25 Maret, 2015

Mulutmu Harimaumu

Berhati-hatilah dengan pikiranmu, karena itu akan menjadi ucapanmu.
Berhati-hatilah dengan ucapanmu, karena itu akan menjadi tindakanmu.
Berhati-hatilah dengan tindakanmu, karena itu akan menjadi kebiasaanmu.
Berhati-hatilah dengan kebiasaanmu, karena itu akan menjadi karaktermu.
Berhati-hatilah dengan karaktermu, karena itu akan menjadi tujuan hidupmu." 


Margareth Theacer- Iron Lady Movie

Baru baru ini Gubernur Jakarta , AHOK mendapat sorotan dari masyarakat luas. apa sebabnya?
Beliau mengucapkan kata kata tak pantas  (kotoran manusia, dan upatan lain) dalam wawancara live di stasiun Tv Kompas. Bukan hanya sekali atau dua kali beliau mengatakan kata kata kotor, tapi sudah berulang kali, dan sudah di ingatkan oleh pembawa acaranya, namun rupanya Ahok sudah tak bisa mengendalikan diri dan tetap mengeluarkan kata kata tak pantas tersebut.

Meski masih ada saja yang membela dengan alasan lebih baik berkata kotor yang penting tidak korupsi, bagi saya tak ada alasan apapun, Pemimpin sudah seharusnya menjaga tutur kata nya, dalam keadaan apapun. Tidak korupsi itu sudah wajib, begitupun dengan menjaga tutur kata. Standar seorang pemimpin harus lah lebih tinggi dari pada rakyatnya, karena dia menjadi contoh.

Dulu, Goerge Bush pernah mengucapkan kata kata "Shxt" dalam perbincangan tak sengaja dengan Tony Blair dan terekam kamera. Seluruh Amerika mengecamnya. Kata kata tersebut tak pantas di ucapkan oleh sorang pemimpin negara.

Baru saja Stasiun BBC memecat seorang Pembawa acara "Top Gear" karena memaki sang Produser selama 20 menit dan meninjunya.

Bagaimana dengan kita? Mengapa masih membela orang yang salah? Ada apa dengan masyarakat kita? 

Apa ada kaitan dengan  pendidikan di negri ini?
Apakah Sekolah sekolah kita memperhatikan perkembangan anak anak didik kita? Atau hanya menilai dari sudut kognitif saja?

Yang penting nilai ujian bagus, tapi cara bicara mereka payah?
Sering sekali saya menjumpai, di sekolah, anak anak masih berkata umpatan yang tak sopan, dan tak ada yang menegurnya.
Pernah saya jumpai, anak anak sedang berolah raga sepak bola  di alun alun, dan  didampingi seorang guru, ada seorang anak yang mengumpat, mungkin sang guru tak mendengarnya, atau entah membiarkan nya.
Mudah mudahan bukan sekolah Muhammadiyah.

Betapa pentingnya menjaga tutur kata, karena itu adalah bagian dari pendidikan akhlaq.
Nabi bersabda :

“Sesungguhnya Allah benci kepada orang yang buruk budi pekertinya serta kotor lidahnya.” (Hadits)

Kebetulan, saya mengajar di TPQ tiap sore, untuk anak anak  di sekitar rumah saya. Mereka berasal dari lingkungan yang kurang mampu dan kurang perhatian   serta pendidikan dari orangtua. Bisa dibayangkan, mereka sering sekali bicara kasar. Pertama kali mengajar mereka, saya cukup schock dengan umpatan umpatan kasar, seperti "guk guk", Gobxxok dan yang lain lain, yang tak pernah saya ucapkan sama sekali.Dan itu diucapakan oleh anak yang baru berusia 5 tahun.Sungguh memprihatinkan.Dimana mereka belajar?
Mereka tidak salah, karena mereka belajar itu dari keluarga, lingkungannya, ataupun dari televisi.

Saya tak kenal lelah untuk terus mengingatkan mereka, setiap ada yang berkata kotor, saya selalu menegurnya, dan memberikan sangsi.
Di sela sela kegiatan mengaji, untuk menambah kehalusan budi pekerti mereka, saya mengajari mereka banyak "Kata Mutiara" , menulis,  menyanyi, dan membaca puisi.
Di dinding tempat belajar, kata kata itu juga saya tempel, agar anak anak selalu membacanya. Sudah 1,5 tahun saya mengajar mereka, dan hasilnya, sudah banyak perubahan, kadang kadang masih ada kata kata buruk terlontar, tapi sudah berubah jauh lebih baik. 






24 Maret, 2015

KARUT MARUT BANGSAKU

Hampir 70 tahun Indonesia merdeka, tapi bangsaku bukan semakin baik, tapi semakin karut marut.
Setelah Reformasi 1998, berharap keadaan semakin baik, setelah jatuhnya Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun.
Yah, banyak hal positif dar Reformasi, kebebasan menyatakan pendapat, kebebasan berekspresi,dll. Buruknya? banyak juga, hasil reformasi, terpilihlah para pemimpin yang mempunyai kekuatan modal besar. Cukong cukong bermain. dri Pemilihan Kepala Daerah, DPR, hingga Presiden, dibiayai Cukong Cukong yang hanya berpikir masalah uang uang dan uang.

Terpilihlah JOKO WIDODO. Mantan Walikota Solo, yang mulus menjadi Gubernur Jakarta dan mulus menjadi Presiden RI. Cuku dengan Media para Cukong membaiyainya untuk menjadi Preiden Boneka.
Semua terpana pada kehebatan JOKO WIDODO, yang disulap oleh media seolah olah Pemimpin hebat.

JOKO memilih Kapolri yang tersangka korupsi,  BBM naik sesuai harga pasar, Impor juga terus berlanjut, DOLAR menguat rupiah semain melemah.

Ditambah lagi Pasangan nya AHOK. Yang dipuja puja Para Intelektul dari Profesor ternama samai Syafii Maarif. Katanya AHOK ANTI KORUPSI. MAkanya ketika ahok berkata KAsar, mereka mengamini asala tidak korupsi. STANDAR MORAL PEMIMPIN JADI RENDAH!!!

Pemimpin harus ANTI KORUPSI demikian juga tak boleh bicara KOTOR.
Apa Bukti Ahok ANTI Korupsi? Buktinya APBD AHOK banyak siluman, Bohong tentang izin reklamasi, ISTRI ikut RAPAT PROYEK? DAN...PARA INTELEKTUAL ITU DIAM SAJA. ADA APA DENGAN KALIAN!!!!

Mau sampai kapan ini berlanjut?
Ya Allah, jangan  jadikan Negriku di pimpin oleh orang orang Zalim...

SEGERA TURUNKAN JOKO DAN AHOK...GANTILAH DENGAN PEMIMPIN YG JUJUR DAN BENAR-BENAR INGIN MENYELAMATKAN NEGRI INI YA ALLAH...

17 Maret, 2015

Semangat Belajar Al Qur'an

Setiap sore, kami membuka TPQ , tempat pembelajaran Al Qur'an bagi anak anak di sekitar rumah kami. Sekitar 8-10 anak, mereka selalu datang setiap pukul 16.00 untuk belajar mengaji bersama.

Kemarin sore, pukul 15.30,  kebetulan lokasi TPQ masih disekitar rumah saya,  anak anak sudah mulai berdatangan dan mereka sudah mulai berteriak teriak sambil mengaji. A ba Ta...Sa ra Fa...dan ucapan ucapan kata kata huruf arab.

Ya, pelajaran belum juga dimulai, sekarang baru pukul 15.30  . pelajaran dimulai pukul 16.00, tapi mendengar celotehan anak anak menirukan pelajaran yang ernah saya ajarkan adalah suatu kebanggan tersendiri.

Mungkin itulah yang dinamakan anak anak memiliki semangat belajar yang tinggi. Say senang, bebarrti anak anak nyaman dengan pelajaran yang saya sampaikan. semoga saja.

16 Maret, 2015

Sakit Gigi : bekas dicabut !!!

Kembali gigiku  bermasalah, kali ini bukan karena bolong atau gusi bengkak, tapi karena bekas dicabut.
Akhirnya geraham ku harus dicabut. Nah seminggu setelah dicabut, aku merasakan sakit luar biasa. Mana dokter langgananku  sedang keluar kota.aku sudah meminum obat Asam Mefenamat, tapi gak berhasil. Sakit terus saja menemaniku. Uhhh....
Akhirnya aku searching Mbah google. kemungkinan Aku sakit DRY SOCKET. Aku juga sempat berdiskusi di Facebook, dengan temanku yang dokter gigi. Kata dia mungkin aku terkena DRY SOCKET. Mklum dia kan di medan, gak bisa lihat langsung kondisi ku.

Apa itu DRY SOCKET? Dari beberapa informasi Kurang lebihnya DRY SOCKET itu sebagai berikut.
Diambil dari Artikel Kompasiana

:http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2013/04/17/dry-socket-nyeri-hebat-sehabis-cabut-gigi-552111.html

Pencabutan gigi buat semua orang bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Namun dalam kondisi tertentu, khususnya bilamana gigi sudah mengalami kerusakan yang parah, cabut gigi merupakan tindakan yang akan dilakukan oleh dokter gigi. Setelah ekstraksi (pencabutan gigi), pasien secara umum dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan normal. Namun dalam persentase kecil, ada pasien yang mengalami nyeri yang amat sangat dan berkepanjangan di lokasi bekas pencabutan yang dinamakan dengan ‘dry socket’.
‘Socket’ adalah lubang pada tulang bekas gigi yang dicabut. Setelah gigi dicabut, maka pada socket ini akan terbentuk penggumpalan darah (blood clot) yang berfungsi untuk melindungi tulang dan syaraf yang ada di situ. Selanjutnya gumpalan darah ini akan diganti oleh jaringan granulasi dan pada akhirnya menjadi jaringan tulang. Pada kondisi-kondisi tertentu ‘socket’ ini gagal terlindungi oleh gumpalan darah, sehingga tulang pada lubang pencabutan ini nampak kering. Dan inilah yang dinamakan ‘dry socket’.
Akibat ‘dry socket’ ini, tulang terpapar dengan udara, makanan, cairan, dan zat lain yang masuk ke mulut. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada tulang dengan gejala rasa nyeri yang amat sangat (severe pain) dan bisa menjalar sampai ke leher, telinga dan kepala. Rasa nyeri ini timbul 2-5 hari setelah pencabutan gigi. Gejala tambahan lainnya adalah timbulnya halitosis (mulut yang berbau). Dry socket ini bukan disebabkan karena infeksi pada luka pencabutan, sehingga pemberian antibiotika sebenarnya tidak diperlukan. Pada pemeriksaan visual, tak nampak pembengkakan dan kemerahan sebagai petunjuk adanya infeksi. Demam (fever) juga tidak ada.Yang nampak justru adalah lubang tulang yang kering.
Apa yang menyebabkan gumpalan darah (blood clot) gagal terbentuk di dalamsocket ini? Salah satu penyebab utamanya adalah merokok setelah pencabutan gigi. Zat nikotin pada rokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah kapiler (vasokonstriksi), sehingga gagal terjadinya gumpalan darah. Demikian juga pada wanita yang memakai kontrasepsi oral, hormon estrogen dapat menghambat terbentuknya gumpalan darah. Disarankan juga agar pasien tidak berkumur-kumur, memakai sedotan minuman (straw), banyak meludah atau menyedot-nyedot darahnya setelah pencabutan, karena tindakan ini akan ’mencopot’ gumpalan darah yang sudah terbentuk pada socket tersebut.
Dry socket ini lebih sering terjadi pada rahang bawah dibandingkan pada rahang atas, karena suplai darah yang relatif lebih sedikit pada rahang bawah (mandible). Juga kecenderungan dry socket lebih sering terjadi pada gigi geraham bungsu (wisdom tooth) yang kedudukannya miring. Gigi yang sebelumnya sudah bermasalah sebelum dicabut, misalnya mengalami periodontitis (dengan gejala sangat sakit bilamana disentuh atau diketuk dengan jari), juga mempunyai prevalensi yang lebih tinggi mengalami dry socket. Wanita lebih sering dibandingkan pria mengalaminya dan persentase kasus ini sekitar 2-5% dari seluruh tindakan pencabutan ini.
Tindakan pengobatan untuk dry socket ini adalah dengan pemberian obat penghilang rasa sakit golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) seperti ibuprofen. Juga pasien disarankan untuk berkumur dengan air garam atau cairan kumur (mouthwash) lainnya. Dry socket dengan gejala rasa nyeri yang amat sangat ini dapat berlangsung antara 10 sampai 40 hari.
Tindakan preventif untuk mencegah dry socket ini adalah tidak merokok beberapa hari setelah pencabutan gigi, tidak menggunakan pil KB pada hari pencabutan gigi dan menghindari segala gerakan menyedot (berkumur, mengisap-isap, meludah berkali-kali, memakai sedotan minuman dan sebagainya).


Setelah konsul dengan Dokter Gigi Vinny temanku, aku diminta meminum : Clyndamicin  (tiap 8 jam sekali diminum) dan Obat Penghilang rasa sakit jenis FLAMAR 50 gram, berkumur dg air garam hangat, juga menempelkan bawang putih ke bekas luka. Alhamdulilalah lumayan mereda sakitnya.

Siang ini aku akan menemui dokter langgananku. 

JAMAN KEWOLAK WALIK

Baru saja saya membaca sebuah berita, tentang pemboikotan kepada seorang Perancang Busana Dolce and Gabanna.

Kira kira kenapa Dolce and Gabanna diboikot? apa dia melakukan Kriminalitas? atau pelecehan seksual? atau penipuan?  NO NO NO

Dolce and Gabanna hanya mengatakan ketidak setujuan nya terhadap adopsi anak oleh pasangan GAY.

berikut petikan yang lebih lengkap.

"Membina keluarga bukan hanya sekadar iseng saja. Di dalamnya harus memiliki rasa supranatural. Tidak ada keturunan kimia, dan rahim sewaan. Kehidupan memiliki aliran alami, ada hal-hal yang tidak boleh diubah. Kami menentang adopsi gay. Kami menentang ide seorang anak tumbuh dengan dua orangtua gay. Seorang anak membutuhkan seorang ibu dan ayah. Saya tidak bisa membayangkan masa kecil saya tanpa ibu," ungkap Dolce & Gabbana seperti dilansir Aceshowbiz, Minggu (15/3/2015)

Saya setuju dengan pandangan Dolce and Gabanna.

Tapi Kelompok Gay rupanya berbeda pandangan , Boikot ini tentu saja dipelopori oleh si Pasangan Gay, siapa lagi kalo Bukan ELthon John dan David Furnish.

Yah begitulah dunia, mengatakan kebenaran malah diBully, sementara orang ramai ramai mendukung sesuatu yang salah. What's wrong with this world?




11 Maret, 2015

Belajar di Luar Ruangan


Jika ditanya apa kenangan yang paling menggembirkan waktu sekolah dasar dulu, jawabku, ketika aku menari, menyanyi, Menggambar dan berkebun.
Ya, semua yang dilakukan diatas adalah belajar yang menyenangkan.
Belajar terus menerus dalam kelas, bisa menimbulkan kejenuhan. Apalagi sekolah kita rata rata bergedung dan tidak memiliki lahan yang luas untuk bermain.

Pembelajaran di  dalam kelas selama  6 jam akan menimbulkan kebosanan, untuk itu Guru harus kreatif, sesekali mengajak siswa untuk belajar di luar kelas.

Kita tahu, Ilmuwan ilmuwa yang kita kenal menemukan enemuan nya ketika mereka sedang melakukan sesuatu diluar. Newton ketika duduk dibawah pohon apel, Archimdes ketika duduk berendam di dalam bathtube, Benyamin franklin menemukan penangkal petir smabil bermain layang layang.

Perhatikan, semua penemuan itu di temukan ketika mereka beradar diluar  ruang kelas yang beku.
Saya tidak tahu, apa alasannya. Yang pasti dengan berada di luar akan ada banyak inspirasi, tidak tersekat oleh tembok tembok, dengan melihat melihat pohon pohon, dan hembusan  udara yang segar,  menjadikan peredaran  darah lancar, dan otakpun lebih bergairah. Mungkin...
Bersentuhan dengan alam sungguh memberikan inspirasi  bagi pembelajaran untuk siswa.
Jadi, dalam seminggu usahakan 2 atau 3 kali pembelajaran dilakukan diluar kelas sambil berjalan jalan dan praktek langsung di lapangan.

Saya  lihat di Website  JPSM ini, sudah banyak sekolah sekolah yang melakukan pembelajarn di luar ruang kelas, seperti ke peternakan, mengunjungi gedung DPRD, Demo, ke pasar, dll
Itu metode yang sangat baik, dan dari kegiatan kegiatan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengikutinya.

Insya allah metode tersebut tak banyak mengeluarkan biaya. Dengan keterbatasan sekolah tidak ada alasan sekolah muhammadiyah untuk terus berkreasi. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat siswa dan sekolah menjadi maju.

Misal Setiap hari Ibu, ajak anak anak untuk membuat puisi bagi ibu nya masing masing. Akan ada ratusan puisi yang berbeda dari kreasi siswa. Disitu siswa mendpat 2 point, belajar menulis, dan menumbuhkan karakter kecintaan kepada Ibu.

Ketika Hari Bumi misalnya, anak anak diminta membawa 1 buah pot berisi bunga dan didedikasikan untuk sekolah. Anak anak belajar mencintai lingkungan, sekolah pun mendapat bonus, pohon sehingga Sekolah lebih sejuk.

Ketika hari Narkoba ajak anak anak untuk latihan berdemo sambil membawa Poster Poster anti narkoba, ajak anak berkeliling. Sambil Promosi sekolah, anak anak kenal dengan bahaya narkoba, anak anak pun bergembira.

Banyak hal yang bisa dilakukan , dari hal hal kecil yang tidak kita sangka, ayo terus berkreasi...
maju terus Sekolah Sekolah Muhammadiyah!!!

10 Maret, 2015

Pepaya ku


Aku tak  tahu pasti kapan Pohon Pepaya ini tumbuh.
Pepaya ini Tumbuh subur di depan Musholla Karyawan, sekaligus TPQ Nasyiah.
Tahu tahu sudah besar dan bebuah lebat.Pohon nya pun melengkung, tidak lurus, karena tumbuh di dekat Mesisn genteng yang sudah tak terpakai. Agar Pohon itu tak roboh, Pohon itu di sangga dengan bambu.
Banyak yang sudah menikmati rasa buah pepaya itu. Baik mentah, mungkin untuk disayur, ataupun dinikmati sebagai buah.
Ya Hadza min Fadli robbi, ini adalah sebagian rahmat dari Tuhanku. Aku merasa tak pernah menanamnya, dia tumbuh dan berbuah yang bisa dinikmati oleh semua orang.
Jika ada yang meminta, silahkan, tidak izin juga tak mengapa, ijin itu lebih baik dan terhormat.
Kemarin ada seorang ibu yang memakai sepeda berkunjung kerumahku, dan berkata : Bu, ini pohon pepaya ibu,? katanya "Iya, bagaimana bu, kataku.
Saya boleh memintanya,"katanya. Oya silahkan ambil, kataku
Lalu si ibu berjilbab itupun meuju ke letak pohon pepaya, lalu menuju ke arahku, "Saya minta 4 buah ya bu, terimakasih ".katanya
Oya, kataku santai,"

08 Maret, 2015

Kabulkan ya Robbi


Kami punya niat, jika ada rejeki ingin membangun masjid untuk Ranting Kedawung. Ranting Muhammadiyah Kedawung belum memiliki masjid. Sesuai anjuran PDM, setia ranting diharakan memiliki masjid, agar terjadi silaturahmi dan memiliki tempat berkumpul bagi para jamaah muhammadiyah di setiap desa.

Rencana kami, bekas Tungku pembakaran Genteng yang sudah tidak terpakai akan kami bongkar, dan akan kami wakafkan tanah tersebut untuk pendirian Masjid.
Semoga niat tulus kami mendapat kemudahan dari yang diatas.

Bayanganku, setiap sholat 5 waktu diadakan shalat Jamaah, dan jika sore hari bisa untuk mengaji anak anak TPQ, ada perpustakaan juga. dan Rapat rapat serta pengajian bisa menggunakan Masji tersebut. Mudahkanlah ya Allah  Amin Ya robbal 'alamin.

24 Februari, 2015

Hanya gara gara "TATTO HELLO KITTY"





Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan peristiwa pengeroyokan pelajar putri bernama (LA) oleh sekelompok  pelajar putri lainnya, sebut saja Geng Hello Kitty.
Peristiwa ini kurang  begitu menggema karena tertutup oleh berita politik yang semakin hari semakin tak asyik.

Hanya karena tersinggung dengan tato hello Kitty, sekelompok siswi putri tega melakukan penyiksaan, memotong rambut, menyundut kulit dengan rokok, bahkan sampai menyakiti kemaluan sang siswi. Yah pelakunya remaja putri. Sungguh memprihatinkan.

Dimana guru? dimana Orangtua?  Dimana pemerintah? dimana Masyarakat?

Kenapa hal ini sampai terjadi?
Mari hal hal tersbut menjadi refleksi bagi kita sebagai Orangtua, Guru, maupun masyarakat.
Adakah yang salah dengan pendidikan kita?

Disebutkan dalam salah satu berita, bahwa Kos kosan mereka, (Geng hello Kity) kos kos an yang bebas, campur antara pria dan wanita banyak terlibat narkoba . Masyarakatpun mulai berdemo agar Kos Kosan itu ditutup. (sumber detik.com )

Kenapa anak anak sekolah diperbolehkan bertato?
Apa itu luput dari perhatian Guru? karena sibuk mengurus sertifikasi?
Kenapa luput dari perhatian orangtua? apa karena orangtua sibuk mencari materi?
Kenapa luput dari perhatian masyarakat? apa karena masyarakat sudah tidak peduli?

Menurut  Psikolog dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Paulus, fenomena penganiayaan sadis yang dilakukan delapan perempuan dan dua orang lelaki berusia 16-21 tahun itu merupakan dampak dari penguruh buruk lingkungan.
Bisa dari orang tua, lingkungan sekitar dan media yang mereka temui setiap hari.“Bisa saja mereka meniru cara-cara di sinetron atau internet bagaimana melakukan penganiayaan. Dengan cara itu mereka melampiaskan kemarahannya,” imbuhnya.
Cukup, cukup peristiwa Jogja jadi pelajaran bagi kita semua, Orangtua, guru, masyarakat, Pemerintah, semua harus membuka mata,
Ada yang salah dengan pendidikan kita?
Apa yang salah?
mari kita berbesar hati terus menerus introspeksi diri
Sebelum terlambat. Karena para pelajar ini kelak yang akan memimpin bangsa ini.
Mari siapkan putra putri kita dengan baik, mengajar dan mendidik mereka, membekali mereka dengan ilmu , ketrampilan dan budi pekerti, agar mereka menjadi orang orang yang berguna bukan menjadi sampah masyarakat.

Barang Langka itu bernama "Kepedulian"



     
      Siswa berseragam biru putih itu sedang asyik merokok, tiba tiba seeorang  pria mengambil rokok dari mulutnya dan membuangnya ke tempat sampah.
“Maaf, jangan merokok ya dek, kamu kan masih sekolah, kasihan orangtuamu,” kata sang pria menasehati siswa tersebut. Sang siswa yang tak dikenalnya pun merasa bersalah dan mengucap, “Maaf pak, terimakasih,”

Pria tersebut bukan guru sang siswa dan sepertinya tak mengenal  siswa berseragam biru putih tersebut, tapi, dia  punya keprihatinan besar, kenapa anak sekolah sudah merokok, pada saat jam pelajaran. Itulah yang bernama kepedulian.

Coba jika si penjual rokok tersebut peduli, dan tidak mengijinkan sang anak membeli karena masih di bawah umur, mungkin si anak tersebut urung merokok.

Suatu hari ketika khutbah Idul Fitri, Sang Khatib sedang serius berpidato, di ujung sana ada siswa siswa berseragam biru putih berlarian keluar dari shaf dan mencari tempat yang santai. Peristiwa itu sedikit memecah konsentrasi, karena sang Khatib sedang khusyu, sementara di ujung sana ada keramaian siswa yang  sedang berpindah tempat. Siswa siswa tersebut mungkin tak merasa jika apa yang mereka lakukan membuat suasana tidak tertib, seharusnya mereka tetap di posisinya, dan tekun mendengarkan khutbah. Tak ada satupun yang memperingatkan siswa siswa tersebut, padahal siswa tersebut didampingi sang guru. Celakanya, sang guru tak merasa bahwa yang dilakukan muridnya itu salah.Atau sang Guru tak peduli?

Ketika saya berlolah raga di alun alun, sering saya jumpai  beberapa siswa yang sedang praktek bermain bola mengucap kata kata kasar dengan teman mereka dan sang Guru diam saja, tidak menegur. Batin saya, ini guru hanya mengajar tapi tak mendidik. Bisa dimaklumi, jika sering terjadi perkelahian di dunia sepak bola kita.  Guru  tersebut hanya mengajar bermain bola saja. Etika tak pernah diajarkan.

Rupanya kepedulian menjadi barang langka di negri ini.  Bahkan di institusi Pendidikan yang merupakan tempat tumbuhnya calon calon Pemimpin. Bagaimana akan tumbuh Pemimpin, jika anak anak tak mendapat pendidikan  budi pekerti yang baik, ada anak berisik dibiarkan, ada anak merokok dibiarkan, ada anak berkata kasar dibiarkan, anak anak membuang sampah sembarangan dibiarkan.

Memang berat menjadi seorang Guru, kalo ingin enak enakaan ya jangan jadi Guru. Guru selain mengajar juga mendidik, jadi lah guru dimanapun anda berada, bukan hanya di sekolah, tapi diluar sekolahpun kita harus memiliki jiwa guru. Dengan memiliki jiwa Guru  akan tumbuh kepedulian baik di sekolah maupun di ligkungan sekitar anda.

Saya pernah menjumpai Guru merokok di lingkungan sekolah. Dan itu sangat disayangkan, merokok saja tidak baik, apalagi di sekolah, bagaimana mau menasehati siswa agar  tidak merokok, jika sang siswa melihat sang guru merokok di depan mata kepalanya sendiri.
Itu yang namanya “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari’

Jika semua pihak memiliki kepedulian terhadap pendidikan, baik orangtua, guru juga masyarakat, Insyaallah negri kita akan menjadi negeri yang maju.


22 Februari, 2015

The Ethos Of PERANG BADAR


Kalo Prof Imam terkenal dengan bukunya The Ethos Of Sakura,   tulisan ini   saya beri judul judul "The Ethos of Perang Badar".

Kalo Mendengar  kata Perang Badar, apalagi  waktu pemilu kemarin, pasti ingatan kita langsung melayang ke sosok hebat Amien Rais. Ya, karena Pernyataan nya tentang Perang Badar waktu Pilpres  membuat heboh seluruh Indonesia, pernyataannya banyak disalah fahami  orang yang tidak suka mengecek berita.Atau orang yang membaca sepintas pintas.
Perang Badar yang disampaikan Pak Amien Rais bukan dalam tujuan bahwa Peperangan antar dua kandidat Capres seperti Perang Badar, bukan itu, tapi Pak Amien Rais  sedang memberikan motivasi kepada Tim Sukses salah satu Capres agar dalam berkompetisi memiliki semangat Perang Badar. Dalam Perang Badar, Semua prajurit benar-benar memiliki semangat untuk berjuang, bukan mengharap harta rampasan perang/materi. Sementara ketika perang Uhud, para prajurit berperang dengan tujuan memiliki harta rampasan. Apa yang terjadi? Mereka Kalah dalam Perang Uhud, dan menang dalam perang Badar.
Intinya, Jangan mengharap Materi.Semangat berjuang yang dimenjadi niat utama, materi akan menyusulnya.
Kita tahu dalam Perang Badar, Kaum muaslim yang berjumlah 313 orang bisa mengalahkan 1000 Pasukan Kafir. Luar biasa.Dalam Al Qur'an surat Ali Imran 123 dsebutkan :

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

Dan dijelaskan dalam ALqur'an, dalam perang Badar Allah menurunkan 3000 Malaikat yang ikut membantu kaum Muslim.


Kembali lagi ke masalah utama pendidikan kita, Khususnya di Muhammadiyah, bahwa, amal usaha seperti pendidikan yang digagas oleh Muhammadiyah adalah untuk perjuangan membebaskan masyarakat dari kebodohan. Jadi tujuan utamanya bukan untuk bisnis, tapi perjuangan. Jika dalam Perjuangan ternyata menghasilkan keuntungan, itu adalah bonus. Keberhasilan akan datang dengan sendirinya. Lain Jika sejak awal para guru  dan karyawan  itu hanya memiliki tujuan jangka pendek, materi, maka anda akan kecewa mengajar di Sekolah Muhammadiyah.Jika niatnya hanya mencari materi, seger anda mengundurkan diri dari Sekolah Muhammadiyah.

Ethos of Perang Badar perlu dimiliki para Guru atau karyawan di amal usaha Muhammadiyah. Bekerja di amal usaha Muhammadiyah itu dalam rangka berjuang, meski pun dalam rangka berjuang tetap  harus menjunjung tinggi profesionalitas.
Jangan iri dengan guru di sekolah negri, yang setiap bulan gajian nya penuh dan dijamin Pemerintah, meski mengajarnya asal asalan.
Saya meliat justru orang orang yang memiliki semangat juang lah yang akan berhasil.

Anda bisa melihat  banyak sekolah  sekolah Muhammadiyah , dimana  guru gurunya mungkin banyak yang belum PNS, belum sertifikasi, tapi semangat  mengajarnya luar biasa.
The Ethos of Perang Badar ini bisa dilihat dalam Film Laskar Pelangi, dimana bu Guru Muslimah tetap mau mengajar meski muridnya tinggal segelintir. Karena Tujuan bu Muslimah itu benar benar ingin mendidik siswa, tak masalah siswa hanya satu atau dua orang.Sementara ada guru lain yang ingin pergi dari sekolah demi mendapat materi, akhirnya keluar dari Sekolah tersebut
Banyak juga Guru guru yang hanya menjadikan Sekolah Muhammadiyah sebagai batu loncatan.
Guru guru Muhammadiyah mesti mencontoh Bu Muslimah. Meski akhirnya sekolah SD Muhammadiyah Gantong harus tutup.
Jika kita memiliki The Ethos of Perang Badar,Insya Allah kita akan mendapatkan dua duanya, sekolah yang maju dan dipercaya masyarakat, rezeki pun akan datang.
Tak usah ragu dalam berjuang, Dalam Perang Badar Allah menurunkan 3000 Malaikat yang membantu Peperangan kaum muslim. Begitupun dalam Berjuang meningkatkan Pendidikan, nanti akan ada tangan tangan Malaikat yang menolong  dari segala arah, seperti dalam Perang Badar

Bukankan Allah berjanji  dalam surat Muhammad ayat 7:
Jika Engkau menolong agama Allah, Allah akan menolongmu, dan meneguhkan kedudukanmu.

Masih ragu dengan janji Allah???? Mari Kobarkan The Ethos of Perang Badar dalam memajukan Pendidikan anak anak kita.



17 Februari, 2015

MUSIC MAKES THE DIFFERENCE


Hari senin kemarin saya sebagai Ketua Komite  diundang untuk  menghadiri acara "Simposium Nasional" dengan tema  Menjadi sekolah Modern yang Mulia,
Yang membuat acara lebih bergetar dan berbeda,  diantaranya, ada beberapa penampilan musik, berup paduan suara baik dari siswa maupun guru-guru nya.

Tak mau ketinggalan, Sang Pembicara, Prof Imam Robanadi, sebelum memulai ceramahnya, beliau bernyanyi , dan kembali dilanjutkan ditengah tengah acara, beliau kembali bernyanyi lagi bersama Ketua PDM, kebetulan saya yang mengiringi, meskipun iringan saya masih acakadut. Bebarapa kunci saya akui ada yang miss, entah kenapa siang itu saya gak pede alias ndredeg mengiringi seorang Profesor. Hahaha.

Penampilan  siswa siswa SMP muhammadiyah, berikut guru gurnya,  meski tak sempurna, tapi cukup menghibur. Yang membuat saya menitikkan air mata, ketika anak - anak menyanyikan lagu "Laskar Pelangi", samil bergandengan tangan. Entah kenapa ingatan saya langsung tertancap pada Ikal , lintang, Mahar dan teman teman nya di SD muhammadiyah Gantong dalam Filem Laskar Pelangi.

Baru saja menitikan air mata karena terharu, tiba tiba ada kejutan dari seorang siswa yang menyelipkan aksi rap nya di sela sela musik, sayang sang siswa tidak maju ke depan, tapi hanya di dekat sang player.Lalu sang siswa pun maju ke depan panggung, setelah mendapat masukan dari panitia.

Dalam acara -acara Muhammadiyah, ada acara yang di selingi dengan hiburan musik ada yang tanpa musik. Penambahan musik dalam suatu acara menurut saya, merupakan suatu kemajuan. Dengan Musik, suasana akan  menjadi rilex dan menyegarkan.


Di tengah acara, Prof Imam pun beberapa kali menyanyi, dan itu merupakan suatu cara  untuk menghilangkan kebosanan. Dan terbukti, semua peserta simposium tetap berada ditempat, bahkan tak terasa, acara sudah melewati jam seharusnya.Tapi para peserta tetap setia mendengarkan ceramah Prof Imam.Ada kehangatan dan kekaraban disana. Ya mungkin diantaranya karena ada hiburan menyanyi.

Di Sekolah Sekolah Muhammadiyah, jarang sekali kita temui guru musik. Mungkin karena Musik tak begitu penting , atau tidak di Ujian Nasional (UN) kan.

Padahal musik sangat baik bagi perkembangan jiwa anak.

Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". 
Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".

Menurut Dr Kuei Pin Yeo, orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar Doctor dalam bidang seni permainan piano dari Manhattan School of Music, New York menjelaskan bahwa mengenalkan musik pada anak sebaiknya dilakukan sejak dini, karena peran musik sangat besar dalam menstimulasi pertumbuhan jaringan sel otak anak. Mengenalkan musik pada anak bisa dimulai dengan mendengarkan musik, melibatkan pada kegiatan-kegiatan bermusik. Baru setelah anak mampu memegang alat musik sendiri, biarkan ia memainkan alat musik. Umumnya anak usia prasekolah (5-6 tahun) sudah dapat memainkan alat musik sendiri.     


Dra Linda Primana MSi Psi, menambahkan mengenalkan musik pada anak bukan hanya berpengaruh pada kecerdasan saja melainkan juga dampak psikologisnya. Terlebih bila anak mampu memainkan alat musik sendiri, akan menambah nilai positif baginya.


Para Ilmuwan Islam, dari Ibnu Sina, Al Kindi, Al farabi  selain terkenal sebagai Filsuf, mereka  ternyata menguasai  alat musik.

Al-Farabi bernama lengkap Abu Nasr Muhammad ibn al-Farakh al-Farabi. Dia lahir pada tahun 870 di Farab, Turki bagian tengah.  Selain dikenal sebagai seorang filsuf, al-Farabi juga dikenal sebagai pakar musik. Dialah penemu not musik. Temuan ini ia tulis dalam kitab al-Musiq al-Kabir (Buku Besar tentang Musik). Buku yang membahas ilmu dasar musik ini telah menjadi rujukan penting bagi perkembangan musik klasik Barat.

Dalam karya fenomenal itu, al-Farabi menulis bahwa musik dapat menciptakan perasaan tenang dan nyaman. Musik, juga mampu mempengaruhi moral, mengendalikan emosi, mengembangkan spiritualitas, dan menyembuhkan penyakit seperti gangguan psikosomatik. Karena itu bagi al-Farabi, musik bisa menjadi alat terapi. Sebab, musik adalah sesuatu yang muncul dari tabiat manusia dalam menangkap suara indah yang ada di sekelilingnya .

Musik dapat menjadikan anak pintar terutama di bidang logika matematika dan bahasa. Keindahan musik adalah kata-kata yang menyatu dengan nada, sehingga anak memiliki keinginan yang kuat untuk bergabung di dalamnya dan tanpa disadari anak turut ber­dendang dengan kata-katanya sendiri  misalnya dengan menyanyikan ba..ba..ba..ba..ba, mengetuk-ngetukkan atau menjentik-jentikan jari-jari tangan atau mengangguk-anggukkan kepala setiap kali mendengar irama musik dan sebagainya. Tapi keinginan untuk mengikuti lagu yang ia dengar, akan mendorongnya untuk berlatih terus menerus.

Musik mampu mempenga­ruhi perkembangan intelektual anak dan bisa membuat anak pintar bersosialisasi. Musik dapat mengoptimal­kan perkembangan intelektual anak dan musik juga bisa membuat anak jadi cerdas sekaligus kreatif, musik juga dapat membangun rasa percaya diri dan kemandirian. Dengan musik anak akan peka terhadap lingkungannya, karena di dalam musik ada bagiannya masing-masing, seperti musik pop, dangdut, jazz, klasik, ataupun rock. Tidak hanya itu, jika seluruh fungsi anggota tubuh dirangsang dengan cara bermusik maka akan menjadikan anak lebih disiplin dan cepat tanggap

Kini saatnya Sekolah Sekolah Muhammadiyah mulai menganggap pelajaran musik sebagai pelajaran yang penting. Karena Musik sangat berpengaruh bagi perkembangan otak maupun emosional anak.


Bayangkan jika dalam acara acara tak ada musik, suasana terkesan kaku.

Dalam pelajaran pun, musik sangat dibutuhkan. Belajar bahasa Sambil menyanyi, membuat anak anak mudah menerima pelajaran.

Kemarin dalam acara Simposium, Prof Imam memberi tantangan kepada guru guru SMP Muhammadiyah untuk menyanyikan lagu Jepang, yang berjudul "Tsugaru Kaikyo".Tantangan itu diterima oleh para guru. Dan mereka menyanyikan nya dengan cukup baik, meski ada yang salah, toh orang lain tak tahu karena itu bahasa asing. Jadi pede aja lagi...

Saya salut dengan keberanian para guru menerima tantangan tersebut.Pasti setiap hari mereka  berlatih sambil mendengarkan lagu jepang itu berulang kali.

Sampai dirumah, rupanya suami saya memutar terus lagu Jepang tahun 70-an tersebut. Virus Imam Robandi menular rupanya. Otomatis, karena tiap hari diputar, saya pun jadi  ikut menyukainya, sebentar saja sudah hafal nadanya, yang susah di hafal  adalah liriknya, lirik  yang teringat   hanya sayonara anata , watasiwa kaedimase hahaha. 
Insyaallah, jika pak Imam hadir lagi di Kebumen, saya sudah bisa mengiringi beliau menyanyi " Tsugaru Kaikyo".
Ini menjadi catatan penting, bahwa  dengan sentuhan musik,  lebih memudahkan kita dalam mempelajari Bahasa asing, mungkin ini bisa menjadi insprasi bagi para guru untuk mengajar bahasa asing dengan cara yang menyenangkan.



*Dimbil dari berbagai sumber




11 Februari, 2015

Belajar dengan gembira

Aku bukan guru, juga bukan lulusan sekolah pendidikan guru, tapi aku memberanikan diri  memulai untuk mengajar TPQ sore yang aku dirikan sejak september tahun 2013 lalu, Alhamdulillah sampai saat ini masih konsisten.Semoga Tuhan memberi kemudahan, amin

Entah benar atau tidak caraku mengajar, aku tak tak tahu, yang pasti aku ingin anak anak bisa 'senang" belajar. Bukan ketakutan.  Bahkan bagaimana menjadikan mereka yang ketagihan untuk belajar mengaji.

Acara belajar mengaji di TPQ kami memang belum mengikui kurikulum apapun, saya hanya memakai buku ajar model IQRA karangan Kyai H. As'ad Humam. Setiap anak bergantian satu demi satu belajar membaca.
Setelah semua selesai membaca, biasanya mereka bermain. Dalam bermain, kadang mereka suka sambil ejek ejekan dan berkata kata yang kotor, disitulah peran kita untuk menegur mereka, agar tidak berkata yang kotor. Aku selalu mengingatkan mereka, setelah terlanjur mengucapkan kata kata kotor, ayo ucapkan "Astaghfirullah" dan jangan diulangi lagi.

Sesi istirahat, anak anak biasanya sambil membeli jajanan, nah, disitu lah anak anak terlihat karakternya. Apa Mereka membuang sampah sembarangan? Ketika bermain baru terlihat. Ketika di kelas, kita sulit melacakya. Ketika kita menjumpai anak anak membuang sampah sembarangan, tegur mereka, terus sekali dua kali, sampai bosan, nanti anak anak akan terbiasa membuang sampah di tempah sampah. Dan akan merasa berdosa jika buang sampah sembarangan.

Setelah mengaji, mereka juga kadang menggambar, menyanyi dan membaca buku. Di TPQ , kami sediakan buku buku bacaan yang bisa dibaca sepuasnya. Lalu kadang mereka menanyakan sesuatu yang belum difahaminya. Aku menganggap mereka teman, bukan berarti mereka tidak hormat, mereka tetap menghormatiku, tapi dengan begitu, mereka menjadi berani dan mau bertanya apa saja,mau menyampaikan pendapat, dengan begitu pikiran mereka terbuka.




membaca juzamma dan terjemhnya


ada yang menggambar, membaca, dll

yusuf sedang mengajari sesa mengaji...hihi...cocok jadi guru



Gak enak body

Sejak kegiatan di sempor, badanku sepertinya tidak fit. Sampai sekarang. Padahal ada kegiatan kegiatan lain yang harus aku lakukan.
Sakit ku dari dulu hingga kini sama. Masuk angin. Dan yang sekarang, leher terasa kaku, Punggung kaku, sulit menengok ke  kiri dan ke kanan, tidur tak nyenyak, makanpun tak enak, seperti lagu "Prahara Cinta"

Makanpun tak enak, tidurku pun tiada nyenyak, mengapa...semua begitu..

Mau periksa, sepertinya cemen banget. Mungkin aku hanya perlu istirahat.

Acara di sempor, tanggal 24-25  januari 2015, dan kini, sudah tanggal 12 februari 2015, sudah hampir3  minggu, gak fit, pusing, bangun tidur tak segar, oh God...
Kemarin berturut2 aku harus ke semarang, rapat aisyiyah koordiasi muktamar, paginya ada musyda di magelang, aku berangkat dalam keadaan tidak fit, dan karena aku sudah berjanji, maka mau tak mau aku harus pergi. Itu adalah tanggung jawab.

Orang lain mungkin tak tahu, bahwa aku sedang kurang fit, karena aku juga masih sempat bernarsis narsis ria. Tapi tak perlu orang lain tahu bukan? hehe

Bersama Zuhri, sekrearis NA kebumen

bersama ani susanti ketua ipm, calon kader NA
Reuni Assalam, di Musda NA Magelang, bersama Azizah dan Zuhri

Ulang Tahun Anggun

Hari sabtu aku tak bisa mengajar TPQ, karena aku harus rapat di Gombong. Aku lupa sore itu anggun ulang tahun, rupanya dia sudah membawa kue ultah untuk dirayakan bersama.Sore itu kak nadia dan Jasmina yang menggantikan aku mengajar mengaji.
Bisa kubayangkan, betapa kecewanya anggun, karena tak bisa merayakan ulang tahun bersama. Kue nya dibawa pulang lagi kerumah.
Hari senin sore tiba, lebih gasik dari biasanya anggun dan ayu, kakaknya sudah datang ke mushola. Lalu mengetuk pintu, assalamu'alaikum, wa'alaikum salam, jawabku. Aku segera menemui merek diluar.
Bu, nanti potong kue," kata ayu. Oya, kemarin kesini ya, maaf ya, ibu tak bisa mengajar karena ada rapat. Akhirnya, sesuai kesepakatan, semua mengaji dulu, setelah selesai, baru acara potong kue dan tiup lilin dilakukan.




Yusuf

Ada yang menarik, yusuf gak diperolehkan ikut acara ulangtahun oleh anggun.
Yusuf sengaja tidak diberitahu, bahwa sore itu ada perayaan ulang tahun.
Mereka berbisik padaku bahwa, aku tak boleh mengabarkan kan acara ini pada yusuf.
Karena yusuf juga kebetulan ingin pulang, maka yusufpun pergi, dia tidak ikut acara itu.

Setelah yusuf pergi, aku menasehati anak anak. Kalian tidak boleh seperti itu. Ulang tahun kan untuk berbagi, apa salah yusuf tak boleh ikut acara ini? Dia kan suka memberi kalian jajan juga, Meskipun yusuf kadng suka pamer, kita tak boleh jahat padanya.
Oke, sekarang yusuf sudah pulang, kita lanjutkan acara ini. Anak anakpun terdiam.

Aku langsung merubah suasana tegang dengan menyanyi sambil bertepuk tangan. Pnjang umurnya panjang umurnya panjang umur dan serta mulia......Happy birhday to you...happy birthday to you...

Sebelum menipu lilin, aku memimpin doa bersama, agar anggun menjadi anak yg solehah, dimudahkan rizkinya, diluaskan ilmunya, dan semua kita semua di beri kebahagiaan di dunia dan akherat.

Lalu, saatnya meniup lilin, lilin pun ditiup, lalu kue dipotong, dan dibagikan rata ke semua anaka yang datang.

Masih ada kue yang tersisa, ada 5 potong. Oke, sekarang masih ada  potong kue, bagaimana jika 5 potong ini, satu diberikan padan sesa, kebetulan hari ini dia tidak masuk, dan satu potong lagi untuk yusuf, kataku. Anggun setuju. Terimakasih anggun, kamu memang anak yang hebat. Aku mengambilkan dus untuk menaruh kue. acara selesai, merekapun pulang dengan gembira.

01 Februari, 2015

100 hari Pemerintahan Jokowi

Senin, 2 Februari 2015

Sepertinya aku harus berlapang dada, dan mulai move on Jokowi jadi Presiden.  Sudah 7 bulan selepas Pilpres, rasa sakit hatiku belum sembuh juga....Hihi
Yah bagaimana coba rasa masanya selama ikut pemilu, pilihanku selalu gagal jadi Presiden.
Amien Rais, JK, Prabowo? semua pilihanku GAGAL coba. Bisa dimaklumi kan cin...uhuk

Sebenarnya waktu nyalon Gubernur, aku masih mendukung Jokowi. Coba lihat deh di status FB ku. isinya puja puji buat Jokowi. aku suka Jokowi karena dia sederhana (Entah pencitraan atau tidak) terus dia itu egaliter, gak gaya sok birokrat gitu...

Tapi ketika ada Prabwo sebagai pesaing Jokowi, otomatis aku berpikir dan mulai mempelajari Prabowo dong, selain dia anak Sumitro begawan Ekonomi indonesia,  kelemahan nya dia karena terkena kasus penculikan meski semua sudah dilepas, dan dia kan hanaya bawahan yang disuruh harusnya atasan nya dong yang bertanggung jawab.
Terus kelemahan dia lain, karena pernah jadi mantunya soeharto, jadi bau bau orba nya cukup menyengat. Meski antara Soemitro dan Soeharto sebenarnya mempunyai pandangan yang berseberangan, kan tak semua orang tahu. Hanya yang suka baca saja yang tahu detil detil nya. Tahunya Prabowo ya Orba begitu. Yah begitulah

Yang bikin aku memilih Prabowo diantara nya dia juga wawasan nya luas, rajin baca, menguasai beberapa bahasa, dan dia berhasil membawa kopassus menjadi sesuatu yang dibanggakan.
dan satu lagi referensi dari Dawam raharjo, bahwa dia itu TIDAK ANTI KRITIK.

Okelah, sudah lupakan saja PILPRES...huks, PILPRES lalu bikin sejarah tersendiri bagiku. Beberapa saudara memilih Jokowi, juga teman teman, membuat hubungan agaka renggang, soalnya status facebook kami saling menyerang, seolah merasa jago kitalah yang benar. Dan sepertinya sampai kini aroma perselisihan itu belum juga mereda, waktu juga yang akan menghapusnya. UHUKS...

kembali lagi ke 100 hari Jokowi, siapa akan menyangka di 100 hari Jokowi, beliau malah mengundang Prabowo ke Istana. Apa pasal? jokowi butuh dukungan ,agar keputusan nya nanti....entah menolak BG atau tidak. BG tahu kan Budi Gunawan calon Kapolri yang mendapat status tersangka oleh KPK? bisa didukung semua pihak. Dan Prabowo dengan ikhlas datang.
Banyak juga pendukung prabowow yang gak setuju jika Prabowo ikut mendukung Jokowi. Gimana tidak? Jokowi sudah dibantu jadi Gubernur, eh malah jadi pesaingnya di Pilpres.
Tapi prabowo ternyata punya pemikiran lain.


Tidak pernah kita duga juga, akan ada Skandal skandal antara KPK dan PDIP yang dibuka habis habisan oleh PDIP.
Sehingga semua rahasi rahasia yang semula rang tidak tahu menjadi ceto welo welo.
Rumah Kaca Abraham Samad, yang ditulis oleh seseorang, menymapiakan bahwa Samad telah menggunakan kedudukan nya untuk merayu PDIP agar dicalonkan menjadi Cawapres Jokowi.

Sesuatu yang tidak disangka sangka, mereka membongkar aib mereka sendiri. Apa mereka gak sadar ya?



Rupanya Samad sempat tergoda untuk menjadi Cawapres Jokowi, dengan imbalan imbalan tertentu.
Makanya waktu jaman Pilpres, Samad deket banget dengan PDIP. Yah mungkin di PHPIn Jokowi. Gak salah sih, Samad nya aja keganjenan. Dan Samad gak nyangka kalo yang jadi malah JK. Aduh sakitnya tuh disini....


Ya sudah lah, banyak yang harus diceritakan, yang pasti 100 hari jokowi, banyak hal yang belum memuaskan, misal perpanjangan  MoU dengan Freeport yang menyalahi UU, pemberian dana 70 T untuk BUMN, Tim Mafia Migas yang mandul, juga penegakan hukum. Ada yang aku dukung, Menteri Rahmat Gobel kebijakan nya bagus, melarang Penjualan  MIRAS di miniarket, juga kebijakan Anies Baswedan menjdaikan UN bukan standar kelulusan.

Aku merasa sudah memilih Presiden yang tepat, tapi aku tetap berusaha Move on kok...meski susah...UHUKS, seperti pesan Prabowo : Becik ketitik Ala Ketara, sepertinya Tuhan punya caranya sendiri untuk memerlihatkan rencananya. Kenapa Prabowo harus kalah? Mungkin Tuhan punya Rahasia yang kita tak tahu sebelumnya.
Moralnya adalah, tetaplah pada jalan yang benar, meski kalah kita sudah berusaha dan berada di jalan yang lurus, bukan karena tipudaya dan kebohongan disana sini. Hasil kita serahkan pada Allah


MOVE ON NAVI...COMMON...

31 Desember, 2014

Liburan Keluarga di Karimun Jawa

Kamis, 25 Desember 2014

Pagi2 aku sudah pergi ke pasar, aku hunting Leper pesanan eyang . Sebenarnya sudah ada leper sih, tapi menurut suami, untuk rombongan 27 orang hanya satu toples masih kurang. Semalam kami mencari2 dimana penjual leper. Di toko biasa, milik orang China, dan si iwa, sudah tutup. Mungkin mereka natalan/ atau liburan??. Ditelpon uga gak diangkat. Beberapa toko sudah dijambangi suamiku gagal. Semalaman suami resah, gara gara tak mendapatkan leper tambahan.
Brem brem, motorku melaju enuju pasar. Masih pukul 06.00 pagi pasar sudah ramai aku masuk lewat pintu tengah, lalu aku langsung menanyakan kepada pemilik kios makanan. Jual Leper pak?"kataku
wah ndak ,mba, coba ke toko diujung lal mba kekanan, sudah buka belum? coba saja, katanya ramah.
Terimakasih pak. Baik sekali si Bapak tadi, aku langsung mendoakan nya semoga dagangannya laris.
Aku langsung menuju kios yang ditunukan sibapak tadi. Beeberapa orang sedang menawar dan si Pedagang sedang sibuk melayani pembeli. Ada leper pak? kataku. Coba bu masih ada gak , kata sibapak, akhirnya istrinya mengeluarkan 1 plastik besar leper. Ini mbak satu kilonya 10.000 2 kg 20,000, katanya. AKu langsung membeli semuanya, 20.rb. Hatiku gembira, bisa mendapatkan apa ayang aku cari, lalu aku menjuju penjual tahu. Aku akan membuat tahu bakso untuk cemilan di lburan nanti, tak lupa aku juga membeli ayam tepung untuk bekal di perjalanan.
Sesampai dirumah, suamiku berbinar, karena aku berhasil mendapatkan si leper, aku langsung menggorengnya, dan memasukannya ke dalam toples besar. AYam, nasi , tumis pare sudah siap, tahu bakso juga sudah siap, semua barang tas, koper sudah siap. Jam 08.30 kami melaju menuju Jepara, Hotel Samudra di tepi pantai Kartini.
Badanku rupanya tak begitu fit, sepanjang perjalanan menju Jepara, rasanya dingin. Itu tandanya, ada sesuatu dengan perutku. Kami berhenti untuk sejeank menikmati kelapa muda di pinggir kota demak.
Setiap mendengar kata demak, yg terlintas di memoriku adalah banyak orang yang mencucui baju dipinggir kali di sepanjang jalan kot demak. Itu 4 tahun lalu, dan kemarin ketika aku melwatinya lagi ternyata, masih banyak ibu2 yang mencuci baju dipinggir kali  tersebut. Hanya jumlahnya tak sebanyak 4 tahun lalu.
Kami tiba di jepara, pukul 15.30 wib, disana sudah ada eyang, tante lili dan yang lain, karena aku sedang kurang enak badan, aku langsung shalat ashar dan dhuhur jama, dan tidur. Aku belm sempat bertegur sapa dengan semua.
Malam selepas isya, aku terbangun, dan aku makan malam. Aku mulai menyapa semua saudara yg sudah datang.lalu aku kembali ke kamar dan tidur, Aku berharap perjalanan liburan ini bisa menyenangkan, dan keadaan tubuhku kembali normal.










Jum'at, 26 Desember 2014
Adzan shubuh berkumandang, Kebetulan masjid hanya 3 rumah dari hotel, kamipun shalat shubuh.
Pagi jam 07.00 semua sudah siap dan akan segera sarapan di bawah. Tahu bakso ku akhirnya bisa dinikmati dengan sarapan pagi itu, nasi goreng dan telur ceplok.
Jam 08.00 kami bersiap ke pelabuhan, untuk menyebrang ke pulau karimun. Tiket nya sudah di atur oleh si adrian, pemimpin rombongan. AKu lihat sih harganya 150.000,-
Kapal berangkat ke karimun sekitar pukul 09.00, sepanjang perjalanan, aku mengantuk, apalagi aku duduk paling depan, dan dekat sekali dengan televisi. Saat itu di putar film yang kurang aku suka, kecuali pemeran nya. Ya ZOMBIE....tapi pemeran utamanya sayang untuk di lewatkan, Brad Pitt....akhirnya nonton juga, meski kadang sambil merem melek...:p
waktu menunjukan Pukul 11.00 , si adrian pemimpin rombongan menuju ke tempat kami, dan mengatakan bahwa kami harus segera bersiap siap karena sudah hampir sampai.
Pukul 11. 15, sampailah kami di karimun jawa. Disana sudah ada 3 mobil carteran yang akan membawa kami ke tempat penginapan kami.
Jalan menuju ke penginapan sekitar 10 menit. Suasan di  Karimun Jawa tidak seindah pantainya, masih banyak warga yang hidup dibawah garis kemiskinan, rumah rumahnya juga sederhana, dan jarang warga yang berjilbab. Sepertinya daerah abangan. Itu menurutku, mungkin aku  belum melihat lokasi lain. Menuju penginapan melewati jalan2 kecil, disana sudah banyak villa besar yang sudah dibangun , yang kabarnya milik orang asing, tapi orang indonesia yang mengelolanya. Kami melalui gang kecil, dengan melewati rumah2 penduduk yang sederhana dan  terkesan tak rapi, aku tak menyangka disana ada sebuah villa indah  di tepi pantai




Keluarga Kami memesan 4 rumah untuk disewa selama 2 hari, satu rumah besar yag persis ditepi pantai untuk 3 keluarga, 1 rumah sedang untuk 2 keluarga, dan yang berada agak jauh dr pantai untuk eyang dan pasangan yang memiliki anak kecil. (kalo di tepi pantai takut nyemplung...:)
Vila ini namanya Rumah Alchi, pemiliknya konon...katanya orang Jerman.
Waktu kami bertanya tanya dengan pengelola, salah satu pekerja disana berkata : Orang Karimun sebenarnya pintar pintar, tapi tak mau tinggal di Karimun, mereka keluar kota, jadi dosen, pegawai ...
hemmm, aku mendegrakan dengan penuh perhatian, dan berfikir, benar juga, justru yang memanfaatkan Pulau Karimun  malah orang Asing, mereka membuat villa, dan  disewakan disana, yah karena mereka banyak modal, dan kreatif juga. Itulah tantangan untuk kita, kenapa kita selalu saja kalah? apa karena kita malas untuk berfikir? gak mau cape berusaha? tidak salah juga diambil asing...
Orang asing membuka lapangan pekerjaan di sini, sehingga banyak warga Karimun memperoleh pekerjaan, yah meski jadi supir, dan memasak untuk makanan para pelancong yang berlibur.
Yanga ku sayangkan kenapa bukan pengusaha Pribumi? dan kenapa negara membolehkan kepemilikan asing di negri kita? atau itu memang diperbolehkan ya. Kita sendiri tau, Keluarga ndonesia banyak yang memiliki properti di luar negeri. Au ahh gelappp..

Oya, bagi yang ingin menginap di Karimun Jawa, Rumah Alchi yang kami tempati recomended banget. Tarifnya aku kurang faham, mungkin bisa di lihat di websitenya. Ini kamar mandi dalamnya. Desainnya memang artistik, gaya jawa.


Oya , di Karimun jawa, listrik mati mulai jam 07.00 pagi sampai jam 17.00 wib. jadi kalo mau hemat baterai, kalo malah semua peralatan teknologi sebisa mungkin dicharge.
Kembali ke cerita, sesampai kami di penginapan, lalu kami makan siang di penginapan, makan nya di gazebo sekitar villa. 

Pukul 13.00 kami bersiap siap menuju laut untuk snorkling, perjalanan ke tengah laut sekitar 45 menit.







Kelapa Miring

Selepas Snorkling, kami berhenti disebuah pulau  Kelapa Miring.
Disana banyak orang berjualan makanan dan kelapa muda, dan banyak orang yang berfoto di kelapa miring tersebut, termasuk aku.
Untuk foto di kelapa miring ini, kelihatannya biasa saja, tapi begitu anda memanjat, tiba2 rasanya seperti mengerikan, jadi baru satu tapak sudah ketakutan, karena memnag aku takut ketinggian
 pukul 17.00 kami selesai snorkling, dan kembali ke villa untuk istirahat. Makan malam disiapkan oleh Kru Wisata, makan malam yang leat : ikan bakar dan samabl yang luar biasa, ada lauk lain sih ayam dan telur, tapi aku tak tertarik. Selepas makan malam, kami bernyanyi  bersama, yang main gitar Yasmin. Kami puas bernyanyi bersama sampai puluk 21.00 wib. Dan kami harus segara tidur untuk perjalanan esok hari , yang cukup menyita waktu, kami dijadwalkan keluar pagi jam 09.00 dan pulang jam 17.00 wib. harus punya energi yang cukup agar tidak sakit.


Sabtu, 27 Desember 2014
Aku terbangun karena mati lampu, aku tak bisa tidur dengan suasana amat gelap. Cuaca malam itu juga cukup mencekam, air pasang dan beberapa kali memasuki rumah. Angin kencang.Semua tirai bergoyang goyang.
Akhirnya meski tak begitu nyenyak akupun tertidur juga, dan bangun pukul 04.00
Kami segera shalat shubuh dan pukul 08.00 akan berkayar menuju sebuah pulau dan mencari spot, lagi2 untuk snorking. Tapi ditempat yg berbeda. setelah puas snorkling, kami akan menuju  Pulau Tengah untuk  Bakar ikan disana.  Menuju Pulau Tengah, cuaca kurang mendukung, hujan dan angin kencang mewarnai perjalanan kami ke Pulau Tengah. Akhirnya setelah sekitar 30 menit bercengkerama dengan cuaca buruk, kami sampai di Pulau tengah sangat indah, Pulaunya tak begitu besar, banyak pohon kelapa dan cear serta pasir putihnya yang menggoda.Hujan semakin deras, acara foto foto sepertinya gagal, padahal pemandangan disana sangat indah.
Kami berteduh di salah satu rumah vila yang tak ditempati dalam keadaan kedinginan. Yah sungguh dingin, dan akupun tak bisa menahan hasrat untuk buang air kecil. Perut ku sampai sakit, mana disana wc hanya 1. Oh My God, bisa saja sih, pipis di jalan atau di laut, tapi entah kenapa, aku tak bisa hiii

Setelah menunggu sekian lama, ikan bakarpun selesai di bakar dan kami yang sedang kelaparan dan kedinginan langsung menyantap ikan yang sudah disediakan, aku sampai habis 3 ikan, sambalnya enak, campuran kecap dan kacang.
Sedainya kami hars ke penagkarana hiu, dan satu spot lagi untuk snorkling, tapi karena cuaca sangat buruk,  kami gagal kesana. Perjalanan menuju villa cukup jauh sekitar 1jam, dan dalam cuaca yang buruk, hujan dan angin kencang, karena kedinginan, aku pindah di dalamkapal, disana hangat, meski harus terganggu dengan suara mesin kapal, aku bisa tertidur dan bangun ketika kapal sudah sampai di depan villa. Alhamdulillah.Kami tiba di Villa pukul 16.30, cuaca masih buruk, hujan dan angin kencang.
Ahad, 28 Desember 2014
Kami harus segera  bersiap siap untuk pulang. Adrian si Ketua Rombongan wanti wanti jam tujuh pagi harus sudah siap, karena kapal akan berangkat lebih pagi, karena cuaca yang buruk.
Sampai juga kami di KApal, kapal berlayar pukul 08.30, dankami sampai di jepara pukul 11.00
Kami pun bersalaman dengan semua, mneandkana bahwa perjalana liburan ni sudah berakhir.

Dari Jepara menuju kebumen, kami mampir makan siang di semarang, beberapa kali akan mampir rumah makan, rumah makan nya sepi, makan siang ini agak terlambat, jam 14 30 kami baru makan siang


26 November, 2014

Cerita Siang : KOMPENSASI PENGKHIANATAN CINTA



Siang ini, ada seorang Yu Sop bercerit padaku, dia janda dengan 6 orang anak.
Bu, pacar saya sudah menikah.
Lalu dia mulai bercerita..
Saya dapat cerita dari teman saya,
Dengn perasaan kesal dan patah hati, si wanita ingn mendatangi rumah si wanita yang dijadikan istri itu.
"Kamu jangan kesana, kata teman nya, dia mantan preman lho, lagian kamu bukan siap siapanya, yang salah ya pacarmu itu, berhubungan dengn dua wanita sekaligus, dan menikah gak bilang bilang, malah justru masih berhubungan,'nasehat teman nya
Akhirnya diadakan lah pertemua di kantor si Pria. Mereka bertemu bertiga
"saya minta maaf sudah berhubungan dg suami mbak, saya gak tahu kalo suami mba itu sudah menikah, kata temanku, kata yu sop
Si wanita yg  menjadi istrinya, juga memita maaf, karena suaminya sudah berbohong, dan malah tidak menjadikannya istri

Alhasil si wanita ini meminta suaminya membayar ganti rugi kepada Yu Sop yg gagal dijadikan istri.
Al kisah si wanita ini kecewa kepada sang suami krn  suaminya maaf tidak bisa memenuhi kebutuhan biologisnya

Dia bercerita slama 5 bulan menikah suaminya tak bisa berhubungan

Yu Sop  pernah bercerita bahwa, si pria berjanji tak akan menikah dg wanita manapun kecuali dia.

Nah sang istri merasa, ketidak bisaan suami pasti karena dia sudah menghianati janjinya.
Sekarang sang istri sedang berupaya agar suaminya membayar ganti rugi setiap bulan kpd Yu Sop yg sdh dikhianatinya, agar hubungan biologis nya bisa kembali normal.

Alkisah dua wanita yang dikhianati si pria kini  bersahabat dekat. Bahkan sang Wanita yang menjadi istri si pria ingin menjadi saudaranya.

Pokoknya, aku gak mau kalo kamu gak kasih kompensasi kepada Yu Sop
Hihi ada ada aja y hidup ini..

sang pria itupun terlihat lemas diKERAOYOK dua wanita di depan nya..hahah

25 Oktober, 2014

Sedep

Sabtu pagi pukul 06.00 kami meluncur ke banjarnegara, om kami mantu. Kami menuju banjarnegara berempat, Aku suami, nadia dan jasmine. Sebelum berangkat kami sudah mengisi perut dengan secangkir teh dan roti bakar. Rupanya suami kelaparan, dan meminta berhenti sejenak di Sempor. Kami sudah sampai di Sempor, warung pertama penuh sekali, lalu kami lewati, sambil terus berbicara suami mengatakan, kalo kita tidak makan sekarang, nanti sulit dapat warung lagi (lapar niye...heheh)

Oke deh , akhirnya kamipun menghentikan mobil. Sepertinya  warung bu parni langganan kita tidak begitu ramai.
Warung di Pinggir danau sempor ini memang sederhana,  bentuknya juga sederhana, hanya bangunan non permanen, tembok dan gedek, tempatnya juga terbuka, maksudnya kita makan sambil melihat kebulan asap dari dapur, si ibu memasak di warung itu juga, memasaknya pun memakai kayu bakar, bukan kompor.
Aku langsung ke dalam mengambil tempe mendoan ukuran besar, satu tempe ini cukup untuk ber empat, lalu aku mengambil nasi putih, centongnya asik sekali dari bathok kelapa yang sederhana, aku lalu aku mengambil sayur oseng buncis, dan sayur gudeg kuah. Belum makan saja rasanya sudah sedep.

Yasmin dan Nadia sepertinya juga menikmati makan di warung pinggiran di tepi danau ini. Yasmin bilang, beda ya bu makan di Pizza Hut sama disini? maksudnya enaknya beda gitu...Ya jelas, di Pizza Hut memang enak, tapi rasanyanya biasa, kalo disini rasanya sedep...sedep itu gimana ya, sederhana , tapi berkesan, mungkin itu kata kata yang teapt untuk mengartikan "sedep"...

Suami makan 1 piring nasi gudeg, dan tambahan ketan kelapa. Suamiku makan nya banyak sekali.
Aku duduk bertiga dengan nadia dan yasmin sambil berhadapan dengan suamiku.
Kami bertiga sedang membicarakan suami karena setelah makan, terlihat sangat sumringah, sambil mengangguk anggukan kepala, dan senyum senyum sendiri, sepertinya dia sangat puasa bisa makan diwarung idaman nya ini, hehe...

Sudah lama memang kami tak mampir di warung ini, sejak 2011, jadi cukup membuat kangen,apalagi memang suasana sedang lapar. Seperti yang sudah pernah saya ceritakan di Blog ini, warung ini sangat manusiawi, harganya murah di kantong, banyak juga dari kaum tionghoa mampi kesini, karena memang makan disini wenak dan maknyuss, sesekali jika lewat sempor dipagi hari dan perut anda lapar, mampirlah di warung sederhana nan merakyat ini, anda tidak akan menyesal, justru anda pasti ketagihan....heheheh