17 Februari, 2015

MUSIC MAKES THE DIFFERENCE


Hari senin kemarin saya sebagai Ketua Komite  diundang untuk  menghadiri acara "Simposium Nasional" dengan tema  Menjadi sekolah Modern yang Mulia,
Yang membuat acara lebih bergetar dan berbeda,  diantaranya, ada beberapa penampilan musik, berup paduan suara baik dari siswa maupun guru-guru nya.

Tak mau ketinggalan, Sang Pembicara, Prof Imam Robanadi, sebelum memulai ceramahnya, beliau bernyanyi , dan kembali dilanjutkan ditengah tengah acara, beliau kembali bernyanyi lagi bersama Ketua PDM, kebetulan saya yang mengiringi, meskipun iringan saya masih acakadut. Bebarapa kunci saya akui ada yang miss, entah kenapa siang itu saya gak pede alias ndredeg mengiringi seorang Profesor. Hahaha.

Penampilan  siswa siswa SMP muhammadiyah, berikut guru gurnya,  meski tak sempurna, tapi cukup menghibur. Yang membuat saya menitikkan air mata, ketika anak - anak menyanyikan lagu "Laskar Pelangi", samil bergandengan tangan. Entah kenapa ingatan saya langsung tertancap pada Ikal , lintang, Mahar dan teman teman nya di SD muhammadiyah Gantong dalam Filem Laskar Pelangi.

Baru saja menitikan air mata karena terharu, tiba tiba ada kejutan dari seorang siswa yang menyelipkan aksi rap nya di sela sela musik, sayang sang siswa tidak maju ke depan, tapi hanya di dekat sang player.Lalu sang siswa pun maju ke depan panggung, setelah mendapat masukan dari panitia.

Dalam acara -acara Muhammadiyah, ada acara yang di selingi dengan hiburan musik ada yang tanpa musik. Penambahan musik dalam suatu acara menurut saya, merupakan suatu kemajuan. Dengan Musik, suasana akan  menjadi rilex dan menyegarkan.


Di tengah acara, Prof Imam pun beberapa kali menyanyi, dan itu merupakan suatu cara  untuk menghilangkan kebosanan. Dan terbukti, semua peserta simposium tetap berada ditempat, bahkan tak terasa, acara sudah melewati jam seharusnya.Tapi para peserta tetap setia mendengarkan ceramah Prof Imam.Ada kehangatan dan kekaraban disana. Ya mungkin diantaranya karena ada hiburan menyanyi.

Di Sekolah Sekolah Muhammadiyah, jarang sekali kita temui guru musik. Mungkin karena Musik tak begitu penting , atau tidak di Ujian Nasional (UN) kan.

Padahal musik sangat baik bagi perkembangan jiwa anak.

Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". 
Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".

Menurut Dr Kuei Pin Yeo, orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar Doctor dalam bidang seni permainan piano dari Manhattan School of Music, New York menjelaskan bahwa mengenalkan musik pada anak sebaiknya dilakukan sejak dini, karena peran musik sangat besar dalam menstimulasi pertumbuhan jaringan sel otak anak. Mengenalkan musik pada anak bisa dimulai dengan mendengarkan musik, melibatkan pada kegiatan-kegiatan bermusik. Baru setelah anak mampu memegang alat musik sendiri, biarkan ia memainkan alat musik. Umumnya anak usia prasekolah (5-6 tahun) sudah dapat memainkan alat musik sendiri.     


Dra Linda Primana MSi Psi, menambahkan mengenalkan musik pada anak bukan hanya berpengaruh pada kecerdasan saja melainkan juga dampak psikologisnya. Terlebih bila anak mampu memainkan alat musik sendiri, akan menambah nilai positif baginya.


Para Ilmuwan Islam, dari Ibnu Sina, Al Kindi, Al farabi  selain terkenal sebagai Filsuf, mereka  ternyata menguasai  alat musik.

Al-Farabi bernama lengkap Abu Nasr Muhammad ibn al-Farakh al-Farabi. Dia lahir pada tahun 870 di Farab, Turki bagian tengah.  Selain dikenal sebagai seorang filsuf, al-Farabi juga dikenal sebagai pakar musik. Dialah penemu not musik. Temuan ini ia tulis dalam kitab al-Musiq al-Kabir (Buku Besar tentang Musik). Buku yang membahas ilmu dasar musik ini telah menjadi rujukan penting bagi perkembangan musik klasik Barat.

Dalam karya fenomenal itu, al-Farabi menulis bahwa musik dapat menciptakan perasaan tenang dan nyaman. Musik, juga mampu mempengaruhi moral, mengendalikan emosi, mengembangkan spiritualitas, dan menyembuhkan penyakit seperti gangguan psikosomatik. Karena itu bagi al-Farabi, musik bisa menjadi alat terapi. Sebab, musik adalah sesuatu yang muncul dari tabiat manusia dalam menangkap suara indah yang ada di sekelilingnya .

Musik dapat menjadikan anak pintar terutama di bidang logika matematika dan bahasa. Keindahan musik adalah kata-kata yang menyatu dengan nada, sehingga anak memiliki keinginan yang kuat untuk bergabung di dalamnya dan tanpa disadari anak turut ber­dendang dengan kata-katanya sendiri  misalnya dengan menyanyikan ba..ba..ba..ba..ba, mengetuk-ngetukkan atau menjentik-jentikan jari-jari tangan atau mengangguk-anggukkan kepala setiap kali mendengar irama musik dan sebagainya. Tapi keinginan untuk mengikuti lagu yang ia dengar, akan mendorongnya untuk berlatih terus menerus.

Musik mampu mempenga­ruhi perkembangan intelektual anak dan bisa membuat anak pintar bersosialisasi. Musik dapat mengoptimal­kan perkembangan intelektual anak dan musik juga bisa membuat anak jadi cerdas sekaligus kreatif, musik juga dapat membangun rasa percaya diri dan kemandirian. Dengan musik anak akan peka terhadap lingkungannya, karena di dalam musik ada bagiannya masing-masing, seperti musik pop, dangdut, jazz, klasik, ataupun rock. Tidak hanya itu, jika seluruh fungsi anggota tubuh dirangsang dengan cara bermusik maka akan menjadikan anak lebih disiplin dan cepat tanggap

Kini saatnya Sekolah Sekolah Muhammadiyah mulai menganggap pelajaran musik sebagai pelajaran yang penting. Karena Musik sangat berpengaruh bagi perkembangan otak maupun emosional anak.


Bayangkan jika dalam acara acara tak ada musik, suasana terkesan kaku.

Dalam pelajaran pun, musik sangat dibutuhkan. Belajar bahasa Sambil menyanyi, membuat anak anak mudah menerima pelajaran.

Kemarin dalam acara Simposium, Prof Imam memberi tantangan kepada guru guru SMP Muhammadiyah untuk menyanyikan lagu Jepang, yang berjudul "Tsugaru Kaikyo".Tantangan itu diterima oleh para guru. Dan mereka menyanyikan nya dengan cukup baik, meski ada yang salah, toh orang lain tak tahu karena itu bahasa asing. Jadi pede aja lagi...

Saya salut dengan keberanian para guru menerima tantangan tersebut.Pasti setiap hari mereka  berlatih sambil mendengarkan lagu jepang itu berulang kali.

Sampai dirumah, rupanya suami saya memutar terus lagu Jepang tahun 70-an tersebut. Virus Imam Robandi menular rupanya. Otomatis, karena tiap hari diputar, saya pun jadi  ikut menyukainya, sebentar saja sudah hafal nadanya, yang susah di hafal  adalah liriknya, lirik  yang teringat   hanya sayonara anata , watasiwa kaedimase hahaha. 
Insyaallah, jika pak Imam hadir lagi di Kebumen, saya sudah bisa mengiringi beliau menyanyi " Tsugaru Kaikyo".
Ini menjadi catatan penting, bahwa  dengan sentuhan musik,  lebih memudahkan kita dalam mempelajari Bahasa asing, mungkin ini bisa menjadi insprasi bagi para guru untuk mengajar bahasa asing dengan cara yang menyenangkan.



*Dimbil dari berbagai sumber




Tidak ada komentar:

Posting Komentar