18 Mei, 2014

Kacang Kulit Goreng Pasir dan Kopi Susu



Setiap makan kecang kulit goreng pasir, apalagi ditemani kopi susu, aku selalu teringat dengan om Tholib. Om Tholib adalah Om suamiku, tepatnya adik kandung Ibu mertuaku.

Sudah sekitar 10 tahun  yang lalu, kami menikmati kopi susu dan kacang kulit goreng Pasir yang disuguh oleh Om Tholib. Waktu itu kami sedang berkunjung ke percetakan milik Bapak mertua, percetakan Kejambon. Dan Om tholib sebagai manajernya.

Waktu itu kami berdua ingin membuka usaha percetakan di kebumen, dan banyak menanyakan perihal bagaimana cara membuka usaha percetakan. Nah, ketika kami bertamu, om Tholib menyuguhkan kopi susu dan kacang Goreng pasir.

Mungkin sederhana, hanya kacang goreng pasir dan kopi susu, tapi enath kenapa, peristwa itu selalu melekat di hatiku sampai sekarang. Mungkin karena keramahan om Tholin dan karyawan percetakan.
Tapi semua itu memberi kesan tersendiri untuk ku.

malam ini aku mengetik tulisan ini ditemani segelas kopi susu dan kacang kulit goreng pasir, dan aku teringat peristiwa 10 tahun yang lalu....

terimakasih om Tholib...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar