20 Februari, 2014

JOKOWI DISADAP?....HIHIHI

Berita yang cukup menggelikan.
Yah, menurutku itu menggelikan, apalagi yang memberitakan dari kader partai PDIP, di sadapnya di Kamar mandi, Kamar Tidur, dan kamar makan..:D

Okelah seandainya itu benar, siapa yang menyadap? dimana ruangan ruangan yang disadap merupakan ruangan yang sangat pribadi. kemungkinan arahnya akan menuduh orang terdekat. Siapa? meneketehe...

tapi apapun itu berita penyadapan Jokowi terasa aneh bagiku, sebagai orang yang sangat kagum pada Jokowi. Jika orang orang mengatakan yang dilakukan Jokowi itu pencitraaan, bagiku bukan.

Sejak awal memang Jokowi menjadi pembicaraan media, karena terpilih menjadi walikota terbaik, bisa merelokasi PKL dengan bijak, perseteruannya dengan bibit waluyo karena  menolak mall, dan mobil Esemka nya. Bagiku hal diatas  jikapun itu pencitraan, itu pencitraan yang memihak rakyat.

1. Merelokasi PKL
PKL PKL itu kan manusia, yang juga ingin berusaha, meskipun begitu, mereka juga harus taat aturan jangan sampai membuat kota rungseb, nah jokowi, bisa melakukan mediasi yang baik, sehingga bisa menggandeng PKL tersebut untuk taat aturan tapi mereka tetap bisa berusaha.

2. Menolak Mall
Mall di solo sudah begitu banyak, dan jika terlalu banyak mall bagaimana nasib pedagang kecil yang semakin sulit mencari usaha ditengah banyaknya mall mall baru yang lebih nyaman.

3. Mobil esemka
Terlepas pro kontra mobil esemka jokowi yang sekarang hilang gaung nya, paling tidak  munculnya mobil esemka menunjukan bahwa kita sebagai bangsa harus cinta produk dalam negri, apapun keadaan nya buatan dalam negri harus terus dikembangkan, dan kala itu jokowi memakai mobil esemka sebagai mobil dinasnya, itu contoh yang baik bagi masayarakat. pemimpin nya saja mau pake mobil dalam negri, rakyatnya harus mau dong..

Dan satu tambahan lagi Jokowi orangnya sederhana, itu adalah point penting. bahkan Jam pun dia tidak memakai. Tidak seperti pejabat lain yang harga jam nya ratusan juta?

TAPIII...

Untuk Berita penyadapan Jokowi kali ini, aku tidak simpati sama sekali. Itu bukan prestasi yang bagus, tapi menggelikan...
Herannya banyak juga yang gak kritis, asal jokowi pasti di dukung.Kalo Jokowi salah, gak mau ngiritik. Jika seperti itu apa bedanya Jokowi dengan Soeharto, ABS Asal bapak senang..
Soeharto tidak sepenuhnya bersalah, beliau berkuasa sampai 32 tahun karena semua orang bilang "njih..njih...njih..", dari DPR MPR dll semua ABS.

Coba kalo ada yang berani mengkritik waktu itu, Soeharto tidak akan berkuasa sampai 32 tahun.

Waktu Mr Amien rais mengkritisi kebijakan Jokowi saja, semua pada marah. padahal menurutku Justru Pak amien punya tujuan yang baik, membangun sistim yang sehat, meski memang pak Amien dengan wataknya yang ceplas ceplos kadang membuat orang yang mendengar  kritikan nya, kupingnya jadi panas, tapi maksud beliau baik.

Selama ini beliau terbukti orang yang berintegritas. Bahkan SBY pun pernah dikritik, tentang dana pemilu, padahal hatta  rajasa (Ketua PAN) waktu itu sebagai menteri sekretaris kabinet, akhirnya Hatta sendiri yang diminta SBY menegur  Amien rais lewat Konferensi Pers. Gila....!!!

Waktu konggres PAN, beliau juga mengkritik Hatta Rajasa (sudah jadi besan SBY)  mengenai perekonomian Indonesia yang prestasinya naik, tapi hanya di atas kertas saja,di lapangan Jurang antara yang kaya dengan yang miskin masih menganga, pengangguran masih banyak dll.



Maaf, jika membandingkan Jokowi dengan pak Amien, jokowi jelas masih tertinggal dibelakang. jam terbangnya masih kurang...
Jokowi bisa seperti ini, karena  demokrasi . Dia muncul di jaman demokrasi yang mana di waktu  jaman Orde baru hal ini  tidak mungkin terjadi. 
Dan Pak Amien  Rais lah yang berada di garda depan memberanikan diri mengatakan "Suksesi".makanya beliau di kenal sebagai Lokomotif Reformasi.
Jika sekarang masih jaman pak Harto (Ordebaru red), saya rasa jokowi belum muncul deh, dan satu lagi yang penting, tidak mungkin saya bisa menulis sebebas ini  :)
Jadi Jokowi ya mesti harus belajar banyak..
Tapi memang, dari personanya, Jokowi menang di "Kalem, dan Ngalahan", Orang Indonesia, lebih suka dengan tipe yang seperti itu.


Jika Ruhut yang punya seribu mulut itu bilang, "ah paling yang nyadap pdip sendiri..."
kali ini, saya sedikit setuju dengan Ruhut. Biasanya mah gak pernah , dia kan penjilat...hehe

Jika semua ini tujuannya untuk menaikan Elektabilitas Jokow menjelang Pilpres...i, tidak perlu memakai cara cara  konyol seperti itu.
 Dengan gaya Jokowi yang sederhana dan mau blusukan, itu point Plus  Jokowi.

Lalu apa yang menjadi tujuan si pembuat berita  bahwa Jokowi disadap?
Apa ada agenda lain?..

Wallohu a'lam Bishawab.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar