11 Februari, 2013

Orangtua harus melek Teknologi

Data yang tercatat di Komnas PA menyebutkan, sepanjang 2012 ini telah terjadi sebanyak 27 kasus penculikan anak serta kekerasan seksual yang berawal dari jejaring sosial seperti halnya facebook."Sampai September 2012 kemarin ada 21 kasus. Dan untuk bulan Oktober ini sudah ada enam orang yang menjadi korban facebook. Makanya sebagai orangtua harus lebih hati-hati dan memprioritaskan pengawasan terhadap anaknya," tambah Arist. (sumber : inilah.com)

Data dari Komnas PA diatas menjadi keprihatinan kita bersama, betapa teknologi informasi yang berkembang begitu cepat, bagai pisau bermata dua. Di satu sisi memiliki banyak sekali manfaat, dan disatu sisi ada juga mudharat nya. Semua itu tergantung pada diri kita, dan kita sebagai orangtua, juga harus mengantisipasi dampak buruk dari teknologi.

Jalan keluarnya adalah bukan dengan menghindari teknologi informasi, karena hal yang bermanfaat dari berkembangnya teknologi ini juga tidak bisa kita pungkiri. Jika kita menghindarinya, kita akan tertinggal jauh dan ketinggalan informasi. sementara di depan mata kita anak anak kita sudah jago dan sangat akrab dengan teknologi. Dari handphone, internet, I-pad, dsb.

Untuk itu kita sebagai orangtua, atau mungkin kakak, saudara, tetangga, dari jutaan anak di indonesia, harus memiliki kepedulian dengan anak anak kita.

Bagi orangtua, jika anak kita sudah punya akun jejaring sosial, seperti facebook, twitter, atau blog, hendaknya orangtua juga memantaunya, dengan memiliki akun jejaring sosial juga. Sehingga orangtua tau dengan siapa anaknya berteman, bagaimana status status anak anak kita. Sehingga menghindari hal hal yang tidak di inginkan jika ada orang yang ingin berbuat jahat dengan anak kita.

Dan usahakan teman teman dari anak kita adalah anak- anak atau orang dewasa yang dikenal dan sopan dan beretika.
 Pernah suatu kejadian, saya memiliki seorang teman pria, yang memposting gambar "tak senonoh" dan mengupload di wall nya. Teman saya itu ternyata teman  anak saya juga. Otomatis di dinding anak saya akan muncul gambar tak senonoh tersebut.
sebelum anak saya melihat gambar tersebut, saya langsung menghapus teman saya dari pertemanan anak saya. kebetulan saya juga punya password anak saya, jadi saya selalu bisa mengecek  akun tersebut,
Dan langsung saya menulis pesan kepada teman saya tersebut, agar berhati hati mengupload gambar, karena teman anda bukan hanya orang dewasa, tapi disana ada anak anak juga. Rupanya banyak orang dewasa yang kurang peka dengan hal hal tersebut. Saya fikir teman saya juga seorang yang cukup sopan, ternyata saya juga kaget dia punya sikap seperti itu.
Tapi akhirnya sang teman tersebut meminta maaf dan menghapus gambar tak "senonoh" tersebut.

Kejadian tersebut adalah satu dari banyak hal yang tidak kita harapkan di era internet yang berkembang pesat saat ini.
Banyak hal lain seperti penculikan lewat facebook,  munculnya gambar gambar porno  ketika anak anak kita browsing mencari informasi tugas sekolah, (alhamdulilah sekarang sudah mulai diatur oleh depkominfo) meski masih banyak kekurangan.
Contoh : jika kita menulis di situs pencarian google dengan kata : anak smp, maka akan muncul gambar gambar tak senonoh. Mestinya Depkominfo bisa menaggulangi ini. Dan yang sekarang sedang hangat adalah adanya prostitusi online yang ternyata melibatkan anak anak di bawah umur.

Hal hal tersebut benar benar menjadi keprihatinan kita bersama, untuk itu mulailah dari keluarga, kita menjaga anak anak, adik, dan saudara kita dari kejahatan dunia cyber dengan memantau mereka .terus menarus, untuk itu sekali lagi kita juga harus melek teknologi.Semoga Pertahanan dari keluarga bisa menghindarkan anak anak kita dari kejahatan cyber. Amin








Tidak ada komentar:

Posting Komentar