11 September, 2013

SiLaturahim

Senin, pukul 09.00

Kami berniat ke purwokerto untuk suatu urusan, dan sekalian silaturahim.
Kami berhenti di BNI Gombong, untuk mengambil uang yang harus kami bayarkan ke bank.
Lalu kami mampir di BRI gombong, untuk menggesek kartu kredit, rupanya tertelan. Akibat tertelan itu, kami harus menunggu selama 1/2 jam, tanpa hasil. Padahal dalam kejadian yang sama, di BRI terdekat di sebalah rumah, sang dalam waktu 5 menit, kartu diambil oleh satpam, dan sang CSmemebrikannya kepadaku. hemm.
Tapi hikmahnya, aku dapat pulsa 25.oo0. dari bri yang menawari sms banking..:)

Bude Tambak 
lalu kami melanjutkan perjalanan, kami berhenti di tambak, disana ada Bude tambak. Beliau adalah kakak bapakku. beliau mungkin suainya sekitar 80 tahun, ingatannya masih tajam setajam pisau, wajahnya juga cukup cerah, tapi beliau hanya berbaring di ranjang. Kata beliau badannya "bengkek".
beliau ,berpesan agar anwar mencarikan tukang urut untuk beliau, dan aku diminta menyampaikannya.
Kami tak bisa berlama lama di sana, karena urusan kami masih banyak, lalu kami berpamitan pulang.

Masjid NU
Hari itu hari Jum'at, suami berhenti untu shalat Jum'at, dan aku menunggu di mobil sambil meakan buah kelengkeng serta membaca buku.Shalat Jum'at nya cukup singkat hanya setengah jam, dengan khutbah "Istiqamah".

Bengkel Daihatsu
Akhirnya sampailah kami di Purwokerto, Pertama kalai yang kami injak kan adalah Bengkel Daihatsu.
Kami melihat kondisi mobil kami yangsedang dikerjakan, mungkin butuh 1bulan lagi sampai mobil itu selesai, karena keadaanya cukup parah.

Warung Padang sederhana
Suami sudah mengeluh kelaparan, aku minta makan di Warung ABG, yang murah meriah, ada ayam goreng, asem asem dan cak kangkung. Tapi sepanjang jalan kanan dan kiri kami tak menemukan tulisan ABG. kebanyak warumng makan padang, atau warung soto, ayam dahsyat dll.
Suamiku berkata pesimis," udah ah di warung padang aja". Yang sudah jelas jawane, menirukan ungkapan tanteku, yang mengibaratkan warung padang itu jelas jawa, maksudnya sudah jelas halal dan enak.rasanya standar harganya juga standar..:)
Kami berduapun makan siang disana, dan menghabiskan cukup 30.000 sadja..:)

BuLik Asri
 Setelah kenyang, kami menuju rumah Bulik Asri, beliau adalah adik Ibuku. Putrinya 4. semua di jakarta, yang satu sedang belajar di Australia.
Alhamdulilah kami bisa  mengunjungi rumah beliau. Namun sayang tidak sempat bertemu dengan bulik asri, karena ketika kami memasuki rumahnya yang tak terkunci, dan sudah mengucap assalamualaikum, tak ada jawaban. Bahkan suami sempat ke kamar mandi segala. ternyata bulik sedang tertidur sangat pulas hehehe.Kami hanya meletakkan bungkusan kelengkeng dan jeruk di meja ruang keluarganya.

Bude hari
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Rumah Bude Hari, beliau kakak ibuku. Usianya mungkin sekitar 70 an, beliau masih sehat, dan begitu aku memasuki rumah, beliau kelihatan sangat ceria. lalu aku menyapa putrinya "Ida" yang jangkung, dan ramah, Ida sedang menggoreng jenang. Aku baru tahu ada jenang goreng. Hihihi. Langsung dia merebus air panas untuk membuat kopi. Aku langsung membantunya. Kebetulan setelah perjalanan jauh, suamiku sangat lelah, dan ingin ngopi.
Akhirnya aku dan suami serta bude sedikit bercerita, lalu aku sempatkan shalat dhuru dan ashar sekaligus.
Bude tak lupa membawakan "Gendar" mentah untuk digoreng, mungkin ketika macit di rumah bude, aku dan suami sangat banyak menghabisakna "gendar" hihi. Jadi bude kasihan hahah. Makasih bude, gendarnya sangat wenak....


Pakde Uti
Lalu setelah dari Bude, kami melanjutkan perjalanan ke rumah Pakde Uti, Beliau adalah dosen di Unsud. akhirnya setelah sedikit kebabalasan menuju baturaden, kamipun menemukan rumah beliau. "Assalamu'alaikum", wa'alaikum salam, jawab pakde. Rupanya beliau baru saja shalat maghrib. Lalu pakde bertanya ," dari mana ,sore sore begini?. Kami menjawab, kami memang sedang ingin mengunjungi pakde, dan saudara saudara, kebetulan syawal ini kami tidak bertemu. Lalu muncul Hani, Yudil, putra putri beliau, dan cucu belaiu kinanti yang lucu dan berambut tebal.
Lalu setelah berbincang , kami shalat maghrib dan isya sekaligus. Lalu Bude menyajikan teh hangat dan mendoan anget yang super enak, Aku habis satu potong besar.
 Pakde bercerita banyak tentang kasus rektor Unsud yang ditangkap KPK. Juga bercerita tentang putri beliau yang paling berprestasi, "Prita". Yah sepupuku itu memang luar biasa. Dalam usia sangat muda sudah meraih gelar doktor. Dan pakde bercerita, memang si Prita dari dulu anak yang rajin, dan taat beribadah. Bahkan shalat tahajudnya bapakanya saja kalah. 
kebetulan prita sedang ada di Purwokerto setelah 5 bulan lalu pulang adri jepang. Dia mendapat ujian, suaminya sakit kanker, dan harus dirawat di Rumah sakit. Dokter memvonisa umurnya tak lama. Aku sedih mendengarnya.
Waktu aku kesana Prita sedang di rumah sakit bersama Jijah kakaknya. Aku berencana menengoknya, namun, ketika kami akan pamit, tiba tiba prita pulang. Kamipun bersalaman dan berpelukan, terus terang sejak dia menikah aku lama tak berjumpa dengannya.Prita peraih gelar doktor, bagiku seorang yang sangat sederhana,  meski sudah doktor, dia tetpa rendah hati. terlihat dari gaya bicara dan pancaran wajahnya. 
Begitu banyak ujian di keluarga kami, aku hanya berpesan, jika kita sednag diberi ujian, lihatlah yang lebih sulit dibawah kita, kita akan bersyukur, dan Allah memilih Prita, karena Alalh tahu, Prita pasti kuat. aku juga memiliki sepupu lain yang ujiannya lebih parah, suaminya ditabrak, dan harus diamputasi. Sementara penghasilannya tidak cukup untuk membiayai kehidupan dan sakit sang suami.
begitulah kami saling menguatkan. Dan masih banyak lagi ujian ujian di keluarga kami. Semoga kita bisa sabar menghadapi semua yang menimpa kita, baik atau buruk.

RS Margono
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke rs margono, menengok anak teman suami yang ditabrak olah orang tak dikenal selepas pulang mengaji. Dia harus dioperasi. Pukul 19.00 kami keluar dari margono, dan langsung pulang ke rumah, sampai rumah sekiat pukul 21.30  anak anak sedang belajar, dan semua baik baik saja. Alhamdulilah Allah menjaga anak anak ku...

02 September, 2013

September(HARUS!!!!) Ceria...:)

September (harus ) ceria…?




  



Hari ini hari pertama di bulan September 2013.
Kebetulan hari minggu. Dirumah sepi, karena bapak sedang pergi ke Tegal untuk menengok Bapak dan Ibu.
Bangun pagi seperti biasa, selepas tahajud, aku membangunkan anak anak untuk shalat shubuh. Kami pun shalat berjamaah. Lalu, aku membuat the, kebiasaan keluarga kami setiap pagi.
Aku bergegas menyalakan sepeda motorku, untuk menuju atm. Hari ini, pagi pagi sekali tukang giling keweh akan segera menagih pembayaran keweh. Aku baru menitip uang 650.000, masih kurang sekitar 350.000,-.
Kemarin sore pak penagih  dating dengan tiba tiba, aku pun tak ada uang di dompet. Alhamdulilah, di kas mbak jamilah ada uang 400.000,- uang yang seharusnya untuk BMT belum diambil, dan aku minta kas took ada 200.000, dan ternyata di dompetku masih ada sisa uang dari purworjo 50.000,-.
Sebenarnya bapak itu agak kecewa, karena aku baru menitip 650.000, dan tidak melunasinya. Aku bilang paling besok pak. Tapi katanya harus sekarang karena mau untuk membayar karyawan dan membayar solar.
Aku pun kebingungan, mana dia menagih hanya di depan pintu. Lalu aku minta dia masuk, dan duduk, serta menerima pembayaraku. Ya mungkin, begitulah cara mereka berkomunikasi.
Akhirnya aku keluar dari rumah, sedikit agak kaget, ada bus besar parker di depan rumah, mungkin bus wisata dakwah, bathinku. Lalu kutanya supir, mau ke magelang ya pak? Iya katanya.
Lalu tiba tiba ada bu nunung memakai baju seragam aisyiyah dating dan akan menaiki bus.
Mereka akan segera ke legok dan berangkat ke magelang untuk mengikuti kegiatan  wisata dakwah.
Aku bersalaman, dan mengucapkan selmat jalan padanya. Aku terus melaju, menuju atm mandiri. Hanya aku yang parker di situ. Aku masuk, bismillah dengan namaMu ya Allah semogamasih ada sisa uang yang masih bisa ditarik, harapku dalam hati.
“Maaf saldo anda tidak mencukupi”.  Kebetulan saldo uang ada 130.000,-. Aku coba lagi mengambil 50.000,-, kembali  ada tulisan di layar. “maaf saldo anda tidak mencukupi,’’. Langsung aku menjuju atm bca. Disanapun sepi, mungkin hanya aku yang membutuhkan uang pada pagi hari  buta itu.
Aku masuk, menulis pin, dan alhamdulilah, saldo masih 280.000, dan dari bca, aku bisa mengambil uang 200.000,-. Bisa untuk membayar tagihan pak keweh , di  took kebetulan aku lihat ada sisa 150.000,- Insya allah cukup.
Lalu aku pulang kerumah, dengan hasil 200.000,-. Dan hingga kini, kutunggu bapak itu tak dating datang jua.

Pagi itu , selepas aku mengambil uang, aku mengajak anak anak bersepeda, di alun alun, sedikit menhigur diri dan berolah raga. Kebetulan setiap pagi ada car free day, jadi pemakai sepeda cukup tenang mengendarai sepeda tanpa gangguan motor yang biasanya mengeluarkan asap.
Aku memakai sepeda sendiri, jasmine membonceng nadia. Lalu kami istirahat sejenak sambil menikmati bubur kacang hijau di depan sma 1. Lalu kami berfoto2 narsis di bawah pohon asem. Setelah selesai, aku membayar tagihan bubur, semua 9000,-. Dulu terakhir aku kesana harga masih 2000,- sekarang sudah naik, wajarlah, harga BBM kan naik hehe.
Lalu kami bertiga pulang, bersepeda pagi itu cukup membuatku berkeringat. Meski hanya sebentar.
Tiba di rumah, kami lapar, kebetulan masih ada sisa sambal padang . Lalu aku meminta mbak wiwik menggoreng tempe, dan merebus sawi. Alhamdulilah enak sekali. Sambal padang emang luar biasa, cocok untuk kami yang sedang terkena krisis moneter.:)
Biasanya kalo hari minggu kami ada kegiatan, tapi hari ini tidak, harusnya pula aku ikut ke magelang mengikuti acara wisata dakwah ‘asiyiyah, tapi tidak, karena aku juga belum mendaftar , dan kebetulan, kursi duduk di bus sudah penuh, dan kebetulan juga suami sedang ke tegal, dan kebetulan, mobil juga sedang dipakai,dan kebetulan, aku sedang tidak memeiliki uang yang cukup untuk aku pergi kesana, jadi banyak kebetuluan ,kebetulan yang menakdirkan aku tidak jadi pergi ke acara wisata dakwah ‘aisyiyah tahun ini.
Hari ini betul betul terasa” kuning”, istilah anak anak kalo lagi keadaan dejavu, suram dan sedih yang tidak jelas.
Aku pun tertidur sejenak,  karena bingung mau melakukan apa, sebenarnya mungkin banyak yang bisa kulakukan, missal bersih bersih rumah, atau menengok pabrik, tapi, enaqthlah tiba tiba semangatku hilang. Seperti tak punya tulang. Dan akhirnya setelah sejenak tertidur, aku bangun, . Aku menuju dapur, aku  buka kulkas, ada susu, lalu aku rebus, aku campur kopi dan gula, jadilah kopi susu, aku dan yasmin meminumnya sambil berdiskusi tentang buku “ Sejarah Muhammad” karya martin Lings.
Lalu setelah itu kita sudah bersepakat untuk melewati  hari yang kuning ini dengan makan bakso “gemilang” di dekat lampu merah. Yasmin pingin yang asin asin, “katanya,”
Aku belum pernah ke bakso gemilang, dan siang ini kami akan mencobanya. Enak atau tidak. KAlo enak, mungikn akan menjadi langganan kami seterusnya. Kebetulan tempatnya dekat.
Sebelum pergi kesana, aku mengepak beras, dan mengambil satu paket biscuit “SELIMUT”  sisa bingkisan dari parcel lebaran, aku memasukannya ke dalam kantung kresek yang akan kuberikan pada yu sop. “. Yasmin, sebelum ke bakso gemilang, kita akan ke rumah yu sop dulu, kataku”.
Oke, “kata yasmin.
Lalu kami berdua turun dan  memarkir motor di depan rumah kosong. Dan kami segera menuju rumah kontrakan yu sop. Rumah kontarakn kecil, beralas tanah dan berdinding kayu akasia. Disana duduk seorang tua dia adalah bapak yu sop. Yu sop , seorang Ibu tanpa penghasilan, dengan 6 anak, dan harus menangung ayahnya yang sakit sakitna pula. Untung dua anaknya fiqoh dan windi sekarang sudah bekerja di batam, dan sedikit bisa membantu keluarga itu. Kontarakan kontaraka itu cukup menyedihkan, ada di sebelah yu sop, seorang wanita tua, yang sedang sakit terkea stroke, kabarnya di adulu bekerja dibank, tapi sekarang  tdiak ada keluarganya yang mau merawatnya. Hanya ada sesekali saudara yang mengantar makanan.
Pernah ketika suamiku mengantar makanan waktu bulan ramadhan, perempuan itu berteriak teriak terus. Mungkin sedang ingin bicara, tapi tidak ada yang diajak bicara, yu sop sendiri sudah kesulitan dengan 4 anaknya yang masih kecil kecil dan bapaknya yang sudah usia senja.

Setelah aku sedikit berbincang dengan yu sop, yaitu menanyayakan, kenapa sms gak dijawab, dia menjawab, hapenya rusak, jadi gak tahu kalo ibu sms katanya.
Aku memang menanyakan, anak anak kapan akan ngaji, karena setelah puasa ngaji iqra nya sementara berhenti. Akhirnya sekarang dilanjutkan lagi.
Akhirnya aku sampai pula di bakso gemilang, aku memesan 2 porsi bakso. Harga cukup murah 7000,- tapi ya memang rasa dagingnya kurang. Tapi cukup menghibur aku dan yasmin yang sedang “kuning”
Akhirnya, akupun pulang setelah selesai menikmati kuliner bakso gemilang, siang cemerlang, hehe. Aku pulang dan sampai rumah, aku menulis ini, lalu anak anak yu sop jam 4 datang untuk mengaji iqra.
Sebenarnya aku ingin membuka tpq di belakang rumah, nanti aku namakan tpq nasyiatul asiyiyah ranting kedawung
Calon siswanya ya anak anak yu sop dan anak anak tetangga sekitar, nanti aku membayar guru ngaji untuk mereka. Tempat sudah ada di mushola karyawan yang cukupnlah untuk 10 anak, aku tinggal menyiapkan meja belajar dan buku. Mudah mudahan ada rezeki ya Allah…

Aku harap  ke depan semua membaik…baik usaha, maupun segalanya…seperti lagu Vina…September harus ceria…apapun keadaannya…J

26 Agustus, 2013

Devil wears XXXXXX (Maksudnya Jilbab ) Part II

Astaghfirullahal 'adzim, disiang yang terik mana puasa lagi , harus bertemu dengan devil wears prada lagi, seperti yang pernah kuceritakan di blog ku, tgl 21 januari 2012 lalu. kembali berulang.
Benar lah surat Al baqarah 8 -11 dalam Al qur'an yang mengatakan :

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian", pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."

Devil wear Jilbab ini, meski dia secara KTP Islam berjilbab pula, rajin shalat, puasa, ngaji, tapi perilakunya sangat jauh dari keimanan. Suka durhaka dengan orang tua, selingkuh, berdusta, menfitnah, dan deretan perilaku buruk lainnya.

Aku sampai tak habis fikir, jika dinasehati, sepertinya telinganya disumbat.
Itulah ciri2 orang kafir dan munafik.
Bagaiman menyembuhkan orang seperti ini? Akupun tak tahu.
Sudah berbagai peringatan di berikan tapi tak jua sadar. kerusakan demi kerusakan dia lakukan, tak juga membuatnya kembali ke jalan yang benar.
Yang membuat miris, dia itu pake jilbab, jad sunggug  samat sangat disayangkan.

Peristiwa siang ini, sudahlah cukup untuk membuktikan pada semua, bahwa devil wear prada ini belum bertaubat nasuha, hanya dia dan Allah saja yang bisa menolongnya.

Bahkan orangtua sudah sampai berbusa busa, sampe diunyik2 mukanya biar sadar tetap berpaling. setan apakah yang ada di dalam dirinya? Tuhan...aku tak tahu jawabnya....

Jauhkna devil wear jilbab ini dari kehidupan aku dan keluargaku, karen dia sama sekali tidak membawa kebaikan, justru kebencian dan kemudharatan...jauhkan ya Tuhan....

28 Juli, 2013

Lailatul Qodar

Malam ini malam ke  20 puasa ramadhan 1434 Hijriyah.
Mungkinkah malam ini malam Lailatul Qodar?

Tadi siang suamiku kultum di acara arisan keluarga. Lailattul Qodar lebih baik dari 1000 bulan 
1000 bulan kira kira 83 tahun.
Jadi lailatul Qodar lebih baik dari umur hidup manusia pada umumnya.
Orang yang mendapatkan lailatul Qodar adalah orang yang diberi pencerahan, petunjuk, untuk mencari kebenaran dari Al Qur'an.
Jika kita saat ini punya keinginan untuk mendalami al qur'an sebaik baiknya, tidak hanya membaca, tapi tadabbur qur'an, karena al qur'an adalah petunjuk terbaik bagi manusia, mungkin kita salah seorang yang beruntung mendapatkan malam lailatul qadar.
Jika sampai saat ini, kita diberi kesempatan untuk mengenal Al Qur'an, itu adalah suatu hal yang harus disyukuri, karena Al Qur'an adalah jalan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akherat.

Surat Al Qadr 
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.


Selama bulan puasa ini, aku sudah membaca al qur'an , sambil membaca tafsirnya, sampai surat Yusuf.
Baru juz 13, masih ada 17 juz lagi, mudah 2an bisa khatam dalam bulan Ramadhan ini.



Sambel Pecel Yu Sop

Sore itu, sekitar pukul setengah empat, aku terbangun karena ketukan pintu.
"Assalamu'alaikum.....," terdengar suara dari pintu belakang. Suara anak anak. Siapa ya?
Biasanya yang mengetuk dari belakang anak anak yu sop yang akan belajar mengaji. Tapi selama ramadhan ini, mengajinya sementara libur, karena kesibukan ku.
Tapi suaranya si anak anak yu sop, si Senni, adi, dan iyan.
Lalu sambil mengucek mata, aku  mengaca, dan berhias sebentar, lalu kubuka pintu belakang.
Ahhh ternyata benar, Mereka bertiga memberikan sesuatu padaku. "Ini ada titipan dari ibu," kata senni.
"Ohhhh...ya, apa ini, lalu ku buka tempat makanan itu, ternyata sambal pecel.
Tunggu sebentar ya, " kataku pada anaka anak itu.
Lalu aku mengambil makanan sebagai tanda terimakasih, untuk mereka.
"Bilang sama ibu, sampaikan terimakasih , dan salam untuk ibu," kataku. Lalu aku juga memberi sedikit uang jajan untuk mereka membeli takjil buka.
Lalu mereka pun berpamitan,' Assalamu'alaikum, kata mereka."Wa'alaikum salam." kataku.

Aku terharu dengan pemberian sambel pecel dari yu sop, disaat kondisi keluargnya yang kekurangan, dia masih menyempatkan memberi.
Ya, dia hidup dengan 6 anak tanpa suami, rumahpun beralaskan tanah, itupun kontrak.
Dia bercerai dari suaminya, yang mabuk mabukan dan kurang bertanggung jawab.
Alhamdulilah dua anaknya yang sudah dewasa, sudah bekerja, sehingga bisa sedikit membantu keuangan yu sop.

Aku teringat sebuah ayat al Qur'an dalam surat Ali Imran 133 - 134 :

{133} وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

{134} الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.


Yu sop, sudah melaksanakan ayat diatas, dia memberi disaat sempit. Dan itu adalah ciri ciri orang bertakwa.
Luar biasa...semoga aku bisa menirunya...


01 Juli, 2013

Silaturahmi

Badanku agak meriang. Rasanya dingin. Aku memakai jaket tebal, dan tidur menggunakan selimut, pagi menjelang siang itu.
Setelah 3 hari 2 malam menyelesaikan workshop menejemen organisasi dan multimedia Nasyiatul Aisyiyah, alhamdulilah berjalan dengan lancar, aku pulang sampe rumah minggu siang. Dan langsung tewas di kasur. alias tidur.
Paginya, ternyata masih sama, kecapean, dingin, kembung, lemes.
Pagi itu eyang menelpon, untuk mengajak takziah sekaligus silaturahim ke salah seorang tante beliau. tante ibu berarti nenek bagiku.Karena kutunggu tak jua muncul, aku tidur, dan ketika suamiku datang melihatku dalam keadaan tertidur menggunakan jaket dan selimut, dai bertanya : Wah...sakit ya,...aduh sebaiknya ibu gak usah takziah dulu, "
Rupanya tiba tiba eyang datang," Wah mriang apa?" dengan bahasa ngapak nya.
Etok etok mbok,' kata beliau.
Langsung aku bergegas, sebaiknya aku ikut saja, meski badan dingin.
Akupun berhias, dan berkerdudung segera menuju mobil. Akhirnya aku berangkat.
Sampelah kami pada rumah, salah seorang adik nenek ku yang sudah meninggal.
usia nya sudah 90 tahun lebih, badannya sudah membungkuk.
Kudapati beliau sedang menggoreng tempe di dapur, posisi wajan penggorengan dengan kepalanya hampir sama,  karena badan beliau yang sudah membungkuk,tapi  ingatannya masih cukup baik.
Ibu kaget, dan berkata ," Ya Allah mbah, kok menggoreng sendiri, apa tidak ada yang membantu,"? langsung ibuku mengambil alih menggoreng tempe. Lalu akhirnya aku berkata,"Ibu sama mbah saja, nanti ana yang menggoreng," Akhirnya aku menyelesaikan menggoreng tempe nya, sementara Ibu dan Mbah berbincang bincang di beranda belakang rumah.
Mereka berbincang, berpelukan, dan saling memaafkan, ada  beberapa hal yang membuat sedikit hubungan mereka berdua tidak baik, bukan karena mereka berdua, tapi karena ulah orang  lain yang membuat hubungan mereka jadi sedikit bermasalah, aku tahu mereka berdua adalah orang orang yang tulus, Ibuku sama sekali tidak bersalah, justru berendah hati meminta maaf, justru orang yang salah malah tidak. dan itu diluar mereka berdua. Diluar Ibu dan Mbah.
Yah begitulah dunia, akhirnya mereka pun saling memafkan, indahnya silaturahim.
Aku bergegeas pulang, dan ibu berkata ," kita jadi takziah tidak,? ibu sebenranya tidak kenal lho? , Aku bilang, monggo terserah ibu saja,Akhirnya setelah kebimbangan yang melanda ibuku, ibuku memutuskan, Jadi saja, betapa berat menggapai ridho ilahi, sudah niat silaturahim, syetan masih menggoda untuk tidak datang.
Akhirnya kami ke sana, dan bertemu beberapa orang kenalan kami.
Selepas silaturahim dan takziah, ibu mengajak ku makan sup, mungkin karena tahu kondisi badanku yang agak meriang, kami makan di sop ari, dan membawa 4 bungkus untk pulang. Akhirnya kami pulang, dan herannya ketika, silaturahim itu badanku tiba tiba sehat saja.Luar biasa...

18 Juni, 2013

ISSABELLA

Selepas berthawaf  di  alun alun, hanya 2 putaran sih...:), aku istirahat sebentar di bangku taman. Sambil menunggu suami  yang sedangn menyelesaikan joggingnya -- - biasanya doi thawaf  7 kali,  yah itung2 kaya thawaf mengelilingi ka'bah..:)

Sambil membuka buka Hape ku, tiba tiba aku dikejutkan dengan tepukan seseorang.
Pluk Pluk...dadaku berdegub kencang, aku berbalik dan memandang  ke arah tepukan itu.

Seorang gadis hitam manis yang ramah,  cukup sehat, berusia kurang lebih 13 tahun, memakai jilbab,  berkacamata dengan frame pink, berbaju seragam smp negri 2 gombong lengan pendek, dan bercelana panjang,bajunya agak sedikit kotor,   menggendong tas sekolah, dan  bersepatu kets , jalannya gagah.

"Minta...uang...," katanya merajuk sambil tersenyum.
Kata-katanya kurang jelas, sepertinya dia kesulitan bicara.  Bicaranya  pelo.
Aku bertanya padanya ," siapa namamu."
Dia menjawab : isabela, dari jakarta, dengan suara pelo nya.
Dia tersenyum, dia gadis yang ramah.
Lalu aku ajak gadis itu duduk di bangku disebelahku. Banyak orang memandang kami,  Mungkin Orang2 berpikir anak itu kurang waras dan heran megapa aku mengajaknya bicara.
"Namamu bagus sekali, kataku, "
"seperti sebuah lagu, "kataku  sambil tersenyum
Lalu akupun mengajaknya bernyanyi ,"Isabela adalah...kisah cinta dua dunia...mengapa kita berjumpa...namun akhirnya terpisah...,"
Dan isabellapun tertawa, kebekuan pun mencair.

Tak seperti peminta minta lain,  aromanya wangi.
Ya, Aroma wangi tercium dari badannya. "Kamu wangi sekali?, 'Kataku.
Habis mandi ya, " kataku lagi
"Masa sih kamu dari jakarta? yang bener, dari kebumen aja kali," kataku menggoda,
Diapun kembali tersenyum, dan tak menjawab apa apa.
"Minta uang...,' katanya lagi sambil tersenyum.
Lalu aku ajak gadis itu duduk di bangku disebelahku.
Isabella, duduk di sebelahku.
Dia mengeluarkan bekas bungkus permen ukuran besar, sebagai tempat untuk menyimpan uang hasil dia meminta minta.
Dia tumpahkan uangnya di bangku, dan memintaku untuk menghitungnya.
Uang ribuan dan recehan tergeletak di bangku. LAlu kami mulai menghitungnya.
"Seribu, dua ribu, tiga ribu, empat ribu, lima ribu, enamribu, tujuh ribu, delapan ribu, sembilan ribu, sepuluh ribu, sebelas ribu, lima ratus....semuanya sebelas ribu lima ratus rupiah.", kataku

Isabella pun tersenyum
Aku bertanya padanya, " em, kenapa kamu meminta minta, kamu kan harusnya sekolah?, tuh seragammu ada labelnya smp negri 2 gombong," kamu kelas berapa? kataku.
"dua, " katanya dengan suara pelo sambil tersenyum.
"Kamu smp gombong? kok disini, smp kebumen  kali ya,? kataku,".
 "Iya, katanya sambil tersenyum.
Akupun semakin bingung....:D
"Kamu tinggal dimana?,'" Pasar hewan ya? , "kataku asal.
 hehe entah kenapa tiba tiba "kata pasar hewan melintas di otakku.

"Minta uang," katanya lagi dengan suara pelonya.
" hemmmmm, mba gak bawa uang....(kebetulan aku  memang tidak membawa dompet).
lalu kutanyakan, " nih mbak aja gak punya jam tangan sebagus kamu,', Kamu malah lebih kaya dari mbak, kataku menggoda.

Isabella pun tersenyum

Lalu isabela memandang gerobak yang menjual mendoan, dan mengabil uang seribu rupiah dari bekas bungkus permen, "Aku mau beli mendoan," katanya masih dengan lafal yang tak jelas
Diapun membeli mendoan dengan uang seribu rupiah, dan dia mendapat 2 mendoan hangat dan 2 cabe cengis.
Lalu isabella pun makan mendoan dengan nikmat, dan menawariku satu buah. Aku menolaknya, karena aku sudah kenyang.
"terima kasih, aku sudah makan," kataku.
Lalu dia menghabiskan mendoannya.

Dari jauh suamiku sudah menungguku untuk pulang, lalu aku berpamitan dengan isabella yang ramah itu, dan diapun mencium tanganku dengan senyumannya yang ramah.

"Dadaaaaah,' Katanya manja.
Akupun menjawab " dadaaaaaaaaaaaaaaaah..."

Dia menuju Gazebo di dekat alun alun, dan duduk disana.
Itulah pertemuan singkatku ku dengan isabella, anak gadis yang ceria, tapi harus mencari uang dengan meminta minta dan aku yakin anak itu hanya disuruh, kasihan sekali...:(

Seandainya aku bisa bertemu dan berkomunikasi dengan baik, tapi sulit, karena dia ada keterbatasan dalam berbicara. Dan  mungkin aku  bisa mengunjungi rumahnya. Entah dia anak siapa, tapi anak itu sangat ramah, dan masih punya masa depan yang panjang, meski banyak kekurangan pada dirinya.Aku tau, dari keramahannya, dia mempunyai hati yang lembut...

Isabella, semoga nasib menuntunmu ke arah yang lebih baik, aku masih ingin berjumpa dan melakukan sesuatu untukmu, semoga Tuhan akan menolongmu...

12 Juni, 2013

Bunda Bunda hebat

Aku bersyukur, mempunyai ibu yang luarbiasa, beliau  seorang Ibu yang sudah sejak 1997 menjanda, dan tetap tegar  dan sabar mendidik kami ke 7 putra putrinya agar menjadi anak anak yang sholeh, Meski sudah menjanda, dan semakin hari usia tak muda lagi, bunda, juga tetap aktif di organisasi sosial di Aisyiyah, begitupun bunda mertua, adalah seorang yang tegas dan disiplin serta sangat menyayangi putra putrinya. Beliau seorang aktivis juga di Aisyiyah Tegal . Aku bersyukur memiliki bunda bunda yang hebat. Dan mereka berdua menjadi inspirasiku untuk banyak berbuat bagi sesama, untuk itu perjuangan adalah sampe titik darah penghabisan, perjuangan untuk menjadikan masyarakat lebih baik, sampe tutup usia kita.

Jika banyak ibu  atau nenek nenek diluarsana yanga hanya menimang cucu, Ibu tetap aktif  rapat dan berfikir serta bergerak untuk berjuang di masyarakat. Menimang cucu sudah pasti, tapi itu tetap menjadi tugas anak anak nya untuk merawat dan mendidik anak anaknya sendiri.
Kadang kadang aku sedih jika melihat, nenek - nenek yang harus mengasuh cucu-cucu mereka,  sementara Ibu mereka malah enak enakan .
Sudah kewajiban orangtua yang melahirkan untuk merawat bayinya sendiri, bukan malah diserahkan pada sang nenek. Sang nenek boleh saja, tapi tidak semua diserahkan pada nenek. Dimana tanggung jawab orang tua?

Jika banyak para ibu diluarsana mengharap anak anak yang sukses secara materi, ibu kami adalah ibu2 yang mengharapkan anak anaknya menjadi anak yang sholeh yang mau berjuang dan peduli pada masyarakat.

Pernah suatu ketika, adikku membeli mobil Alpard, lalu ibuku berkata :
"Kenapa kamu beli mobil alpard? ibu gak bangga kamu pake mobil alpard..Ibu lebih bangga jika kamu  menjadi anak yg sholeh dan tetap menjalankan shalat"

Dan ternyata, sepertinya kata kata ibu manjur, Mobil alpardnya pun kini sudah tak berbekas lagi. Ibu khawatir jika menggunakan mobil mewah membuat adikku menjadi sombong, karena pada dasarnya dia belum mampu untuk memilikinya.

Dulu, waktu kuliah, aku bercita cita jika menikah, terus punya anak, bahagia, ya sudah. Aku tidak pernah berfikir kalo sekarang aku aktif di organisasi sosial. Sama sekali tidak.

Baru setelah mengenal suamiku, dan aku sepertinya di tunjukan pada jalan yang lebih baik.Terimakasih honey..:)

Dulu Bapakku adalah seorang pengurus Muhammadiyah juga, hanya karena mungkin aku masih kuliah, aku tidak sempat kenal dengan organisasi. Kenal organisasi hanya IPM, dan sesekali ikut organisasi kemahasiswaan hanya  sebagai pelengkap penderita. Menjalankan organisasi yang sebenarnya baru aku lakukan sekarang.Di Nasyiatul Aisyiyah dan Aisyiyah.

Dan rupanya, jiwaku ada disana, Aku bahagia bisa memberikan sesuatu pada orang lain, baik berupa tenaga, fikiran ataupun materi.

Mudah2an aku bisa istiqamah seperti Bunda bunda ku yang di usia senja tetap berkiprah dan berguna bagi masyarakat.

Robbana Laa tuzigh quluubana ba'da id hadaitana wa nsurna 'alal qaumil kafiriiin...


Sedikit tentang Ali dan fatimah

Beberapa bulan ini membaca buku sejarah Muhammad karya Martin Ling . Bagus sekali .
Ada kisah tentang Ali bin abi Thalin dan fatimah, yang meminta bantuan Ayahnya (nabi Muhammad) agar diberi pembantu, karena beliau memiliki banyak tawanan. Ali bekerja sebagai pengangkut air, dan fatimah menggiling jagung. Fatimah dan Ali meminta tolong pada Nabi. tapi jawaban Nabi, masih banyak yg lebih membutuhkan. Dan akhirnya malam harinya , sang Ayah mengunjungi mereka berdua dan berbicara pada mereka : Sebelum tidur bacalah Subhanallah, Alhamdulillah, dan allohu akbar sebanyak 30 kali, mudah2 an Allah memudahkan langkah kalian.

Nabi percaya orang hebat seperti Ali bin Abi thalib dan putrinya Fatimah pasti bisa mengatasi keadaan, dan Nabi hanya memberi jawaban untuk bersabar dan berdo'a.

Tadi malam, aku tak bisa tidur dan aku membaca Subhanallah, Alhamdulilah, dan Allohuakbar sebanyak 30 kali, dan dengan mudahnya aku pun tertidur dengan sendirinya..

Subhanallah....Allhumma shalli 'ala Muhammad...

