24 Februari, 2015

Hanya gara gara "TATTO HELLO KITTY"





Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan peristiwa pengeroyokan pelajar putri bernama (LA) oleh sekelompok  pelajar putri lainnya, sebut saja Geng Hello Kitty.
Peristiwa ini kurang  begitu menggema karena tertutup oleh berita politik yang semakin hari semakin tak asyik.

Hanya karena tersinggung dengan tato hello Kitty, sekelompok siswi putri tega melakukan penyiksaan, memotong rambut, menyundut kulit dengan rokok, bahkan sampai menyakiti kemaluan sang siswi. Yah pelakunya remaja putri. Sungguh memprihatinkan.

Dimana guru? dimana Orangtua?  Dimana pemerintah? dimana Masyarakat?

Kenapa hal ini sampai terjadi?
Mari hal hal tersbut menjadi refleksi bagi kita sebagai Orangtua, Guru, maupun masyarakat.
Adakah yang salah dengan pendidikan kita?

Disebutkan dalam salah satu berita, bahwa Kos kosan mereka, (Geng hello Kity) kos kos an yang bebas, campur antara pria dan wanita banyak terlibat narkoba . Masyarakatpun mulai berdemo agar Kos Kosan itu ditutup. (sumber detik.com )

Kenapa anak anak sekolah diperbolehkan bertato?
Apa itu luput dari perhatian Guru? karena sibuk mengurus sertifikasi?
Kenapa luput dari perhatian orangtua? apa karena orangtua sibuk mencari materi?
Kenapa luput dari perhatian masyarakat? apa karena masyarakat sudah tidak peduli?

Menurut  Psikolog dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Paulus, fenomena penganiayaan sadis yang dilakukan delapan perempuan dan dua orang lelaki berusia 16-21 tahun itu merupakan dampak dari penguruh buruk lingkungan.
Bisa dari orang tua, lingkungan sekitar dan media yang mereka temui setiap hari.“Bisa saja mereka meniru cara-cara di sinetron atau internet bagaimana melakukan penganiayaan. Dengan cara itu mereka melampiaskan kemarahannya,” imbuhnya.
Cukup, cukup peristiwa Jogja jadi pelajaran bagi kita semua, Orangtua, guru, masyarakat, Pemerintah, semua harus membuka mata,
Ada yang salah dengan pendidikan kita?
Apa yang salah?
mari kita berbesar hati terus menerus introspeksi diri
Sebelum terlambat. Karena para pelajar ini kelak yang akan memimpin bangsa ini.
Mari siapkan putra putri kita dengan baik, mengajar dan mendidik mereka, membekali mereka dengan ilmu , ketrampilan dan budi pekerti, agar mereka menjadi orang orang yang berguna bukan menjadi sampah masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar