25 Januari, 2021
La quwwata illa billah
Mengetuk Pintu MU
Aku akan selalu mengetuk pintu Mu, semoga Kau tak bosan padaku .Aku akan selalu mengetuk pintuMu , semoga suatu saat apa yang kupinta Kau beri padaku.
16 Januari, 2021
AMBAR
Dalam Kitab Riyadushalihin ada sebuah kisah menarik tentang
Ikan Paus yang bernama Ambar.Karena ikan inilah Pasukan Abu Ubadilah yg diutus
Nabi diberi nama Pasukan Al Ambar.Demikian diceritakan Hadits Riwayat Muslim
Dari Abu Abdillah bin Jabir bin Abdullah ra katanya: “Kita
dikirim oleh Rasulullah saw -ke medan peperangan- dan mengangkat Abu Ubaidah ra,
sebagai -panglima- untuk memimpin kita, guna menemui kafilah orang-orang
Quraisy.
Nabi memberi bekal sekarung kurma, dan dibagi kepada semua
orang masing2 satu kurma. Lalu seseorang berkata : “Apa yg bisa kita
lakukan dengan sebiji kurma itu.” Jawabnya: “Kita mengisapnya sebagaimana
seorang anak bayi mengisap makanan.
Kemudian kita minum air setelah itu. Keadaan demikian ini
mencukupi kita untuk sehari itu sampai malam.
Kita juga memukul daun-daunan dengan tongkat-tongkat kita,
lalu kita basahi dengan air, kemudian kita makan daun daun itu.
Lalu kita tiba di tepi pantai, lalu tampaklah di depan kita Gundukan besar seolah-olah seperti tumpukan
pasir yang besar, lalu kitapun mendatanginya.
Ternyata Gundukan itu adalah Ikan yang bernama Ambar.
Abu Ubaidah lalu berkata: “ ah..ini Bangkai,” kemudian ia
berkata lagi: “Oh tidak , ini tidak
haram diambil dagingnya untuk dimakan, Bahkan kita ini adalah utusan-utusan dari
Rasulullah saw dan dalam berjuang fisabilillah. Engkau semua dalam keadaan terpaksa. Maka dari itu makanlah
ikan itu.”
Akhirnya Kita semua berdiam -sambil makan ikan tersebut-
dalam waktu sebulan lamanya dan jumlah kita seluruhnya adalah 300 orang,
sehingga kita semuapun menjadi gemuk.
Sesungguhnya saya melihat bahwa kita semua mencungkil dari
lobang mata ikan itu dengan beberapa gayung saking banyak minyaknya dan kita
memotong beberapa potongan daging
sebesar lembu atau kira-kira selembu-selembu besarnya.
Sungguh-sungguh Abu Ubaidah menyuruh seorang dari kita
sebanyak 13 orang, diperintah olehnya supaya duduk dalam lobang matanya dan
supaya mengambil tulang rusuknya, lalu ditegakkan dan dimuatkan pada unta yang
terbesar yang ada beserta kita. Ia berjalan di bawahnya. Kita juga mengambil
bekal dari dagingnya yang telah dikeringkan -dijadikan dendeng.
Setelah selesai, kita semua pulang ke Madinah, kita
mendatangi Rasulullah saw lalu kita ceritakanlah hal itu kepada beliau, lalu
beliau bersabda: “Itu adalah rezeki yangdiberikan oleh Allah untukmu semua.
Adakah engkau semua membawa sedikit dagingnya, supaya dapat memberikan
sedekahnya untuk makanan kita?” Kita semua mengirimkan kepada Rasulullah saw
sebagian dagingnya itu, kemudian beliaupun memakannya.”
Penderitaan dan kesusahan dalam hidup adalah sesuatu yang
biasa terjadi Sesungguhnya Allah akan mengganti setiap kesusahan dengan
kemudahan, seperti kisah yang dialami oleh pasukan Al-Ambar. Saat itu, mereka
mengalami kelaparan disebabkan bekal makanan mereka telah habis. Namun, Allah
memberikan pertolongan kepada mereka melalui ikan Ambar yang terdampar di
pantai, sehingga pasukan ini dinamai pasukan Al-Ambar.
Penderitaan dan kesusahan hidup pasti terjadi pada diri
manusia. Terutama orang-orang yang dekat dengan Allah, mereka akan diberi
penderitaan ini. Untuk itulah Nabi SAW bersabda, “Penderitaan yang terberat
diberikan kepada para Anbiya AS, kemudian kepada orang-orang yang mulia dalam
umat ini, kemudian yang lebih rendah lagi diturunkan kepada orang yang
keutamaannya lebih rendah dari yang kedua.”
Semoga kita dianugerahi sifat sabar.
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman.
bertakwalah kepada Tuhanmu". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini
memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya
orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Az
Zumar 10)
Wallahu a’lam bishawab
Disampaikan dalam Kultum subuh 16 Januari 2021
31 Desember, 2020
Tahun 2020, Tahun penuh Kejutan
Malam ini malam jumat, baru saja kami selesai melakukan kegiatan rutin, membaca surat al kahfi via zoom meeting bersama keluarga Tegal, Jakarta dan Kebumen.
Kegiatan ini dilakukan semenjak wabah Pandemi Covid melanda.
Ini adalah salah satu berkah dari musibah.
Jika tidak ada covid, mungkin kegiatan ngaji kahfi bareng tiap malam jumat tidak akan ada.
Masyaallah tabarakallah.
Tahun penuh kejutan.
Yah..ini adalah tahun penuh kejutan, banyak cerita indah sekaligus cerita sedih yang harus terjadi di tahun ini.
Sama sekali tidak pernah kuduga kejadian kejadian ini berlangsung begitu cepat.
Dan bisa berbalik begitu cepat.
Kita ambil hikmah nya aja, pasti Allah punya rencana terbaik untuk hambanya.
Kita harus berprasangka baik pada Allah.
Tahun lepas Riba.
Jika diambil hikmahnya , Allah begitu banyak memberi kenikmatan kepadaku, dan aku harus banyak banyak bersyukur.
Ini lah tahun dimana aku bisa lepas dari Riba. Semoga itu tidak pernah akan aku alami lagi, begitu juga anak anak dan keturunanku.
Allahumakfina bi halalika an haramika wa aghnina bi fadlika.amman siwaka.
Cukupilah aku dg yg halal dari Mu..
Begitulah Allah mengaturnya demikian indah...
Jika sekarang ada hal yg kurang indah, sabar, jangan berburuk sangka, nikmati saja irama yang Allah berikan pada kita..
Jangan menyalahkan siapapun, lebih baik introspeksi diri kita.
Selalu positif thinking, perbanyak dzikr, baca quran ,shalat, sedekah..terus tunjukan bahwa Allah yang utama dibanding yg lain, semoga Allah pun akan mencintai kita.
La tahzan innaLlaha ma ana. Selamat datang 2021, aku siap.bismillah lebih baik dari.yg dulu insyaalllah akan kuliah lagi, perbanyak ibadah dan sedekah...
Jangan sia siakan waktumu..
La quwwata illa billah
Kamis, 31 Januari 2020
21.32wib
22 Desember, 2020
Selamat Hari Ibu
Hari ini tanggal 22 Desember 2020
Semua orang memperingati hari Ibu , ada yg bilang gak perlu memperingati hari Ibu, hari Ibu kita peringati setiap hari. ya benar..pastinya karena memang bahkan setiap detik kita harus berbuat baik dengan ibu.
Tapi tak ada salahnya kan hari ini kita mengucap sebagai tanda cinta kita pada Ibu.
Ibu sosok komplit bagiku. Aku belajar sabar, tegar, ikhlas, suka bersedakah dari Ibu. Ibu selalu memberi pada orang orang, dan aku sudah sering melihatnya sejak kecil.
30 November, 2020
INSPIRASI DARI MAR DAN AOC
INSPIRASI DARI OMAR DAN AOC
Kultum Subuh Oleh Jasmina Zahra
1 Desember 2020
Pagi hari ini saya tidak punya materi spesial untuk dismapaikan. Saya akan menyampaikan hal sederhana saja. Sebagai mahasiswa kajian Amerika, saya terinspirasi dengan tiga orang perempuan anggota Kongres Amerika Serikat. Meraka adalah Ilhan Omar (38), Alexandra Ocasio-Cortez (31) dan Rashida Tlaib.
Ilhan Omar dan Rashida Tlaib adalah perempuan muslim anggota kongres. Omar berasal dari Somalia, sedangkan Thalib keturunan Palestina.
Ilhan Omar baru sekitar tahun 1995 tiba di Amerika sebagai imigran asal Somalia. Sebagai anggota Kongres ia bukan seorang yang pergi tanpa mengganjilka dan datang tanpa menggenapkan. Ia sangat berintegritas, cerdas, dan lawan debat yang tangguh. Ia banyak mengeritik pemerintahan Trump yang sangat rasis dan diskriminatif terhadap para imigran, terutama dari Amerika Tengah dan Selatan.
Sebagai seorang imigran dari Dunia Ketiga, ia dapat merasakan penderitaan yang dirasakan oleh para imigran yang ditolak masuk dan harus tinggal di tenda-tenda di perbatasan antara Meksiko dan Amerika. Ia juga merasakan pandangan stereotip negative warga Amerika terhadap dirinya yang brkulit hitam dan mengenakan hijab. Di tengah suasana Islamophobia yang besar karena sikap Presiden Donald Trump, Omar berdiri tegak menentang sikap rasisme dan Islamophobia.
Yang sangat menarik perhatian saya selanjutnya adalah Perempuan Anggota Kongres keturunan Amerika Latin Alexandra Ocasio-Cortez atau biasa dipanggil AOC. Ia pernah membuat CEO facebook Max Zuckerberg seolah menjadi kucing berhadapan dengan macan. Max Zuckerberg yang sangat terkenal cerdas itu dibuat tak berkutik dan tidak mampu menjawab pertanyaan AOC seputar keamanan facebook menjaga rahasia identitas para penggunanya.
AOC pernah diserang dan dijatuhkan karakternya oleh sesama anggota kongres, Ted Yoho. Anggota Kongres dari Partai Republik ini menghinanya dan merendahkannya sebagai seorang perempuan dan mengata-ngatainya sebagai “fu*ing b*ch”. Sebuah umpatan yang sangat kasar. Saat ia ditegur bahwa ia telah merendahkan seorang perempuan, Yoho tidak mengaku dan ia mengatakan bahwa ia juga punya anak perempuan. AOC membalasnya dengan sebuah pidato tentang nilai-nilai Amerika dan nilai-nilai keluarga. Punya anak perempuan bukan berarti berhak menghina perempuan lain. Kejadian Yoho menghina AOC ternyata terekam kamera TV, dan akhirnya Yoho mengakui perbuatannya.
Yang menarik bagi saya, walau Ilhan Omar dan AOC merupakan selebriti terkenal, selalu menjadi topic pemberitaan politik dan statusnya di twitter selalu di-retwit banyak orang namun keduanya tetap bagai anak muda biasa. Mereka pernah ikut dalam festival game online “Among Us” dan menyedot jutaan penonton dari seluruh dunia. Pengelola situs game online itu pun terkesima. Saat bertanding, Omar dan AOC pun melakukannya dengan serius, penuh ekspresi namun tetap wajar saja sehinga membuat para gamer seluruh dunia memandng kedua anggota kongres itu bagian dari mereka dan sekedar girls next door.
Apa yang dilakukan Omar dan AOC adalah lompatan cerdas. Ia dibenci oleh penguasa Amerika, presiden Donald Trump, namun ia dipuja anak-anak muda Amerika. Mereka tidak ragu masuk ke dunia para gamers. Dan dalam waktu singkat kedua congresswomen ini mendapat pengikut dalam jumlah besar.
Inilah yang kemudian memancing inspirasi dalam benak saya. Mengapa kita tidak pernah melakukan dakwah melalui game online. Jika para juru dakwah dan mubaligh kita hanya menggunakan metode dakwah ceramah –walau dengan video—tanpa kemampuan untuk menyapa dan bergabung dengan kaum muda sekarang, tentu dakwah kita akan ditinggalkan. Para gamers, anak-anak muda yang suka menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game online ini, jika didekati dengan cara ikut bermain game, ternyata mau mendengarkan. Terbutki pesan-pesan AOC dan Omar kini selalu di-quote oleh para gamer muda ini. Dan inilah yang tidak dilirik oleh Donald Tryump, dan akibatnya: ia kalah!
Mari kita mulai.
25 November, 2020
Ibu seperti air..kata kak Nadia
Ini kata kata yang ditulis kaka waktu aku ultah ke 45
Ibu seperti air, selalu menyirami kita semua dengan kebiasaan baik yang Allah sukai...
Terimakasih ibu...
Semoga ...
doany dikabulkan Allah swt,..
aamiin
18 November, 2020
Rencana Allah vs Rencana manusia
Hari Senen yang sibuk
Hari senin adalah hari yang cukup sibuk bagiku.
Senen adalah jadwal piket ku di KUA sebagai Penyuluh Non PNS
Senin biasnya juga rapat DPRS PKU Sruweng.
Kebetulan hari itu juga ada rapat Pendirian SD Muhamamdiyah Alkautsar.
Dan juga sekarang ada kegiatan baru lagi, Bikin rekaman video dakwah untuk chanel Youtibe PKU Sruweng.
Maka aku biasanya nulis di secarik kertas jadwal hari ini.
Jam 08.00 - 09.000 rekaman video
Jam 09.00 - 12.00 piket KUA
12. 30 - 13.30 pengajian karyawan mas sokka
13.00 - 15.00 rapat internal DPRS
Yah begitulah rencana manusia, jadwal pertama sukses, rekaman di pku sruweng gak begitu lama, eh gak sengaja pas habis rekaman ketemu Bu Ida, suaminya sedang sakit, di PKU, akhirnya aku sekalian menjenguk dan mendoakan, Alhamdulillah dikasih Allah jalan pahala, didoakan malaikat 70.000 sampe sore :)
Lalu aku menuju KUA
Ternyata kantor sedang dibongkar..alhasil pindah ke rumah depan, kebetulan ada yg mau konsultasi, si suami ditinggal istri sdhama 11 bulan...suami masih ingin mempertahankan RT nya...tapi istri sdh ounya gebetan lain...
Wajah lakinkali ini seperinya jauh dari air wudhu. Lalu aku tanya...sholatnya bagaimana mas...katanya jarang sholat... astaghfirullahaladzim...
Aku menasehati nya, kalo ingin hidup baik,perbaiki shalatnya.
Karena kondisi kantor agak berantakan..
Maka, memang disarankan untum WFH dulu sampai kamis, rupanya itu oesan Pak Kholid kepada penyulu h yg aku gak tau hehe.
Alhirnya aku pamit sekitar jam 10.30.
Waktu kuganakan untuk mengahdiri rapat pendirian SD Muhammadiyah di PCM Sruweng Simpang Lima.
Alhamdulillah, qaddarallah rapat lancar, dan pak ketua minta sekalian saja rapat singkat DPRS disitu, tidak memakan waktu lama , hanya setengah jam, rapat DPRS pun selesai.
Jadi praktis jam 12.30 semua rapar selesai.
Aku pun bergegas ke rumah karena pengajian karyawan menantiku.
Pengajian yg awalnya dimulai jam 12.30 diberi kelonggaran jam 13.00 baru di mulai.
DanPengajian pun selesai jam 14.00 wib
Alhamdulillah semua agenda berjalan dengan lancar... ternyata rencana Allah lebih indah dari rencana manusia...Berprasangka baik saja sama Allah...
Ihdina Asyirat al mustaqim...
04 November, 2020
Ridha Allah ada pada Ridha Orangtua
Seorang Psikolog Turki pernah memberi nasehat agar anak anak kita menjadi anak yang baik dan sholeh sholehah, diantaranya adalah doa dari orangtua, terutama ibunda.
Daei sebuah blog atau twitter Sang psikolog memberi tips...Angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu…. dan mengabarkan kepadaNya bahwa engkau ridho atas mereka masing-masing. Begini doanya:
اللهم إني أُشهدك أني راضية عن إبني/إبنتي (…..) تمام الرضا وكمال الرضا ومنتهي الرضا
فاللهم انزل رضوانك عليهم برضائي عنهم
” Allahumma innii usyhiduka annii roodhiyah ‘an ibnii/ibnatii (sebut nama anak-anakmu satu persatu) tamaamarridho wa kamaalarridho wa muntahayirridho. Fallahumma anzil ridhwaanaka ‘alaihim biridhooii ‘anhum”
(Ya allah aku bersaksi kepadaMu bahwa aku ridho kepada anak2ku (….) dengan ridho paripurna, ….ridho yang sempurna dan ridho yang paling komplit. Maka turunkan ya Allah keridhoanMu kepada mereka demi ridhoku kepada mereka).
Demikianlah semoga bisa kita amalkan...
Semoga anak anak kita menjadi anak sholeh dan sholehah, taat pada Allah, taat pada orangtua dan pemimpin bagi orang 2 yang taqwa
Wallahu a'lam bishawab
03 November, 2020
Nasehat Kakek, banyak baca doa ini
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Ya Tuhan , Terimalah kebaktian kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan jadika pula anak turun kamiumat yang tunduk atuh kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara dan tempat ibadah haji kami, serta terimalah taubat kami. Sungguh Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
(Al –Baqarah : 127-128)
Doa diatas adalah doa Nabi Ibrahim yang terdapat dalam surat Albaqarah
Ibu saya, Ibu Hayatun selalu bercerita, ini adalah doa yg selalu dikatakan Kakek saya, Mbah Muflikh untuk selalu diamalkan setiap selesai sholat.
Saya sudah tahu lama doa ini, tapi hanya kadang 2 melafalkan nya.
Entah kenapa pagi ini tiba tiba saya ingin berdoa dengan doa ini, lalu aku menyampaikan berita ini ke suami, dan entah kenapa suami sepertinya antusias dengan doa ini. Padahal beliau juga sering menyampaikan ayat ini. Pagi ini beliau berkali2 melafalkan nya.
Ya Allah..jadikan kami terus berdoa dan tak jemu berdoa pada Mu..aamiin
28 Oktober, 2020
Klappertaart by Nadia Elasalama
Kebetulan Ibu akan ke pasar membeli telur, tempe, buah dll.
Tiba tiba kak nadia pingin ikut.
Gak biasanya.
Ternyat kak nadia mau beli kelapa muda.
Sepertinya penjual kelapa muda di pasar setahu ku tidak ada.
Tapi kalo kelapa biasa banyak.
Benar...akhirnya setelah kita keliling pasar, ternyata memang sudah tidak ada penjual kelapa.
Pasar tengok memang rame hanya sampe dhuhur. Ba'da dhuhur sudah sepi.
Namanya juga pasar pinggiran.
Akhirnya kakak mencari kelapa.muda ke kota kebumen.
Sampai di rumah, ternyata kaka.membeli banyak bahn kue... ternyata kakak kau bikin puding.. namanya Klappertaart
Dari jam 4 sore sampai jelang maghrib kakak utak atik di depan kompor..hasilnya...kue Klappertaart yg super enak... alhamdulillah...
Makasih kaka... jazakillah khair ❤️
28 oktober 2020
25 Oktober, 2020
Berbakti pada Orangtua
*Birrul Walidain*
Dalam sebuah kisah sahabat, diceritakan tentang Usamah bin Zaid, seorang sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang begitu rajin merawat pohon kurmanya. Ketika ada yang bertanya, mengapa Usamah senantiasa menjaga dan merawat pohon kurmanya, ia menyatakan memang sengaja mempercantik kebun kurmanya karena ibunya sangat suka jika melihat keadaan kebun kurma itu indah. Sahabat yang sangat disayangi Rasul ini mengatakan, apa saja hal dunia yang diminta oleh ibunya, ia pasti memenuhinya.
_Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu-bapaknya: ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.”_
(QS Lukman 14).
Wallahu a'lam bishawab
11 Oktober, 2020
Teh poci dan roti bakar sebelum subuh
Kebiasaan baru kami, selapas bangun, tahajud, habis tahajud bikin teh poci dan bakar roti untuk persiapan subuh. Kadang kalo tidak ada roti kita rebus telor, atau kadang makanan yg lain...
Insyaallah ketika subuh rasanya bersemangat, apalagi sunnah di keluarga kami habis subuh ada kultum bergilir.
Semoga sunnah ini bisa terus kami lakukan untuk menguatkan pondasi agama keluarha kami.
Saling mendukung dalam kebaikan, mengingatkan dalam menetapi kebanaran dan kesabaran
Rabbana hablana min azwajina wadhurriyatina qurrota a'yun
Wajalna lil muttqina imaman
09 Oktober, 2020
La tahzan Innallaha ma'a na
10 oktober penuh air mata
Ada kesedihan mendalam hari ini
Mestinya ini tidak perlu terjadi
Tapi mengapa terjadi?
Karena manusia punya perasaan
Kalo gak sedih , hatinya sudah mati
Kenapa harus ada air mata?
Pasti Allah ingin agar kita semakin sabar
Dan mungkin ada hadiah indah di belakang yg kita tidak tahu.
Berprasangka baik pada Allah...
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzalimiin
Robbana dzalamna anfusana
Wa inlam tagfhfirlana wa tarhamna
Lanakunanna minal khasirin
04 Oktober, 2020
Syukuran sederhana
Kisah Abu Qilabah
*TELADAN SABAR DAN SYUKUR DARI KISAH ABU QILABAH*
Ibnu Hibban di dalam ats-Tsiqot menyebutkan kisah menakjubkan tentangnya, yang menunjukan kekuatan keimanan Abu Qibalah kepada Allah.
Beliau bernama ‘Abdullah bin Zaid al Jarmi, salah seorang dari para _ahli ibadah dan ahli zuhud_ yang berasal dari al Bashroh.
Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin al Huwairits Ra Beliau wafat di Negeri Syam pada tahun 104 Hijriah, yaitu pada masa kekuasaan Yazid bin ‘Abdil-Malik. ‘
Abdullah bin Muhammad berkata: Aku keluar menuju tepi pantai untuk memantau kawasan pantai dari kedatangan musuh. Tatkala tiba di tepi pantai, tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai).
Di dataran tersebut ada sebuah kemah, yang di dalamnya terdapat seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya. Pendengarannya telah lemah dan matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya, kecuali lisannya.
Orang itu berkata
اللَّهُمَّ أَوْزِعْنِي أَنْ أحمدك حمدا أكافىء بِهِ شُكْرَ نِعْمَتِكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ بِهَا عَلَيَّ ، وَفَضَّلْتَنِي على كَثِيرٍ من خَلَقْتَ تَفْضِيلا
*Ya, Allah. Tunjukilah aku agar aku bisa memuji-Mu, sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan Engkau sungguh telah melebihkan aku di atas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan*
‘Abdullah bin Muhammad berkata,”Demi Allah, aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini.
Apakah ia memahami dan mengetahui yang diucapkannya itu? Ataukah ucapannya itu ilham yang diberikan kepadanya?” Akupun mendatangi, lalu mengucapkan salam kepadanya.
Kukatakan kepadanya: “Aku mendengar engkau berkata ‘Ya, Allah. Tunjukilah aku agar aku bisa memuji-Mu, sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan Engkau sungguh telah melebihkan aku di atas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan’.
Nikmat manakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu, sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut? Kelebihan apakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu, sehingga engkau menysukurinya?”
Orang itu menjawab: Tidakkah engkau melihat yang telah dilakukan Robbku kepadaku? Demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku sehingga membakar tubuhku, atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku sehingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah semua itu, kecuali semakin membuat aku bersyukur kepada-Nya, karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidahku ini. Namun, wahai hamba Allah. Engkau telah mendatangiku, maka aku perlu bantuanmu. Engkau telah melihat keadaanku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Aku memiliki seorang anak yang selalu melayaniku. Saat tiba waktu sholat, ia mewudhukan aku. Jika aku lapar, ia menyuapiku. Jika aku haus, ia memberi aku minum. Namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya, maka tolonglah engkau mencari kabar tentangnya. Semoga Allah merahmati engkau.
Aku berkata,”Demi Allah, tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya, dan ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, maka akupun berjalan mencari anak orang tersebut, hingga tidak jauh dari tempat itu, aku sampai di suatu gudukan pasir.
Tiba-tiba aku mendapati anak orang tersebut telah diterkam dan dimakan binatang buas. Akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji’un.
Aku berkata,”Bagaimana aku tega mengabarkan kejadian ini kepada orang tersebut?” Tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub Alaihissallam.
Begitu aku menemui orang tersebut, maka akupun mengucapkan salam kepadanya. Dia menjawab salamku dan bertanya,”Bukankah engkau orang yang tadi menemuiku?” Aku menjawab,”Benar.” Ia bertanya,”Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?”
Akupun berkata kepadanya,”Apakah engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub Alaihissallam ?”
Ia menjawab,”Tentu Nabi Ayyub Alaihissallam.”
Aku bertanya,”Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub? Bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?” Orang itu menjawab,”Tentu aku tahu.”
Aku bertanya,”Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?”
Ia menjawab, *Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah*
Aku berkata,”Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya.” Ia menimpali,”Benar.” Aku bertanya,”Bagaimanakah sikapnya?” Ia menjawab, *"Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah"*
Aku berkata,”Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau tentang hal itu?” Ia menjawab,”Iya.” Aku bertanya,”Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub?” Ia menjawab,” *Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah*. Langsung saja jelaskan maksudmu, Semoga Allah merahmatimu.
” Aku (pun) akhirnya berkata,”Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan binatang buas. Semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau.” Orang itu berkata, *”Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepada-Nya, lalu Ia menyiksanya dengan api neraka,”* kemudian ia berkata,”Inna lillah wa inna ilaihi roji’un,” lalu ia menarik nafas yang panjang, kemudian meninggal dunia. Aku berkata,”Inna lillah wa inna ilaihi roji’un.”
Sunggu Besar musibah ini, jika aku biarkan begitu saja, maka orang ini akan dimakan binatang buas. Dan jika aku hanya duduk, maka aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya, dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis.
Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku: “Wahai ‘Abdullah. Ada apa denganmu? Apa yang telah terjadi?” Akupun menceritakan kepada mereka yang telah aku alami. Lalu mereka berkata,”Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!” Akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata: _“Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan Allah. Demi Allah, tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur”_.
Aku bertanya kepada mereka: “Siapakah orang ini. Semoga Allah merahmati kalian?”
Mereka menjawab,”Abu Qilabah al Jarmi sahabat Ibnu ‘Abbas. Dia sangat cinta kepada Allah dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,” lalu kamipun memandikan dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolati dan menguburkannya. Setelah usai merekapun berpaling pulang, dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di daerah perbatasan.
Tatkala malam hari tiba, akupun tidur. Aku melihat di dalam mimpi, ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah:
سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
“Salamun ‘alaikum bima shabartum” [keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian], maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. [ar-Ra’d/13:24].
Aku bertanya kepadanya,”Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?” Ia menjawab,”Benar.”
Aku berkata,”Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua?” Ia menjawab,”Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi, yang tidak bisa diperoleh, kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang, dan tenteram bersama dengan rasa takut kepada Allah, baik dalam keadaan sendirian maupun dalam keadaan di depan khalayak ramai.”
Sumber : Al.Manhaj
Disampaikan dalam kultum ba'da shubuh oleh Ibunda Navi Agustina
4 September 2020
08 September, 2020
Perintah JILBAB
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdullah ibnu Yunus, telah menceritanerikuy adalah tafsir Ibnu Katsir tentang Perintah Berjbab Surat Annur 31
...."dari Safiyyah binti Syaibah yang menceritakan, "Ketika kami sedang berada di rumah Aisyah, dan kami memperbincangkan tentang wanita Quraisy serta keutamaan mereka; maka Siti Aisyah berkata, "Sesungguhnya kaum wanita Quraisy memang mempunyai suatu keutamaan, dan sesungguhnya demi Allah, aku belum pernah melihat wanita yang lebih utama daripada wanita Ansar dalam hal keimanan dan kepercayaannya kepada kitabullah dan wahyu yang diturunkan. Sesungguhnya ketika diturunkan firman-Nya: Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya ke dadanya.(An-Nur: 31) Maka kaum lelaki mereka berbalik kepada kaum wanitanya seraya membacakan kepada mereka apa yang baru diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala Seorang lelaki dari mereka membacakannya kepada istrinya, anak perempuannya, saudara perempuannya, dan kaum kerabatnya yang wanita. Sehingga tiada seorang wanita pun melainkan bangkit melepaskan kain sarinya, lalu dipakainya sebagai kerudung karena membenarkan dan iman kepada wahyu dari Allah Swt. yang baru diturunkan. Sehingga mereka di belakang Rasulullah memakai kerudung semua, seakan-akan pada kepala mereka terdapat burung gagak'."
Imam Abu Daud meriwayatkan hadis ini melalui jalur lain dari Safiyyah binti Syaibah dengan sanad yang sama.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, bahwa Qurrah ibnu Abdur Rahman pernah menceritakan kepadanya dari Ibnu Syihab, dari Urwah,
dari Aisyah yang mengatakan bahwa semoga Allah merahmati kaum wanita Muhajirin pertama, ketika Allah menurunkan firman-Nya: Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya ke dadanya. (An-Nur: 31) Maka mereka membelah kain sari mereka, lalu mereka jadikan sebagi kerudungnya.
Abuu Daud telah meriwayatkannya melalui hadis Ibnu Wahb dengan sanad yang sama.
*******************
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
{وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ}
dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka. (An-Nur: 31)
Ba'lun yang bentuk jamaknya adalah bu'ulartinya suami.
{أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ}
atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-l
24 Agustus, 2020
Pidato M Natsir tentang SEKULARISME
Pilihan kita, satu dari dua: sekulerisme atau agama….
Sdr. Ketua! Apa itu sekulerisme, tanpa agama, la-diiniyah?
Sekulerisme adalah suatu cara hidup yang mengandung paham tujuan dan sikap hanya di dalam batas hidup keduniaan. Segala sesuatu dalam kehidupan kaum sekuleris tidak ditujukan kepada apa yang melebihi batas keduniaan. Ia tidak mengenal akhirat, Tuhan, dsb.
Walaupun ada kalanya mereka mengakui akan adanya Tuhan, tapi dalam penghidupan perseorangan sehari-hari umpamanya, seorang sekuleris tidak menganggap perlu adanya hubungan jiwa dengan Tuhan, baik dalam sikap, tingkah laku dan tindakan sehari-hari, maupun hubungan jiwa dalam arti doa dan ibadah. Seorang sekuleris tidak mengakui adanya wahyu sebagai salah satu sumber kepercayaan dan pengetahuan. Ia menganggap bahwa kepercayaan dan nilai-nilai moral itu ditimbulkan oleh masyarakat semata-mata. Ia memandang bahwa nilai-nilai itu ditimbulkan oleh sejarah atau pun oleh bekas-bekas kehewanan manusia semata-mata, dan dipusatkan kepada kebahagiaan manusia dalam penghidupan saat ini belaka…
Di lapangan ilmu pengetahuan, Sdr. Ketua, sekulerisme menjadikan ilmu-ilmu terpisah daripada nilai-nilai hidup dan peradaban. Timbullah pandangan bahwa ilmu ekonomi harus dipisahkan dari etika. Ilmu sejarah harus dipisahkan dari etika. Ilmu sosial harus dipisahkan dari norma-norma moral, kultur dan kepercayaan. Demikian juga ilmu jiwa, filsafat, hukum, dsb. Sekedar untuk kepentingan obyektiviteit. Sikap memisahkan etika dari ilmu pengetahuan ada gunanya, tetapi ada batas-batas dimana kita tidak dapat memisahkan ilmu pengetahuan dari etika.
Kemajuan ilmu teknik dapat membuat bom atom. Apakah ahli-ahli ilmu pengetahuan yang turut menyumbangkan tenaga atas pembikinan bom tersebut harus ikut bertanggungjawab atas pemakaiannya atau tidak? Bagi yang memisahkan etika dari ilmu pengetahuan mudah saja untuk melepaskan tanggungjawab atas pemakaian bom itu. Di sini kita lihat betapa jauhnya sekulerisme. Ilmu pengetahuan sudah dijadikan tujuan tersendiri, science for the sake of science.
Di dalam penghidupan perseorangan dan masyarakat, sekulerisme la-diiniyah tidak memberi petunjuk-petunjuk yang tegas. Ukuran-ukuran yang dipakai oleh sekulerisme banyak macamnya. Ada yang berpendapat bahwa hidup bersama laki-laki dan wanita tanpa kawin tidak melanggar kesusilaan. Bagi satu negara menentukan sikap yang tegas terhadap hal ini adalah penting. Sekulerisme dalam hal ini tidak dapat memberi pandangan yang tegas, sedangkan agama dapat memberi keputusan yang terang.
Pengakuan atas hak milik perseorangan, batas-batas yang harus ditentukan antara hak-hak buruh dan majikan, apa yang kita maksud dengan perkataan “adil dan makmur”, ini semua ditentukan oleh kepercayaan kita. Sekulerisme tidak mau menerima sumber ke-Tuhanan untuk menentukan soal-soal ini. Kalau demikian terpaksalah kita melihat sumber paham-paham dan nilai-nilai itu semata dari pertumbuhan masyarakat yang sudah berabad-abad berjalan sebagaimana yang didorongkan oleh sekulerisme. Ini tidak akan memberi pegangan yang teguh. Ada beribu-ribu masyarakat yang melahirkan bermacam-macam nilai. Ambillah, misalnya soal bunuh diri. Ada masyarakat yang mengijinkan dan ada yang melarang. Yang mana yang harus dipakai? Bagi suatu negara mengambil sikap yang menentukan adalah penting, karena hukum-hukum mengenai sikap yang menentukan adalah penting, karena hukum-hukum mengenai persoalan itu akan dipengaruhi oleh sikap tersebut. Lagi, disini sekulerisme tidap dapat memberikan pandangan yang positif.
Jika timbul pertanyaan, apa arti penghidupan ini, sekulerisme tidak dapat menjawab dan tidak merasa perlu menjawabnya. Orang yang kehilangan arti tentang kehidupan, akan mengalami kerontokan rohani. Tidaklah heran, bahwa di dalam penghidupan perseorangan, sekulerisme menyuburkan penyakit syaraf dan rohani. Manusia membutuhkan suatu pegangan hidup yang asasnya tidak berubah. Jika ini hilang, maka mudahlah baginya mengalami taufan rohani. Demikian akibat pemahaman sekulerisme dalam hidup orang perseorangan. Pengaruh agama terhadap kesehatan rohani ini telah diakui oleh ilmu jiwa jaman sekarang….
Ada satu pengaruh sekulerisme yang akibatnya paling berbahaya dibandingkan dengan yang saya telah sabut tadi. Sekuleris, sebagaimana kita telah terangkan, menurunkan sumber-sumber nilai hidup manusia dari taraf ke-Tuhanan kepada taraf kemasyarakatan semata-mata. Ajaran tidak boleh membunuh, kasih sayang sesama manusia, semuanya itu menurut sekulerisme, sumbernya bukan wahyu Ilahi, akan tetapi apa yang dinamakan: Penghidupan masyarakat semata-mata. Umpamanya dahulu kala nenek moyang kita, pada suatu ketika, insaf bahwa jika mereka hidup damai dan tolong menolong tentu akan menguntungkan semua pihak. Maka dari situlah katanya timbul larangan terhadap membunuh dan bermusuhan.
Kita akan lihat betapa berbahayanya akibat pandangan yang demikian. Pertama, dengan menurunkan nulai-nilai adab dan kepercayaan ke taraf perbuatan manusia dalam pergolakan masyarakat, maka pandangan manusia terhadap nilai-nilai tersebut merosot. Dia merasa dirinya lebih tinggi daripada nilai-nilai itu! Ia menganggap nilai-nilai itu bukan sebagai sesuatu yang dijunjung tinggi, tapi sebagai alat semata-mata karena semua itu adalah ciptaan manusia sendiri…
Jika dibandingkan dengan sekularisme yang sebaik-baiknya pun, maka adalah agama masih lebih dalam dan lebih dapat diterima oleh akal. Setinggi-tinggi tujuan hidup bagi masyarakat dan perseorangan yang dapat diberikan oleh sekularisme, tidak melebihi konsep dari apa yang disebut humanity (perikemanusiaan). Yang menjadi soal adalah pertanyaan, ”Dimana sumber perikemanusiaan itu? Apa dasarnya?*/bersambung.. Paham agama meliputi seluruh bagian hidup
Penulis adalah Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan (CAP) hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com
Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar
Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!
Update aplikasi Hidcom untuk Android Sekarang juga !
Baca Juga
Selasa, 14 Oktober 2014 13:18 WIB“Ahok dan Identitas Agama”
Jum'at, 26 September 2014 22:27 WIBPemimpin Kafir
Sabtu, 13 September 2014 08:43 WIB“Berhentilah Melecehkan Tuhan yang Maha Esa!”
Senin, 18 Agustus 2014 07:08 WIB“Surat Terbuka untuk Presiden Baru”
Selasa, 29 Juli 2014 10:36 WIBDari Puasa Mengharap Pemimpin Taqwa

17 Agustus, 2020
Nikah Beda Agama
Hukum Nikah Beda Agama
Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 19 Oktober 2017 12:44 WIB
Sebelum menjelaskan tentang hukum nikah beda agama, Tim Fatwa Tajih terlebih dahulu menceritakan studi kasus yang pernah terjadi.
Ada seorang laki-laki Muslim berbuat zina dengan seorang wanita Katolik sehingga hamil sekian bulan, lalu ia ingin bertanggungjawab dengan menikahinya dengan kondisi berikut:
Wanita Katolik tesebut menginginkan menikah di gereja dengan cara Katolik kemudian setelahnya menikah secara Islam, kemudian catatan negara dilakukan dengan administrasi Katolik, sedangkan secara Islam tanpa catatan.
Kemudian keduanya setelah itu hidup berkeluarga dalam keadaan berbeda agama. Dalam hal ini pihak laki-laki istilahnya terpojokkan karena sudah menghamili sehingga “Harus” menikahi dengan cara tersebut, dengan tetap pada keyakinan masing-masing.
Dalam prosesnya, orang tua (bapak) dari laki-laki itu sudah mengusahakan dengan semaksimal mungkin untuk menikah dengan cara Islam tanpa syarat, wanita tersebut harus masuk Islam dulu. Namun dari pihak wanita (keluarganya) tetap tidak menyetujui. Kemudian akhirnya, dengan berbagai pertimbangan orang tua ini menyetujui prosesi tersebut. Dan untuk proses bertaubat, mau diarahkan untuk kembali ke jalan yang benar. Laki-laki tadi juga akan menyeru istrinya untuk masuk Islam. Proses tersebut belum terjadi dan masih menunggu hari H.
Menyikapi studi kasus di atas, berdasarkan syariat Islam para ulama sepakat bahwa hukum nikah beda agama adalah “Haram”, dengan ketentuan wanita Muslimah haram menikah dengan selain laki-laki Muslim. Ulama juga sepakat bahwa laki-laki Muslim haram menikah dengan wanita musyrikah (seperti Budha, Hindu, Konghuchu dan lainnya). Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” [QS. al-Baqarah (2): 221]
Akan tetapi yang diperselisihkan para ulama adalah tentang hukum laki-laki Muslim menikah dengan wanita Ahlul Kitab (yaitu Yahudi dan Nasrani: Katolik/Protestan). Sebagian kalangan berpendapat bahwa hal itu diperbolehkan dengan bersandar pada firman Allah dalam (Qs. Al-Maidah : 5). Ada pula yang mengatakan tidak boleh. Namun demikian Tim Fatwa Tarjih telah mentarjihkan atau menguatkan pendapat yang mengatakan tidak boleh dengan beberapa alasan, antara lain :
1. Ahlul Kitab yang ada sekarang tidak sama dengan Ahlul Kitab yang ada pada waktu zaman Nabi SAW. Semua Ahlul Kitab zaman sekarang sudah jelas-jelas musyrik atau menyekutukan Allah dengan mengatakan bahwa Uzair itu anak Allah (menurut Yahudi) dan Isa itu anak Allah (menurut Nasrani).
2. Pernikahan beda agama dipastikan tidak akan mungkin mewujudkan keluarga sakinah sebagai tujuan utama dilaksanakannya pernikahan.
3. Insya Allah umat Islam tidak kekurangan wanita Muslimah, bahkan realitasnya jumlah kaum wanita Muslimah lebih banyak dari kaum laki-lakinya.
4. Sebagai upaya syadz-adz-dzari’ah(mencegah kerusakan), untuk menjaga keimanan calon suami/isteri dan anak-anak yang akan dilahirkan.
Bahkan, sekalipun seorang laki-laki Muslim boleh menikahi wanita Ahlul Kitab menurut sebagian ulama sebagaimana kami katakan, namun dalam kasus yang saudara sebutkan di atas, kami tetap tidak menganjurkan perkawinan tersebut karena syarat wanita Ahlul Kitab yang disebut dalam surat al-Maidah ayat 5 yang dijadikan oleh mereka yang membolehkan perkawinan tersebut tidak terpenuhi, yaitu syarat al-ihshan (الإِحْصَانُ), yang artinya wanita Ahlul Kitab tersebut haruslah wanita baik-baik yang menjaga kehormatan, bukan pezina. Perhatikan firman Allah dalam Qs. al-Maidah ayat 5:
“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.” [QS. al-Maidah (5): 5]
Dan perlu diketahui, negara kita tidak mengakui perkawinan beda agama, karena menurut Undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan pasal 2 ayat 1 dinyatakan: "Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu." Dengan deikian artinya, negara kita tidak mewadahi dan tidak mengakui perkawinan beda agama (meskipun pengantin laki-laki beragama Islam). Oleh karena itu, sebagaimana studi kasus di atas, perkawinan tersebut tidak bisa dilakukan dan didaftarkan secara Islam, yaitu di KUA. Dan yang dapat dilakukan hanyalah mencatatkan perkawinan tersebut di Catatan Sipil, sebagaimana penduduk non Muslim lainnya mencatatkan perkawinan mereka di sana.
Perlu ditekankan di sini, pihak laki-laki Muslim tersebut seharusnya tidak merasa terpojokkan sehingga "Harus" menikahi wanita Katolik itu. Perzinaan itu bisa saja terjadi karena atas dasar suka sama suka sehingga menurut hukum positif tidak bisa dipidanakan. Dengan demikian, upaya agar menikahkan mereka berdua dengan cara Islami, yaitu masuk Islam dahulu lalu menikah di KUA, harus terus dilakukan semaksimal mungkin.
Sumber : http://www.fatwatarjih.com/2014/08/hukum-nikah-beda-agama.html?m=1
Foto: Ilustrasi
16 Agustus, 2020
Merah Putih dalam Pandemi
Merah melambaikan semangat
Putih berkibar bawa kesucian
Keduanya menyatu berkisah tentang makna sebuah kebebasan
Angkasa mengharu biru
Saat percikan darah syuhada,
terlihat tercecer mengaliri pertiwi
Hampir seabad silam terlampaui
Detik ini,hari kemenangan kembali diperingati
Merah putih tetap berkibar megah,
Tapi manahan pilu
Tak cuma pandemi yg semakin viral
Tapi ulah para pemilik kursi yang hanya memantau dari duduknya
Tanpa bangun,apalagi berbaur merasakan lara rakyatnya
Merdeka,
Diperjuangkan untuk siapa?
Merdeka dipersembahkan untuk siapa?
Merdeka dimenangkan untuk apa?
Menyaksikan kemarau memanjang di negara merdeka
Ternyata teriknya tidak hanya menyengat kulit nusantara belaka,bahkan mengeringkan birunya laut pertiwi
Mata letih untuk dipicingkan
Hati gersang kehilangan arti sebuah rasa peduli
Dirgahayu Republik Indonesia ke 75
Sumarni
Anggota Majlis Ekonomi
Pimpinan Cabang Aisyiyah Gombong
Kebumen