Hanya merenung

Aku duduk bersama bunda di sebuah kantin.
2 orang dokter praktek baru yang cantik cantik masuk.
Mereka langsung saja masuk tanpa tersenyum.
Alangkah indahnya jika mereka menyapa dan tersenyum.
Aku sudah tersenyum, tapi mereka ngloyor saja, mungkin saking sibuknya. Spertinya baju putihnya membuat mereka merasa lebih dari yang lain, sehingga tidak ingin menengok ke arah manapun.
Semoga itu prasangka buruk ku saja..
Lalu masuk lagi seorang dokter praktek yang tak kalah cantik
perilakunya sama saja...

Penggel Khas kebumen

Bismillah..

Aku bangun jam 4 pagi, rupanya suami sudah bangun untuk tahajud, kebetulan aku sedang "libur", lalu setelah membangunkan yasmin untuk belajar, aku pun melanjutkan tiduran.
Seperti biasa, suami berangkat jamaah shubuh, dan sebelum berangkat mencium keningku dulu...:))

Rupanya tiduran membuat tidur beneran, dan aku bangun kembali pukul 5.30 wib. Aku harus memasak untuk sarapan anak anak, apalagi jasmine berangkat selalupagi jam 06. 15. Sementara nadia agak siang karena sudah tidak ujian.

Melihat isi kulkas : telor ayam, pare, sawi. Hari kemarin sudah memasak dadar telor, masa hari ini telor lagi hihi. Bosan juga. Aku akhirnya menanyakan yasmin dan nadia, mau "Penggel" gak?
Mereka jawab : Mauuu.

Langsung aku bergegas memakai kerudung, berganti pakaian, dan menyalakan motor . Brem brem..
Aku menuju warung yang menjual penggel, tidak jauh dari rumah, hanya 5 menit. Aku mengeluarkan uang 10.000,- : dapat sayur kikil 2 potong, dan sayur Kethewel alias gudeg. Tapi gudegnya bukan seperti gudeg jogja lo ya...:)

Sudah, aku bergegas pulang.

Aku membuka bungkusan, dan kuletakkan dalam mangkuk sayur, Yasmin dan nadiapun makan sayur penggel dengan lahap.Cukup Murah, 10.000, bisa untuk bertiga.

11 Juni, 2013

BJ Habibie


Bangsa Indonesia sesungguhnya pernah diperhitungakan bangsa-bangsa lain saat Habibie masih berpengaruh di begeri ini.  Ia berhasil membangun industri pesawat terbang nasional yang disegani bangsa lain, namun anehnya dicibirkan oleh bangsa sendiri.  Saat berkunjung ke  Iran, wakil presiden Iran saat itu dalam pidatonya berkata, “Mr. Habibie, in technology you are not only our leader; you are our Imam.” IPTN dipercaya dan diberi lisensi oleh Casa, pabrik pesawat terbang Spanyol. Namun orang Indonesia tidak pernah percaya diri bahwa mereka mampu membuat pesawat yang sangat canggih bahkan paling canggih di kelasnya.  Saat Habibie meluncurkan produk CN 250, yang diperdengarkan bangsa ini bukan pujian namun celaan. 

Ada anekdot yang sangat menghina diri bangsa ini.  Begini:  “Dalam perang antara Irak lawan AS,  ada sepasukan tentara Irak berjaga-jaga.  Saat lewat pesawat buatan Inggris, tetara Irak itu teriak: “tembak!”  Pesawat itu pun ditembak dengan meriam, namun tidak kena.  Meriam yang menembak pesawat itu tidak mengani sasaran.  Demikian pula saat lewat pesawat  buatan Amerika. Mereka segera membidik, namun saat ditembak, pesawat itu gesit menghindari terjangan peluru. Nah saat lewat pesawat buatan Indonesia, para tentara Irak itu malah duduk2 saja. Sang komandan bertanya, “Mengapa tidak kalian tembak itu pesawat?” Jawab tentara, “Tidak usah ditembak, toh nanti juga jatuh sendiri.”  Anehnya anekdot itu diciptakan oleh bangsa Indonesia sendiri.  Anekdot itu ditujukan untuk menghina Habibie.

Saat pesawat CN 235 dibeli oleh pemerintah Thailand dengan barter beras ketan,  koran-koran di Indoneisa   termasuk Kompas, mengolok-olok  Habibie.  Mereka mempertanyakan, mengapa tidak dibayar dengan uang tunai.  Padahal saat pemerintahan  Megawati  beli pesawat tempur Sukhoi dari Rusia, Indonesia  membayarnya tidak dengan uang tunai melainkan dengan minyak sawit.   Dan Koran Rusia tidak ada yang mengejek Vladimir Putin  karena pesawatnya tidak dibayar dengan uang tunai. Tidak ada yang salah dengan model jua beli semacam ini.   Saya menjual genteng, si pembeli membayarnya dengan kayu bakar, that’s ok!  Ada apa dengan beras ketan?  Hinakah makanan yang bernama beras ketan itu?  Barangkali yang menilai rendah  beras ketan memang benar-benar tidak suka makan beras ketan.

Saat jadi presiden, tiap hari ada demonstrasi menentang kepemimpinan Habibie. Setiap hari, bung!  Akan  tetapi tidak ada seorang pun demonstran yang ditangkap, sekalipun yang mereka suarakan tidak proporsional.  Ke mana sekarang para demonstran itu?  Apakah kepemimpinan SBY lebih baik daripada Habibie sehingga tidak perlu lagi ada demonstrasi? 

Butet Kartarajasa, saat menggambarkan Habibie dalam monolognya bahkan berkata, “…cilik! Apa nggak ada stok lain?” Adakah yang keliru dengan fisik kecil namun punya integritas.  Apakah  fisik besar lebih baik sekalipun  tidak berani ambil resiko.  Habibie berbadan kecil, namun para ahli teknologi seluruh dunia, setuju atau tidak, hormat kepadanya.  Ia berani mengambil resiko mengadakan referendum di Timor Timur, yang akhirnya membuat Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia.

Habibie pula yang mampu menekan nilai tukar dollar hingga Rp. 7000,-, padahal sebelumnya dollar mencapai Rp. 15.000,- bahkan lebih.   Di masa pemerintahannya pula diselenggarakan Pemilu paling demokratis setelah tahun 1955.  Semua orang boleh bikin partai.  Tidak ada sensor terhadap suratkabar.   Tidak perlu SIUPP untuk menerbitkan surat kabar.   Demikian indah pretasi yang diukir oleh Habibie, akan tetapi ia dihina  bahkan di depan umum.

Pada sidang umum MPR, usai Presiden Habibie membacakan pidato pertanggunjawaban, beberapa anggota DPR berteriak   “hu….hu…” kepada Habibie.  Mereka ingin merendahkan Habibie. Untung saat itu ada AM Fatwa yang mengingatkan para anggota DPR bahwa Habibie adalah seorang presiden dan personifikasi bangsa Indonesia yang harus mereka hormati.  Bayangkan, anggota DPR yang terhormat berperilaku seperti itu.

Kini pak Habibie sudah tua.  Mereka yang membenci Habibie mungkin sedang berkuasa saat ini.  Namun apa yang diberikan oleh para pembencinya itu untuk negeri dan bangsa ini?  Habibie telah berusaha membangun pusat teknologi dirgantara yang cocok untuk Indonesia yang merupakan negara kepulauan.  Hasil jerih payahnya sengaja dibuat bangkrut dan dilupakan. Amal solehnya diabaikan.  

Banyak yang membenci Habibie karena beliau pernah dekat dengan pak Harto.  Ada pula yang membencinya karena beliau pernah menjadi ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).  Orang-orang Katholik dan Kristen sangat ketakutan dengan keberadaan ICMI.  Orang-orang  mantan pejabat Orde baru yang kemudian tersingkir tiba-tiba ketakutan.  Beni Moerdani, Soemarlin, tiba-tiba tidak terdengar perannya.  Padahal mereka tadinya adalah orang-orang yang sangat dekat dengan Soeharto. Orang seperti Sarwono Kusumaatmaja  mendirikan Persatuan Cendekiawan Pembangunan Pancasila (PCPP) yang diketuai Prof. Rubianto Misman, rektor Unsoed saat itu.   Abdurrahman Wahid juga adalah orang yang saat itu berseberangan dengan Habibie. 

Tidak ada rasa terimakasih di dunia ini.  Padahal kata Rasulullah, “Siapa yang tidak berterimakasih kepada sesama manusia, maka ia tidak berterimakasih kepada Allah.”  Bilakah bangsa ini tampil terhormat kembali di bidang ilmu dan teknologi?  Jawabannya ada pada kita.

04 Juni, 2013

Suatu Siang di Jalan Raya Gombong-Kebumen



Ini peristiwa sekitar dua tahun yang lalu. Saya sedang berkendaraan pulang dari sebuah rapat di Stikes Muhammadiyah Gombong. Saat itu pukul 2 siang. Panas matahari terasa membakar wajah. Kendaraan saya jalankan pelan, karena jalanan padat. Sepeda motor berseliweran dari arah depan dan belakang, menambah ruwet jalanan. Saat itu anak-anak sekolah memenuhi jalanan karena sudah jam pulang.

Ada seorang kakek tua hendak menyeberang jalan. Ia tampak kesulitan dan ragu-ragu hendak menyeberang. Sekali ia melangkah maju, namun kemudian mundur lagi. Lalu lalang sepeda motor yang demikian kencang membuatnya tidak bernyali untuk menyeberang. Tiba-tiba ada seorang pelajar menepikan sepedanya, turun, dan menggandeng sang kakek. Dengan perlahan ia menuntun kakek tua itu sambil tangannya ia lambai-lambaikan sebagai isyarat agar kendaraan-kendaraan memelankan lajunya. Akhirnya ia berhasil menyeberangkan si kakek ke sisi jalan yang lain. Sang kakek hanya bisa menatap anak yang barus saja menolongnya. Si pelajar itu segera berbalik, menyeberang jalan, dan menaiki sepedanya kembali.

Dalam hitungan detik, saya berjalan sejajar dengan pelajar tadi. Sekilas saya baca tulisan di lengan baju seragam biru putih sang pelajar, dan di situ tertulis: SMP MUHAMMADIYAH GOMBONG.

Saya sampaikan cerita di atas di hadapan guru-guru, siswa dan orangtua siswa SMP Muhammadiyah Gombong. Saya ingin mengatakan, seorang pemimpin adalah seorang yang peduli kepada sesama. Menjadi anak pintar itu biasa, lulus dengan nilai UN tinggi, itu hal biasa. Namun mencetak anak menjadi sosok manusia yang penuh kepedulian, itu luar biasa. Itulah yang dimilki sekolah-sekolah Muhammadiyah. Itulah yang dikerjakan guru-guru Muhammadiyah. Kita tidak sedang mencetak seseorang yang nantinya menjadi pejabat, politisi, bos perusahaan, atau ulama. Tidak! Yang kita kerjakan adalah: mencetak seorang manusia.!

03 Juni, 2013

Hadits Tentang Musik

Hadis Pertama
Diriwayatkan oleh Buraidah bahwa Rasulullah SAW hendak menuju perperangan, ketika kembali dari perperangan seorang Jariyyah hitam datang menghampiri Rasulullah SAW seraya berkata ”wahai Rasulullah SAW sesungguhnya aku telah bernadzar apabila Engkau kembali dengan selamat aku akan menabuh Duff dan bernyanyi di hadapanmu, Rasulullah SAW bersabda ”apabila kau telah bernadzar maka tabuhlah sekarang karena apabila tidak maka engkau telah melanggar nadzarmu”. Kemudian Jariyyah tersebut menabuh Duff dan bernyanyi, kemudian Abu Bakar ra masuk ke rumah Rasulullah SAW ketika Jariyyah itu masih menabuh Duff dan bernyanyi, kemudian ketika Ali ra masuk dia masih menabuhnya dan ketika Utsman ra masuk dia juga tetap menabuh, ketika Umar ra masuk beliau langsung melemparkan Duff itu ke arahnya yang kemudian Jariyyah itu duduk. Lalu Rasulullah SAW bersabda ”wahai Umar sungguh setan akan takut kepadamu, sungguh ketika Aku duduk, dia menabuh Duff, ketika Abu Bakar masuk dia juga masih demikian, Ketika Ali masuk juga demikian, ketika Utsman masuk dia juga tetap menabuhnya akan tetapi ketika engkau masuk wahai Umar engkau lemparkan Duff itu”.
(Hadis Sunan Tirmidzi no 3690 dimana At Tirmidzi mengatakan hadis ini hasan shahih gharib, hadis ini juga dinyatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi. Juga diriwayatkan dalam Musnad Ahmad bab Buraidah no 22989 dengan sanad yang kuat, dan diriwayatkan dalam Shahih Ibnu Hibban hadis no 6892).
.
Hadis Kedua
Diriwayatkan dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz beliau berkata ”Rasulullah SAW datang, pagi-pagi ketika pernikahan saya kemudian Beliau SAW duduk dikursiku seperti halnya kau duduk sekarang ini di depanku, kemudian aku menyuruh para Jariyahmemainkan Duff,dengan menyanyikan lagu-lagu balada orang tua kami yang syahid pada perang Badr, mereka terus bernyanyi dengan syair yang mereka kuasai, sampai salah seorang dari mereka mengucapkan syair yang berbunyi…”Diantara kita telah hadir seorang Nabi yang mengetahui hari depan”…Maka Nabi SAW bersabda ”Adapun syair ini janganlah kamu nyanyikan”.(Hadis Shahih Bukhari Kitab Nikah Bab Dharbal Duff Al Nikah Wa Al Walimah no 5147, juga diriwayatkan dalam Shahih Ibnu Hibban no 5878).
Hadis Ketiga
Dari Aisyah ra Suatu hari Abu Bakar ra masuk ke rumah Rasul SAW disana ada duajariyah yang sedang bernyanyi dengan memainkan rebana, mereka sudah biasa bernyanyi, sedangkan Rasulullah SAW terhalang dengan tirainya. Abu Bakar melarang keduanya sehingga Rasulullah SAW membuka tirai sambil bersabda ”Wahai Abu Bakar biarkanlah(mereka bernyanyi) karena hari ini adalah hari Id(hari raya)”. (Hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim sebagaimana disampaikan Syaikh Al Albani dalam Ghayatul Maram Takhrij Al Halal Wal Haram Fil Islam hadis ke 399Al Maktab Al Islami Al Ula hal 227).

Hadis Keempat
Diriwayatkan dari Aisyah ra yang berkata ”di kamarku ada Jariyyah Anshar kemudian aku menikahkannya maka Rasulullah SAW masuk pada hari pernikahannya itu Beliau SAW sama sekali tidak mendengar nyanyian ataupun lahwu(permainan) kemudian Beliau SAW bersabda ”wahai Aisyah apakah engkau tidak memberikan nyanyian untuknya?”. Kemudian Beliau SAW bersabda lagi ”bukankah di kampung ini kampungnya orang Anshar yang mereka itu sangat menyukai nyanyian”.(Hadis dalam Shahih Ibnu Hibban no 5875 semua perawinya tsiqat).

Hadis kelima
Dari Amir bin Said dia berkata ”Aku masuk ke rumah Abi Mas’ud dan Qardhah bin Ka’ab dan diantara mereka ada beberapa Jariyah yang sedang bernyanyi,kemudian aku bertanya ”Apakah kalian melakukan semua ini padahal kalian itu sahabat Nabi SAW?” Abu Amir berkata lalu keduanya menjawab ”duduklah, jika engkau suka dengarkanlah bersama kami, akan tetapi jika tidak pergilah sungguh kami telah diberikan keringanan untuk bersuka ria selama walimah pernikahan”(Hadis Sunan An Nasa’i Bab Al Lahwu Wa Al Ghina ’Inda Al ’Arus hadis no 3168, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

24 April, 2013

Memantau UN di Ayah

Pagi ini, aku diajak suami memantau UN di Smp Muhammadiyah Ayah dan Mts Argosari Ayah.

Selepas shubuh aku tertidur, karena begadang nonton bola barca lawan bayern munchen. Sudah dibela belain nonton di tempat bunda, eh kalah lagi...hiks.

Kebetulan Yasmin libur, kebetulan aku sudah memasak nasi, tinggal menggoreng  telor dadar  untuk kak nadia. Ternyata, kak nadia makan bubur oat meal untuk sarapan.

Aku dibangunkan pukul 07.00 oleh suami, seperti biasa, sembari menghidangkan secangkir teh  hangat di tempat tidur,  untukku.
"Jadi ikut gak," kata suami. Sambil kucek kucek mata dan menyruput teh manis, aku menjawab "Ikut dong,"

Rupanya dimeja makan belum tersaji sarapan. Aku langsung memasak bihun goreng kesukaan Yasmin dan telor dadar.

Yasmin pun makan dengan lahap. Aku bergegas memakai pakaian, dan karena waktu tidak mencukupi, aku bawa saja nasi dan telor serta bihun goreng ke dalam mobil, dan aku makan di perjalanan. Tak lupa aku sudah membawa air minum.Kebetulan suamiku sudah sarapan ketika aku tertidur.

Kulihat di sepanjang jalan banyak polisi, ternyata hari ini demo angkutan umum, karena langkanya solar. Aduh pak beye? what are you doing sih??

Sampailah kami di SMP muh Ayah, peserta yang ikut hanya 30 an anak. Ternyata sedikit sekali siswanya. Dan memang akhir akhir ini sekolah muhammadiyah sedang kurang peminat. Why? Mungkin memang kurang kwalitasnya dibanding negri.
Aku berbincang bincang tentang sekolah ini, dengan teman lamaku yang juga menjadi guru disana, dan aku lihat sekolah ini sudah lama tidak diperhatikan. Atau ada pengelolaan yang salah.

Tapi kita tidak boleh menyerah, kata pepatah  disitu ada kemauan disitu ada jalan.

Setelah sekitar 1/2 jam suamiku berbincang dengan kepala sekolah, kami akhirnya menuju Desa Argosari.
Baru pertama kali ini aku kesana. Wah jalannya naik. berbukit bukit. Sampailah kami di jalan yang tak beraspal, jalannya tidak rata , tapi banyak sekali pepohonan rindang disana.AKu spot jantung , taku takut mobil terpeleset, tapi Suamiku ternyata jago nyetir juga, cocok masuk acara Top Gear nih....:)

Seandainya Pemerintah berbaik hati mengasapal jalan menuju sekolah itu, alangkah indahnya.

Aku  heran, ada ya guru yang mau mengajar di sekolah yang jauh dari kota. Aku acungin jempol buat guru guru hebat tersebut.
Disana tidak ada sekolah Negri. Yang ada sekolah Muhammadiyah. Betapa Muhammadiyah sudah membantu pemerintah dalam urusan Pendidikan. Coba bayangkan jika Muhammadiyah tidak mendirikan sekolah di desa pelosok tersebut?

Tapi sering kali setelah Muhammadiyah mendirikan sekolah, Pemerintah membuat tandingan, yang akhirnya mengakibatkan banyak sekolah Muhammadiyah tutup, karena tidak bisa bersaing.

Kami juga melihat gedung sekolah yang ambruk tiba tiba. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa. Para siswa akhirnya belajar di ruang koperasi. Aku lihat siswanya cukup rapi dan ceria.

Ketika kami berkeliling sekolah , ada satu ruangan kelas di bawah yang menghadap sungai. Rasanya sunyi dan tentram disana. Belajar pasti enak, dibanding belajar di sekolah yang bisning dengan suara kendaraan.

Aku berdiri di pintu kelas, sambil mendengarkan gemercik air , sayang aku tidak bawa kamera.

Aku perhatikan, seandainya sungai ini dibersihkan, ada beberapa sampah di ujung sungai, yang tidak dibuang yang menganggu pemandangan mata.

Andaikan sungai ini dijadikan view,untuk pemandangan, bukan dijadikan tempat yang tak berarti. Pasti indah sekali.

Sering kali orang menganggap sungai bukan sebagai sesuatu yang indah, malah sering di tempatkan dibelakang, bahkan untuk membuang sampah. Sehingga keindahan sungai tersebut hilang.

Dikota kota bahkan sampai membuat taman dan kolam agar serasa ada di desa. yang di desa justru ingin seperti di kota.
Harusnya Sekolah tersebut menjadikan sungai dan banyaknya pohon alam  sebagai nilai tambah di sekolah tersebut. Ini adalah sekolah alam yang luar biasa.
Sekolah dikelilingi banyak pepohonan rindang dan sungai alami.

Penting menyadarkan berbagai pihak tentang hal ini, Itulah gunanya silaturahim, mungkin selama ini pengurus jarang yang berpikir kesana.
Inilah awal yang baik, untu lebih memajukan sekolah.

Setelah dari MTs Argosari sekitar 100 meter darisana, ada MI argosari, kami menyempatkan mampir kesana, dan bersalaman dengan anak ana. Senang melihat anak anak berlari dan bermain. Permainan kasti dengan menggunakan bola dari daun kelapa. Asyik bukan. Sementara anak anak lain ada yang sedang shalat dhuha di temani guru mereka. Dari wajah wajah mereka, mereka kelihatan ceria dan percaya diri. Itulah pendidikan yang seharusnya membuat siswa bahagia dan ceria.

Akhirnya jam menunjukan 11.00 siang kami pun harus pulang...melewati jalan yang sudah penuh dengan kendaraan...



21 April, 2013

Puasa senin Kamis

Jam 03.15, kamarku diketuk oleh anak sulung kami nadia.Rupanya dia membangunkan kami, untuk sahur bersama. Kami berencana puasa senin kamis bersama. Baru sekali ini kami bisa puasa senin Kamis bersama.
Aku langsung menyiapkan sahur, telor dadar keju, sayur sawi, dan tempe goreng. Setelah selesai memasak, aku sempatkan shalat Tahajud.Rupanya kak Nadia mengikuti kami. Alhamdulilah bahagianya aku...:)

Kami mulai  makan bersama jam 04.00 , suasana menjelang shubuh tadi sangat ramai, dan penuh canda, suami merebus susu sapi, untuk nadia dan yasmin, juga membuat teh poci. Aku menyiapkan makanan. Dan kami pun berempat berhadap hadapan, aku mulai memimpin do'a :
Ya Allah semoga kami diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalan kan puasa hari ini, semoga kita tetap sabar dan selau menjadi orang orang yang bersyukur, Allohumma bariklana fiima Rozaktana wakina 'adza bannar,"
kamipun mulai makan sahur bersama

Rasanya seperti bulan ramdahan saja, setelah kami selesai sahur kami melanjutkan shalat Shubuh berjamaah, lalu tiba tiba ada suara petasan dari sebelah rumah. Lengkaplah sudah seperti bulan Ramdahan ,padahal masi 3 bulan lagi...:)

Ujian Nasional hemmm

Sekarang lagi heboh UN.
Pertama UN SMA yang kacau karena, banyak soal soal terlambat datang khususnya di luar jawa, karena keterlambatan dari percetakan. Akhirnya ujian pun diundur.
Beberapa akhirnya di fotokopi, dengan kualitas hasil cetak yang buruk, lembar kertas jawaban yang tipis, hingga, ketika mau menghapus, kertas menjadi sobek.

Benar sekali kartun Sukribo kemarin, yang ngatur UN para preman!!!

Yang lebih meresahkan, dan mengkhawatirkan,  siswa siwa sampe ketakutan dan akhirnya pada pergi ke makam, ada yang ke makam gus dur, ada yang ke duku, agar lulus.
Nah disinilah letak kegagalan pendidikan. Belum ujian saja sudah gagal, pendidikan bertujuan agar siswa bisa menggunakan logikanya. Kalo begini saja mereka percaya dengan hal hal yang tak masuk akal, bagaiaman masa depan mereka?

Dulu aku tidak begitu resah dengan Ujian baik ebtanas ataupun Ebta.
Ya belajar seperti biasa.
Anakku Yasmin, waktu ujian nasional kemarin, sakit, dai tidak bisa konsentrasi belajar, aku memintanya untuk istirhat saja. Nilainya turun. Biasanya dia ranking satu, jadi ranking tiga. ya bagiku tidak masalah, yang pentingnilai dia sehari hari bagus, ketika ujian siapapun bisa naik ataupun turun. Karena soal multiple choice tersebut, bisa saja siswa yang hanya mengarang tiba tiba nilai UN nya tinggi.

Jadi secara pribadi aku tidak begtiu mementingkan UN. Terserah Pemerintah.
Toh kita punya sekolah,dari TK sampai perguruan tinggi alhamdulilah Muhammadiyah punya sekolah. Dan saya yakin,  jika tidak diterima di negri, muhammadiyah pasti mau menerima..:)

Harapan saya, anak saya nantinya bukan jadi pegawai, tapi menjadi seorang yang punya pegawai, seperti kata kata Bapak saya almarhum Bp mas'udi ,      " jangan jadi pegawai, tapi jadilah orang yang punya pegawai," belakangan aku tahu kata kata itu juga sering diucapkan oleh suamiku, yang lulusan gontor juga, ternyata kata kata itu dari Kyai Gontor...:)

Gak usah resah kalo nilai kita jelek di UN,  kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh UN tapi, Gabungan  Prilaku , ketrampilan, dan kognisi kita.

So dont be sad  adik adiku sayang...negara sudah bikin kalian ketakutan dan tidak kreatif ayo lawan..!!!

17 April, 2013

MIRAS

Di Twitter lagi rame perbincangan Miras antara Uni fahira idris dengan Ulil 
Gimana menurut mu?
Menurutku aja deh, sepanjang yang aku tahu dari kecil sampe sekarang, yang namanya Minuman keras /Khamr itu ya haram. Karena mudharatnya lebih banyak dari manfaatnya. begitu yang aku tahu dan aku fahami.

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa’at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa’atnya”…”
Al Baqarah 219

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah , adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
Al MAidah 90




Kita sebagai seorang yang beriman tentunya harus mengingatkan bahwa Khamr itu tidak baik, karena Agama kita mengatakannya demikian, dan memang bagi kesehatan juga tidak baik, meskipun, ada sebagian lain yang berfungi sebagai obat. (pengecualian)

Dalam hal ini, aku setuju dengan mba Fahira, dia mengkampanyekan bahaya miras. Dan perlu menekan pada pemerintah agar di buat aturan yang jelas tentang Miras ini.
Dan aku setuju dengan bang ulil, yang membuat aturan ya Pemerintah.
Nah bagaimana Pemerintah kita? yang selama ini kita tahu sangat impoten dalam penegakan hukum.

Bagaimana anak-anak  dibawah umur  21 bisa mengkonsumsi miras dan dengan mudah mendapatkan barang haram ini di warung-warung kecil, begitu juga rokok. Mestinya pemerintah harus membuat aturan tegas, rokok hanya dijual pada orang dewasa.

Nah, yang saya tidak setuju dengan bang Ulil adalah pernyataannya yang mengatakan bahwa :

Minum satu gelas atau dua gelastidak apa apa selama tidak memabukkan. Bukannya Alkohol itu menyebabkan candu seperti rokok.
Dan dari minuman itu, lebih banyak mudharat untuk tubuh. dari segi kesehatan pun tidak baik. Bisa merusak tubuh. namnya saja minuman keras. Keras bagi tubuh.
Dan kata kata satu dua gelas itu bukan lah kata kata yang bijak menurut saya.

Bagaimana saya menjelaskan seperti itu kepada orang-orang awam?
Mungkin itu saja catatan saya. seperti dalam Al Qur'an dijelaskan, minuman yang memabukkan itu haram, juga untuk kebaikan kita. Mungkin sebaiknya kita bisa lebih bijak dalam membuat pernyataan dalam kerangka dakwah untuk menebar manfaat, bukan pada gontok gontokannya.

Membuka diskusi yang sehat itu bagus, saya rasa hal positifnya kita jadi lebih terbuka bebas berpendapat tanpa menhakimi yang satu sesat atau yang satu kurang ilmunya.

Islam itu membebaskan, membeaskan dari kejumudan berpikir yang membuat masayarakat terkungkung dalam kebodohan.
tapi bukan berarti bebas berbuat apa saja. Kita dianugerahi akal dan pikiran agar kita bisa menentukan mana yang lebih baik untuk kita pilih sebagai jalan hidup kita.
kalo khamar gak ada manfaatnya? untuk apa kita minum?



14 April, 2013

Urban legend : Kisah anak Durhaka jaman modern

Rasulullah saw bersabda: “Ada tiga macam dosa yang akibatnya disegerakan, tidak ditunda pada hari kiamat: durhaka kepada orang tua, menzalimi manusia, dan ingkar terhadap kebajikan.” (Al-Mustadrak 12: 360)

Rasulullah saw bersabda: “Dosa besar yang paling besar adalah syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua…” (Al-Mustadrak 17: 416)


Banyak sudah Kisah kisah tentang anak durhaka dari jaman nabi , seperti yang kita tahu ada Al qomah, yang ketika sakaratul maut mengalami kesulitan, karena dia menyakiti ibunya , akhirnya dimaafkan, dan akhirnya alqomah pun bisa meninggal dengan tenang

Kisah malin Kundang juga pernah menjadi legenda, dan dia dikutuk menjadi batu di tanah Minang sana.
Banyak yang mengatakan itu mitos. legenda. Mungkin saja. Tapi ajaran Agama kita mengajarkan bahwa Birrul walidain adalah suatu kewajiban.

Tapi dijaman nabi saya yakin itu adalah kisah sebenarnya, dan di jaman modern ini, aku sungguh melihat nya dengan kepala sendiri akibat berbuat durhaka pada orangtua.

Seorang wanita yang cantik kini berubah menjadi mengerikan wajahnya. Dulu wajahnya halus mulus, tapi kini wajahnya penuh dengan jerawat bernanah dan mengerikan, bukan jerawat biasa, sudah kemana mana berobat tapi belum jua sembuh.Banyak orang yang takut melihatnya. Tuhan sudah bekerja dengan caranya. Mungkin saja sang wanita tersebut salah memakai kosmetik, tapi Tuhan sedang menegurnya lewat kosmetik itu. Kun fayakun. Jika dengan teguran itupun masih tak merasa berdosa, itu sudah sangat keterlaluan.

Sayang sekali kecantikan wajahnya tidak diimbangi dengan kecantikan hati. Dua kali dia menyakiti ibundanya. Ibunda yang sangat taat pada Tuhan nya, selalu sholat tahajud, dan banyak bersedekah dan dia menjadi panutan banyak orang. 

Pertama, wanita ini menikah tanpa seizin orangtuanya, alias kawin lari, Ibunya sedih sekali, sangat menderita, kemudian, setelah 4 tahun, akhirnya sang wanita ini, kembali lagi ke rumah tanpa merasa bersalah, dan meminta semua keluarga menerimanya.
setelah semua kembali menerimanya, wanita ini mengulangi kesalahannya kembali, dia meminta cerai dari suami yang dulu di cintainya bahkan sampai rela kawin lari dan dia berselingkuh dengan seorang yang berkeluarga, yang istrinya masih familinya.
Kembali lagi sang bunda tersakiti untuk kedua kalinya, menasehati, melarang perbuatan kejinya, tapi sanga wanita cantik ini tidak menggubris, dan rela keluar dari rumah sang bunda demi hidup bersama sang pria yang sudah berkeluarga.
Betapa sang anak durhaka ini sudah mencoreng muka sang Ibu. Ibu yang sangat taat dengan Tuhan nya. Saya yakin Tuhan pun pasti marah. "Ridho Allah ada pada ridho orangtua"
Untuk kedua kalinya sang Bunda merasa tersakiti dengan perbuatan anaknya yang sudah jauh melenceng dari agama.

Dan setelah pernikahan denga pria berkeluarga itu, sekitar setahun, sanga wanita kembali lagi, dengan wajah penuh benjolan bernanah, dia selalu memakai masker. Dan itu sangat menyiksa dirinya. Dia tidak percaya diri lagi.
Entahlah dia pulang karena merasa menyesal atas perbuatannya, atau hanya karena malu wajahnya rusak, ataukarena dia telah dicampakkan oleh lelaki itu. Hanya Allah dan wanita itu yang tahu.

Tapi seorang Ibu tetapah seorang Ibu, Beliau mau menerimanya kembali. Tapi Tuhan tidak tidur, dia tidak rela dengan apa yang telah dilakukan wanita itu kepada Ibunya. Ibu yang sudah  merawat dari bayi, mendidiknya dengan ilmu agama dan contoh yang baik.

Tapi setelah dewasa perilakunya sangat menyimpang jauh dari kebenaran.
Aku jadi teringat Kisah nabi Nuh dalam Al qur'an, beliau seorang Nabi yang taat taoi beliau tidak dapat menolong anaknya yang kafir. Akhirnya anaknya ikut tenggelam karena tidak taat pada sang Ayah.

Dalam sebuah surat dalam Al Qur'an , surat Al Qasash 56 disebutkan :
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Kewajiban kita hanya memberi peringatan, setelah peringatan itu tidak diindahkan itu bukan kesalahan kita. Tuhan lebih tahu siapa yang mau menerima petunjuk, Semoga kita selalu berusaha mencari petunjuk jalan yang benar, jangan menjadikan hawa nafsu menjadi Tuhan kita.

Itulah sepenggal kisah di jaman modern ini, semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.
Bahwa Orangtua adalah seseorang yang wajib kita hormati dan kita sayangi, seperti dalam surat Luqman  ayat 14 :

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [1181]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Dan dalam surat Al Isra 23
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

Wallahu'a'lam bishawab.


12 April, 2013

Fragmen di Jum'at pagi






Penjual ikan dan belut yang ramah  itu selalu mampir kerumah menawarkan dagangannya. Pagi itu dia hanya membawa ikan gabus saja, biasanya dia juga membawa belut. lalu aku membelinya 1kg.
Sebelum pergi, seperti biasanya ibu muda yang mungkin baru berusia 27 tahun ini bercerita keadaan rumahtangganya yang semakin hari semakin memprihatinkan. Dia bercerita bahwa dia sering dipukuli suaminya, apalagi waktu dia hamil anak kedua,  yang akhirnya meninggal setelah lahir kedunia.
Suaminya juga sering berduaan dengan wanita lain. Dan tidak pernah memberi nafkah, makanya dia harus berjualan ikan berkeliling dari rumah ke rumah. Terus die cerita baru saja ke Kyai, mau menanyakan apa yang sedang dilakukan suaminya sekarang. lalu dia bertanya padaku, " bu aku mau ke dukun gimana?," lalu kujawab jangan ke dukun. Dosa, syirik itu namnya, nanti sholat kamu tak diterima.
lalu aku menyarankan, dilihat saja dulu, siapa tahu suamimu bisa berubah. Aku tanyakan? apa dia setiap hari masih tidur dirumah?
lalu dia menjawab ," masih bu,
Oh kalo begitu ya bagus lah. Siapa tahu dia bisa berubah, berdo'a dan pasrahkan sama Allah. Terus dia cerita lagi, tapi saya pingin cerai bu, aku dah gak kuat, tapi nanti saya tinggal dimana ya? katanya kebingungan. Rumah itu kan milik kita bersama, gentengnya dari saya bu, katanya polos,"
Berarti mbak belum siap bercerai, kataku, emang rumahnya mau diparo? hehe kataku menggoda,". Begini aja, sekarang sabar dulu, siapa tahu suami bisa berubah, jangan lupa sholat yg rajin, tahajud dll. 

"Iya bu, tapi gimana kalo saya pingin cerai, saya sudah gak kuat bu, tapi saya gak punya biaya, kata suami kalo kamu mau cerai ya sana, tapi biayamu sendiri lo, ungkap penjual ikan berkeluh,"

"Nanti coba tak tanyakan temanku yang pengacara ya, sekarang sabar dulu mudah2 an suami mu berubah menjadi lebih baik..., "kataku.
" oya sudah makasih ya bu kata dia gembira sambil ngloyor pergi dengan sepedanya.

Aku tahu dia menderita, tapi dia masih bisa bercerita sesekali sambil tersenyum, orangnya memang lucu, murah senyum, dan banyak tertawa..semoga nasib baik berpihak padamu...:)