11 Februari, 2015

Ulang Tahun Anggun

Hari sabtu aku tak bisa mengajar TPQ, karena aku harus rapat di Gombong. Aku lupa sore itu anggun ulang tahun, rupanya dia sudah membawa kue ultah untuk dirayakan bersama.Sore itu kak nadia dan Jasmina yang menggantikan aku mengajar mengaji.
Bisa kubayangkan, betapa kecewanya anggun, karena tak bisa merayakan ulang tahun bersama. Kue nya dibawa pulang lagi kerumah.
Hari senin sore tiba, lebih gasik dari biasanya anggun dan ayu, kakaknya sudah datang ke mushola. Lalu mengetuk pintu, assalamu'alaikum, wa'alaikum salam, jawabku. Aku segera menemui merek diluar.
Bu, nanti potong kue," kata ayu. Oya, kemarin kesini ya, maaf ya, ibu tak bisa mengajar karena ada rapat. Akhirnya, sesuai kesepakatan, semua mengaji dulu, setelah selesai, baru acara potong kue dan tiup lilin dilakukan.




Yusuf

Ada yang menarik, yusuf gak diperolehkan ikut acara ulangtahun oleh anggun.
Yusuf sengaja tidak diberitahu, bahwa sore itu ada perayaan ulang tahun.
Mereka berbisik padaku bahwa, aku tak boleh mengabarkan kan acara ini pada yusuf.
Karena yusuf juga kebetulan ingin pulang, maka yusufpun pergi, dia tidak ikut acara itu.

Setelah yusuf pergi, aku menasehati anak anak. Kalian tidak boleh seperti itu. Ulang tahun kan untuk berbagi, apa salah yusuf tak boleh ikut acara ini? Dia kan suka memberi kalian jajan juga, Meskipun yusuf kadng suka pamer, kita tak boleh jahat padanya.
Oke, sekarang yusuf sudah pulang, kita lanjutkan acara ini. Anak anakpun terdiam.

Aku langsung merubah suasana tegang dengan menyanyi sambil bertepuk tangan. Pnjang umurnya panjang umurnya panjang umur dan serta mulia......Happy birhday to you...happy birthday to you...

Sebelum menipu lilin, aku memimpin doa bersama, agar anggun menjadi anak yg solehah, dimudahkan rizkinya, diluaskan ilmunya, dan semua kita semua di beri kebahagiaan di dunia dan akherat.

Lalu, saatnya meniup lilin, lilin pun ditiup, lalu kue dipotong, dan dibagikan rata ke semua anaka yang datang.

Masih ada kue yang tersisa, ada 5 potong. Oke, sekarang masih ada  potong kue, bagaimana jika 5 potong ini, satu diberikan padan sesa, kebetulan hari ini dia tidak masuk, dan satu potong lagi untuk yusuf, kataku. Anggun setuju. Terimakasih anggun, kamu memang anak yang hebat. Aku mengambilkan dus untuk menaruh kue. acara selesai, merekapun pulang dengan gembira.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar