10 Maret, 2014

Lanjutan Si Urban Legend

Kegagalan berumah tangga hingga dua kali dan Allah masih memberi kesempatan seorang Duda melamarnya. 
Ya, begitu sayangnya Allah pada nya.
Kali ini pernikahan jika berhasil, adalah pertama kalinya pernikahan yang direstui oleh orangtuanya, terutama Ibundanya. Dua pernikahan yang lama tak direstui, yang pertama kawin lari, yang kedua nekat menikah dengan suami orang. 

Saya rasa semua orangtua akan berpikiran sama. Dua pernikahan yang tak direstui orangtuanya punya dasar dan keyakinan yang kuat :
1. Pernikahan pertama, karena menurut Bunda, Sang suami agamanya dan keluarganya kurang kuat agamanya,  meski akhirnya bercerai.
2. Menikah dengan pria bersuami, yang istrinya masih saudara sang perempuan.

TUhan masih membuka pintu taubat kepada hambanya.

Acara lamaran untuk pernikahan "ketiga" pun datang.
Bagi kebanyakan orang, hampir  semua berpendapat, karena ini pernikahan ketiga, mestinya jika memang sudah cocok,  apalagi mereka sudah tua, setelah lamaran, langsung di syahkan saja, akad nikah menjadi suami istri. 
Jadi sudah tak ada beban, mengurangi zina dll.
Jika memang tak memungkinkan waktunya, bisa nikah secara agama dulu sementara nanti, setelah waktu memungkinkah , besok atau lusa, secepatnya,akad nikah di KUA secara resmi. Tak perlulah pesta besar besaran, yang penting syukuran diketahui saudara dekat dan tetangga. Itu Pikiran orang orang disekitar. Pesta mau dilaksanakan tanggal lahir atau tanggal 17 agustus monggo, yang penting sudah resmi.

Ketika lamaran sudah selesai, semua yang hadir sepakat agar mereka  segera dinikahkan , toh apa yang ditunggu? semua sudah sepakat , baik yang menikah (mempelai), orangtua, saudara dan tamu2 setuju. Untuk apa ditunda lama lama hingga 2 bulan?

Sang pria duda itupun setuju, rupanya si janda dua kali ini tak sepakat. Dia menolak, apa alasannya?
"Kalian yang melarang nikah siri, seperti yang saya lakukan dulu, kenapa sekarang malah menyuruh saya nikah siri?'

Logika yang aneh.Sepertinya si janda ini ada kesalahan di dalam otaknya. Nikah siri yang dia lakukan dulu, karena memang takut diketahui banyak pihak, sembunyi2, dan menjadi penggangu rumah tangga orang, tak ada niat baik, menikah hawa nafsu yang tidak disetujui semua orang, kecuali orang gila.

Nikah siri (agama) yang dihadiri saksi orangtua dan saudara besar ini hanya sementara dan nantinya secepatnya akan disyahkan di KUA, bukan nikah siri yang sepertisi janda ini lakukan dulu. Yang penuh dengan maksiat.siri selamanya.

Entah apa yang ada di otak sang janda dua kali ini, akhirnya dengan sikap sombong dia menolak, dan meminta pernikahan tetap diadakan 2 bulan lagi menunggu hari yang sudah ditentukan.

Dari sikap sang janda ini, aku menarik kesimpulan, bahwa si janda ini punya cara berpikir yang salah, sombong dan tak mau diarahkan ke jalan yang baik.

Pernikahan siri yang dia lakukan dulu dengan merebut suami orang saja,  yang nota bene si istri suami tersebut masih saudaranya sendiri, dia bela belakan nekat, sampai harus menyakiti ibu, dan saudara sudaranya, rela minggat dari rumah demi si laki laki bejat tersebut.Dia rela menikah siri untu pernikahan yang diawali dengan maksita,karena sebelum bercerai sudah sering berduaan dengan si laki laki tersebut.Bahkan satu kamar.

Tapi nikah siri yang ini, (yang semua org tau, ini hukan hanya sekedar main main, meski namanya siri, hanya sekedar untuk mengurangi maksiat) yang disaksikan dan di restui orangtua kedua belah pihak dan saudara2, dia tak mau. ANEH!!!. Dimana logikanya? yang diridhoi gak mau, yang gak diridhoi malah segera dilakukan.

Ada apa dengan si janda? Urban legend ini,  yang dulu saya pernah tulis,wajahnya memang tak separah dulu, tapi wajahnya tak mulus lagi, sisa sisa jerawat masih membekas merah, mudah2 an ini menjadi peringatan baginya atas kesalahan kesalahan yang dia lakukan. Durhaka pada ibu.Merebut suami orang dll.

Tapi aku tak yakin, dia sudah bertaubat, dari kisah ini, rasanya, dia masih punya rasa sombong yang tinggi.

Aku kasihan dengan  calon suami barunya, sungguh. Betapa nantinya dia akan menderita, aku pastikan itu.
Semoga pendapatku salah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar