. Adakah
yang berwewenang melarang seorang membaca atau mengucapkan
dan menghayati satu ayat Al-Quran?
Dalam rangka interaksi sosial dan keharmonisan hubungan,
Al-Quran memperkenalkan satu bentuk redaksi, dimana lawan
bicara memahaminya sesuai dengan pandangan atau
keyakinannya, tetapi bukan seperti yang dimaksud oleh
pengucapnya. Karena, si pengucap sendiri mengucapkan dan
memahami redaksi itu sesuai dengan pandangan dan
keyakinannya. Salah satu contoh yang dikemukakan adalah
ayat-ayat yang tercantum dalam QS 34:24-25. Kalaupun
non-Muslim memahami ucapan "Selamat Natal" sesuai dengan
keyakinannya, maka biarlah demikian, karena Muslim yang
memahami akidahnya akan mengucapkannya sesuai dengan garis
keyakinannya. Memang, kearifan dibutuhkan dalam rangka
interaksi sosial.
Tidak kelirulah, dalam kacamata ini, fatwa dan larangan itu,
bila ia ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan ternodai
akidahnya. Tetapi, tidak juga salah mereka yang
membolehkannya, selama pengucapnya bersikap arif bijaksana
dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal
tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan.
Dostojeivsky (1821-1881), pengarang Rusia kenamaan, pernah
berimajinasi tentang kedatangan kembali Al-Masih. Sebagian
umat Islam pun percaya akan kedatangannya kembali. Terlepas
dari penilaian terhadap imajinasi dan kepercayaan itu, kita
dapat memastikan bahwa jika benar beliau datang, seluruh
umat berkewajiban menyambut dan mendukungnya, dan pada saat
kehadirannya itu pasti banyak hal yang akan beliau luruskan.
Bukan saja sikap dan ucapan umatnya, tetapi juga sikap dan
ucapan umat Muhammad saw. Salam sejahtera semoga tercurah
kepada beliau, pada hari Natalnya, hari wafat dan hari
kebangkitannya nanti.
14 Desember, 2010
Sensi
10 Desember, 2010
Bosan dengan Hidup? Berbagilah dengan yang lain...
05 Desember, 2010
Thanks Honey for support me...

The Soloist
02 Desember, 2010
Little Black Book
